PKS Ancang-ancang Merapat ke Amien-Haris
Monday, 23 June 2008
BONDOWOSO (SINDO) – Sebulan menjelang pemilihan kepala daerah Bondowoso, manuver politik partai semakin seru.Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bondowoso dikabarkan bakal bergabung dengan calon bupati-wakil bupati (cabub- cawabub) yang diusung PKB yakni Amien-Haris.
”Kita memang sudah melakukan komunikasi dengan teman- teman PKB soal pilkada. Tapi dalam waktu dekat soal resminya bergabung akan kami umumkan,”kata Budi HartonoseorangfungsionarisDPD PKS Bondowoso,kemarin. Budi, satu-satunya anggota DPRD Bondowoso dari kader PKS, mengaku memiliki pertimbangan dalam menentukan aliansi dengan PKB.
”Kita tidak saja melihat siapa yang mengusung, tapi juga melihat figur calon,”katanya. Dalam pertarungan pilkada Bondowoso ini, kata Budi, para pemilih masih memiliki kecenderungan buruk.
”Mayoritas pemilih masih condong ke money politik. Tapi yang jelas PKS nantinya tidak akan golput dan tetap menentukan pilihan,”katanya. Sedangkan Ketua Tim SuksesAmien- Haris,Achmad Dhofir membenarkan rencana bergabungnya PKS.
Namun, dia belum bisa memastikan apakah rencana PKS tersebut sudah final.”Kita membuka pintu untuk PKS maupun warga masyarakat. Kita percaya teman- teman PKS memiliki militansi untuk menggalang dukungan,” kata Achmad Dhofir. (p juliatmoko)
Minggu, 22 Juni 2008
PILKADA KAB BONDOWOSO : PKS Merapat ke Amien-Haris
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
19.17
|
Jumat, 23 Mei 2008
PILKADA KAB BONDOWOSO : Suhu Politik Memanas
PPP-PKS Mulai Berseteru
Bondowoso-HARIAN BANGSA
SUHU politik di Bondowoso menjelang Pemilihan Kepala Daerah semakin memanas. Dua partai yang cukup berpengaruh, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai berseteru.
PKS Bondowoso yang hanya memiliki 1 kursi di DPRD mencabut dukungannya ke PPP. Pasalnya, rekomendasi dari DPW PPP jatuh ke Drs. KH. Salwa Arifin sebagai calon bupati dan KH. Imam Thahir, ketua DPC PPP sebagai calon wakil bupati.
Ketua DPC PKS, Haris Humaidi kepada sejumlah wartawan, menjelaskan komposisi pasangan ini nampaknya tidak tepat. "Kami sepakat dengan KH. Salwa Arifin, namun kalau dipasangkan dengan KH. Imam Thahir banyak kalangan keberatan, termasuk sejumlah beberapa pengasuh pesantren berpengaruh di wilayah Tapal Kuda," katanya.
Haris menjelaskan, PPP hanya menciptakan musuh-musuh baru, karena KH. Imam Thahir juga ternyata ikut mendaftar dalam bursa Pilkada lewat PPP dan mendapatkan rekom.
"Kalau dia memang mau maju, kenapa masih membuka pendaftaran. Apa maksudnya, apa akan dijadikan tambangan atau salah satu pemerasan.
"Imbasnya akan menimpa ke KH. Salwa yang tidak tahu apa-apa. Oleh karena itu kami cabut dukungan dan kami berharap KH. Salwa tidak maju dalam Pilkada lewat PPP, kami akan siapkan kendaraan," terangnya.
Ketua DPC PPP Bondowoso, KH. Imam Thahir saat dikonfirmasi soal pencabutan dukungan sekaligus statemen PKS mengatakan bahwa PKS masih belum bergabung dengan PPP. Kalau kemudian PKS mengklaim telah bergabung kemudian mencabut dukungan itu sama halnya dengan asal bunyi alias Asbun.
"Seharusnya dia malu karena kemarin dia mengusung KH. Salwa lalu ditinggal. Dia kan sama dengan mempermainkan KH. Salwa menggantung," terangnya.
Imam juga menyayangkan statemen Ketua PKS Bondowoso yang ikut campur mengurusi rumah tangga orang lain. Apalagi PKS mengatakan jika bergabung dengan PPP akan menurunkan kredibilitas PKS.
"Apanya yang hancur. Buktinya PPP dapat 6 kursi PKS hanya 1, itupun tidak murni," katanya. Tahir mengatakan akibat pernyataannya itu maka PPP akan meninjau keangotaan PKS di parlemen apakah masih layak gabung dengan Fraksi PPP atau tidak. Thahir mengaku bahwa ada hal yang tidak bisa dijangkau oleh PPP jika PKS gabung dengan PPP.
"Saat mau gabung ada hal yang diminta oleh PKS dan kami tidak bisa menyanggupinya karena kami memang tidak mampu. Saya tidak perlu menyampaikan apa itu tapi saya kira masyarakat akan tahu apa itu," terangnya. (sam)
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
23.07
|