Surabaya beritajatim.com - Menjelang Pilgub Jatim yang akan di gelar di 23 Juli mendatang, PKS yang mantap mendukung Karsa (Soekarwo-Saifullah Yusuf) terus merapatkan barisan.
Sebanyak 100 tokoh PKS yang terdiri dari Bakal Calon Legislatif Daerah (BCAD) dan Pimpinan Partai se-Surabaya dan Sidoarjo melakukan konsolidasi. Pertemuan ini digelar di Gedung BPAV Gayungsari, Sabtu sore (24/05/2008).
“Pertemuan ini merupakan sarana untuk merapatkan barisan dalam rangka memantapkan segala sumber daya partai yang bisa berupa kekuatan kader, pikiran, jaringan dan dana,”papar ketua DPD PKS Surabaya, Fatkur Rohman, ST.MT dalam rilis yang beritajatim.com terima.
Meski termasuk partai kecil saat ini, Fatkur Rohman optimis bahwa PKS mampu memberikan bantuan suara yang signifikan bagi kemenangan pasangan Karsa dalam Pilgub mendatang.
Dengan waktu yang masih ada sejak sekarang, lanjut Fatkur, bisa dihitung secara cermat strategi, manuver, dan ide dari PKS untuk selanjutnya bisa bergerak cepat dalam meraih kemenangan.
“Salah satunya kita akan menggerakkan seluruh kader dan tokoh pendukung PKS untuk bisa mendesain simpul massa yang selanjutnya akan digunakan untuk menggelembungkan suara pada pemilu dan pilgub nanti,”pungkasnya.(sit/bj0)
Reporter : Nani Mashita
www.beritajatim.com
Sabtu, 31 Mei 2008
PILKADA JATIM : PKS Surabaya Siap Menangkan SOEKARWO di Surabaya
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
21.31
|
Label: Fatkurrahman, Pilgub Jatim, Pilkada Jatim, PKS Kota Surabaya
Senin, 12 Mei 2008
PAN TOLAK PKS DUKUNG SOEKARWO
PAN Tak Akui Koalisi PKS
SURABAYA (SINDO) – Kekuatan pendukung calon gubernur Jatim Soekarwo-Saifullah Yusuf tampaknya belum bulat. Selain dibayangi pecahnya Partai Demokrat (PD) Jawa Timur, bergabungnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun terus digoyang.
Bahkan salah satu partai pengusung Soekarwo,Partai Amanat Nasional (PAN), terang- terangan tak mengakui PKS sebagai partner koalisi. PAN hanya menilai,PKS sebagai elemen masyarakat yang mendukung Soekarwo.’’Hingga saat ini, partai pengusung Soekarwo hanya PD dan PAN,’’ ungkap fungsionaris DPW PAN Jawa Timur Ahmad Ruba’i kemarin. Ruba’i menjelaskan, prinsip bergabungnya PAN dan PD sebagai pengusung Soekarwo telah memenuhi syarat minimal pencalonan.
Karena itu, bergabungnya partai lain tidak banyak memberikan pengaruh bagi eksistensi pasangan ini. Kendati demikian, kata Ruba’i,Tim Pemenangan Soekarwo tetap menerima dukungan dari semua elemen masyarakat, termasuk dukungan dari PKS.Hanya, dukungan itu tidak boleh dibarengi dengan persyaratanpersyaratan khusus sebagai bentuk kompensasi. ’’Kami tetap menerima dukungan dari semua pihak. Karena semakin besar dukungan untuk Soekarwo, maka semakin besar peluang calon kami memenangkan perebutan kursi gubernur,’’ ujarnya.
Ruba’i menilai, dukungan PKS kepada Soekarwo lebih didasari figur Soekarwo dan Saifullah Yusuf. Sebagai partai yang mempunyai jargon bersih dan peduli, PKS layak mendukung Soekarwo karena dua orang tersebut merupakan figur yang bersih dan mempunyai kompetensi tinggi dalam memimpin Jawa Timur. Saat disinggung apakah sudah pernah melakukan koordinasi dengan PKS, Ruba’i tidak langsung menjawab. Dia berdalih bahwa yang terlibat penuh dalam pemenangan Soekarwo adalah PAN dan PD.
’’Tim inti pemenangan Soekarwo tetap PAN dan PD,’’ ujarnya. Untuk target suara, lanjut Ruba’i, pihaknya tidak mau memberikan patokan. Hanya, Tim Pemenangan Soekarwo akan bekerja keras menarik simpati warga Jawa Timur sehingga mampu meraih suara yang optimal. ’’Target kami meraih simpati. Tidak ada target suara maksimal atau minimal, yang penting bisa mendapat suara sebanyak- banyaknya,’’ ujarnya. Menanggapi hal ini,Ketua DPW PKS Ja’far Tri Kuswahyono mengaku tidak ada permasalahan yang cukup prinsip dengan PAN.
Selama ini, kata dia,komunikasi yang terjadi dari kedua partai terjalin dengan baik. ’’Tidak ada apaapa, selama komunikasi terjalin dengan baik,’’ bantahnya. Sedangkan Pemprov Jatim bertekad menyukseskan gelaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2008. Tak sekadar sosialisasi,Pemprov juga meliburkan semua instansi, baik pemerintah maupun swasta,saat hari pencoblosan 23 Juli mendatang. (lukman hakim)
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
17.33
|
Label: Ja'far Tri Kuswahyono, Pilgub Jatim, Soekarwo
Rabu, 07 Mei 2008
PKS RESMI DUKUNG SEOKARWO - SAIFULLAH YUSUF
PKS Putuskan Mengusung Soekarwo
Partai Keadilan sejahtera (PKS) Jawa Timur memutuskan untuk Mendukung pasangan Soekarwo –Saifullah Yusuf (Karsa) dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2008 . Keputusan itu merupakan hasil rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP)PKS pada hari Senin, 5 Mei 2008.
Ja’far Tri Kuswahyono, ketua DPW PKS Jatim menjelaskan pada penjaringan calon gubernur yang dilakukan pada pertengahan tahun 2007 lalu menempatkan Soekarwo pada urutan tertinggi. Bahkan Hasil survey dan penjaringan yang dilakukan oleh DPD PKS Sejawa Timur pada Muskerwil, 16 September2007 memutuskan untuk menempatkan Soekarwo dalam urutan nomer satu calon yang akan disampaikan kepada DPP PKS.
Perihal beralihnya Dukungan PKS Jatim dari Soekarwo kepada Joko Subroto, Ja’far menjelaskan hal ini disebabkan karena PKS diberi kesempatan untuk mengusung wakil gubernur mendampingi Joko Subroto. Namun kenyataannya, sampai waktu pengambilan formulir habis, dukungan terhadap Joko Subroto tidak bisa mencapai angka 15%. Selanjutnya PKS Jatim mengambil kebijakan untuk melakukan jajak pendapat di internal PKS dengan melibatkan DPD PKS se-Jawa Timur. Hasilnya adalah nama pasangan Soekarwo-Saifullah lebih unggul. Selain itu, DPW PKS Jawa Timur juga melakukan kajian dengan melibatkan pakar di Jawa Timur yang menghasilkan rekomendasi untuk bahwa p[ilihan mendukung pasangan ini adalah tepat.
Hasil jajak pendapat dan kajian itu kemudian disampaikan kepada DPP PKS. Hingga akhirnya DPP memutuskan untuk mengusung Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf, yang sebelumnya telah lebih dulu diusung oleh Demokrat & PAN.
Syaratkan Kontrak Politik
Lebih lanjut Ja’far Tri Kuswahyono menjelaskan bahwa pasangan calon yang diusung oleh PKS harus menandatangani Kontrak politik. Isi kontrak politik itu salah satunya adalah Berkomitmen untuk melakukan peningkatan PAD dari sektor non jasa khususnya dari sektor perdagangan dan pendapatan BUMD dengan melakukan upaya perbaikan dan peningkatan kinerja BUMD sehingga mampu menyokong pendapatan daerah.
PKS juga mensyaratkan agar cagub yang diusungnya Berkomitmen menciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN, transparan dan memberi pelayanan publik yang profesional dengan mengedepankan keteladanan serta serius dalam melakukan pemberantasan korupsi disemua sektor seoptimal mungkin.
Meningkatkan kualitas pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan, dengan cara mendorong terealisasinya anggaran 20% di bidang pendidikan sesuai dengan amanat UUD. Sementara dalam bidang kesehatan, terwujudnya sistem jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin secara merata.
Selain itu berkomitmen membuka peluang usaha seluas-luasnya untuk masuknya investasi di Jawa Timur dengan memberikan kemudahan dalam proses perizinan dan menghindari pola birokratisasi yang berbelit-belit, sehingga mempermudah masuknya investor serta munculnya iklim usaha yang sehat. Dengan demikian akan terbuka lapangan kerja baru yang secara significant akan mengurangi angka pengangguran. (ir)
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
02.45
|
Label: Ja'far Tri Kuswahyono, Pilgub Jatim, Pilgub PKS Jatim, Soekarwo
Senin, 05 Mei 2008
Merapat ke PKB, PKS Incar Kursi Jatim 2
Jelang Pilgub Jatim
Merapat ke PKB, PKS Incar Kursi Jatim 2
Surabaya - detiksurabaya.com. Meski sudah menyatakan mendukung Achmady untuk bertarung dalam Pilkada Jatim, PKS belum mengeluarkan sikap resmi. PKS menunda mengumumkan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang pasti diusung untuk memperebutkan tiket masuk Grahadi.
Saat ini PKS sedang melakukan penjajakan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pasalnya PKS tidak ingin sekedar menjadi partai pendukung, melainkan menjadi partai yang mengusung calon. Dan peluang tersebut ada pada Achmady dari PKB. Sampai saat ini Achmady masih belum mempunyai wakil atau Jatim 2.
"Masih belum ada keputusan dan sikap resmi. Kita tunggu DPP. DPP saat ini masih mencari peluang untuk mencari calon wakil gubernur. Karena kita tidak ingin sekedar mendukung tapi juga mengusung calon," kata Ketua Tim Pilkada PKS Jatim Muhammad Siroj kepada wartawan di Gedung DPRD Jatim, Jalan Idrapura, Surabaya, Kamis (6/3/2008).
Komunikasipun saat ini diintensifkan untuk membahas cawagub dengan PKB dan juga dengan beberapa pihak lain. Menurut anggota Komisi A (pemerintahan) DPRD Jatim ini, cawagub tidak harus dari kader PKS sendiri, bisa saja dari kader lain asalkan mempunyai kompetensi yang tinggi.
Pihaknya sekarang juga sedang melakukan pendekatan dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Karena yang memungkinkan PKS menjadi pengusung adalah bergandengan dengan Achmady.
"Yang paling berpeluang adalah Achmady. Sekarang ini kita intensifkan," ujarnya.
Nama-nama cawagub yang saat ini sedang mereka pertimbangkan adalah Khofifah Indar Parawansa, Roziqi dan Djoko Subroto.
"Saat ini kita sedang melakukan lobi dengan Pak Roziqi karena beliau mempunyai jaringan kuat dengan pesantren," pungkasnya. (fat/bdh)
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
06.25
|
Label: Pilgub Jatim
Senin, 10 Maret 2008
PKS Jatuh Hati ke Achmady
PKS Jatuh Hati ke Achmady PDF Print E-mail
Monday, 10 March 2008
detikSurabaya.com - Nama Achmady sebagai calon gubernur (Cagub) Jatim dari PKB nampaknya juga dilirik oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Karena nama Khofifah Indarparawansa yang tadinya santer disebut tenyata batal masuk dalam bursa calon yang dikirim ke DPP.
"Betul dalam rapat terakhir, kita kirimkan nama Achmady ke pusat. Dan kita lebih intensif ke Pak Achmady," kata Ketua Tim Pemenangan Pemilu Wilayah DPW PKS Jatim Yusuf Rohana kepada detiksurabaya.com, Minggu (2/3/2008).
Menurut Yusuf mereka memang belum berkomunikasi secara intensif dengan PKB. Namun selama ini mereka sudah seringkali berbicara dan berkomunikasi dengan Achmady. Dipilihnya Achmady karena memahami beberapa poin kesepakatan yang diajukan oleh PKS.
Diantaranya adalah komitmen untuk peningkatan PAD dari sektor perdagangan dari BUMD, investasi seluas-luasnya, pemerintah yang bersih dari KKN serta pembangunan yang merata.
"Secara gentleman sebagai gubernur wong cilik dan siap dengan anggaran 20 persen dan kemudahan berkomunikasi dengan masyarakat," ungkap Yusuf sambil menyebut nama Achmady.
Yusuf menambahkan, kalau mereka memilih Khofifah resikonya terlalu riskan. Baik dari kendaraan politik serta calon sendiri. "Dari sisi kendaran politik riskan," tuturnya.
Selain nama Achmady, beberapa nama calon gubernur Jatim yang diantar ke DPP adalah Soekarwo dan Soenarjo. "Tadi siang kita kirim," pungkasnya.
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
08.35
|
Label: Pilgub Jatim, PKS Jatim, Yusuf Rohana
Jumat, 07 Maret 2008
Pilgub Jatim : PKS Cenderung ke Achmady
Senin 3 Maret 2008 1:09:04
PKS Cenderung ke Achmady
SURABAYA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim mengusulkan tiga nama untuk diusulkan ke DPP PKS, sebagai calon gubernur (cagub). Yaitu Soekarwo (cagub yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) - Partai Demokrat (PD), Soenarjo (calon dari Partai Golkar), dan DR Achmady (cagub yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Yusuf Rohana, yang merupakan Ketua Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS Jatim, mengatakan nama Achmady muncul dalam rapat TPPW, yang mengundang pengurus DPD PKS se-Jatim selama dua hari (1-2/03) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
"Nama Achmady alternatif baru. Kami telah melakukan komunikasi dengan dia, ternyata ada respon yang cukup bagus dari kontrak politik yang kami ajukan," ujarnya, dihubungi HARIAN BANGSA, melalui telepon kemarin (2/03).
Ditambahkannya, kepada calon lain juga sempat dilakukan kontrak politik serupa. "Namun, ada pemahaman penjelasan yang meyakinkan dari Achmady mengenai poin-poin kontrak politik. Makanya, nama Achmady kami garisbawahi dan kami tindaklanjuti," terangnya.
Munculnya nama Achmady ini, lanjutnya, menjadi menarik karena hingga kini Achmady belum punya calon wakil. "Kami jadi bisa berkomunikasi lebih intensif kepada Achmady, terkait siapa alternatif calon wakilnya," ujar Yusuf lagi. Apakah PKS sudah mempunyai pandangan calon wakil? "Ada beberapa. Dua nama menguat dan seorang dipertimbangkan," jawabnya.
Ditanya kapan DPP memutuskan salahsatu nama, Yusuf mengaku tidak tahu. "Kami tidak terpengaruh meski partai lain sudah memunculkan nama cagub. Kami merasa, masih ada waktu hingga sampai waktu pendaftaran di KPU," tegasnya. (nis)
sumber : harianbangsa, 3 - 3 - 2008
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
06.55
|
Label: Pilgub Jatim, PKS Jatim, Yusuf Rohana
Selasa, 05 Februari 2008
PKS Inginkan Duetkan Karwo - Khofifah Sebagai Cagub-Cawagub Jatim
PKS Inginkan Karwo-Khofifah
Selasa, 05/02/2008
SURABAYA (SINDO) – Setelah memastikan mengusung Soekarwo sebagai cagub, DPW PKS Jatim kini memikirkan cawagub yang akan mendampingi.
Jika PAN dan Partai Demokrat mengusung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf, PKS mewacanakan Khofifah Indar Parawansa sebagai pendamping Soekarwo. PKS menilai, Ketua PP Muslimat NU itu mempunyai nilai jual tinggi dibanding figur lain dari nahdliyin. Bahkan, dibanding Saifullah Yusuf, nama Khofifah lebih dikenal di kalangan masyarakat Jatim.
”Kalau boleh memilih, PKS tentu lebih mengunggulkan Khofifah,”kata ketua tim pilgub PKS M Siroj kemarin. Berbagai pertimbangan melatarbelakangi keputusan mengusung Khofifah sebagai cawagub Soekarwo. Alasan paling kuat, basis massa Khofifah di tingkat grass root sangat kuat.
Selain warga asli Surabaya, pengalaman organisasi mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid itu juga sangat matang. Pertimbangan lain, saat ini Jatim membutuhkan seorang figur pemimpin perempuan. ”Yang paling penting, hasil penelitian pakar disebutkan, massa pengikut pemimpin perempuan punya loyalitas tinggi,” tambahnya.
PKS juga melihat kompetensi Khofifah selama menjadi anggota kabinet sebagai alasan tersendiri. Menurut Siroj,munculnya nama mantan Korcab PMII Jatim ini bukan tanpa alasan. Sebab,dalam berbagai kesempatan, PKS sudah menggodok nama bersangkutan dan ternyata peluangnya mengalahkah Saifullah. Untuk itu,pihaknya akan melakukan komunikasi langsung dengan Khofifah.
”Saat ini, PKS melalui DPP juga akan membantu melobi,”tambahnya. Anggota Komisi A DPRD Jatim ini mengakui, saat ini memang bermunculan kandidat cawagub.Selain Khofifah dan Saifullah, masih ada nama lain yang dimunculkan, yaitu Ridwan Hisjam dan Ali Maschan Moesa yang saat ini sedang ’diburu’ cagub Partai Golkar Soenarjo.
’’PKS tak meninggalkan nama-nama cawagub yang belakangan mencuat. Namun, partai tentu mempunyai pertimbangan logis untuk menuju sebuah kemenangan.Nah, saat ini PKS memutuskan menggandeng Khofifah. Bukan berarti cawagub lain ditinggalkan lho,”tegasnya.
Siroj juga menambahkan, dalam waktu dekat ini PKS akan melakukan kontrak politik dengan Soekarwo.Poin poin kontrak politik itu adalah komitmen cagub dalam membangun Jatim jika kelak dipilih, juga komitmen memberantas korupsi.”Bagi kami, komitmen untuk mereformasi birokrasi juga jadi perhatian,” tuturnya.
Khofifah Indar Parawansa saat dikonfirmasi mengaku kaget dengan wacana PKS menggandengkannya dengan Soekarwo. Dia mengaku belum ada pembicaraan dengan PKS. Bahkan, saat bertemu dengan tokoh-tokoh PKS di Jakarta pun tak ada pembicaraan tentang itu.
”Waduh. Sudahlah,jangan saya.Kansudah ada Mas Saiful (Saifullah Yusuf) dan Mas Ali (Ali Maschan Moesa),” kata Khofifah tadi malam. Dia berdalih,tak ingin bersaing dengan sesama kader NU.Karenanya,Ketua Yayasan Khodijah Surabaya ini mempersilakan tokoh NU lainnya untuk maju dalam perebutan kursi wakil gubernur.
”Biarlah Mas Ali dan Mas Saiful saja,”tandasnya. Dari PPP diperoleh informasi, munculnya nama Saifullah yang dijagokan sejumlah partai membuat PPP meradang. Partai pimpinan Farid Al Fauzi ini dikabarkan akan bergabung dengan PDIP yang sudah memastikan Sutjipto sebagai cagubnya. Rupanya, ini baru sebatas wacana yang tidak menutup kemungkinan menjadi kenyataan. Untuk diketahui, sejak awal PPP berkoalisi dengan PAN.
Namun PPP sakit hati karena PAN menjagokan Soekarwo- Saifullah Yusuf. Para petinggi DPW PPP Jawa Timur menganggap duet dengan PDIP masih sekadar wacana. Namun, mereka mengakui jika komunikasi dengan partai banteng moncong putih terus dirajut.
”Sebagai partai terbuka kita membukakan koalisi dengan partai mana pun.Semakin banyak yang berkoalisi semakin baik,” kata Zainuri Ghazali, anggota tim 7 (tim pilgub PPP) kepada wartawan di DPRD Jatim kemarin. Zainuri mengatakan, wacana ini akan dibawa dalam musyawarah kerja wilayah (muskerwil) DPW PPP Jatim pada Sabtu–Minggu mendatang.
Menurutnya,keputusan tetap ada di tangan peserta muskerwil. ”Semua kita serahkan kepada peserta muskerwil,” tandasnya. Ketua tim pemenangan Sutjipto, Saleh Ismail Mukadar mengatakan, pasangan Sutjipto masih terus digodok.Sejumlah nama, sejak awal dimunculkan sebagai cawagub PDIP, di antara-nya Ali Maschan Moesa,M Roziqi (Kakanwil Depag Jatim),Saifullah Yusuf, dan Khofifah Indar Parawansa.”Kita belum bisa memastikan siapa yang akan digandeng,” tegasnya.Tersirat, Saleh mengungkapkan, peluang Saifullah cukup besar. (masdarul kh)
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
03.46
|
Label: M Siroj, Pilgub Jatim, PKS Jatim
Rabu, 30 Januari 2008
PKS Juga Pikir-pikir tentang Pangdam
PKS–PAN Jajaki Pangdam
Rabu, 30/01/2008
SURABAYA (SINDO) – PKS dan PAN bolehsaja mengedepankan Soekarwo sebagaicalon gubernur,tapi mereka tampaknyamasih setengah hati.
Calon lain pun didekatiBuktinya, kemarin PAN danPKS bergantian menemuiPangdam V/Brawijaya MayjenTNI Bambang Surantodi Kodam V/Brawijaya.Pertemuan keduapartai itu digelarsecara bergantian.PKS yang diwakili KetuaDPW Ja’far Tri Kuswahyonoterlebih dahulu menemuiPangdam sekitar pukul 14.30WIB. Sekitar sejam kemudian,PAN yang diwakili KetuaBarisan Muda PAN Anna Luthfiegiliran menemui jenderalbintang dua itu.Seusai pertemuan,Ja’far Tri Kuswahyonomenyebut kunjunganitu hanya sekadar silaturahmi.
Alasannya, selamaBambang Suranto menjabatsebagai Pangdam V/Brawijaya,PKS belum melakukanperkenalan.Namun,dia tak menampikkunjungan itu sekaligus menyelipkanagenda pilgub.Bahkan Ja’far secara terangteranganmenanyakan keseriusanPangdam terkait pencalonansebagai calon gubernur(cagub).“Jawabannya bukan yaatau tidak.Tapi beliau menyerahkansepenuhnya kepadamasyarakat. Jika nanti banyakmasyarakat yang menghendakinyamaju di pilgub,iamenyatakan siap,”kata Ja’farseusai pertemuan.Selama pertemuan, PKSmerasakan ada persamaanvisi dengan Pangdam danJa’far sendiri mengaku sangatpuas.
Sejumlah agendayang dibicarakan,antara lainmenyangkut bidang kesehatandan pendidikan secarariil. Soal bagaimana langkahPKS selanjutnya, Ja’farpunya jawaban.Dia mengatakan, pihaknyatak segan melirik priakelahiran Jakarta, 6 Oktober1962 itu. Dari pembicaraanyang dilakukan, sekilas PKSmenyatakan Bambang cukuplayak dipertimbangkan sebagaicagub.Ja’farmenyayangkansosokBambang Suranto baru munculsetelah survei PKS selesaidigelar. “Namanya memangtidak dimasukkan dalam survei.Tapimenurutsaya menarikdan beliau layak dipertimbangkan,”lanjut Ja’far.Tapi pihaknya buru-burumengelak dikatakan latahmencalonkan Pangdam.
Menurutnya,Pangdam adalahsosok yang kompeten dan kredibeluntuk dicalonkan.Ja’far menegaskan, dia tidakmencari sosok yang populerbelaka, tapi juga berkomitmendan direspons pasar.“Kita baru mempunyai satunama,yakni Soekarwo.Artinyamasih ada kemungkinansatu nama lagi yang masuk,sedangkan kita tak pernahmenjalin komunikasi denganSoenarjo. Intinya PKS masihmenimbang-nimbang,” tuturJa’far sembari menegaskanpihaknya belum bisa memastikanpencalonan Pangdam.Terpisah, Sekretaris Tim13 sekaligus Ketua BP PANAnna Luthfie dengan jujurmenyatakan dorongannyaterhadap pencalonan Pangdam.Pertemuan yang dibalutagenda silaturahmi itu merupakanbentuk dukungan kePilgub 2008.
“Dukungan di PAN terhadapPak Bambang tidak mainmain,yakni sudah ada 19 dukungan.Itu benar-benar dukunganmurni.Kunjungan inimerupakan agenda pertemuanawal antara BM PAN denganPangdam,” kata AnnaLuthfie.Sebelumnya PAN sendirimenjagokan Soekarwoyang baru saja ditolak PDIP.Tanggapan Pangdam?Bambang Suranto mengakutak mau ceroboh membuat keputusan.Dia masih akan membukaaudiensi dengan berbagaikelompok masyarakat sebagaiupaya menjajaki peluangnyamaju ke Pilgub 2008.
“Saya tidak mudah percayapada mereka yang menyatakanmendukung saya.Kitamasih perlu mempertanyakankebenaran dukunganyang disampaikan itu.Jadi sayaharus hati-hati,”ujar BambangSuranto kepada wartawandi Kodam V/Brawijayakemarin.Disebut-sebut sebagai figuralternatif yang masih segardan belum terkontaminasipolitik lokal,Bambang malahtertawa. Menurutnya penilaianitu bisa saja tak sepenuhnyabenar.“Semua kembalike pribadi masing-masing.Ada pemimpin baru datangtapi sudah parah,”katanya.Bambang memandangperlunya membuat perhitunganmatang.
Pasalnya, sebagaiperwira ia masih mempunyaitugas menyelesaikandinasnya dua hingga tigatahun mendatang. Lagipula,ia sebagai sosok baru di Jatimyang membuat peluangnya diPilgub masih samar.Dia menambahkan, dirinyamempunyai beban yangjauh lebih berat dibandingcagub TNI yang sudah pensiun,seperti Haris Sudarnoatau Djoko Subroto. Itulahyang membuatnya memilih ditengah, dengan menghindariacara-acara yang berbau politisdan pilgub.
Bambang tidak menyebutkansampaikapandirinyaakanmelakukanpenjajakan.Sekalilagi,ia masih menunggu suaramasyarakat,karena menurutnyasuara masyarakat lebih jujurdibanding suara sebuahkelompok yang mengatasnamakanmasyarakat.“Ya nantijangan kecewa kalau sayatidak jadi maju,”tandasnya.
sumber : sindo, 30 januari 2008
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
02.32
|
Label: Pangdam V Brawijaya, Pilgub Jatim, PKS Jatim
Senin, 28 Januari 2008
PKS Pikir-pikir Soekarwo
PKS Juga Pilih Soekarwo
Selasa, 29/01/2008
SURABAYA (SINDO) – Terlempar dari bursa calon gubernur (cagub) PDIP, Soekarwo malah makin laris manis. Sejumlah partai bersedia menampungnya.
Setelah dua hari lalu Partai Amanat Nasional (PAN) memastikan meminang Sekdaprov Jatim itu dan akan memasangkannya dengan Ketua GP Ansor Saifullah Yusuf, kini giliranPartaiKeadilanSejahtera yang menyatakan siap melambungkan pejabat yang akrab disapa Pakde Karwo itu.Keputusan PKS menggaet Soekarwo tak lepas dari hasil survei yang telah digelar partai.
Menurut hasil survei, Soekarwo memang kalah populer atau dikenal masyarakat dibanding Soenarjo, calon Partai Golkar.Tapi soal elektabilitas atau peluang dipilih masyarakat, Soekarwo ternyata masih di atas Soenarjo. Pada survei yang digelar November–Desember 2007, Soenarjo lebih dikenal masyarakat Jatim dengan perolehan 28%,sedangkan Soekarwo 23%.
“Tapi dari sisi elektabilitas, Soekarwo lebih berpeluang dipilih dengan persentase 21,7% dan Soenarjo 17,8%,”kata Ketua Tim Pilgub PKS Mohamad Siroj kemarin. Sirojmenjelaskan,adaperbedaan besar antara tingkat popularitas cagub dan elektabilitas.
Dikenal masyarakat, kata Siroj,bukan berarti menjadi jaminan akan dipilih.Jadi tingkat elektabilitas biasanya lebih menjadi acuan dibanding popularitas di mata masyarakat. Atas dasar hasil survei elektabilitas itulah PKS berani mengusung nama Soekarwo di urutan pertama.
Melihat hasil survei itu,Siroj sangat yakin peluang Soekarwo jauh lebih besar untuk dipilih masyarakat dibanding Soenarjo. Siroj juga tidak menampik kemungkinan mengusung nama Soekarwo bersama partai lain.Sebab bukan kebetulan, parpol seperti PAN dan PPP juga sangat tertarik dengan Sekdaprov Jatim itu. Sebelumnya PKS juga menggagas koalisi pelangi yang beranggotakan parpol bersuara kecil.
“Kita masih akan memikirkannya nanti. Kita terus menjalin kontak dan semoga gagasan koalisi pelangi bisa dibangkitkan kembali.” “Koalisi yang kita bangun, baik dengan PAN atau PPP, bisa jadi koalisi besar sejauh sesuai dengan target PKS,” tandas Siroj. Sementara itu, Soekarwo berharap partai-partai yang tertarik kepadanya segera membicarakan langkah pencalonan, karena waktu persiapan pilgub sudah cukup mepet. Ia tak menampik sejumlah parpol siap menampungnya.
“Saya terus menjalin kontak dengan teman-teman di sejumlah partai.Tapi yang jelas saya ingin ada pendekatan dini karena pilgub sudah semakin dekat.Terkait strategi saya selanjutnya, itu bagian dari rahasia perusahaan,”kata Soekarwo di Kantor Gubernur Jalan Pahlawan kemarin.
Terkait keputusan PDIP yang tidak memilihnya,sekali lagi Soekarwo mengaku menerima keputusan itu.Ia juga tak terlalu berharap kaderkader PDIP yang mendukungnya akan memberi suara kepada dirinya di hajatan pilgub nanti. Soekarwo tak menampik punya banyak rekan dekat di jajaran pengurus PDIP Jatim.
“Selama ini kita berteman. Sebagai teman kan saling mendukung,tapi untuk urusan siapa yang dipilih,itu menjadi hak pribadi,”lanjutnya. Pascakegagalan menembus bursa cagub PDIP,banyak kalangan bertanya-tanya besarnya dana yang dialirkan Soekarwo ke PDIP. Sejumlah kalangan bahkan menyebut Soekarwo rugi besar tidak direkomendasi karena telah habis dana banyak. Tapi itu dibantah Karwo.
Dalam pengakuannya, ia sama sekali tak mengeluarkan anggaran apa-apa untuk DPP PDIP terkait pencalonan dirinya. Ia hanya mengatakan wajar jika memberi rokok karena hubungan pertemanan. “Intinya, saya berterima kasih kepada PDIP yang memberi kesempatan saya untuk ikut fit and proper test. Benar bahwa saya tak pernah dimintai dana oleh PDIP untuk kegiatan apa pun.Saya juga tidak merasa dizalimi karena tak lolos seleksi,” cetus pria dengan ciri khas kumis dan kacamata ini.
sumber : sindo, 29 Januari 2008
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
20.21
|
Label: M Siroj, Pilgub Jatim, PKS Jawa Timur
PKS Pertimbangkan Usung Soekarwo
Senin, 28/01/2008 11:45 WIB
Elektabilitas Tertinggi, PKS Siap Usung Soekarwo
Reporter : Nani Mashita
Surabaya - Meski terjungkal dari PDIP, nama Soekarwo masih diminati oleh parpol-parpo. Setelah PAN merekomendasikan nama Soekarwo-Syaifullah Yusuf, kini giliran PKS yang siap untuk mengusung nama Sekdaprop Jatim itu.
Dalam survey yang digelar oleh PKS, dua nama yaitu Soenarjo masih memimpin sebagai figur yang dikenal masyarakat. "Tapi untuk tingkat elektabilitas atau dipilih oleh pemilih, nama Pak Karwo lebih tinggi ketimbang Soenarjo," tutur Ketua Tim Pilgub PKS Jatim Muhammad Siroj dihubungi beritajatim.com, Senin (28/1/2008).
Hal ini terungkap pada rapat PKS yang digelar tadi malam yang mana nama Soenarjo mendapat peringkat pertama dengan 28 persen. Sedangkan Soekarwo dikenal oleh 23 persen masyarakat Jawa Timur.
Namun, tingkat elektabilitas Soenarjo hanya 17,8 persen, sedangkan Soekarwo lebih stabil dan akan dipilih oleh 21,7 persen pemilih yang mengenalnya.
"Dikenal kan bukan berarti dipilih. Ini memang aneh tapi dikenal tidak harus dicoblos. Disini terlihat bahwa peluang Karwo lebih kuat dipilih ketimbang Pak Narjo," tuturnya.
Dengan kondisi semacam ini, Siroj mengakui pihaknya memiliki kecenderungan untuk memilih Soekarwo. Tingginya elektabilitas Soekarwo juga diperkirakan jadi pertimbangan utama DPP untuk memutus memberi rekomendasi.
Apakah berarti PKS siap merapat ke koalisi PAN-PPP? Siroj tidak menampiknya. Apalagi PKS sempat menggagas koalisi pelangi yang terdiri dari partai-partai yang punya suara kecil dalam perolehan suara seperti PAN, PPP, PKS dan Partai Demokrat.
"Saya kira gagasan ini bisa digulirkan kembali karena ini adalah suatu koalisi besar asal cukup relevan dengan keinginan PKS," katanya.[sit]
sumber : beritajatim, 28 januari 2008
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
20.02
|
Label: M Siroj, Pilgub Jatim, PKS Jatim
Senin, 14 Januari 2008
PKS Pertimbangkan akan Usung pangdam V Brawijaya sebagai Cagub Jatim
Banyak Calon Makin Baik
Soenarjo Tak Khawatirkan Pangdam–Ipul
SURABAYA – Majunya Pangdam V brawijaya Mayjend Bambang Suranto berdampingan dengan ketua GP Ansor Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) ke kancah Pilgub Jatim 2008 kian mendapat respon. Kemarin petinggi DPD Partai golkar Jatim Soenarjo mulai buka suara soal wacana pencalonan mereka.
Pencalonan Pangdam dan ketua GP Ansor memang layak mendapat perhatian Soenarjo. Bukan hanya karena ketenaran Syaiful telah masuk dalam bursa calon wakil pendampingnya, namun juga terkait kecenderungan masyarakat saat ini yang lebih percaya untuk memilih wajah-wajah baru sebagai orang nomor satu diadaerahnya.
Hal ini bisa dilihat dalam kancah Pilkada disejumlah daerah, semisal Bojonegoro maupun Sampang tak lama ini. “Hasilnya ada kecenderungan wajah-wajah baru ini yang sekarang diinginkan masyakarat,” ungkap pengamat Politik Unair Hariadi.
Tak heran jika keduanya kemudian diam-diam menjadi perhatian ‘khusus’ Soenarjo meski diketahui secara jelas masih dalam wacana. Perhatian Narjo itu tampak dari pernyataannya saat ditemui sejumlah wartawan dikantor Gubernur Jatim sore kemarin. Kala itu Narjo baru saja turun dari ruangannya dan berniat masuk mobil untuk pergi keluar ke Madiun.
Soenarjo yang ‘ditodong’ pertanyaan seputar wacana keikutsertaan Pangdam V Brawijaya awalnya tak mau berkomentar,” Ah biar saja, itu di luar wewenang saya,” katanya mencoba mengelak.
Namun saat didesak bahwa wacana pencalonan Pangdam itu akan menggandeng gus Ipul, yang nota bene merupakan salah satu kandidat cawagub dalam bursa Partai Golkar, barulah Narjo mau angkat bicara. Ia mengatakan pencalonan Pangdam beserta Gus Ipul itu tak menjadi persoalan bagi partai Golkar. Berdalih soal Demokrasi, dalang kondang itu menjelaskan, Pilgub Jatim akan semakin menarik jika diikuti oleh banyak calon. “Makin banyak calon kan makin bagus,” tuturnya.
Ia juga mengelak jika Pangdam akan menjadi pesaing berat kesempatan Golkar untuk menjatuhkan pinangan terhadap Gus Ipul. “Biar saja, kalau memang mau meminang gus Ipul ya silahkan, itu boleh-boleh saja kok,” katanya sambil menambahkan ada kemuingkinan besar ia akan memilih Ali Maschan sebagai pendampingnya.
Terpisah, Ketua DPW PKS Jatim Ja’far Tri Kuswahyono, mengatakan, PKS Jatim akan secepatnya menjalin komunikasi politik dengan pangdam V Brawijaya itu. Ini dilakukan karena survei yang digelar PKS belum sempat mencantumkan nama Pangdam, padahal dijadwalkan akhir Januari mendatang hasil survei sudah dikirimkan ke Jakarta.
Meski demikian PKS tak menutup pintu untuk memasukkan nama Pangdam sebagai calon Gubernur yang didukungnya. Tentu saja jika dalam komunikasi poltik tersebut mampu terjalin kecocokan antara keduanya. “Senin besok, kita dijadwalkan bertemu Pangdam,” imbuh M Siroj, anggota tim Pilkada PKS Jatim sebelum rapat pengurus DPW kemarin.
Siroj mengatakan, agenda yang akan dibicarakan dengan Pangdam itu bermacam-macam. Mulai dari masalah stabilitas Jawa Timur hingga tak menutup kemungkinan masalah politik dan pilgub. “Termasuk soal rencana Pangdam maju cagub akan kita pertanyakan,” tandas anggota DPRD Jatim ini. Bila hal itu dibenarkan Pangdam, kemungkinan besar PKS akan melakukan pengkajian mendalam. Sehingga tidak menutup kemungkinan PKS akan beralih mendukung Pangdam. “Itupun tergantung koalisi dengan siapa PKS nanti,” jelasnya. Sebab kabnat yang beredar, Pangdam bakal diusung melalui partai Demokrat. Yang diketahui digadang-gadang bakal berkoalisi dengan PKS.
Sebelumnya, koalisi baru terjalin anatara PD dan PAN. Mengingat Pangdam akan berpasangan dengan cawagub dari PAN yang mencalonkan Gus Ipul (Saifullah Yusuf). (arf/rko)
suumber : surabayasore.com,12 January 2008
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
18.56
|
Label: Ja'far Tri Kuswahyono, M Siroj, Pangdam V Brawijaya, Pilgub Jatim
Selasa, 13 November 2007
Soekarwo Tebar Pesona ke PKS Jatim
Tebar Pesona ke PKS
surabayasore.com
Acara-acara penting yang berkaitan dengan pemilihan gubernur tidak pernah dilewatkan Sekdaprov Soekarwo untuk mengumpulkan dukungan. Seperti kemarin (7/11), sejumlah spanduk dan poster bergambar Pak De Karwo lengkap dengan slogannya calon Gubernur Jatim 2008-2013 terpampang di setiap sudut acara Halal Bi Halal DPW PKS Jatim di Hotel Equator Surabaya.
Tak ayal, muncul rasan-rasan dari kader PKS yang datang sejak sore hari. “PKS sudah final mendukung Pak De ya,” tanya Taufik, salah satu kader dari DPC Surabaya. Ia bertanya pada sejumlah rekan-rekannya. Namun tak satupun memberikan jawaban pasti. “Tapi kok banyak gambar Pak De, apalagi yang di depan hotel,” imbuhnya mencermati poster berukuran 7x3 meter yang terpampang di depan hotel tempat acara berlangsung.
Puncak acara Halal Bihalal itu sendiri dihadiri langsung Presiden DPP PKS, H Tifatul Sembiring, serta mengundang Gubernur Imam Utomo, Wakil Gubernur Soenarjo, Sekdaprov Soekarwo dan jajaran muspida Jatim. Namun Gubernur dan Wagub tidak tampak dalam acar tersebut. Soekarwo sendiri diwakili Kepala Bakesbang Heryowianto.
Lalu apa tanggapan ketua pengurus DPW PKS Jatim tentang munculnya gambar Soekarwo itu? Mereka mengatakan tidak ada masalah. “Pak Karwo memang baru kita usulkan, tapi belum pasti kita dukung,” kata Ja’far Tri Kuswahyono, ketua Umum DPW PKS Jatim didepan wartawan, Rabu (7/11). “Biar saja, (gambar itu) tidak masalah,” sahutnya.
Sejauh ini memang Soekarwo masuk dalam daftar usulan cagub PKS. Bersama dengan 4 nama cagub lainnya. Di mana nama-nama tersebut masih dalam proses untuk diusulkan ke DPP. “Memang DPW melakukan pengkajian lalu diberikan ke DPP. Nah (nama-nama) itu belum saya terima,” terang Tifatul Sembiring, Presiden DPP PKS dalam kesempatan yang sama.
Lanjut Tifatul, ada beberapa syarat wajib bagi calon gubernur yang bakal didukung PKS. Yakni harus bersih, peduli dan komunikatif. Bersih artinya tidak terindikasi apalagi terlibat kasus korupsi dan kasus-kasus pencemaran nama baik lainya. Yang bisa mengurangi kepercayaan masyarakat. “Kalau sekarang saja kinerjanya nggak benar buat apa didukung, itu kan tidak benar, kasihan rakyat Jatim juga nantinya,” terang Tifatul yang menjanjikan PKS pada akhir tahun sudah memberi keputusan satu pasangan cagub-cawagubnya. (rko)
Posted by : Redaksi - Phe| 08 November 2007, 14:57
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
21.56
|
Label: Pilgub Jatim