BERSIAP MENJEMPUT KEMENANGAN DI PEMILU 2014

Tampilkan postingan dengan label PKS Kab Pasuruan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKS Kab Pasuruan. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Mei 2008

PILKADA KAB PASURUAN : PKS Ingatkan Kontrak Politik Bupati Terpilih

Partai-Partai Langsung Ingatkan Kontrak Politik

Sindo, 26 Mei 2008
Penetapan hasil perhitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pasuruan yang menempatkan pasangan Dade Angga- Eddy Paripurna (DADI) sebagai pasangan bupati-wakil bupati terpilih baru berumur dua hari.

Partai-partai yang mengusungnya sudah berteriak mengingatkan kontrak politik yang pernah disepakati sebelumnya. Janji politik yang dibuat sebelum ikrar dukungan untuk mengusung mantan Bupati Pasuruan periode 1998–- 2003 Dade Angga itu pertama kali diungkap PKS.Partai berlambang padi dan dua bulan sabit kembar tersebut tegas meminta untuk menjalankan seluruh kontrak politik yang telah mereka buat bersama.

“Kami adalah pihak pertama yang akan berteriak lantang mengingatkan Pak Dade jika melenceng dari janji politik yang dibuatnya sejak masih mencalonkan diri sebagai calon bupati (cabup),” kata Mohammad Nadir, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Kabupaten Pasuruan serius. Selain PKS, PDIP tidak mau kalah dalam mengingatkan kontrak politik dengan Dade.Hal yang segera mereka tegaskan sebelum pelantikan adalah persoalan pembagian kekuasaan (sharing power) antara bupati dengan wakilnya. “Harus ada pembagian yang jelas.

Jangan sampai wakil bupati hanya jadi ban serep,” kata Sutar, salah satu anggota tim pemenangan DADE dari PDIP kemarin.Menurut dia, selain PKS dan PDIP, satu parpol kecil lain yang ikut mendukung Dade juga membuat kontrak politik dengan mantan Bupati Pasuruan periode 1998–2003 tersebut. Dade Angga belum bisa dikonfirmasi terkait kontrak politik yang dibuatnya dengan aliansi partai pengusungnya. Ponsel purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir kolonel ini tidak aktif. Sementara saat Sindo coba datang ke rumahnya di kompleks perumahan Pandaan Indah B8,yang bersangkutan sedang tidak ada. (destyan sujarwoko)

Minggu, 25 Mei 2008

PILKADA KAB Pasuruan : PKS Siap Kawal Kemenangan Dade Angga

Tak Takut Incumbent, Siapkan Kartu Truf
Saturday, 24 May 2008

KUBU Dade Angga- Eddy Paripurna (DADI) tidak gentar dengan upaya hukum yang tengah dilakukan dua kubu lawan politiknya, JUJUR dan JADI.

Mereka balik menuding bahwa kubu incumbentlah yang berpotensi melakukan praktik kecurangan selama pemilihan kepala daerah (pilkada) berlangsung. ”Kami juga punya bukti,tapi tidak kami keluarkan karena kami sudah menang,” kata tim sukses DADI Mohammad Nadir .Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Kabupaten Pasuruan ini berani menjamin bukti-bukti terkait pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan kubu lawan.

Bahkan, kata dia, pelanggaran lawan politik DADI sebenarnya lebih banyak ketimbang yang diungkap di KPUD saat perhitungan manual dua hari lalu. Pihaknya belum berkenan mengungkap permasalahan tersebut. Alasannya, mereka masih ingin melihat langkah hukum maupun politis yang hendak dilakukan kubu JUJUR maupun JADI.

”Ini adalah kartu truf kami jika upaya hukum yang mereka lakukan sudah mengancam hasil perolehan suara yang kami menangkan,” terang Nadir. Secara implisit, mereka menyebut bahwa persoalan hitungan jumlah suara seusai perhitungan di tingkat TPS sebenarnya lebih banyak merugikan kubu DADI.

Praktik kecurangan yang diduga dilakukan kubu lawan tersebut menurut Nadir terutama terjadi di basis suara kubu lawan. Tanpa menyebutnya secara detail,ungkapan yang disampaikan Nadir dan dibenarkan oleh sejumlah anggota tim pemenangan DADI dari PKS ini lebih mengarah pada pasangan seteru terdekatnya, JUJUR.

”Sebenarnya justru kubu DADI-lah yang paling banyak dirugikan,”cetusnya membela diri. Kalaupun terjadi kecurangan seperti yang diungkap kubu pasangan JUJUR dan JADI,hal itu mereka pastikan bukan dilakukan oleh kubu DADI. Alasannya sederhana saja, mereka bukan berasal dari partai yang sedang berkuasa.

Kesempatan untuk melakukan pelanggaran ataupun praktik kecurangan tentu lebih sulit dilakukan dibanding kubu pasangan incumbent karena memiliki jaringan organisasi hingga tingkat desa atau RT/RW. ”Mari kita lihat saja perkembangannya dulu. Kami tidak mau bertindak gegabah,”kata Abdul Karim, tim pemenangan DADI yang lain menimpali.

Sekadar diketahui, dalam jumpa pers yang dilakukan kubu JUJUR seusai aksi walk out dua hari lalu,mereka menegaskan bahwa seluruh persoalan terkait kecurangan pilkada akan mereka bawa ke Mahkamah Agung.Sedianya, Senin besok pendaftaran gugatan akan mereka layangkan melalui Pengadilan Negeri Bangil. Pihak yang tergugat adalah KPUD serta Panwas Kabupaten Pasuruan.

MenurutkubuJUJUR,ada 13 temuan persoalan yang menyebabkan proses pilkada bisa cacat hukum, di antaranya masalah lampiran DA 1 KWK dengan model 2 B model 1 KWK di Kecamatan Wonorejo yang masih terdapat perbedaan jumlah.

Antara jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya ternyata tidak sama dengan akumulasi jumlah suara yang sah dan tidak sah.Jumlahperhitungansurat suara yang dipakai sebanyak 28.221, tapi di lampiran 2B model KWK hanya tertulis sejumlah 27.148. (destyan sujarwoko)

Jumat, 23 Mei 2008

PILKADA KAB PASURUAN : Selisih Tipis, Masih Bersaing

PASURUAN (SINDO) – Persaingan Jusbakir Aldjufri versus Dade Angga,menduduki posisi Bupati Pasuruan makin panas. Hingga H+5 pasca coblosan yang digelar pada 18 Mei lalu, belum satu pun dari tiga pasangan calon meraih perolehan suara terbanyak.

Lewat hasil perhitungan yang dilakukan masing- masing tim sukses, persaingan kini telah mengerucut pada dua pasangan calon saja, yakni Jusbakir Aldjufri-Joko Cahyono (JUJUR) dan Dade Angga- Eddy Paripurna (DADI). Perolehan suara keduanya disebut-sebut yang tertinggi dengan persentase nyaris seimbang.

Sekitar 34% atau berkisar antara 230.000– 240.000 suara.Jauh melebihi perolehan suara yang diraup pasangan Muzamil-Zubaidi (JADI),yang menurut hasil tabulasi penghitungan tim JUJUR,DADI,dan JADI sendiri,hanya di kisaran 212.000 suara.

Hari ini,penghitungan manual secara menyeluruh akan dilakukan KPUD Kabupaten Pasuruan. Belum didapat kepastian pukul berapa detikdetik penghitungan tersebut bakal dimulai.Namun, rekapitulasi suara KPUD ini akan menjadi jawaban siapa yang berhak duduk di kursi bupati dan wakil bupati. Informasi ataupun opini yang telanjur berkembang menyusul provokasi pawai kemenangan kubu Dade Angga pada Selasa (20/5) lalu bisa saja berubah.

Pasalnya, saat pawai kemenangan itu dilakukan, belum semua kotak suara dari 24 PPK se-Kabupaten Pasuruan masuk ke KPUD.Kotak-kotak itu juga belum dibuka sedikit pun hingga perhitungan manual hari ini, meski rekap hasil di tingkat PPK telah menyebar dari mulut ke mulut.

”KPUD tetap mengacu hasil perhitungan manual seperti aturan penyelenggaraan pilkada yang telah disepakati bersama. Di luar itu, kami tidak bertanggung jawab,” ujar Ketua KPUD M Shodiq kepada SINDO. Terlepas dari semua itu, persaingan antara Jusbakir versus Dade Angga untuk merebut suara terbanyak dalam Pilkada Kab Pasuruan ini cukup menarik.

Patut disimak, keduanya sudah pernah bersaing dalam pemilihan bupati (pilbup) periode 1998–2003. Hasil pemilihan lewat DPRD itu akhirnya menempatkan Jusbakir Aldjufri-Mujammil Syafii sebagai pemenang. Pasangan yang waktu itu didukung FKB ini menang tipis dari Dade Angga yang diusung PDIP. Hanya selisih satu suara.

Dari 45 anggota DPRD Kabupaten Pasuruan waktu itu, Jusbakir berhasil mengumpulkan 22 suara. Dade Angga hanya mengumpulkan 21 suara. Sebenarnya,ada dua suara anggota Dewan lagi tersisa.Namun, seorang abstain dan satu lagi surat suaranya rusak.Akhirnya secara de facto, Jusbakir dinyatakan sebagai pemenang menggantikan Dade Angga yang telah menjabat sebagai Bupati Pasuruan periode 1998–2003.

Track record itulah yang membuat peta politik menjelang penentuan bupati terpilih periode 2008–2013 semakin menegangkan.Alasannya, jika Jusbakir yang kembali terpilih,maka incumbentyang didukung barisan kiai dan pengasuh pondok pesantren ini bakal menang telak atas Dade Angga dengan skor 2:0.

Sebaliknya, jika Dade Angga yang meraup suara terbanyak, maka kemenangan ini bisa jadi merupakan pembalasan atas kekalahan dalam Pilbup 2003 lalu.Kemenangan tipis antara kedua kandidat menjelang perhitungan suara secara manual hari ini semakin mendebarkan.”Selisih antara Pak Dade dan Pak Jusbakir tidak lebih dari dua TPS,”tutur sumber koran ini di KPU.

Aksi Demo Tiap Hari

Seiring semakin dekatnya perhitungan suara secara maual di KPUD, suhu politik di Kabupaten Pasuruan juga memanas. Kemarin contohnya. Kubu JUJUR yang sehari sebelumnya membeberkankecurangan di Kecamatan Kraton, ngelurug Kantor KPUD. Bersama ratusan massa pendukung, Ketua Tim Pemenangan JUJUR Bahrul Alam menuntut KPUD melakukan perhitungan ulang surat suara di semuaTPS.

”Kami atas nama pasangan calon beserta seluruh pendukung, dengan penuh kesadaran menyatakan siap menerima kekalahan dan siap menerima kemenangan apabila semua pihak yang terkait pelaksanaan Pilkada telah berjalan dengan jujur dan mengutamakan kepentingan masyarakat luas,” serunya seusai bertemu KPUD yang disaksikan Kapolres Pasuruan dan Panwas Pilkada.

Hasil dari pertemuan tertutup selama 30 menit itu tidak langsung mendapat jawaban dari Ketua KPUD M Shodiq. Dia hanya mengatakan, KPUD bersama Panwas akan mempertimbangkan tuntutan tim JUJUR.Alasannya, persoalan yang diajukan kubu JUJUR masih akan dipelajari lebih mendalam. Jawaban yang kurang memuaskan tersebut akhirnya diterima perwakilan JUJUR.

”Namun, kami pasti akan mengambil langkah-langkah tegas, jika KPU tetap menggelar rapat paripurna sebelum menyelesaikan persoalan yang terjadi selama pilkada berlangsung,”ujar Bahrul Alam tegas.

Ancaman serupa juga pernah dilontarkan kubu pendukung Mujamil-Zubaedy (JADI). Dalam aksi demo pada Rabu (21/5) lalu,ratusan massa yang mengatasnamakan aliansi suara rakyat Pasuruan dengan tegas menuntut digelarnya pilkada ulang. (destyan sujarwoko)

Rabu, 16 Januari 2008

PKS Kab Pasuruan Konsolidasi Jelang Pilkada

RADAR BROMO

PKS Bantah Bergabung

PASURUAN - Belum sempat dideklarasikan, aliansi Pasuruan Bersatu sudah mendapat ujian berat. PKS, salah satu partai yang sempat dikabarkan bergabung membantah telah memastikan diri terlibat dalam aliansi itu.

Ketua DPD PKS Kabupaten Pasuruan,Akhmad Nadlir kepada Radar Bromo menyatakan, hingga saat ini partai yang dipimpinnya belum termasuk dalam aliansi yang rencananya dideklarasikan 20 Januari mendatang. "Sementara ini, kita baru penjajakan," terangnya.

Kendati demikian, ke depan, kemungkinan untuk masuk dalam aliansi itu tetap terbuka. "Dalam dunia politik, saya rasa itu mungkin saja. Yang penting, bagaimana komitmennya nanti," kata lelaki bertubuh subur ini. "Sementara ini, kita masih mengkomunikasikan dengan pengurus yang di atas," imbuhnya.

Seperti diberitakan, sejumlah parpol melakukan langkah strategis menjelang pelaksanaan Pilkada Kabupaten Pasuruan, Mei 2008 mendatang. Rabu lalu, tiga petinggi parpol yakni PPP, PAN dan PD menggelar pertemuan di rumah ketua umum PPP Agus Asy’ari.

Pertemuan yang berlangsung di Jl Raya Bangil-Pandaan itu sebagai langkah awal pembentukan aliansi Pasuruan Bersatu. Rencananya, aliansi itu akan dideklarasikan 20 Januari mendatang. Saat itu, Agus sempat menyatakan, selain ketiga parpol tersebut, satu parpol lain siap untuk merapat. Yakni PKS. "Hanya saja, sementara ini PKS masih berkonsultasi dengan struktur partai yang di atasnya," katanya saat itu.

Pertemuan itu merupakan kelanjutan dari pertemuan sebalumnya yang berlangsung di RM. Rindang Alam, Pandaan. Agus menyatakan, dalam pertemuan itu, semua pengurus partai yang hadir sepakat membentuk aliansi mensukseskan pilkada.

Selain itu, aliansi itu juga dibuat sebagai kendaraan. "Untuk penumpangnya masih kita godok," terangnya. Berdasarkan kesepakatan itu, masing-masing partai dimintai menyampaikan kepada induknya masing-masing. Baik di tingkat cabang maupun provinsi.

Sementara itu, ’protes’ atas pembentukan aliansi itu juga dilakukan pengurus PD. Wakil ketua (waket) bidang pemerintahan Lujeng Sudarto misalnya. Ia menyatakan, kesepakatan yang dilalukan ketua umum PD Agus Romadhi terkait pembentukan aliansi itu bukan sebagai representasi partai. "Tapi, lebih sebagai keputusan pribadi," terangnya.

Karena itu, ia menilai, kesepakatan yang dibuat ketiga petinggi partai itu hanya sebagai bentuk penjajagan. "Belum pada pembentukan aliansi itu," terangnya. Kendati demikian, dirinya menyambut baik adanya gagasan pembentukan aliansi itu. "Yang pasti, apapun yang sudah menjadi keputusan partai, akan saya dukung," terangnya.

Sementara itu, Agus Romadhi sendiri saat dihubungi kemarin menyatakan, aliansi itu dibangun atas dasar keinginan bersama untuk mewujudkan penyelenggaraan pilkada yang demokratis. "Karena itu lah dibentuknya aliansi ini," katanya.

Ia juga membenarkan jika pertemuan yang berlangsung di rumah ketua umum PPP itu sebagai tahap awal pembentukan aliansi itu. "Kita masih ada waktu untuk membicarakan di internal masing-masing partai hingga 14 Januari nanti," terangnya. "Semua mekanisme partai pasti kita jalankan," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan ketua DPD PAN Son Taqdir Aulady. Kepada koran ini, ia menyatakan, keikutsertaan partainya dalam aliansi itu disebabkan adanya kesamaan visi atas penyelenggaraan pilkada mendatang. "Kita sepakat terhadap pelaksanaan pilkada yang demokratis," jelasnya.

Baginya, pelaksanaan pilkada bukan hanya sebagai momen peralihan kekuasaan. Lebih jauh, juga menjadi media pembelajaran politik bagi masyarakat Pasuruan. Karena itu, hal itu harus diwujudkan dengan bentuk responsibility atas penggunaan hak-hak politik.

Karena itu pula, dirinya juga berharap agar aliansi yang dibangun itu tidak hanya terjadi pada aksi dukung-mendukung calon. "Tapi, memberikan penekanan kepada masyarakat bahwa mereka bebas memilih," tegasnya.

Son sendiri mengakui menerima keputusan PKS yang menyatakan belum sepakat bergabung dalam aliansi itu. Menurutnya, hal itu merupakan sikap politik yang juga wajib untuk dihormati. "Hanya, yang perlu kita tekankan adalah bagaimana pilkada nanti bisa berjalan secara wajar dan terbuka," ujarnya. (aad)

sumber : radar bromo, 11-1-2008