BERSIAP MENJEMPUT KEMENANGAN DI PEMILU 2014

Tampilkan postingan dengan label Pilkada Kab Pasuruan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada Kab Pasuruan. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Mei 2008

PILKADA KAB PASURUAN : PKS Ingatkan Kontrak Politik Bupati Terpilih

Partai-Partai Langsung Ingatkan Kontrak Politik

Sindo, 26 Mei 2008
Penetapan hasil perhitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pasuruan yang menempatkan pasangan Dade Angga- Eddy Paripurna (DADI) sebagai pasangan bupati-wakil bupati terpilih baru berumur dua hari.

Partai-partai yang mengusungnya sudah berteriak mengingatkan kontrak politik yang pernah disepakati sebelumnya. Janji politik yang dibuat sebelum ikrar dukungan untuk mengusung mantan Bupati Pasuruan periode 1998–- 2003 Dade Angga itu pertama kali diungkap PKS.Partai berlambang padi dan dua bulan sabit kembar tersebut tegas meminta untuk menjalankan seluruh kontrak politik yang telah mereka buat bersama.

“Kami adalah pihak pertama yang akan berteriak lantang mengingatkan Pak Dade jika melenceng dari janji politik yang dibuatnya sejak masih mencalonkan diri sebagai calon bupati (cabup),” kata Mohammad Nadir, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Kabupaten Pasuruan serius. Selain PKS, PDIP tidak mau kalah dalam mengingatkan kontrak politik dengan Dade.Hal yang segera mereka tegaskan sebelum pelantikan adalah persoalan pembagian kekuasaan (sharing power) antara bupati dengan wakilnya. “Harus ada pembagian yang jelas.

Jangan sampai wakil bupati hanya jadi ban serep,” kata Sutar, salah satu anggota tim pemenangan DADE dari PDIP kemarin.Menurut dia, selain PKS dan PDIP, satu parpol kecil lain yang ikut mendukung Dade juga membuat kontrak politik dengan mantan Bupati Pasuruan periode 1998–2003 tersebut. Dade Angga belum bisa dikonfirmasi terkait kontrak politik yang dibuatnya dengan aliansi partai pengusungnya. Ponsel purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir kolonel ini tidak aktif. Sementara saat Sindo coba datang ke rumahnya di kompleks perumahan Pandaan Indah B8,yang bersangkutan sedang tidak ada. (destyan sujarwoko)

Minggu, 25 Mei 2008

PILKADA KAB Pasuruan : PKS Siap Kawal Kemenangan Dade Angga

Tak Takut Incumbent, Siapkan Kartu Truf
Saturday, 24 May 2008

KUBU Dade Angga- Eddy Paripurna (DADI) tidak gentar dengan upaya hukum yang tengah dilakukan dua kubu lawan politiknya, JUJUR dan JADI.

Mereka balik menuding bahwa kubu incumbentlah yang berpotensi melakukan praktik kecurangan selama pemilihan kepala daerah (pilkada) berlangsung. ”Kami juga punya bukti,tapi tidak kami keluarkan karena kami sudah menang,” kata tim sukses DADI Mohammad Nadir .Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Kabupaten Pasuruan ini berani menjamin bukti-bukti terkait pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan kubu lawan.

Bahkan, kata dia, pelanggaran lawan politik DADI sebenarnya lebih banyak ketimbang yang diungkap di KPUD saat perhitungan manual dua hari lalu. Pihaknya belum berkenan mengungkap permasalahan tersebut. Alasannya, mereka masih ingin melihat langkah hukum maupun politis yang hendak dilakukan kubu JUJUR maupun JADI.

”Ini adalah kartu truf kami jika upaya hukum yang mereka lakukan sudah mengancam hasil perolehan suara yang kami menangkan,” terang Nadir. Secara implisit, mereka menyebut bahwa persoalan hitungan jumlah suara seusai perhitungan di tingkat TPS sebenarnya lebih banyak merugikan kubu DADI.

Praktik kecurangan yang diduga dilakukan kubu lawan tersebut menurut Nadir terutama terjadi di basis suara kubu lawan. Tanpa menyebutnya secara detail,ungkapan yang disampaikan Nadir dan dibenarkan oleh sejumlah anggota tim pemenangan DADI dari PKS ini lebih mengarah pada pasangan seteru terdekatnya, JUJUR.

”Sebenarnya justru kubu DADI-lah yang paling banyak dirugikan,”cetusnya membela diri. Kalaupun terjadi kecurangan seperti yang diungkap kubu pasangan JUJUR dan JADI,hal itu mereka pastikan bukan dilakukan oleh kubu DADI. Alasannya sederhana saja, mereka bukan berasal dari partai yang sedang berkuasa.

Kesempatan untuk melakukan pelanggaran ataupun praktik kecurangan tentu lebih sulit dilakukan dibanding kubu pasangan incumbent karena memiliki jaringan organisasi hingga tingkat desa atau RT/RW. ”Mari kita lihat saja perkembangannya dulu. Kami tidak mau bertindak gegabah,”kata Abdul Karim, tim pemenangan DADI yang lain menimpali.

Sekadar diketahui, dalam jumpa pers yang dilakukan kubu JUJUR seusai aksi walk out dua hari lalu,mereka menegaskan bahwa seluruh persoalan terkait kecurangan pilkada akan mereka bawa ke Mahkamah Agung.Sedianya, Senin besok pendaftaran gugatan akan mereka layangkan melalui Pengadilan Negeri Bangil. Pihak yang tergugat adalah KPUD serta Panwas Kabupaten Pasuruan.

MenurutkubuJUJUR,ada 13 temuan persoalan yang menyebabkan proses pilkada bisa cacat hukum, di antaranya masalah lampiran DA 1 KWK dengan model 2 B model 1 KWK di Kecamatan Wonorejo yang masih terdapat perbedaan jumlah.

Antara jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya ternyata tidak sama dengan akumulasi jumlah suara yang sah dan tidak sah.Jumlahperhitungansurat suara yang dipakai sebanyak 28.221, tapi di lampiran 2B model KWK hanya tertulis sejumlah 27.148. (destyan sujarwoko)

Jumat, 23 Mei 2008

PILKADKA KAB PASURUAN : Perhitungan Suara

Dade Rebut Kembali Pasuruan

Friday, 23 May 2008

PASURUAN(SINDO) – Teka-teki siapa Bupati Pasuruan terpilih terjawab sudah.Unggul 783 suara dari Jusbakir Aldzufri,mengantarkan Dade Angga sebagai pemenang.

Hasil penghitungan suara manual di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pasuruan kemarin, perolehan suara pasangan nomor urut dua Dade Angga dan Eddy Paripurna (DADI) unggul tipis atas pesaing terdekatnya Jusbakir Aldzufri-Joko cahyono (JUJUR) dengan selisih hanya 783 suara.

Kemenangan tersebut rupanya telah dinanti oleh kubu Dade Angga.Meski tidak persis seperti perhitungan mereka (unggul 813 suara), hasil rekapitulasi secara manual di Pendopo KPUD Kabupaten Pasuruan tersebut menjadi penentu kemenangan Dade Angga atas seteru lamanya dalam Pemilihan Bupati (Pilbub) 2003,Jusbakir Aldzufri. Dari total 704.968 pemilih yang menggunakan haknya, pasangan DADI mendapat dukungan 239.361 suara (33,95%).

Hanya selisih tipis dibanding perolehan suara pasangan JUJUR yang berada di urutan kedua sebanyak 238.578 suara (33,84%).Disusul pasangan Mujamil Syafii-Ahmad Zubaedi (JADI) yang berada di posisi buncit dengan perolehan suara 227.029 suara (32,20%).

Melihat tabulasi hasil perhitungan suara secara manual kemarin, suara dukungan terhadap DADI terlihat lebih merata dibanding JUJUR maupun JADI.Buktinya, dari 24 PPK se-Kabupaten Pasuruan, pasangan bupati- wakil bupati yang diusung PDIP dan aliansi partai kecil itu menang di 11 PPK. Seperti Kecamatan Purwodadi, Lumbang,Pasrepan, Bangil, Rembang, Kraton, Pohjentrek, Rejoso, Winongan, Grati,serta Nguling.Sedang kubu JUJUR hanya menang di 6 kecamatan saja.

Lebih sedikit dibanding pasangan JADI yang justru berhasil unggul di 7 kecamatan. Keunggulan JUJUR atas JADI relatif disebabkan pasangan yang diusung PKB ini menang telak di Kecamatan Pandaan,Kejayan,Prigen,Sukorejo, Wonorejo, dan Lekok. Selisih cukup tajam yang diraih JUJUR di kantong-kantong suara ini membuat Jusbakirterusmenempelperolehan suara DADI.

Tidak hanya selama perhitunganditingkat TPSdanPPK pascacoblosan lalu, tapi juga terjadisaatperhitungansuara secara manual yang digelar KPUD Kabupaten Pasuruan, kemarin. Hingga penghitungan tinggal menyisakan 1 PPK, Jusbakir masih terlihat unggul atas pasangan DADI maupun JADI. Jusbakir memperoleh suara 228.538 suara. sedang DADI diurutan kedua dengan perolehan dukungan 226.666 suara.

Peta kemenangan baru berubah saat kotak suara terakhir dari PPK Kecamatan Nguling dihitung di depan saksi,KPUD, serta tamu undangan yang hadir. Raihan 12.695 suara, lebih besar dibanding perolehan JUJUR yang hanya mendapat dukungan 10.042 di kecamatan paling timur Kabupaten Pasuruan ini seketika mengubah hasil akhir persaingan Jusbakir-Dade Angga.

Mantan bupati Pasuruan periode 1998–2003 ini menang tipis atas Jusbakir dengan selisih tidak lebih dari jumlah total suara yang ada di 2 TPS,yakni sebanyak 783 suara.Atau selisih 12.332 suara dibanding perolehan suara Mujammil Syafii yang diusung partai Golkar dan PAN.

Hasil akhir perhitungan suara secara manual kemarin sepertinya sudah bisa ditebak oleh masing-masing kubu. Ini terlihat dari sikap saksi maupun tim sukses pemenangan DADI yang bersikeras mendukung proses penghitungan manual meski mendapat resistensi dari dua kubu lain, yakni JUJUR dan JADI.

Suasana tegang sempat beberapa kali terjadi sejak awal proses perhitungan secara manual di pendopo Kantor KPUD Kabupaten Pasuruan mulai dibuka oleh Ketua KPUD M Shodiq. Saksi dari kubu JADI Wahyudi, dengan tegas meminta proses perhitungan manual ditunda karena masih banyak pelanggaran selama pelaksanaan pilkada belum diselesaikan oleh KPUD maupun Panitia Pengawas (Panwas). Tekanan dari kubu JADI tersebut langsung disambut interupsi dari kubu DADI yang saat itu diwakili oleh Mohammad Nadzir.

”Maaf pimpinan sidang. Sesuai aturan yang telah dibacakan semua persoalan terkait pelaksanaan pilkada akan dicatat dalam form keberatan yang telah disediakan.Jadi tidak ada alasan untuk menunda proses perhitungan ulang ini,” potongnya bersemangat. Pimpinan sidang sekaligus Ketua KPUD M Shodiq pun mengamininya.

Dengan alasan aturan yang telah ada dan disepakati bersama, jadwal perhitungan manual yang mulai digelar pukul 13.30 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB tersebut tetap dilanjutkan. Keputusan itu membuat kubu JADI bereaksi dengan aksi walk out dari sidang paripurna perhitungan manual Pilkada Kabupaten Pasuruan. Langkah Wahyudi tersebut diikuti oleh tim sukses JADI yang lain.

Sikap hampir sama juga dilakukan kubu JUJUR.Pada awal pembukaan sidang paripurna penghitungan secara manual, saksi dari kubu JUJUR Farid Sauqi sempat melontarkan wacana penundaan perhitungan manual. Alasannya, proses pelaksanaan pilkada banyak mengalami persoalan yang dianggap merugikan pasangan JUJUR.Terutama terkait selisih jumlah suara,partisipasi pemilih, maupun proses perhitungan di tingkat TPS dan PPK yang tidak sempurna.

Kubu JUJUR masih berse- dia bertahan hingga perhitungan akhir 24 PPK, meski beberapa kali mengajukan interupsi, terutama persoalan jumlah pemilih yang terdapat di Kecamatan Wonorejo. Sebagaimana berkas acara perhitungan yang dibuat PPK Wonorejo, tercatat ada 28.092 pemilih yang terdaftar dalam DPT dan menggunakan hak pilihnya.

Namun dari total suara yang sah ditambah suara yang tidak sah berdasar hitungan PPK Wonorejo,ditemukan hanya ada 27.148 suara saja.Ada selisih suara sebanyak 1.073 suara yang tidak terhitung atau hilang. Tim pemenangan JUJUR Musaery yang berada di sebelah meja saksi sempat beberapa kali memberi masukan pada Farid,namun karena M Shodiq bersikeras melanjutkan proses penghitungan ke agenda penetapan berita acara perhitungan,tim pasangan JUJUR akhirnya mengikuti jejak tim JADI, walk out dari arena sidang.

M Shodiq menyatakan siap menghadapi gugatan yang akan diajukan tim pemenangan JUJUR maupun JADI.”Tidak masalah karena sejak awal kami juga telah menyiapkan tim pengacara untuk mengantisipasi kemungkinan seperti ini,” jawabnya tenang.

Kemenangan Dade Angga dan Eddy Paripurna ini disambut baik para pendukungnya. Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Bangil Suharsono Abdul Chasan berharap, DADI mampu memperbaiki masalah ekonomi dan menyelesaikan persoalan sosial politik di Kabupaten Pasuruan.

”Pasangan DADI berhasil menang mutlak dengan 16.030 suara di Bangil,”ujar Suharsono. Kecamatan Bangil merupakan penyumbang terbesar suara pasangan DADI dibandingkan kecamatan lain. Ketua Tim Relawan DADI H Sutris dan Abubakar Assegaf mengatakan, masyarakat Pasuruan akan memberikan dukungan penuh pada kepemimpinan Dade Angga.

Dendam Politik Terbalas

Mimpi buruk yang dialami Dade Angga dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2003 lalu terbalaskan. Mantan Bupati Pasuruan periode 1998–2003 ini berbalik unggul tipis atas seteru politiknya, Jusbakir Aldjufri. Dade Angga pantas berpuas diri atas kemenangan tersebut.

Meski hanya selisih 783 suara dibanding perolehan suara Jusbakir Aldjufri, raihan 239.361 suara yang diraupnya telah mengantarkan purnawirawan TNI ini menjadi Bupati Pasuruan untuk kedua kali. Jabatan yang sama pernah dipegangnya pada kurun tahun 1998–2003.Waktu itu,Jusbakir Aldjufri masih menjadi wakil bupati yang mendampinginya selama 5 tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan.

Dendam politik itu rupanya terbalaskan dengan kemenangan tipis yang diraih Dade Angga dalam Pilbup kali ini.Skor tipis baginya sudah cukup untuk mengantarnya kembali merengkuh kekuasaan di Kabupaten Pasuruan.

”Satu juta jika kurang satu rupiah, maka tidak ada satu juta.Jadi,berapa pun keunggulan yang diraih pasangan Dade Angga-Eddy Paripurna, apakah satu, sepuluh, delapan puluh, ataupun delapan ratus, yang penting pasangan DADI menang,” kata Dade saat merayakan provokasi pesta kemenangan saat itu. (destyan sujarwoko)

PILKADA KAB PASURUAN : Calon Dukungan PKS Menang

Dade Angga Bupati Pasuruan

Friday, 23 May 2008

PASURUAN (SINDO) – Dade Angga memenangkan Pemilihan Bupati (Pilbup) Pasuruan, Jatim setelah unggul tipis 783 suara dari pesaing terdekatnya, Jusbakir Aldzufri.

Hasil penghitungan suara manual di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pasuruan kemarin menyebutkan, perolehan suara pasangan nomor urut dua Dade Angga dan Eddy Paripurna (DADI) unggul tipis atas pesaing terdekatnya, Jusbakir Aldzufri-Joko Cahyono (JUJUR) dengan selisih hanya 783 suara. Kemenangan tersebut rupanya telah ditebak kubu DADI.

Meski tidak persis seperti perhitungan mereka (unggul 813 suara), hasil rekapitulasi secara manual di Pendapa KPUD Kabupaten Pasuruan tersebut menjadi penentu kemenangan DADI. Dari total 704.968 pemilih yang menggunakan haknya, pasangan DADI mendapat dukungan 239.361 suara (33,95%), sedangkan pasangan JUJUR di urutan kedua sebanyak 238.578 suara (33,84%).

Disusul, pasangan Mujamil Syafii-Ahmad Zubaedi (JADI) yang berada di posisi buncit dengan perolehan suara 227.029 suara (32,20%). Melihat tabulasi hasil perhitungan suara secara manual kemarin, suara dukungan terhadap pasangan DADI terlihat lebih merata dibanding perolehan suara JUJUR maupun JADI.

Buktinya,dari 24 PPK se-Kabupaten Pasuruan, pasangan bupati-wakil bupati yang diusung PDIP dan aliansi partai kecil tersebut berhasil menang di 11 PPK, seperti Kecamatan Purwodadi, Lumbang, Pasrepan, Bangil, Rembang, Kraton, Pohjentrek, Rejoso, Winongan, Grati,Nguling.Sementara kubu JUJUR hanya menang di enam kecamatan, lebih sedikit dibanding pasangan JADI yang unggul di tujuh kecamatan.

Suasana tegang sempat beberapa kali terjadi sejak awal proses perhitungan secara manual di pendapa Kantor KPUD Kabupaten Pasuruan. Saksi dari kubu JADI Wahyudi secara tegas meminta proses perhitungan manual ditunda karena masih banyak pelanggaran selama pelaksanaan pilkada belum diselesaikan KPUD maupun panitia pengawas (panwas).

Pelanggaran tersebut mulai masalah banyaknya pemilih yang tidak terdaftar,suara ganda, politik uang, hingga surat panggilan terhadap pemilih yang tidak tepat sasaran.” Jika usulan kami untuk menunda proses perhitungan ulang sampai persoalan yang terjadi selama pilkada diselesaikan tidak dikabulkan pimpinan sidang,dengan terpaksa kami dari tim JADI akan keluar dari (arena) sidang,” tegas Wahyudi.

Tekanan dari kubu JADI tersebut langsung disambut interupsi dari kubu DADI yang saat itu diwakili Mohammad Nadzir.”Maaf pimpinan sidang.Sesuai aturan yang telah dibacakan, semua persoalan terkait pelaksanaan pilkada akan dicatat dalam form keberatan yang telah disediakan. Jadi tidak ada alasan untuk menunda proses perhitungan ulang ini,” potongnya bersemangat.

Pimpinan sidang sekaligus Ketua KPUD,M Shodiq, pun mengamininya. Dengan alasan aturan yang telah ada dan disepakati bersama, jadwal penghitungan manual yang mulai digelar pukul 13.30 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB tersebut tetap dilanjutkan. Putusan itu membuat kubu JADI bereaksi dengan aksi walk out dari sidang paripurna perhitungan manual Pilkada Kabupaten Pasuruan.

Langkah Wahyudi tersebut diikuti tim sukses JADI yang lain.Sikap hampir sama juga dilakukan kubu JUJUR. Pada awal pembukaan sidang paripurna penghitungan secara manual, saksi dari kubu JUJUR Farid Sauqi sempat melontarkan wacana penundaan perhitungan manual. Alasannya, proses pelaksanaan pilkada banyak mengalami persoalan yang dianggap merugikan pasangan JUJUR, terutama terkait selisih jumlah suara, partisipasi pemilih,dan proses penghitungan di tingkat TPS dan PPK yang tidak sempurna. (destyan sujarwoko)

PILKADA KAB PASURUAN : Selisih Tipis, Masih Bersaing

PASURUAN (SINDO) – Persaingan Jusbakir Aldjufri versus Dade Angga,menduduki posisi Bupati Pasuruan makin panas. Hingga H+5 pasca coblosan yang digelar pada 18 Mei lalu, belum satu pun dari tiga pasangan calon meraih perolehan suara terbanyak.

Lewat hasil perhitungan yang dilakukan masing- masing tim sukses, persaingan kini telah mengerucut pada dua pasangan calon saja, yakni Jusbakir Aldjufri-Joko Cahyono (JUJUR) dan Dade Angga- Eddy Paripurna (DADI). Perolehan suara keduanya disebut-sebut yang tertinggi dengan persentase nyaris seimbang.

Sekitar 34% atau berkisar antara 230.000– 240.000 suara.Jauh melebihi perolehan suara yang diraup pasangan Muzamil-Zubaidi (JADI),yang menurut hasil tabulasi penghitungan tim JUJUR,DADI,dan JADI sendiri,hanya di kisaran 212.000 suara.

Hari ini,penghitungan manual secara menyeluruh akan dilakukan KPUD Kabupaten Pasuruan. Belum didapat kepastian pukul berapa detikdetik penghitungan tersebut bakal dimulai.Namun, rekapitulasi suara KPUD ini akan menjadi jawaban siapa yang berhak duduk di kursi bupati dan wakil bupati. Informasi ataupun opini yang telanjur berkembang menyusul provokasi pawai kemenangan kubu Dade Angga pada Selasa (20/5) lalu bisa saja berubah.

Pasalnya, saat pawai kemenangan itu dilakukan, belum semua kotak suara dari 24 PPK se-Kabupaten Pasuruan masuk ke KPUD.Kotak-kotak itu juga belum dibuka sedikit pun hingga perhitungan manual hari ini, meski rekap hasil di tingkat PPK telah menyebar dari mulut ke mulut.

”KPUD tetap mengacu hasil perhitungan manual seperti aturan penyelenggaraan pilkada yang telah disepakati bersama. Di luar itu, kami tidak bertanggung jawab,” ujar Ketua KPUD M Shodiq kepada SINDO. Terlepas dari semua itu, persaingan antara Jusbakir versus Dade Angga untuk merebut suara terbanyak dalam Pilkada Kab Pasuruan ini cukup menarik.

Patut disimak, keduanya sudah pernah bersaing dalam pemilihan bupati (pilbup) periode 1998–2003. Hasil pemilihan lewat DPRD itu akhirnya menempatkan Jusbakir Aldjufri-Mujammil Syafii sebagai pemenang. Pasangan yang waktu itu didukung FKB ini menang tipis dari Dade Angga yang diusung PDIP. Hanya selisih satu suara.

Dari 45 anggota DPRD Kabupaten Pasuruan waktu itu, Jusbakir berhasil mengumpulkan 22 suara. Dade Angga hanya mengumpulkan 21 suara. Sebenarnya,ada dua suara anggota Dewan lagi tersisa.Namun, seorang abstain dan satu lagi surat suaranya rusak.Akhirnya secara de facto, Jusbakir dinyatakan sebagai pemenang menggantikan Dade Angga yang telah menjabat sebagai Bupati Pasuruan periode 1998–2003.

Track record itulah yang membuat peta politik menjelang penentuan bupati terpilih periode 2008–2013 semakin menegangkan.Alasannya, jika Jusbakir yang kembali terpilih,maka incumbentyang didukung barisan kiai dan pengasuh pondok pesantren ini bakal menang telak atas Dade Angga dengan skor 2:0.

Sebaliknya, jika Dade Angga yang meraup suara terbanyak, maka kemenangan ini bisa jadi merupakan pembalasan atas kekalahan dalam Pilbup 2003 lalu.Kemenangan tipis antara kedua kandidat menjelang perhitungan suara secara manual hari ini semakin mendebarkan.”Selisih antara Pak Dade dan Pak Jusbakir tidak lebih dari dua TPS,”tutur sumber koran ini di KPU.

Aksi Demo Tiap Hari

Seiring semakin dekatnya perhitungan suara secara maual di KPUD, suhu politik di Kabupaten Pasuruan juga memanas. Kemarin contohnya. Kubu JUJUR yang sehari sebelumnya membeberkankecurangan di Kecamatan Kraton, ngelurug Kantor KPUD. Bersama ratusan massa pendukung, Ketua Tim Pemenangan JUJUR Bahrul Alam menuntut KPUD melakukan perhitungan ulang surat suara di semuaTPS.

”Kami atas nama pasangan calon beserta seluruh pendukung, dengan penuh kesadaran menyatakan siap menerima kekalahan dan siap menerima kemenangan apabila semua pihak yang terkait pelaksanaan Pilkada telah berjalan dengan jujur dan mengutamakan kepentingan masyarakat luas,” serunya seusai bertemu KPUD yang disaksikan Kapolres Pasuruan dan Panwas Pilkada.

Hasil dari pertemuan tertutup selama 30 menit itu tidak langsung mendapat jawaban dari Ketua KPUD M Shodiq. Dia hanya mengatakan, KPUD bersama Panwas akan mempertimbangkan tuntutan tim JUJUR.Alasannya, persoalan yang diajukan kubu JUJUR masih akan dipelajari lebih mendalam. Jawaban yang kurang memuaskan tersebut akhirnya diterima perwakilan JUJUR.

”Namun, kami pasti akan mengambil langkah-langkah tegas, jika KPU tetap menggelar rapat paripurna sebelum menyelesaikan persoalan yang terjadi selama pilkada berlangsung,”ujar Bahrul Alam tegas.

Ancaman serupa juga pernah dilontarkan kubu pendukung Mujamil-Zubaedy (JADI). Dalam aksi demo pada Rabu (21/5) lalu,ratusan massa yang mengatasnamakan aliansi suara rakyat Pasuruan dengan tegas menuntut digelarnya pilkada ulang. (destyan sujarwoko)

Rabu, 14 Mei 2008

Pilkada Kab Pasuruan : Kejujuran Pasangan Usungan PKS

Duet Dade- Eddy Siap Diperiksa Jaksa
Wednesday, 14 May 2008

PASURUAN (SINDO) – Cabup Dade Angga dan wakilnya Eddy Paripurna menebar sensasi politik dalam putaran kampanye terakhirnya kemarin.

Tengok saja dengan aksinya yang menyerahkan surat pernyataan anti-Korupsi,Kolusi, dan Nepotisme (KKN) ke Kejaksaan Negeri Pasuruan kemarin.Apalagi, kedatangan pasangan nomor urut dua yang diusung PDIP dan aliansi 10 partai ini ke Kejari diantar ribuan massa pendukungnya.

Selembar surat berme-terai Rp6.000 yang dibubuhi tanda tangan Dade- Eddy menjadi kontrak politik keduanya untuk tidak menjalankan praktik KKN selama menjabat. ”Surat pernyataan berisi janji politik ini akan saya lakukan jika terpilih sebagai Bupati Pasuruan periode 2008–2013,” ucap Dade yang juga mantan Bupati Pasuruan periode 1998–2003 ini kepada KasiPidanaUmumKejaksaan Negeri Pasuruan Sucipto SH.

Simbolisasi penyerahan surat pernyataan berisi kontrak politik pasangan DaDi ini sedianya diberikan langsung kepada Kepala Kejaksaan Negeri Pasuruan Ady Sutanto SH MH.Namun karena yang bersangkutan sedang tugas luar kota,prosesi penerimaan surat pernyataan kontrak politik pasangan DaDi akhirnya diwakilkan ke Kasi Pidum Kejari Pasuruan Sucipto.

Dade Angga yang datang menggunakan mobil Toyota Land Cruiser N 999 DA masuk ke ruang Kajari didampingi wakilnya, Addy Paripurna, serta sejumlah anggota tim pemenangan Pilkada pasangan DaDi. ”Jika dalam pemerintahan yang saya pimpin kelak melakukan praktik KKN, maka saya tegaskan mulai sekarang bahwa kami siap untuk diproses secara hukum,” tandasnya sesaat sebelum menyerahkan surat pernyataan sikap tersebut kepada Kasi Pidum Sucipto.

Sayangnya, dalam surat pernyataan tersebut Dade sama sekali tidak menjelaskan secara terperinci mengenai komitmennya dalam menegakkanpemerintahan yang bersih dan bebas KKN. Pasangan DaDi hanya menyatakan bahwa pemerintahannya (jika terpilih) akan melaksanakan fungsi dan kewajiban secara proporsional dan profesional serta tidak akan melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Komitmen tersebut sama sekali tidak menjelaskan bagaimana konsep pemerintahan yang bersih dan terbebas dari KKN bakal diterapkan. ”Saya akan membuka pintu seluas-luasnya kepada aparat penegak hukum untuk memberantas segala bentuk tindak pidana korupsi dan sebagainya.Komitmen politik saya dengan masyarakat adalah menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujar DaDi saat keluar dari Gedung Kejari Pasuruan.

Di luar gedung kejaksaan, ribuan massa pendukung DaDi yang melakukan konvoi terbuka ke seluruh kecamatan se-Pasuruan itu tampak sabar menunggu di tengah jalan.Merekabarubergerakkembalisetelah calon bupati yang didukung PDIP dan aliansi partai islam-nasionalis (Perisai) ini masuk ke mobil yang telah menunggu di pintu gerbang.

Arak-arakan terus terlihat hingga akhir massa kampanye yang dipusatkan di Lapangan Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, serta Pasar Purwodadi, Kecamatan Purwodadi. (destian soejarwoko)

Rabu, 16 Januari 2008

PKS Kab Pasuruan Konsolidasi Jelang Pilkada

RADAR BROMO

PKS Bantah Bergabung

PASURUAN - Belum sempat dideklarasikan, aliansi Pasuruan Bersatu sudah mendapat ujian berat. PKS, salah satu partai yang sempat dikabarkan bergabung membantah telah memastikan diri terlibat dalam aliansi itu.

Ketua DPD PKS Kabupaten Pasuruan,Akhmad Nadlir kepada Radar Bromo menyatakan, hingga saat ini partai yang dipimpinnya belum termasuk dalam aliansi yang rencananya dideklarasikan 20 Januari mendatang. "Sementara ini, kita baru penjajakan," terangnya.

Kendati demikian, ke depan, kemungkinan untuk masuk dalam aliansi itu tetap terbuka. "Dalam dunia politik, saya rasa itu mungkin saja. Yang penting, bagaimana komitmennya nanti," kata lelaki bertubuh subur ini. "Sementara ini, kita masih mengkomunikasikan dengan pengurus yang di atas," imbuhnya.

Seperti diberitakan, sejumlah parpol melakukan langkah strategis menjelang pelaksanaan Pilkada Kabupaten Pasuruan, Mei 2008 mendatang. Rabu lalu, tiga petinggi parpol yakni PPP, PAN dan PD menggelar pertemuan di rumah ketua umum PPP Agus Asy’ari.

Pertemuan yang berlangsung di Jl Raya Bangil-Pandaan itu sebagai langkah awal pembentukan aliansi Pasuruan Bersatu. Rencananya, aliansi itu akan dideklarasikan 20 Januari mendatang. Saat itu, Agus sempat menyatakan, selain ketiga parpol tersebut, satu parpol lain siap untuk merapat. Yakni PKS. "Hanya saja, sementara ini PKS masih berkonsultasi dengan struktur partai yang di atasnya," katanya saat itu.

Pertemuan itu merupakan kelanjutan dari pertemuan sebalumnya yang berlangsung di RM. Rindang Alam, Pandaan. Agus menyatakan, dalam pertemuan itu, semua pengurus partai yang hadir sepakat membentuk aliansi mensukseskan pilkada.

Selain itu, aliansi itu juga dibuat sebagai kendaraan. "Untuk penumpangnya masih kita godok," terangnya. Berdasarkan kesepakatan itu, masing-masing partai dimintai menyampaikan kepada induknya masing-masing. Baik di tingkat cabang maupun provinsi.

Sementara itu, ’protes’ atas pembentukan aliansi itu juga dilakukan pengurus PD. Wakil ketua (waket) bidang pemerintahan Lujeng Sudarto misalnya. Ia menyatakan, kesepakatan yang dilalukan ketua umum PD Agus Romadhi terkait pembentukan aliansi itu bukan sebagai representasi partai. "Tapi, lebih sebagai keputusan pribadi," terangnya.

Karena itu, ia menilai, kesepakatan yang dibuat ketiga petinggi partai itu hanya sebagai bentuk penjajagan. "Belum pada pembentukan aliansi itu," terangnya. Kendati demikian, dirinya menyambut baik adanya gagasan pembentukan aliansi itu. "Yang pasti, apapun yang sudah menjadi keputusan partai, akan saya dukung," terangnya.

Sementara itu, Agus Romadhi sendiri saat dihubungi kemarin menyatakan, aliansi itu dibangun atas dasar keinginan bersama untuk mewujudkan penyelenggaraan pilkada yang demokratis. "Karena itu lah dibentuknya aliansi ini," katanya.

Ia juga membenarkan jika pertemuan yang berlangsung di rumah ketua umum PPP itu sebagai tahap awal pembentukan aliansi itu. "Kita masih ada waktu untuk membicarakan di internal masing-masing partai hingga 14 Januari nanti," terangnya. "Semua mekanisme partai pasti kita jalankan," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan ketua DPD PAN Son Taqdir Aulady. Kepada koran ini, ia menyatakan, keikutsertaan partainya dalam aliansi itu disebabkan adanya kesamaan visi atas penyelenggaraan pilkada mendatang. "Kita sepakat terhadap pelaksanaan pilkada yang demokratis," jelasnya.

Baginya, pelaksanaan pilkada bukan hanya sebagai momen peralihan kekuasaan. Lebih jauh, juga menjadi media pembelajaran politik bagi masyarakat Pasuruan. Karena itu, hal itu harus diwujudkan dengan bentuk responsibility atas penggunaan hak-hak politik.

Karena itu pula, dirinya juga berharap agar aliansi yang dibangun itu tidak hanya terjadi pada aksi dukung-mendukung calon. "Tapi, memberikan penekanan kepada masyarakat bahwa mereka bebas memilih," tegasnya.

Son sendiri mengakui menerima keputusan PKS yang menyatakan belum sepakat bergabung dalam aliansi itu. Menurutnya, hal itu merupakan sikap politik yang juga wajib untuk dihormati. "Hanya, yang perlu kita tekankan adalah bagaimana pilkada nanti bisa berjalan secara wajar dan terbuka," ujarnya. (aad)

sumber : radar bromo, 11-1-2008