PKNU Terbanyak Raih Kursi
PKS dan Demokrat Meningkat, PKB Turun Drastis
BONDOWOSO - Tahapan penghitungan perolehan suara DPR RI, DPRD Jatim, dan DPRD Bondowoso hasil Pileg 2009 oleh 23 PPK dilakukan mulai Sabtu (11/4) lalu hingga 15 April mendatang. Namun, sejak kemarin sudah berhembus kabar parpol-parpol yang bakal meraih kursi di DPRD Kabupaten Bondowoso untuk masa bhakti 2009-2014.
Kabar tersebut juga menyebutkan, tidak hanya parpol lama yang tetap mendapatkan kursi. Namun, ada juga parpol baru menempatkan calegnya di kursi DPRD Bondowoso. Bahkan, sejumlah parpol lama, ada yang jumlah kursinya menurun dan ada pula yang jumlahnya meningkat. Selain itu, ada parpol baru yang meraih kursi banyak dan mendapatkan kursi sedikit
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya, berdasarkan hasil penghitungan cepat sementara tim PKS Bondowoso, tim PKNU Bondowoso, dan pengumpulan data berbagai sumber yangh diolah Erje menyebutkan, PKS dalam Pileg 2009 meraih peningkatan kursi cukup menakjubkan.
Jika pada Pemilu 2004 meraih 1 kursi, maka pada Pileg 2009 meningkat menjadi 5 kursi. "Lima kursi ini sesuai target PKS dan kami raih di setiap dapil dari lima dapil di Bondowoso. Ini hitungan real PKS dan kami yakin tidak akan berbeda dengan hitungan manual KPU nanti," kata H. Haris Humaidi Ketua DPD PKS Bondowoso kemarin.
Raihan kursi DPRD Bondowoso dalam Pileg 2009 yang sangat luar biasa ditunjukkan PKNU (Partai Kebangkitan Nasional Ulama). Parpol baru peserta Pileg 2009 yang mengandalkan para caleg eksodus dari PKB, meraih 12 kursi. Jumlah kursi ini didapat dari Dapil I (2 kursi), Dapil II (3 kursi) , Dapil III (2 kursi), Dapil IV (2 kursi), dan Dapil V (3 kursi).
Bahkan, jumlah 12 kursi milik PKNU, paling banyak dibandingkan parpol lain yang meraih kursi DPRD Bondowoso. Sebab, berdasarkan penghitungan tim PKS, tim PKNU, dan data berbagai sumber yang diolah Erje, parpol-parpol besar seperti PKB, PDIP, PPP, dan Golkar meraih kursi lebih rendah dibandingkan Pemilu 2004. Mengingat, dalam Pemilu 2004, PKB meraih 23 kursi kini anjlok 6 kursi, Golkar 7 sekarang 4 kursi, PDIP 6 kursi menjadi 5 kursi, dan PPP 6 kursi turun menjadi 5 kursi. "Jadi dari data penghitungan suara itu, PKNU adalah parpol pemenang Pileg 2009," kata H. Ahmad Dhafir Ketua Bappilu PKNU Bondowoso yang pada Pemilu 2004 caleg PKB.
Parpol lama yang kursinya meningkat dalam Pileg 2009 adalah Partai Demokrat. Jika Pemilu 2004 meraih 1 kursi, kini naik menjadi 3 kursi. Sedangkan PKPB tidak mengalami perubahan yakni tetap meraih 1 kursi. Parpol baru yang akan menempatkan 1 kursi di DPRD Bondowoso adalah PAN, Hanura, Barnas, dan PPRN.
Kabar perolehan kursi di DPRD Bondowoso pada Pileg 2009 tersebut, ditanggapi positif oleh H. Supatno Ketua DPC Partai Demokrat Bondowoso. Supatno, mengatakan meskipun kepastian perolehan kursi ditetapkan KPU, namun prediksi Demokrat memperoleh 3 kursi sudah cukup bagus. Sebab, dengan peningkatan jumlah kursi, sudah menunjukkan visi dan misi Demokrat diterima masyarakat Bondowoso. "Jumlah itu memang belum final. Tapi, prediksi mendapat 3 kursi bagi Demokrat Bondowoso sudah bagus," katanya.
Sementara itu, Nimanto Sekretaris DPD Partai Golkar Bondowoso belum bersedia mengomentari kabar perolehan kursi parpol-parpol yang sudah mencuat kuat di masyarakat. Dia mengaku, pihaknya masih menunggu penetapan KPU tentang hasil penghitungan manual suara caleg parpol yang meraih kursi di DPRD Bondowoso. "Untuk jumlah kursi yang diraih Golkar, kami menunggu penghitungan manual dari KPU," ungkapnya. (ido)]
Jawapos, Senin, 13 April 2009
Kamis, 23 April 2009
PKS BONDOWOSO REBUT 5 KURSI DPRD BONDOWOSO
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
05.30
|
Label: Anggota Dewan PKS Se Jawa Timur 2009, Hasil Pemilu 2009, PKS Kab Bondowoso
Minggu, 22 Juni 2008
PILKADA KAB BONDOWOSO : PKS Merapat ke Amien-Haris
PKS Ancang-ancang Merapat ke Amien-Haris
Monday, 23 June 2008
BONDOWOSO (SINDO) – Sebulan menjelang pemilihan kepala daerah Bondowoso, manuver politik partai semakin seru.Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bondowoso dikabarkan bakal bergabung dengan calon bupati-wakil bupati (cabub- cawabub) yang diusung PKB yakni Amien-Haris.
”Kita memang sudah melakukan komunikasi dengan teman- teman PKB soal pilkada. Tapi dalam waktu dekat soal resminya bergabung akan kami umumkan,”kata Budi HartonoseorangfungsionarisDPD PKS Bondowoso,kemarin. Budi, satu-satunya anggota DPRD Bondowoso dari kader PKS, mengaku memiliki pertimbangan dalam menentukan aliansi dengan PKB.
”Kita tidak saja melihat siapa yang mengusung, tapi juga melihat figur calon,”katanya. Dalam pertarungan pilkada Bondowoso ini, kata Budi, para pemilih masih memiliki kecenderungan buruk.
”Mayoritas pemilih masih condong ke money politik. Tapi yang jelas PKS nantinya tidak akan golput dan tetap menentukan pilihan,”katanya. Sedangkan Ketua Tim SuksesAmien- Haris,Achmad Dhofir membenarkan rencana bergabungnya PKS.
Namun, dia belum bisa memastikan apakah rencana PKS tersebut sudah final.”Kita membuka pintu untuk PKS maupun warga masyarakat. Kita percaya teman- teman PKS memiliki militansi untuk menggalang dukungan,” kata Achmad Dhofir. (p juliatmoko)
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
19.17
|
Jumat, 23 Mei 2008
PILKADA KAB BONDOWOSO : Suhu Politik Memanas
PPP-PKS Mulai Berseteru
Bondowoso-HARIAN BANGSA
SUHU politik di Bondowoso menjelang Pemilihan Kepala Daerah semakin memanas. Dua partai yang cukup berpengaruh, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai berseteru.
PKS Bondowoso yang hanya memiliki 1 kursi di DPRD mencabut dukungannya ke PPP. Pasalnya, rekomendasi dari DPW PPP jatuh ke Drs. KH. Salwa Arifin sebagai calon bupati dan KH. Imam Thahir, ketua DPC PPP sebagai calon wakil bupati.
Ketua DPC PKS, Haris Humaidi kepada sejumlah wartawan, menjelaskan komposisi pasangan ini nampaknya tidak tepat. "Kami sepakat dengan KH. Salwa Arifin, namun kalau dipasangkan dengan KH. Imam Thahir banyak kalangan keberatan, termasuk sejumlah beberapa pengasuh pesantren berpengaruh di wilayah Tapal Kuda," katanya.
Haris menjelaskan, PPP hanya menciptakan musuh-musuh baru, karena KH. Imam Thahir juga ternyata ikut mendaftar dalam bursa Pilkada lewat PPP dan mendapatkan rekom.
"Kalau dia memang mau maju, kenapa masih membuka pendaftaran. Apa maksudnya, apa akan dijadikan tambangan atau salah satu pemerasan.
"Imbasnya akan menimpa ke KH. Salwa yang tidak tahu apa-apa. Oleh karena itu kami cabut dukungan dan kami berharap KH. Salwa tidak maju dalam Pilkada lewat PPP, kami akan siapkan kendaraan," terangnya.
Ketua DPC PPP Bondowoso, KH. Imam Thahir saat dikonfirmasi soal pencabutan dukungan sekaligus statemen PKS mengatakan bahwa PKS masih belum bergabung dengan PPP. Kalau kemudian PKS mengklaim telah bergabung kemudian mencabut dukungan itu sama halnya dengan asal bunyi alias Asbun.
"Seharusnya dia malu karena kemarin dia mengusung KH. Salwa lalu ditinggal. Dia kan sama dengan mempermainkan KH. Salwa menggantung," terangnya.
Imam juga menyayangkan statemen Ketua PKS Bondowoso yang ikut campur mengurusi rumah tangga orang lain. Apalagi PKS mengatakan jika bergabung dengan PPP akan menurunkan kredibilitas PKS.
"Apanya yang hancur. Buktinya PPP dapat 6 kursi PKS hanya 1, itupun tidak murni," katanya. Tahir mengatakan akibat pernyataannya itu maka PPP akan meninjau keangotaan PKS di parlemen apakah masih layak gabung dengan Fraksi PPP atau tidak. Thahir mengaku bahwa ada hal yang tidak bisa dijangkau oleh PPP jika PKS gabung dengan PPP.
"Saat mau gabung ada hal yang diminta oleh PKS dan kami tidak bisa menyanggupinya karena kami memang tidak mampu. Saya tidak perlu menyampaikan apa itu tapi saya kira masyarakat akan tahu apa itu," terangnya. (sam)
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
23.07
|