Soal Askeskin, Pemkab Ditegur Pemprov
MOJOKERTO – Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto mendesak eksekutif untuk segera melakukan perubahan pada Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran (KUA/PPA) 2008. Desakan tersebut dilakukan menyusul teguran pemerintah provinsi atas belum dianggarkannya dana untuk program askeskin tahun 2008 ini.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto, Lukman Fanani mengatakan, dalam APBD induk yang diserahkan ke Pemprov Jatim beberapa waktu lalu tidak ada item apapun yang memuat anggaran tersebut. Sehingga dalam Perubahan APBD pertengahan tahun mendatang, alokasi untuk program tersebut juga tidak bisa disediakan.
Kenyataan inilah yang menurut Lukman sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, kebutuhan anggaran untuk pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin (gakin) tersebut sangat penting menyusul anggaran pemerintah pusat yang terbatas. “Sesuai aturan, jumlah keluarga miskin yang akan ditanggung oleh APBN hanya berjumlah 210.000 jiwa. Sementara di wilayah Kab Mojokerto jumlahnya mencapai 260.000 jiwa. Itu artinya akan ada 5000 gakin yang tidak tertangani,” terangnya.
Atas pertimbangan itulah, Anggota Fraksi Amanat Reformasi (FAR) ini menganggap periu adanya alokasi itu. Yakni dengan mengubah KUA/PPA yang pembahasannya akan dilakukan beberapa pecan mendatang. Sebab lanjut Lukman hanya dengan cara itulah dalam Perubahan APBD nanti alokasi untuk gakin tersebut bisa dianggarkan.
Lebih lanjut, Lukman mengurai, tanpa harus mengubah KUA/PPA Pemkab Mojokerto sebenarnya tetap bisa menyediakan anggaran bagi pelayanan kesehatan untuk 5000 gakin tersebut. Yakni dengan menggunakan dana cadangan yang dimiliki Pemkab.
Namun demikian, lantaran hingga saat ini peraturan daerah (perda) untuk pos-pos tertentu pada dana cadangan tersebut belum ada, sehingga hal itu tidak bisa dilakukan. Apalagi alokasi untuk anggaran tersebut juga belum tercantum dalam APBD induk. “Untuk mengeluarkan dana cadangan ini, harus ada perda yang mengaturnya. Tanpa itu, semua tidak bisa dilakukan,” imbuhnya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, teguran dari Pemprov Jatim sebenarnya tidak akan terjadi jika beberapa waktu eksekutif mengakomodir usulan dari legislative, yakni untuk mengalokasikan anggaran tersebut. Namun nyatanya mereka malah menolak. “Dulu usulan penyediaan anggaran untuk maskin ditolak. Sebaliknya, mereka (eksekutif) malah lebih memprioritskan program yang tidak penting. Jika seperti ini siapa yang bingung,”sindirnya.
Menanggapi usulan tersebut pihak eksekutif belum bisa memberikan komentar. Namun demikian, sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto, HR. Soeprapto menganggap tidak ada masalah. Menurutnya, sekalipun dalam APBD 2008 lalu alokasi untuk kegiatan tersebut belum teranggarkan, tidak ada halangan bagi pemkab untuk memunculkannya pada Perubahan APBD nanti. “Untuk penanganan maskin tidak ada yang sulit. Dan anggaran daerah mencukupi untuk itu,” tandasnya. dro
sumber : surabayapagi,25 January 2008, 1:37
Kamis, 24 Januari 2008
Aleg PKS Mojokerto Perjuangkan Askeskin 2008
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
23.07
|
Label: DPRD Kab Mojokerto Asal PKS, Kesehatan, Lukman Fanani, PKS Kab Mojokerto
Kamis, 27 Desember 2007
Jabir Sesalkan Permasalahan Kuota Askeskin
Kamis, 27 Des 2007,
Kuota Askeskin Tak Terpenuhi
jawapos
Dijatah 458.622 Jiwa, Terealisasi 248.160
SURABAYA - Kemudahan pelayanan di bidang kesehatan, tampaknya, tidak akan bisa dinikmati seluruh keluarga miskin (gakin) di kota ini. Sebab, di antara kuota 458.622 jiwa, hanya 248.160 kartu askeskin (asuransi kesehatan masyarakat miskin) yang sudah diterbitkan sampai Desember 2007. Berarti, ada 210.462 gakin yang belum kebagian.
Data itu terungkap dari daftar rekapitulasi penerima kartu askeskin yang diterbitkan PT Askes. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Eko Hariyanto menjelaskan, lambatnya penerbitan kartu askeskin tersebut disebabkan adanya perbedaan data jumlah gakin antara pemkot dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Sayangnya, dia tidak memastikan besaran perbedaan itu. Yang jelas, kata Eko, jumlah gakin hasil perhitungan Bapemas mencapai 379.823 jiwa.
Akibat perbedaan data versi Bapemas dan BPS tersebut, kata dia, terpaksa dilakukan verifikasi ulang. Nah, hingga kini, verifikasi itu belum rampung. "Tahapnya panjang," tegasnya.
Dia menjelaskan, verifikasi harus dimulai dari RT, RW, sampai kelurahan. Bahkan, entry data di kelurahan bisa memakan waktu tiga sampai empat hari. Meski demikian, Eko mengelak pemkot disalahkan. Sebab, pendataan gakin sudah dilakukan sesuai parameter yang ditetapkan pemerintah. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, BPS Surabaya belum berhasil dikonfirmasi.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, bukan hanya kali ini kuota askeskin tidak terpenuhi. Pada 2006, kuota 351.152 jiwa hanya terpenuhi 299.812 jiwa. Padahal, jumlah gakin di Surabaya pada 2006, menurut Bapemas, mencapai 357.268 kepala keluarga (KK).
Sementara itu, Ketua Komisi D Ahmad Jabir menyayangkan selisih kuota dan penerbitan kartu askeskin tersebut. Bahkan, dia menduga ada kejanggalan data. "Masalah itu harus menjadi masukan bagi pemkot," ujarnya.
Perbedaan data gakin antara Bapemas dengan BPS harus dikaji. Jabir menyatakan, sangat mungkin ada perbedaan kriteria antara BPS dengan Bapemas.
Bagaimana komentar PT Askes? Mereka ternyata enggan menanggapi penyebab keterlambatan entry data gakin tersebut. "Kami nggak ngurusin perbedaan data gakin. Kami hanya menerima data dari pemda setempat yang telah ditandatangani kepala daerah," tegas Manajer PT Askes Indonesia Regional VII Agus Purnomo. (bro/oni)
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
11.58
|
Label: Ahmad Jabir, Kesehatan
Jumat, 07 Desember 2007
PKS Jatim Berupaya Menanggulangi Penyebaran HIV/AIDS
PKS Jatim Berupaya Menanggulangi Penyebaran HIV/AIDS
Pengirim: Irwan Setiawan - DetikSurabaya
Surabaya - PKS Jatim merelease pernyataan sikap tentang perlunya upaya pencegahan agar HIV/AIDS tidak semakin menjalar dan menyebabkan hancurnya peradaban.
"Kita tidak ingin peringatan hari HIV/AIDS tahun ini hanya sebuah rutinitas tahunan yang kemudian mungkin hilang gaungnya seiring dengan waktu," ujar Ketua Deputi Kesehatan dan sosial DPW PKS Jatim, dr Burhanudin Hamid MARS.
Dia menambahkan, sudah banyak nyawa yang telah meregang dan banyak manusia yang sedang menunggu ajal. Bila tidak segera dilakukan pencegahan kehidupan dalam peradaban manusia di ambang kehancuran.
Di tahun 2006 di Indonesia diperkirakan 176 ribu hingga 247 ribu orang telah terinfeksi HIV/AIDS.
Menurut rumus WHO, jika ada satu penderita HIV/AIDS terdeteksi berarti sudah ada 100 penderita HIV/AIDS terselubung ibarat fenomena gunung es. Seiring dengan waktu akan bertambah bila tidak ada tindakan yang ekstra untuk menanggulangi.
Dicurigai, jelas dia, HIV/AIDS pada orang dewasa bila ada paling sedikit ada gejala 2 mayor yaitu berat badan menurun lebih dari 10%, diare kronik, demam lebih dari 1 bulan dan 1 gejala minor yakni batuk lebih dari 1 bulan, radang kulit yang luas, herpes zoster yang berulang, jamur di saluran nafas atas, pembesaran kelenjar getah bening luas, herpes simpleks diseminata yang kronik dan progesif.
Sedangkan pada anak-anak bila dijumpai 2 gejala mayor yaitu penurunan berat badan atau pertumbuhan yang lambat dan abnormal, diare kronik lebih dari 1 bulan, demam lebih dari 1 bulan dan 2 gejala minor pembesaran getah bening yang luas, jamur di saluran nafas atas, infeksi umum yang berulang, batuk menetap, radang kulit yang luas, Infeksi HIV dari ibunya.
Data terbaru menunjukkan banyak penderita HIV/AIDS yang berasal dari kalangan remaja. Masa depan mereka telah terenggut oleh virus ini.
"Kami imbau bila remaja kita anti HIV/AIDS maka jauhi seks bebas," tegasnya.
Tentang pembagian kondom yang dilakukan Komisi Pemberantasan AIDS (KPA), jelas dia, bertajuk Pekan Kondom Nasional sebaiknya fokus pada tempat-tempat atau wilayah yang memiliki risiko tinggi bukan di tempat-tempat umum.
Melakukan pembagian kondom di tempat umum, bukan melakukan pencegahan tetapi mempromosikan secara tidak langsung seks bebas.
Pihaknya mendesak pemerintah untuk melakukan pemetaan penyebaran HIV/AIDS, mengindentifikasi ODHA (Orang dengan HIV AIDS) agar dapat menghambat laju penyebaran dan penularan penyakit ini. (irwan.politik@yahoo.co.id) (fat/fat)
sumber : detiksurabaya.com, tanggal 7 Desember 2007
url : http://www.detiksurabaya.com/indexfr.php?url=http://www.detiksurabaya.com/index.php/detailberita.main/lay/1/y/2007/m/12/d/07/tts/161721/idkanal/468/idnews/863821