BERSIAP MENJEMPUT KEMENANGAN DI PEMILU 2014

Tampilkan postingan dengan label Menyongsong Pemilu 2009. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menyongsong Pemilu 2009. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Agustus 2008

Jiwa dan Spirit Cak Nur di Tubuh PKS

Jiwa dan Spirit Cak Nur di Tubuh PKS
Jumat, 08/08/2008 18:43 WIB

Jakarta- Membangun tradisi Islam politik yang modern membuat PKS berkilau dengan cepat. Mereka siap mengontrol dan dikontrol. Kini, dengan lantang, partai ini pun melontarkan semboyan; 'Islam Yes! Partai Islam Yes!'

Debut Partai Keadilan Sejahtera kian menggemuruh cepat dengan yel-yel: Delapan, delapan, delapan! Para aktivis PKS bahkan menyerukan: 'Islam Yes! Partai Islam Yes!'

Yang memukau, semboyan 'Islam Yes! Partai Islam Yes!' yang digemakan aktivis PKS, bukan tanpa isi. Itu adalah sebuah pesan simbolik yang telah disetujui mendiang Prof Nurcholish Madjid, pendiri sekaligus mantan Rektor Universitas Paramadina.

"PKS sejatinya meneruskan cita-cita Prof Nurcholish Madjid. Adalah keliru besar jika orang menyatakan PKS tidak menjiwai cita-cita, gagasan, dan semangat Cak Nur," kata politisi PKS, Zulkieflimansyah PhD yang baru kembali dari Harvard University, Cambridge, Boston.

Anggota DPR PKS itu menandaskan, PKS ingin meneruskan tradisi Islam politik modern yang dulu dibangun Masyumi. "Karena itu, PKS bersuka cita menerima kontrol sosial dan kontrol demokratis dari masyarakat madani (civil society)," tegas Zulkieflimansyah, dosen Pasca Sarjana FEUI.

Menurut Ketua MPR Dr Hidayat Nur Wahid, sebelum wafat, Cak Nur menyatakan setuju dengan kehadiran PKS yang berhujah 'Islam Yes! Partai Islam Yes!'. Semboyan itu menggantikan semboyan lama Cak Nur di era Orde Baru yang menegaskan 'Islam Yes! Partai Islam No!'.

Kenapa Cak Nur cepat berubah? Karena zaman juga cepat berubah. Semboyan lama itu dilontarkan cendekiawan itu untuk mendobrak keterkungkungan Islam politik di era Orba yang tak kondusif karena represif dan otoriter waktu itu.

Pernyataan Cak Nur 'Islam Yes! Partai Islam Yes!' terhadap PKS itu disampaikan setelah sang guru bangsa itu melihat fakta: PKS berpolitik dengan azas Islam namun tetap menghadirkan demokrasi dan pluralitas. PKS memiliki peran yang besar di masyarakat dan tidak tersangkut korupsi serta berani menghadirkan kontrol dengan cara-cara yang amat santun.

Semua yang dilakukan PKS, kata Nur Wahid, amat sesuai dengan nilai-nilai Islam yang selama ini Cak Nur perjuangkan. "Cak Nur menyatakan kepada kami setuju dengan partai yang berlandaskan Islam," kata Nur Wahid, Ketua MPR RI yang pernah menjabat sebagai Presiden PKS itu. [Inilah.com/bj2]

PKS Surabaya Sosialisasikan Angka 8 dengan Topeng

Reporter: Ida Akbar beritajatim
Jumat, 08/08/2008 19:00 WIB

Surabaya- Pesta demokrasi bangsa Indonesia tinggal 9 bulan lagi. Berbagai persiapan dilakukan oleh semua partai politik untuk mendapatkan hasil terbaik dalam Pemilu 2009.

Partai Keadilan Sejahtera kota Surabaya mensosialisasikan identitas partai, yaitu nomor urut Pemilu melakukan sosialisasi angka partai 8 dengan acara yang unik.

Tepat tanggal 8/8/2008, DPD PKS Kota Surabaya melakukan aksi sosialisasi angka 8 kepada masyarakat di 8 titik jalan di Surabaya dengan cara membagikan pamflet dan brosur angka 8.

Dipilihnya tanggal 8-8-2008 ini, selain juga merupakan aksi secara nasional, juga agar memudahkan masyarakat mengingat nomer urut PKS di Pemilu 2009 nanti.

Delapan titik yang digunakan tersebut adalah: pertigaan jalan A Yani di depan Giant Hypermarket, perempatan depan Masjid Al Falah Surabaya (kebun binatang), perempatan jalan Dr Soetomo (Konjen AS), perempatan jalan Pemuda (air mancur), perempatan Siola, perempatan terminal Bratang, perempatan Tugu Pahlawan dan perempatan SMU komplek.

Di setiap titik tersebut, DPD PKS Kota Surabaya menerjunkan 8 orang kadernya yang membagikan pamflet dan brosur tersebut. 'Ojo Lali Cak, PKS Nomer 8 dan Indonesia Baru, Partaine Nomer Wolu' .

Ketua DPD PKS Kota Surabaya, Fatkur Rohman ST MT, mengatakan bahwa aksi sosialisasi angka 8 pada tanggal 8-8-2008 hari ini adalah aksi nasional. Setiap struktur PKS, mulai pusat sampai daerah, harus mensosialisasikan angka 8 kepada masyarakat pada hari ini.

"Tidak ada maksud apa-apa memilih tanggal ini, biar eye catching aja dan mudah diingat oleh masyarakat. Khusus Kota Surabaya, kami sengaja menyebar kader kami di 8 titik jalan di Surabaya untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat kota Surabaya," tuturnya. [ted]

Jumat, 01 Februari 2008

Mukernas Mantap Menuju 2009

PKS Akomudir Caleg Non-Muslim
Laporan: Asan Haji

Denpasar-RoL--Hasil Mukernas di Denpasar Bali, Partai Keadilan Sejahtera menetapkan target perolehan suara minimal 20 persen dalam pemilu legislatif 2009. Untuk merealisasikan target perolehan suara tersebut PKS tidak hanya terbuka bagi kader dan simpatisan non-muslim. Namun, juga siap mengakomudir calon legislatif (Caleg) non-muslim.

''Sesuai dengan ketentua dalam UU, partai politik tidak boleh membatasi diri pada ras, suku dan agama. Karena itu dari non-muslim tetap akan diakomudir,'' jelas Presiden PKS Tifatul Sembiring, Jumat (1/2) di Hotel Inna Grand Bali Beach. Menurut dia, kader non-muslim itu tdak hanya bisa menjadi pengurus partai.

Namun, lanjut dia, juga bisa dijadikan sebagai Caleg, meskipun non-muslim. ''Asalkan mereka itu mewakili komunitasnya,'' tegas dia. Dia contohkan seperti di Irian dan Bali. Menurut dia, jika memang di Bali ini bisa mewakili komunitasnya, meski beragama Hindu tiddak masalah menjadi Caleg dari PKS. ''Kalau memang mewakili orang Hindu, mengapa tidak,'' jelasnya.

Dijelaskan dia, keberagaman bukan merupakan sesuatu yang tabu.Justtru, kata dia keberagaman itu bisa menjadi kekuatan dengan keterbukaan semacam itu. Untuk itu, kata dia PKS melalui Mukernas di Bali ini mengambil kebijakan strategis. PKS akan bergeser dari partai kader (elit) menjadi partai berbasis massa. Untuk memperkuat basis massa itu, PKS mulai melirik calon pemilih di pedesaan seperti petani dan nelayan. Makanya, kata dia, PKS optimistis target perolehan suara pada Pemilu 2009 itu bakal tercapai. Alasannya, berdasarkan fakta yang ada, perolehan suara PKS mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 1999, hingga 2004.

Menurut dia, tahun 1999 PKS dapat 1,5 persen suara. Tahun 2004 memperoleh 7,5 persen suara nasional. Untuk tahun 2009, kata dia, PKS menetapkan perolehan suara itu menjadi 20 persen. Sebab, pada pileg yang akan datang tiap partai perolehan suaranya diyakini tidak akan lebih dari 25 persen. Untuk mewujudkan target perolehan suara tersebut, PKS kata Tiffatul Sembiring, selain bersikap terbuka, juga harus mengukuhkan jati diri PKS. Jati diri PKS yang dimaksud, kata dia, adalah sebagai partai yang bersih, peduli dan profesional. Bersih, kata dia, semua kader partai terutama yang menjadi Caleg harus memiliki kesalehan moral, mendukung secara penuh agenda pemberantasan korupsi.

Sedangkan yang dimaksud peduli, semua kader partai memiliki kesalehan sosial. Peduli terhadap sesasama terutama pada kaum lemah sperti petani, nelayan dan lain sebagainya. Sementara, mengenai sikap profesional, kata dia, kader partai dibangun dengan menerapkan prinsip good governance di seluruh lingkungan partai. Selain itu mendukung dan mengevaluasi para kader yang menduduki jabatan publik.

Dengan demikian, kata dia, PKS tidak akan terjebak dalam eksklusivisme dan fanatisme kelompok. ''Falsafah dasar perjuangan PKS yaitu sebagai entitas politik yang berjuang dengandasar aqidah, asas dan moralitas islam menuju masyarakat madani, adil dan sejahtera serta bermartabat akan tercapai. Cita-cita nasional pun bakal tergapai,'' tuturnya.pur

sumber : republika.co.id, 2-2-2008

PKS targets 20 percent of votes, open for non-Muslim support

PKS targets 20 percent of votes, open for non-Muslim support

SANUR, Bali (JP): The Prosperous Justice Party (PKS) announced it will target 20 percent of votes in the 2009 legislative election, and welcomes non-Muslim constituents, the party leader said here on Friday.
"We are quite optimistic after the results of the 146 regional direct elections in 2007, of which we won 86 independently and through coalitions," Party chairman Tifatul Sembiring told reporters Friday on the sidelines of the party's national meeting.

The meeting was attended by some 1,500 participants including party members and national figures, like People's Consultative Assembly Speaker Hidayat Nurwahid who previously chaired PKS.

The party had significantly increased its supporters at regional elections including those in Jakarta, Bekasi and Banten, Tifatul said.

In the first ever Jakarta gubernatorial election PKS gained some 42.5 percent of the vote, he said.

"We fought alone against a coalition of 21 parties (in the election)." (ira/**)

sumber : the Jakarta Post

Pembukaan MUKERNAS PKS Meriah

2008-02-01 22:14:52
Mukernas PKS Resmi Dimulai
Anwar Khumaini - detikcom

Denpasar - Mukernas PKS di Sanur, Bali, resmi dibuka. Dentuman keras suara gong membahana di ballroom Hotel Grand Bali Sanur Beach sebagai pertanda mukernas yang berlangsung mulai 1-3 Februari ini resmi dimulai.

Sebelumnya, tarian baris juga ditampilkan oleh belasan pemuda Bali. Sekitar 1.600-an peserta mukernas tampak antusias menyaksikan tontonan yang tidak biasa ditampilkan dalam acara-acara PKS ini.

"Dalam budaya, PKS mengakui sikap pluralitas," ujar Presiden PKS Tifatul Sembiring saat memberikan sambutan dalam pembukaan Mukernas PKS di Hotel Grand Sanur Bali Beach, Jumat (1/2/2008).

Menurut Tifatul, sebagai partai berasaskan Islam, PKS bukan merupakan ancaman bagi warga Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Namun sebaliknya, justru PKS siap bekerjasama dengan siapapun, agama apapun serta suku apapun.

Tifatul juga mengatakan PKS bertekad untuk memperoleh 20 persen pada pemilu 2009 nanti. Untuk mewujudkannya, lanjut dia, baik pengurus pusat ataupun daerah harus bersinergi.

Hadir dalam pembukaan mukernas ini Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid serta para tokoh Agama Hindu Bali beserta perwakilan dari Pemda Bali. ( anw / aba )

Senin, 10 Desember 2007

Wawancara Presiden PKS dengan Harian Seputar Indonesia

PKS Masih seperti yang Dulu

SEBAGAI salah satu partai berbasis Islam,PKS mulai menyiapkan beberapa strategi menghadapi Pemilu 2009.Apa saja strategi itu? Berikut petikan wawancara SINDO dengan Presiden PKS Tifatul Sembiring.

Pemilu 2009 sudah dekat, apa yang sudah disiapkan PKS?

PKS ini partai kader yang berbasiskan massa, maka yang dijalankan selalu sesuai program, seperti di masa lalu, yakni penekanan pada soliditas kader,terutama moral para kadernya yang perlu dipertahankan. Dari pilkada yang dilakukan di berbagai daerah, PKS memenangkan 84 pilkada. Kunci kemenangan pilkada ini adalah soliditas kader dan konsistensi citra PKS. Konsistensi PKS ialah partai yang konsisten mendukung program antikorupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Karena itu, kami menyebutnya program bersih dan peduli. Bersih dari korupsi, kolusi, serta bentuk KKN lainnya. Selain itu, PKS menjadi partai yang peduli terhadap persoalan masyarakat. PKS juga terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.Program ini dilakukan secara terus menerus hingga saat ini.

Untuk konsolidasi para kader, apa langkah-langkahnya?

Seluruh kader partai harus mengikuti taklim rutin partai (TRP). Setiap kader harus mempelajari dasar-dasar kepartaian dan moral, itu yang ditekankan. Jadi, TRP itu semacam political education di PKS. Ada enam jenjang dalam TRP, masing- masing memiliki level. Jenjang pemula, muda,madya, dewasa, anggota ahli, dan anggota purna.

Apakah ini yang disebut tarbiyah?

Tarbiyah yaitu taklim. Di situ kita membina moral bagaimana seorang kader itu harus menjalankan moral sesuai agamanya, termasuk moral Islam, akhlak Islam yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Apa yang sudah dilakukan untuk masyarakat?

Khusus yang di daerah-daerah, petani dan nelayan kita tingkatkan, juga daerah yang tertimpa bencana. Kalau ada bencana, PKS selalu berupaya terdepan untuk memberi bantuan kepada masyarakat. Apapun alasan orang mengatakan bahwa ini ada manuver politik, silakan saja.Yang jelas, kita ingin berbuat baik dan ini bukan baru-baru saja. Mulai dari tsunami (2004), PKS sudah melakukan ini.

Bagaimana dengan rekrutmen di PKS?

Rekrutmen sudah merupakan program rutin. Rekrutmen, pematangan, pemfungsian, itu sudah ada bagian tersendiri. Sekarang ini, jumlah kader PKS mencapai 712.000 orang. Dibandingkan 2004, kader PKS hanya sekitar 400.000, nah kita targetkan pada 2009 mampu bertambah hingga 1,2 juta kader.

Bagaimana strategi PKS untuk mengembangkan partai di luar kelompok muslim?

Ini masalah komunikasi dan masalah isu. Banyak orang mengira PKS itu bukan nasionalis. Padahal, kita sangat nasionalis. Kita mencintai negeri ini, kita ingin persatuan dan kesatuan di antara masyarakat terwujud, kita ingin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap utuh. Ini Tanah Air kita,kita lahir di sini, kita juga akan mati di sini.Tapi,kita ingin nasionalis religius, bukan nasionalis sekuler karena kita berpandangan kalau orang nasionalis, tapi tidak bertuhan, Tuhannya sendiri berarti dibohongi. Kalau Tuhan saja dibohongi, apalagi manusia.Kita juga ingin orang konsisten dengan agama masing-masing. Apapun agamanya.

Bagaimana menjelaskan pihak yang masih mendikotomikan antara kelompok muslim dengan nasionalis?

Saya sebetulnya kurang setuju dibedakan antara nasionalis dengan Islamis yang diusung partai Islam. Semua juga pada intinya kan Islam. Kalau menurut saya, ini tidak relevan jika kita memisahkan nasionalis dengan Islamis. Menurut saya, ini tidak bisa dipisahkan secara radikal, seperti di negara-negara lain ada aliran kiri dan aliran kanan.Tidak bisa begitu. Kita ingin menciptakan good governance, cleaned government. Itu niat kita sebenarnya.

Kita memandang politik adalah demokrasi.Sementara ekonomi itu adalah egaliter,yaitu ekonomi yang kebersamaan, budaya sebagai pluralitas, bukan pluralisme. Sebab selama ini, menurut pandangan kita,itu semua sebagai sebuah realita kemajemukan, bukan paham kemajemukan. Masalah gender misalnya, kita memandang hal itu sebagai kesetaraan, partnership, dan saling melengkapi, sedangkan masyarakat, kita melihatnya sebagai civil society, itu yang kita anut.

Ada kelompok tertentu yang masih meragukan kelompok Islam dalam keteguhan dan kesetiaan terhadap Pancasila dan NKRI...

Kita jangan terjebak pada kesetiaan terhadap Pancasila. Memang Pancasila itu apa sebenarnya? Pancasila itu yang membuat juga orang Islam. Kalau diterjemahkan secara benar, Ketuhanan Yang Maha Esa itu Islam. Jadi, yang saya maksud, kita tidak bisa membandingkan Pancasila dengan Islam karena Pancasila itu bukan agama. Bahkan, mungkin part of (religion), sebagian kecil dari religion.Ada common sentences yang diambil,Ketuhanan Yang Maha Esa itu Islam,Kemanusiaan yang Adil dan Beradab juga Islam, persatuan pun Islam.

Makanya, kami tidak mau mendikotomikan umat dan bangsa. Kalau umat selalu bersatu,bangsa ini juga selalu bersatu karena ini komponen besar. Termasuk kebijaksanaan (sila ke-4 Pancasila), ada musyawarah di situ karena musyawarah juga Islam. Kelima dasar itu merupakan ajaran Islam sebetulnya.Jadi, tidak bisa kalau orang yang paham dengan keislamannya, kemudian dia melawan Pancasila.Saya tidak setuju dengan pendapat itu.

Bagaimana meyakinkan kelompok nasionalis untuk memperbesar komunikasi?

Kalau menurut saya, perlu ditekankan dalam sisi jargon bahwa kita ini prorakyat dan Merah Putih. Kalau ada yang bilang PKS sektarian, apa buktinya? Kita di DKI Jakarta misalnya, yang kita calonkan bukan seorang yang fundamentalis, tapi yang kita calonkan Adang Daradjatun, mantan Wakapolri. Adakah orang yang meragukan ”Merah Putih”-nya Adang Daradjatun. Artinya, ada satu sinyal bahwa kita nasionalis.

Apakah ada beban dengan kelompok nasionalis ketika menjalin satu komunikasi?

Kita tidak ada beban. Semua kita ajak bicara. Dengan PDI Perjuangan, apalagi dengan koalisi kita ini ada dua partai yang nasionalis, yaitu Partai Demokrat dan PKPI. Jadi, Partai Demokrat, PKPI, PBB, dan PKS. Empat partai ini mengusung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY kurang nasionalis apa? Itu kan pilihan PKS. Jadi, kalau meragukan kenasionalisan PKS, berarti meragukan nasionalisnya SBY.

PKS sepertinya ada perubahan, misal sudah ada toleransi-toleransi dibanding 1999, kemudian berlanjut di 2004, bagaimana menjelaskan ini?

Saya rasa, secara prinsip PKS masih sama seperti dulu. Kami sejak dulu sebetulnya juga nasionalis, sejak berdiri juga nasionalis.Namanya saja Partai Keadilan. Kemudian diubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Mungkin bedanya soal sosialisasi, soal orang mengenal. Biasa, dulu waktu zaman Orde Baru (Orba), ketika melihat orang ngumpul di masjid saja, itu akan dianggap sebagai sesuatu yang radikal.

Kalau sebelumnya bersih dan peduli, untuk 2009 apa brand-nya?

Saya rasa,mungkin masih tetap bersih dan peduli dan ini konsistensi kita. Mungkin satu lagi kalau ditambah, yaitu profesional. Artinya, negara membutuhkan suatu pengelolaan yang lebih konkret. Orang tidak butuh ceramah-ceramah lagi, tetapi tindakan konkret.Anda bisa mengubah keadaan tidak, ada solusi-solusi tidak dari persoalan ekonomi kita sekarang. Dulu kita punya konsep untuk menyelesaikan masalah ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Sekarang bagaimana konsep itu harus diterapkan.

Apa program utama yang menjadi prioritas untuk kampanye?

Sekarang, isu kita lebih diarahkan pada kesejahteraan. Pertama, anti-KKN tetap berjalan. Kalau kita bisa hemat APBN, dari situ kita bisa membangun banyak hal. Kedua, mengombinasi sumber-sumber ekonomi nasional, di antaranya bagaimana mengoptimalkan sumber daya alam agar jangan sampai jatuh ke tangan asing secara masif, sementara masyarakat Indonesia tidak kebagian. Padahal, kita punya minyak, gas, batu bara, tembaga, nikel, dan lainnya. Itu jangan dijual-jualin.

Misal, hutan jangan dieksploitasi karena memang hutan sudah rusak. Fokus membangun perkebunan, persawahan,pertanian,dan perikanan. Jadi, sumber daya alam semua di-combine. Keempat, masalah entrepreneurship, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus memberi ruang dan payung bagi masyarakat. Mereka harus diayomi, jangan dikejar-kejar melulu. Kalau program seperti ini kita jalankan, orang miskin paling hanya ada sekitar 5% dan ini target PKS. Ini juga kenapa kita dinamakan sebagai Partai Keadilan Sejahtera.

Berarti ada target menurunkan angka kemiskinan?

Jelas dong. Kita menginginkan, kalaupun ada orang miskin yang harus disantuni, tidak lebih dari 5%, kalau sekarang masih 40–50%. Penerima BLT (bantuan langsung tunai) itu naik sampai 40%.Ketika BLT dikeluarkan, angka kemiskinan meningkat karena banyak orang mengaku miskin. Padahal, sebetulnya orang miskin harus didefinisikan. Kita bisa hidupkan home industry juga. Kalau kita lihat produk di Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Prancis, atau ke Arab Saudi, semua barang di sana produksi China, termasuk gantungan kunci,juga made in China.Langkah China ini yang harus ditiru. Makanya, kita haus menyediakan ruang,kita tidak mungkin menyuapi masyarakat terus.Beri ruang, payung,dan peluang kepada mereka.

Sudah punya konsep untuk menurunkan angka kemiskinan?

Ketika itu berjalan, kita akan benahi. Kalau kita pegang pemerintahan, akan kita benahi itu. Dari Menko Ekuin, Kesra, akan kita benahi sampai ke bawah. Sebenarnya sudah sering kita diskusikan dengan Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla. Tetapi, seberapa besar yang dijalankan dan berapa yang diserap, tidak bisa kita paksakan seperti itu karena kita menanggapnya sekadar sharing dengan pemerintah.

Pemilu 2009, berapa target perolehan suara?

target 20% suara. Kalau tercapai 20%, insya Allah PKS akan mengusung sendiri calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Siapa calonnya, apakah Hidayat Nurwahid?

Ya, itu salah satu. Beliau salah satu yang namanya mencuat di luar. Tapi, sekali lagi itu adalah domain dari Majelis Syuro (MS PKS), saya tidak berhak untuk menyampaikan siapa calon yang akan diusung.Dari segi survei, Pak Hidayat pernah mengungguli SBY, sekali dalam survei yang dilakukan LSI.

Ada kabar PKS mulai mendekat ke PPP?

Tidak hanya dengan PPP, tetapi juga ke Jusuf Kalla (Partai Golkar), Partai Demokrat, hanya tidak diekspos saja. Pada dasarnya, kita harus lebih sering berkunjung ke partai politik lain mendekati 2009. (chamad hojin/rd kandi) WAWANCARA DENGAN PRESIDEN PKS TIFATUL SEMBIRING

sumber : Seputar-indonesia.com, 10 Desember 2007

Jumat, 07 Desember 2007

Tanggapan Partai-Partai atas Temu Kepala Daerah Usungan PKS

PKS Harus Buktikan Janji pada 2004

Parpol Islam harus mampu memosisikan diri dalam percaturan politik bangsa. Karena itu, mereka harus bisa memberikan warna dan imej yang membedakan dengan partai lain.

JAKARTA (SINDO) –’’Mereka harus mampu memosisikan diri dengan baik terkait pergerakan peta politik di Indonesia.Selain itu, yang lebih penting lagi, parpol Islam harus bisa mendiferensiasi diri dengan partai lain sehingga mampu menggalang kekuatan yang diinginkan,” papar pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Eep Saifullah Fatah, tadi pagi.

Kesalahan parpol, ujar dia, khususnya partai yang berbasis Islam, selalu berjualan di depan para pelanggan yang tidak lain adalah basis massa di kantongkantong suaranya sendiri. Karena itu, apa yang dilakukan pada akhirnya kurang mendapatkan tambahan suara yang signifikan.

Menyoal rencana PKS yang bakal mengumpulkan dan menggelar pertemuan dengan 100 kepala daerah pada akhir pekan ini (7–8/12) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tutur Eep, itu lazim dilakukan semua partai.Sebab,selain manuver politik menghadapi Pemilu 2009, pertemuan itu guna konsolidasi politik secara internal. Dengan harapan, mampu berkiprah dan memenuhi target suara pada pemilu mendatang.

Terlepas dari itu, lanjut Eep, PKS tidak boleh memanfaatkan kewenangan dan jabatan yang dimiliki kadernya sebagai pejabat negara atau daerah untuk memfasilitasi dan memobilisasi dukungan dari warga yang dipimpinnya. Selain itu, parpol juga tidak boleh menuntut mereka terkait anggaran yang bersifat di luar bujet Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

’’Jangan sekali-kali memanfaatkan jabatan dan kewenangan mereka untuk menggalang dana para pengusaha atau dana pemerintah daerah yang dipimpin,”jelasnya.

Meskipun manuver politik PKS dinilai berhasil,tambah dia,bukan jaminan pada pemilu mendatang mereka akan meraup dukungan suara signifikan. Pasalnya, untuk mengetahui perolehan suara konkret dibutuhkan survei agar hasilnya akurat. Namun, melihat realitas politik yang ada, dia menengarai, PKS tidak akan mendapatkan suara signifikan seperti pada pemilu sebelumnya. ’’Politik itu terus berkembang, jadi tidak bisa memegang prediksi-prediksi itu,” ungkapnya.

Eep menilai kesulitan pada pemilu nanti,PKS kurang bisa mengangkat isu yang signifikan, misalnya pada 2004 PKS menyoroti isu peduli bersih dan berantas korupsi, tapi pada 2009 nanti adalah pembuktian dari program-program yang sudah diusungnya. Parpol Islam, jelas dia, harus menerima kenyataan jika mereka memiliki segmen yang lebih kurang sama seperti partai Islam lain.

Karena itu,peluang pasarnya sulit untuk membesar. ’’Saat ini ada kecenderungan pemilih untuk partai nasionalis, partai Islam, dan tradisional. Mereka punya segmen pemilih yang berlainan. Karena itu, parpol di Indonesia tidak bisa mengeruk suara yang besar dari segmen berbeda,”jelasnya.

Menanggapi hal itu,Ketua DPP Partai Golkar Yoris Raweyae menyatakan, pihaknya tidak khawatir terkait manuver politik PKS yang mengumpulkan 100 kepala daerah. Pasalnya,semua parpol memiliki strategi dan manuver berbeda dalam mencari dukungan pada Pemilu 2009 nanti.

Namun, tegas dia, kendati manuver tersebut merupakan sesuatu yang lazim,Golkar tetap akan selalu memonitor pergerakan partai lain. Sebab,manuver yang dilakukan masing-masing partai mempunyai kekhasan tersendiri . ’’Kami tidak bisa diam,tapi akan terus memantau keadaan dan pergerakan mereka. Minimal pada Pemilu 2009, kami bisa mempertahankan hasil Pemilu 2004.Kami akan terus berupaya,”jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PPP Chozin Chumaidy tidak banyak berkomentar soal kegiatan PKS tersebut. Menurut dia,setiap partai mempunyai basis sendiri yang tetap loyal. Karena itu, PPP tidak akan terpengaruh dan khawatir dengan langkah konkret PKS yang mengumpulkan 100 kepala daerah. (purwadi)

sumber : seputar-indonesia.com, Kamis, 06/12/2007
url : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/nasional-sore/pks-harus-buktikan-janji-pada-2004.html

Kamis, 06 Desember 2007

PKS Kumpulkan Ratusan Kepada Daerah Yang Diusung dan Menang dalam Pilkada (2)

PKS Undang 160 Kepala Daerah

Jakarta - Surya

Tak mau kalah dengan Golkar, Demokrat, dan PDIP, kini giliran DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar hajatan politik berskala besar.
Partai berbasis Islam ini akan mengumpulkan 160 kepala daerah se tanah air, dalam acara bertajuk “Silaturahim Nasional Kepala Daerah (Silatnaskada) Se Indonesia Dukungan PKS” di Batam 7 - 8 Desember 2007.

Presiden PKS Tifatul Sembiring, tak menampik klaim bahwa hajatan partainya ini bagian dari strategi untuk menghadapi Pilpres 2009. “Saya rasa, jelas akan ada efeknya ke arah sana (pilpres),” ungkap nya dalam jumpa pers di Restoran Taman Kuring, Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu (5/12).
Namun, lanjut Tifatul, lewat pertemuan akbar dengan para kepala daerah yang dimenangkan PKS dalam 84 pilkada itu, pihaknya, “Hanya ingin mengecek apakah benar mereka memegang teguh idealisme.”

Tifatul mengakui, 160 kepala daerah yang diundang itu tidak seluruhnya kader tulen PKS. Namun, ada juga politisi dari Golkar, PKB maupun PDIP. "Kami hanya ingin mengingatkan bahwa mereka menjadi kepala daerah berkat sumbangsih PKS juga. Niatnya, kami ingin cari tahu, apakah daerah yang mereka pimpin itu sudah makin sejahtera atau tidak," papar Tifatul.

Terpilihnya Batam sebagai tempat pertemuan, tidak lepas dari fakta telah ditetapkannya provinsi itu sebagai bagian zona perdagangan bebas yang mampu meningkatkan perekonomian daerah. PKS, kata Tifatul, ingin keberhasilan Batam dapat ditiru para kepala daerah yang di usung PKS.
Pemberdayaaan dan pengembangan ekonomi daerah, lanjutnya, merupakan salah satu faktor yang diharapkan menjadi tolak ukur keberhasilan kepala daerah yang diusung PKS.

Pertemuan para kepala daerah ini bakal dihadiri para politikus PKS, antara lain Ketua Majelis Syuro Ustadz Hilmi Aminuddin, Presiden PKS Ir Tifatul Sembiring, Ketua Polhukam Ir Untung Wahono, dan Ketua Fraksi PKS DPR RI Mahfud Shidiq.

Tak hanya itu, para politisi PKS yang kini menjabat menteri di Kabinet Indonesia Bersatu juga hadir. Mereka adalah Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menteri Pemuda dan Olah Raga, Adhyaksa Dault, dan Menteri Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asy'ari. Ketua MPR Hidayat Nurwahid juga dipastikan hadir.

Panitia Pelaksana Prijanto Ar-Rabbani menjelaskan, berkumpulnya para kepala daerah dari PKS ini tidak lain untuk membangun persamaan persepsi tentang visi pembangunan daerah. "Termasuk, terbentuknya Forum Komunikasi Kepala Daerah dan yang tidak kalah pentingnya adalah terbangunnya sinergi dan konsolidasi menyongsong Pemilu 2009," ujarnya.

Dari 143 pilkada yang telah diikuti PKS, sebanyak 84 pasangan calon berhasil dimenangkan. Lima untuk posisi gubernur dan 79 sebagai bupati atau wali kota. Dari semua pilkada yang diikuti PKS itu, sebanyak 29 kali PKS berkoalisi dengan PAN, 28 dengan Partai Golkar, 21 dengan Partai Demokrat, 21 dengan PPP, 20 dengan PKB, 16 dengan PBB, serta 14 kali dengan PDIP.

Tifatul menambahkan, dalam temu para kepala daerah asal PKS ini, setidaknya muncul peluang mensinergikan pembangunan potensi masing-masing daerah. Ini bisa distimulasi lewat presentasi pemaparan program yang sukses dilaksanakan Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail dan Gubernur Kepulauan Riau Ismet Abdullah. “Program-program sukses inilah yang diharapkan bisa ditiru para kepala daerah yang lain," paparnya. Jbp/yat

sumber : durya.co.id Thursday, 06 December 2007
url : http://www.surya.co.id/web/index.php?option=com_content&task=view&id=28261&Itemid=30

PKS Kumpulkan Ratusan Kepada Daerah Yang Diusung dan Menang dalam Pilkada

PKS Kumpulkan Kepala Daerah

JAKARTA - Partai politik mulai sibuk melakukan ancang-ancang persiapan menuju pemilihan umum 2009. Salah satunya PKS yang mengumpulkan kepala daerah yang diusung atau didukung partai muda progresif.

"Ada ke arah itu. Kita tidak lepas dari hal itu, karena kita tidak bisa lepas jelang konsolidasi Pemilu 2009," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring, usai jumpa pers di Restoran Ratu Kuring, di Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta, Rabu (5/12).
Tifatul menambahkan, rencananya pertemuan 100 kepala daerah tersebut akan digelar pada 7-8 Desember di Provinsi Kepulauan Riau.

"Pertemuan ini persiapan konsolidasi dan mensinergikan pembangunan daerah, salah satunya daerah sukses yang dipimpin oleh kader PKS," jelas Tifatul.
Rencananya, representasi kepala daerah sukses versi PKS akan disampaikan oleh Walikota Depok Nurmahmudi Ismail dan Gubernur Kepri Ismet Abdullah. man

sumber : surabaysore.com, tanggal 6 Desember 2007
url : http://www.surabayasore.com/v1/index.php?p=detilsearching&tbl=BERITA&id=8238