Pilkada Magetan : RaDja Klaim Unggul 46% Suara
Magetan beritajatim.com- Melalui Media Centre Pasangan Miratul Mukminin-Djarno (RaDja), sejak pukul 13.15 WIB hingga petang ini, tim pemenangannya mengklaim pasangan tersebut unggul hingga 46 persen atau 87.201 suara dari 191.065 suara yang masuk.
Sedangkan pasangan Sumantri-H Samsi (SMS) mendapat 74.053 atau 40 persen suara. Dan pasangan Sadeni Hendarman-Ashari (SaRi) 5 persen atau SaRi 9.989 suara dan Saleh Muljono-Teguh Martodiryo (SaGuh) Saguh 16.116 atau 9 persen suara.
Perlu diketahui, pada Pilkada Kabupaten Magetan periode 2008-2013 ini, jumlah total pemilih adalah 532.340 pemilih yang tersebar di 11.157 TPS atau 235 desa dari 18 Kecamatan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari Polres Magetan, Polwil Madiun dan Brimob Jatim masih terlihat berjaga-jaga di kantor KPU dan kantor Panwaslu Magetan. Untungnya, sampai saat ini situasi dilapangan masih dalam keadaan kondusif dan aman. [kun]
Rabu, 11 Juni 2008
PILKADA MAGETAN : Calon Dukungan PKS Menang
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
05.10
|
Label: Pilkada Kab Magetan, PKS Kab Magetan
Jumat, 23 Mei 2008
PILKADA MAGETAN : CALON DUKUNGAN PKS UNGGUL SURVEY
Jumat, 23 Mei 2008
Hasil Survei, Radja Masih Tertinggi
MAGETAN jawapos -- Meski terus mendapat kritikan dari rival politiknya, posisi pasangan Radja (Miratul Mukminin-Djarno) tampaknya masih menjadi yang terkuat. Itu sesuai hasil survei lembaga independent Proximity Sidoarjo. Dalam penelitian yang dilakukan tanggal 1-18 Mei 2008, Radja mendapat dukungan suara hingga 38, 5 persen.
Pada posisi kedua ditempati pasangan SMS (Sumantri-Samsi) yang mendapat suara 20,5 persen disusul pasangan Saguh (Saleh Muljono-Teguh Martodiryo) 8,7 persen dan Sari (Sadeni-Asj’ari) 6,2 persen. "Ini hasil riil yang kami peroleh di lapangan, tanpa ada tendensi dan pengaruh pihak manapun," terang Whima Edy Nugroho, Direktur Proximity, kemarin (22/5).
Dijelaskan, penelitian tersebut dilakukan di 18 kecamatan dan 68 desa. Pihaknya mengambil responden sekitar 628 orang dengan sample rumah tangga. Untuk menguji kebenaran itu, Whima mengaku menggunakan metode multistage random sampling. Atau pemilihan sample secara bertingkat. "Dengan metode itu, kami memperkirakan tingkat kesalahan atau margin of error hanya empat persen," jelas lulusan Universitas Airlangga Surabaya itu.
Masih menurut Whima, kondisi tersebut masih bisa berubah. Pasalnya, hingga saat ini, masih ada sekitar 26,1 persen warga yang belum menentukan pilihan (swing votter). Sehingga, sewaktu-waktu mereka memberikan pilihan dan bisa mengubah posisi calon. "Saat ini masih banyak massa mengambang yang belum tergarap calon, sehingga mereka belum menentukan pilihan," jelasnya.
Dijelaskan, dari jumlah massa mengambang itu, sebagian besar atau sekitar 37,9 persen diantaranya masih menunggu adanya pemberian uang dari calon. Siapa yang memberi uang, maka mereka akan memilih pada pilkada 11 Juni 2008 mendatang. "Ada kesadaran demokrasi yang cukup baik dikalangan masyarakat, karena ada 42,9 persen yang menyatakan akan menerima pemberian uang tapi tidak terpengaruh terhadap pemberian itu," tambahnya.
Hal tersebut juga dikuatkan Edy Saputro, anggota tim ahli Proximity. Menurutnya, pihaknya akan melakukan survei kembali usai pelaksanaan kampanye. Dari situ pihaknya bakal mampu memprediksi peluang masing-masing kandidat jelang pilkada. "Kami telah melakukan survei di beberapa kota seperti Gresik, Pasuruan dan Nganjuk. Dan hasil pilkada tak jauh dari hasil survei kami," katanya. (dhy/mik)
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
01.24
|
Label: Pilkada Kab Magetan, PKS Kab Magetan