BERSIAP MENJEMPUT KEMENANGAN DI PEMILU 2014

Tampilkan postingan dengan label Ja'far Tri Kuswahyono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ja'far Tri Kuswahyono. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2009

DEKLARASI PKS JATIM UNTUM PEMENANGAN SBY-BOEDIONO


Surabaya - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur, hari ini, Minggu (07/06/2009) menggelar deklarasi pemenangan SBY-Biediono, pada pilpres 8 Juli nanti. Sebagai salah satu partai pendukung, PKS begitu mantab mendukung pasangan incumbent yang diusung Partai Demokrat (PD) itu.

"Kita mendukung SBY-Boediono karena platform kita sama dengan pak SBY. 99,50 persen sama," kata Tifatul Sembiring, Presiden PKS dihadapan sekitar 500 pengurus PKS Jatim, saat deklarasi pemenangan di Hotel Utami, Juanda Sidoarjo.

Dalam acara deklarasi itu, hadir presiden PKS, Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Wilda Jatim dan Bali Sigit Sosiantomo, Ketua DPW PKS Jawa Timur Ja'far Tri Kuswahyono, Ketua Korwil Jawa Timur Kampanye Nasional Imam Utomo, Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPD PD Jatim, Arief Affandi.

Selain itu, sekitar 500 pengurus PKS, mulai dari tingkay DPW, MPW (Majlis Pertimbangan Wilayah), DSW (Dewan Syariat Wilayah), DPD (Dewan Pimpinan Daerah), dan beberapa pengurus cabang lain."Sekarang� kita berfikirnya jangan mundur," ujar Ja'far Tri Kuswahyono, ketua DPW PKS Jatim.

Dia menjelaskan, DPW PKS Jatim mentarget suara PKS untuk pasangan SBY-Boediono nanti minimal tetap seperti perolehan suara pada pilleg 9 April lalu, yaitu 853 ribu."Kalau bisa naik diatas itu," ujarnya.[fik/ted]

Sabtu, 12 Juli 2008

PILKADA JATIM : PKS se-Madura Kerahkan Manusia Brengos Menangkan KARSA

Kerahkan 200 ‘Manusia Brengos’

Sunday, 06 July 2008

Surabaya | Surya - Sekretaris Tim Pemenangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dari PKS, M Sirodj akan mengerahkan fungsionaris DPW PKS Jatim, DPC PKS se-Madura dan 1.000 simpatisan untuk kampanye perdana jagonya di Pamekasan, Minggu (6/7)

Sirodj juga menyiapkan secara khusus 200 ‘manusia brengos’ sebagai ikon KarSa.
Simpatisan sebanyak itu berasal dari kader dan jaringan PKS di empat kabupaten/kota se-Madura (Bangkalan, Sumenep, Pamekasan dan Sampang).

“Ketua DPW PKS Jatim Ja’Far Tri Kuswahyono juga all out memenangkan KarSa. Beliau akan menemani KarSa keliling Pulau Madura,” ujar Sirodj, Sabtu, (5/7). Para simpatisan dan pendukung KarSa itu akan jalan sehat dari Alun-alun Pamekasan. Kegiatan dimulai pukul 05.00-08.00 WIB.

Setelah itu, mereka akan berkampanye dari rumah ke rumah. Sedangkan Soekarwo menuju Pulau Kangean dan Saifullah Yusuf keliling pondok pesantren di Madura.
Sementara, ‘manusia brengos’ akan berdiri di tiap jalan protokol.

Sirodj mengatakan, manusia brengos dibentuk dari tim kreatif PKS. Mereka juga akan mewarnai kabupaten/kota di Jatim ketika KarSa kampanye. “Setiap kabupaten/kota sudah terbentuk 50 manusia brengos yang siap turun,” katanya. k6

Minggu, 08 Juni 2008

PILKADA JATIM : PKS Janji Antar KarSa ke Grahadi

08 Juni 2008, 16:13:56, Laporan Kholied Mawardi

PKS Janji Antar KarSa ke Grahadi

suarasurabaya.net| Partai Keadilan Sejahtera berkomitmen mendukung penuh pasangan Pakde KARWO dan Gus IPUL menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur 2008-2013. Ikrar dukungan dan pemenangan pasangan KarSa disampaikan dalam Milad X PKS di Gelora Pantjasila, Minggu (08/06).

JA’FAR TRIKUSWAHYONO Ketua umum DPW PKS Jawa Timur di hadapan ribuan kader PKS mengatakan, memilih pasangan KarSa dalam Pilgub Jawa Timur karena KarSa mau berkomitmen seperti yang diinginkan PKS.

”KarSa harus bisa menciptakan pemerintahan yang bersih tanpa ada KKN, alokasikan dana APBD untuk kepentingan rakyat kecil, dan selenggarakan pemerintahan yang profesional,” kata JA’FAR.

Untuk mewujudkan ambisi menjadikan KarSa sebagai pemimpin di Jawa Timur, selain menyolidkan dukungan dari PAN dan PD, JA’FAR juga meminta setiap kader minimal mendatangi sepuluh rumah. ”Anggap setiap rumah ada empat pemilih, sehingga seorang kader dapat menarik 40 pendukung mencoblos KarSa. Total kader yang dimiliki PKS seluruh Jawa Timur ada 6000 orang,” ujarnya.

Sekitar 3 ribu simpatisan dan pendukung PKS dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik memadati Gelora Pantjasila. Ruangan terasa sesak, bahkan banyak pendukung PKS rela menempati balkon. Penonton dihibur oleh Nasyid Shoutul Harakah, tim paduan suara, dan seni barongsai Mutiara Kenjeran Surabaya. (kho/tin)

PILKADA JATIM: Milad X PKS, Ikrar Pemenangan KarSa

Reporter: Ida Akbar

Surabaya - Peringatan Milad ke-10 Partai Keadilan Sosial (PKS) benar-benar dimaksimalkan untuk menyolidkan struktur, kader dan simpatisan DPW PKS Jatim. Tak kurang dari 12 ribu kader dari Surabaya dan Sidoarjo memadati Gelora Pancasila Surabaya.

Sedikitnya 3 ribu massa kader dan simpatisan PKS dari Sidoarjo berkonvoi bersama untuk mengawali Milad ini. Mereka berak-arakan mulai dari jalan Aloha - A. Yani - Diponegoro - Polisi Istimewa sampai di Gelora Pancasila.

Mereka menggunakan bus, truk, mobil pribadi, kendaraan roda dua hingga kereta kelinci. Sementara 9 ribu massa dari Surabaya konvoi bersama dari 5 titik di Surabaya.

Dalam milad kali ini, DPW PKS Jatim ingin mengingatkan dan menunjukkan kepada masyarakat luas terkait kiprah PKS selama 10 tahun selama ini.

“Tidak sekadar muatan politis, momentum peringatan Milad ini juga digunakan untuk ajang pemberdayaan bagi keder dan masyarakat luas,” kata Ketua DPW PKS Jatim, Ja’far Trikuswahyono, di Gelora Pancasila Surabaya, Minggu (8/6/2008).

Acara milad yang dimulai sejak pukul 08.00 tadi, diisi berbagai penampilan seni nasyid, jula-juli, orasi politik, testimoni harapan tokoh masyarakat kepada PKS dan ikrar pemenangan KarSa. Diluar gedung, diadakan serangkaian acara untuk menghibur mereka yang tidak bisa mengikuti acara di dalam gedung. Diantaranya seperti senam PKS Nusantara, bazar dan pameran foto kiprah PKS.[eda/ted]

PILKADA JATIM : Ribuan Kader PKS Back Up KarSa

Ribuan Kader PKS Back Up KarSa
Sunday, 08 June 2008

SURABAYA (SINDO) – Para kandidat dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2008 patut mewaspadai pasangan Soekarwo- Saifullah Yusuf (KarSa).

Kemarin sekitar 8.000 kader PKS yang hadir dalam Milad PKS ke-X berikrar untuk memenangkan KarSa. Kader dan simpatisan PKS yang hadir itu hanya sebagian dari klaim puluhan ribu ”warga” PKS di Jatim. Ikrar pemenangan PKS ini dibacakan Ketua DPP Wilayah Dakwah Jawa Timur dan Bali Sigit Sosiantomo,Ketua DPW PKS Jawa Timur Ja’far Tri Kuswahyono,SekretarisUmum DPW PKS Jawa Timur,Arif Hari Setiawan, Ketua Tim Pemenangan Pemilu DPW PKS Jawa Timur, Yusuf Rohana.

Pembacaan disaksikan sesepuh PKS Hidayat Nur Wahid. Selain merayakan Milad, temu akbar kemarin digunakan untuk menyolidkan struktur dan kader serta simpatisan PKS di Jatim.Dengan begitu, PKS optimistis mampu memenuhi target pemenangan KarSa sebanyak 2,4 juta suara.Untuk memenuhinya, PKS menggunakan sistem direct selling,di mana tiap kader harus mengunjungi 1 rumah yang berisi 10 orang dengan target suara yang didapat dari anggota keluarga tersebut sebanyak 4 suara.

Hidayat Nur Wahid yang juga Ketua MPR RI dalam sambutannya mengatakan, kekuatan PKS di Jatim masih kecil. Karena itu, untuk menjadi besar dibutuhkan perubahan mendasar, salah satu caranya dengan mengusung pasangan gubernur. ”Program partai dan cagub, harus mampu memberdayakan masyarakat Jatim dan tidak membuat mereka hanya sekadar warga yang tidak diperhatikan,” katanya. Soekarwo yang kemarin hadir mengatakan, akan membuat kebijakan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Baginya, rakyat adalah objek kebijakan dan sudah seharusnya ikut merumuskan kebijakan itu sendiri. Pria yang identik dengan kumis tebal ini menganalogikan, dia dan seluruh partai pengusung pendukung dan juga masyarakat yang memilihnya berada dalam satu kapal. ”Kita ini ibaratnya berada dalam satu kapal.Maka harus ada komunikasi untuk bisa sampai pelabuhan. Inilah konsep demokrasi partisipatoris,” ungkapnya. (lukman hakim)

PILKADA JATIM : LIPUTAN MEDIA (2) : Kader PKS Putihkan GOR Pancasila

Minggu, 08/06/2008 09:36 WIB
Kader PKS Putihkan GOR Pancasila
Irawulan - DetikSurabaya

Surabaya - Ribuan kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur pukul 08.00 WIB memenuhi GOR Pancasila, Jalan Indragiri, Surabaya, Minggu (8/6/2008). Kader dan simpatisan ini datang untuk menghadiri Milad.

Momentum Milad ke-10 ini untuk mensolidkan struktur, kader dan simpatisan serta sebagai ajang ikrar bersama pemenangan cagub Jatim pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa). Ikrar pemenangan KarSa ini rencananya akan dibacakan Kawilda Jatim Bali Sigit Sosiantomo.

Ikrar tersebut berisi, "Kami para kader dan simpatisan PKS dengan sepenuh hati berikrar, bertekad untuk memenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2008-2013 dalam rangka mewujudkan Jawa Timur yang bersih Peduli Profesional menuju Masyarakat adil dan Sejahtera".

Rencananya pembacaan ikrar ini akan disaksikan oleh Mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid dan sejumlah tokoh PKS lainnya seperti Ketua Umum DPW PKS Jatim Ja'far Tri Kuswahyono.

Selain orasi politik, Milad ke-10 yang dihadiri kader PKS baik dari Surabaya, Resik dan Sidoarjo juga digelar bazar dan hiburan. (wln/bdh)

PILKADA JATIM : PKS Gelar Ikrar Kesetiaan Untuk Pasangan Soekarwo-Saifullah

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se Surabaya, Sidoarjo dan Gresik menggelar ikrar bersama mendukung pasangan calon Gubernur Jawa Timur di Gelora Pancasila Jalan Indragiri Surabaya, siang ini (8/6).

Acara yang juga dikemas untuk memperingati milad (ulang tahun) PKS yang ke-10 ini juga dihadiri oleh Mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid, Calon Gubernur Soekarwo, Ketua DPP PKS Jatim-Bali Sigit Sosiantomo, Ketua DPW PKS Jatim Ja’far Trikuswahyono, serta beberapa pengurus PKS baik ditingkatan DPW maupun DPD-DPD se-Jatim.

Dalam sambutannya, ketua PKS Jatim Ja’far Trikuswahyono, meminta seluruh kader untuk bisa membantu pemenangan pencalonan Soekarwo-Syaifullah Yusuf dalam pilkada 23 Juli mendatang.

“Kita semua harus melakukan kampanye dengan santun dan damai serta mengikuti pola 1-10-4 yang artinya tiap kader harus bisa merekrut 10 keluarga yang didalam keluarga tersebut masing-masing terdiri dari 4 orang, jadi tiap kader harus bisa merekrut 40 pemilih,” kata Ja’far.

Dengan strategi ini, PKS yakin minimal akan menyumbangkan sebanyak 24 juta suara bagi kemenangan Karsa. Karennya, meski PKS bukanlah partai pengusung pasangan ini, namun dukungan PKS diyakini akan bisa mendongkrak suara pencalonan Karsa.

Dukungan PKS sendiri, lanjut Ja’far dilakukan karena adanya kesamaan visi dan misi antara partainya dengan yang dibawa oleh Karsa. Kesamaan visi dan misi tersebut bahkan sudah dituangkan kedalam kontrak politik antara keduanya yang berisi jika nantinya menang Soekarwo diharuskan untuk memimpin Jatim dengan bersih dan berkomitment untuk memberantas KKN.

Selain itu, kontrak tersebut juga mengikat Soekarwo untuk menjalankan pemerintahan yang pro rakyat. Dan terakhir adalah keharusan bagi Karsa untuk bisa menjalankan pemerintahan dengan provesional.

Sementara itu, meski PKS dalam hal ini hanyalah partai pendukung, namun Hidayat Nur Wahid menantang kepada partai Pengusung untuk bisa lebih bekerja keras daripada partai pendukung. “Jangan dilihat pendukung atau pengusung, yang penting yang mengusung harus lebih giat dan memenangkan demi pemerintahan yang bersih dan santun,” kata Hidayat. PKS dalam pencalonan Soekarwo-Syaifullah Yusuf memang hanyalah partai pendukung, karena pasangan ini sebenarnya diusung oleh Partai Demokrat, PAN serta PDI.

Soekarwo sendiri menjamin jika nantinya memimpin dirinya akan bersih dari KKN serta sepenuhnya mendorong pemberantasan KKN. “Slogan kami juga jelas, APBD untuk rakyat, sehingga dengan cara-cara yang profesional kami pasti menjalankan amanah ini,” kata Soekarwo.

Peringatan Milad serta ikrar kesetiaan kader PKS ini kemudian diakhiri dengan pembacaan bersama ikrar yang dipimpin oleh Ketua DPP PKS Jatim-Bali Sigit Sosiantomo. dan disaksikan langsung oleh Hidayat Nur Wahi, Sigit membacakan ikrar bersama yang berbunyi. “Kami para kader dan simpatisan PKS dengan sepenuh hati berikrar, bertekad untuk memenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2008-2013 dalam rangka mewujudkan Jawa Timur yang bersih Peduli Profesional menuju Masyarakat adil dan Sejahtera”.

Usai ikrar, ribuan massa kader dan simpatisan PKS kemudian langsung meninggalkan lokasi acara untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Rohman Taufiq

Senin, 12 Mei 2008

PAN TOLAK PKS DUKUNG SOEKARWO

PAN Tak Akui Koalisi PKS

SURABAYA (SINDO) – Kekuatan pendukung calon gubernur Jatim Soekarwo-Saifullah Yusuf tampaknya belum bulat. Selain dibayangi pecahnya Partai Demokrat (PD) Jawa Timur, bergabungnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun terus digoyang.

Bahkan salah satu partai pengusung Soekarwo,Partai Amanat Nasional (PAN), terang- terangan tak mengakui PKS sebagai partner koalisi. PAN hanya menilai,PKS sebagai elemen masyarakat yang mendukung Soekarwo.’’Hingga saat ini, partai pengusung Soekarwo hanya PD dan PAN,’’ ungkap fungsionaris DPW PAN Jawa Timur Ahmad Ruba’i kemarin. Ruba’i menjelaskan, prinsip bergabungnya PAN dan PD sebagai pengusung Soekarwo telah memenuhi syarat minimal pencalonan.

Karena itu, bergabungnya partai lain tidak banyak memberikan pengaruh bagi eksistensi pasangan ini. Kendati demikian, kata Ruba’i,Tim Pemenangan Soekarwo tetap menerima dukungan dari semua elemen masyarakat, termasuk dukungan dari PKS.Hanya, dukungan itu tidak boleh dibarengi dengan persyaratanpersyaratan khusus sebagai bentuk kompensasi. ’’Kami tetap menerima dukungan dari semua pihak. Karena semakin besar dukungan untuk Soekarwo, maka semakin besar peluang calon kami memenangkan perebutan kursi gubernur,’’ ujarnya.

Ruba’i menilai, dukungan PKS kepada Soekarwo lebih didasari figur Soekarwo dan Saifullah Yusuf. Sebagai partai yang mempunyai jargon bersih dan peduli, PKS layak mendukung Soekarwo karena dua orang tersebut merupakan figur yang bersih dan mempunyai kompetensi tinggi dalam memimpin Jawa Timur. Saat disinggung apakah sudah pernah melakukan koordinasi dengan PKS, Ruba’i tidak langsung menjawab. Dia berdalih bahwa yang terlibat penuh dalam pemenangan Soekarwo adalah PAN dan PD.

’’Tim inti pemenangan Soekarwo tetap PAN dan PD,’’ ujarnya. Untuk target suara, lanjut Ruba’i, pihaknya tidak mau memberikan patokan. Hanya, Tim Pemenangan Soekarwo akan bekerja keras menarik simpati warga Jawa Timur sehingga mampu meraih suara yang optimal. ’’Target kami meraih simpati. Tidak ada target suara maksimal atau minimal, yang penting bisa mendapat suara sebanyak- banyaknya,’’ ujarnya. Menanggapi hal ini,Ketua DPW PKS Ja’far Tri Kuswahyono mengaku tidak ada permasalahan yang cukup prinsip dengan PAN.

Selama ini, kata dia,komunikasi yang terjadi dari kedua partai terjalin dengan baik. ’’Tidak ada apaapa, selama komunikasi terjalin dengan baik,’’ bantahnya. Sedangkan Pemprov Jatim bertekad menyukseskan gelaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2008. Tak sekadar sosialisasi,Pemprov juga meliburkan semua instansi, baik pemerintah maupun swasta,saat hari pencoblosan 23 Juli mendatang. (lukman hakim)

Rabu, 07 Mei 2008

PKS RESMI DUKUNG SEOKARWO - SAIFULLAH YUSUF


PKS Putuskan Mengusung Soekarwo

Partai Keadilan sejahtera (PKS) Jawa Timur memutuskan untuk Mendukung pasangan Soekarwo –Saifullah Yusuf (Karsa) dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2008 . Keputusan itu merupakan hasil rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP)PKS pada hari Senin, 5 Mei 2008.

Ja’far Tri Kuswahyono, ketua DPW PKS Jatim menjelaskan pada penjaringan calon gubernur yang dilakukan pada pertengahan tahun 2007 lalu menempatkan Soekarwo pada urutan tertinggi. Bahkan Hasil survey dan penjaringan yang dilakukan oleh DPD PKS Sejawa Timur pada Muskerwil, 16 September2007 memutuskan untuk menempatkan Soekarwo dalam urutan nomer satu calon yang akan disampaikan kepada DPP PKS.

Perihal beralihnya Dukungan PKS Jatim dari Soekarwo kepada Joko Subroto, Ja’far menjelaskan hal ini disebabkan karena PKS diberi kesempatan untuk mengusung wakil gubernur mendampingi Joko Subroto. Namun kenyataannya, sampai waktu pengambilan formulir habis, dukungan terhadap Joko Subroto tidak bisa mencapai angka 15%. Selanjutnya PKS Jatim mengambil kebijakan untuk melakukan jajak pendapat di internal PKS dengan melibatkan DPD PKS se-Jawa Timur. Hasilnya adalah nama pasangan Soekarwo-Saifullah lebih unggul. Selain itu, DPW PKS Jawa Timur juga melakukan kajian dengan melibatkan pakar di Jawa Timur yang menghasilkan rekomendasi untuk bahwa p[ilihan mendukung pasangan ini adalah tepat.

Hasil jajak pendapat dan kajian itu kemudian disampaikan kepada DPP PKS. Hingga akhirnya DPP memutuskan untuk mengusung Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf, yang sebelumnya telah lebih dulu diusung oleh Demokrat & PAN.

Syaratkan Kontrak Politik
Lebih lanjut Ja’far Tri Kuswahyono menjelaskan bahwa pasangan calon yang diusung oleh PKS harus menandatangani Kontrak politik. Isi kontrak politik itu salah satunya adalah Berkomitmen untuk melakukan peningkatan PAD dari sektor non jasa khususnya dari sektor perdagangan dan pendapatan BUMD dengan melakukan upaya perbaikan dan peningkatan kinerja BUMD sehingga mampu menyokong pendapatan daerah.

PKS juga mensyaratkan agar cagub yang diusungnya Berkomitmen menciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN, transparan dan memberi pelayanan publik yang profesional dengan mengedepankan keteladanan serta serius dalam melakukan pemberantasan korupsi disemua sektor seoptimal mungkin.

Meningkatkan kualitas pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan, dengan cara mendorong terealisasinya anggaran 20% di bidang pendidikan sesuai dengan amanat UUD. Sementara dalam bidang kesehatan, terwujudnya sistem jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin secara merata.

Selain itu berkomitmen membuka peluang usaha seluas-luasnya untuk masuknya investasi di Jawa Timur dengan memberikan kemudahan dalam proses perizinan dan menghindari pola birokratisasi yang berbelit-belit, sehingga mempermudah masuknya investor serta munculnya iklim usaha yang sehat. Dengan demikian akan terbuka lapangan kerja baru yang secara significant akan mengurangi angka pengangguran. (ir)

Senin, 05 Mei 2008

Milad PKS ke 10: Bangkit Bersama Membangun Negeri



Artikel oleh : Ja’far Trikuswahyono , ST
(Ketua Umum DPW PK Sejahtera Jawa Timur)

Kita butuh dan mendambakan hadirnya seseorang atau kelompok orang yang berjuang secara konsisten dan lebih dari itu orang-orang yang memiliki komitmen tinggi dan konsisten untuk melakukan sesuatu dengan gagasan dan aksi konkret untuk kemajuan masyarakat, bangsa dan negara.

Tepat pada Bulan April 2008, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memasuki usia 10 tahun. Sebuah usia yang masih relatif muda. Namun diharapkan pada usia yang relatif muda dan dihuni kader-kader muda yang militan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negeri ini yang saat ini maish ditimpa krisis mutidimensional.

Karena itu, dalam menetum Milad ke 10 ini, PKS mengambil tema besar ; Bangkit Bersama Membangun Negeri. Reasioning dari diangkatnya tema ini adalah untuk bangkit dari keterpurukan harus dilakukan bersama oleh seluruh elemen bangsa. Karena Allah tidak akan merubah nasib satu kaum sampai kaum itu sendiri yang merubahnya

Pada tahun ini pula, Milad PKS bersamaan dengan 100 tahun Hari Kebangkitan Bangsa. Hari kebangkitan nasional ini merupakan hari yang sangat monumental sekali bagi berjalannya bangsa ini sampai sekarang. Nilai-nilai dan semangat keberagaman dan kebinekaan mampu diintegraskan dalam ketunggalan yakni indonesia. Meskinpun berlatar budaya dan sosial yang berbeda-beda, ada jong Sumatera, Jong Jawa, dan yang lainnya, namun semua itu mampu menyatukan rakyat Indonesia untuk bersatu, berjuang dan bangkit untuk melawan penjajahan.

Pada 100 tahun Kebangkitan Nasional ini merupakan memntum yang sangat pas bagi anak bangsa ini, terutama para elit negeri ini untuk berintrospeksi dan bangkit dari berbagai keterpurukan. Saat ini negeri yang sudah 62 tahun merdeka, masih dihadapkan pada berbagai persoalan yang serius. Salah satu di antaranya adalah masalah korupsi.

Dalam memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional ini, kita membutuhkan kebersamaan dan kebangkitan semua elemen bangsa ini, terutama para pemimpin negeri ini untuk berjuang secara konsisten melawan “penyakit bangsa ini” yakni korupsi. Selain masalah korupsi, juga masalah kemiskinan.

Dua masalah ini yang saat ini menjadi ancaman serius yang dihadapi bangsa ini, terutama masalah korupsi. Masalah terakhir ini yang menjadikan rakyat dan negeri ini loyo, miskin, dan tak berdaya dan bahkan mengancam sendi-sendi kehidupan masyarakat dan negeri ini.
Di tengah kehidupan bangsa Indonesia yang carut-marut ini, kita membutuhkan orang-orang bersih dan jujur yang mampu memberantas penyakit kronis bangsa tersebut. Kita butuh dan mendambakan hadirnya seseorang atau kelompok orang yang berjuang secara konsisten dan lebih dari itu orang-orang yang memiliki komitmen tinggi dan konsisten untuk melakukan sesuatu dengan gagasan dan aksi konkret untuk kemajuan masyarakat, bangsa dan negara.

Penyakit Kronis
Tingkat korupsi di Indonesia sangat mengkhawatirkan dan menjadi penyakit kronis. Beberapa gambaran yang menunjukkan tingkat korupsi di Indonesia yang begitu parah sebagaimana ditunjukkan oleh KPK; Pertama, survei dari the Political and Economic Risk Consultancy Ltd (PERC) Januari - Februari 2005 terhadap 900 ekspatriat di Asia, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara terkorup se-Asia

. Kedua, survei dari the Political and Economic Risk Consultancy Ltd (PERC) Januari - Februari 2005 terhadap 900 ekspatriat di Asia, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara terkorup se-Asia. Ketiga, kebocoran dana pembangunan mencapai 50 persen dan pungutan tidak resmi mencapai 30 persen biaya produksi. Keempat, rendahnya pertumbuhan ekonomi (5,1 persen), indeks kualitas SDM dan tingginya angka kemiskinan (16,6 persen) dan pengangguran (9,7 persen). Keenam, utang pemerintah meningkat drastis menjadi sekitar 70 miliar dolar AS pada 2004, membengkak hingga antara aset pemerintah dengan utang defisit Rp 555 Triliun. Ketujuh, laporan BPK 1999-2004, penyelewengan uang negara terjadi sebesar Rp 166,5 Triliun rupiah, di mana Rp 144 Triliun merupakan pelanggaran BLBI.

Menurut catatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dari nilai APBN 2004 sebesar Rp 584 Triliun, sebanyak Rp 23 Triliun dikorupsi. Lebih lanjut, KPK menyatakan, aktor pelaku korupsi paling banyak adalah anggota legislatif sebanyak 37 persen, di susul pejabat dinas pemda 18 persen, eksekutif 15 persen, pimpro 10 persen, parpol 3 persen dan kepolisian 2 persen.

Temuan KPK tersebut tak jauh beda dengan yang di relaease oleh Mendagri, yang menyebut ada sekitar 1.129 pejabat daerah korup. Pejabat daerah tersebut meliputi tujuh gubernur, 60 bupati/walikota, 327 anggota DPRD propinsi dan 735 anggota DPRD kab/kota di seluruh Indonesia. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi antara tahun 2004-2006.

Mengguritanya korupsi ini pernah diungkapkan mantan Ketua Umum PP. Muhammadiyah, Syafi’i Ma’arif; korupsi sudah sedemikian kuat membelenggu kita, mulai istana sampai ke kantor kelurahan, sejak bangun tidur hingga menjelang tidur lagi, sejak lahir sampai meninggal. Merambah dari tempat ibadah sampai ke toilet ”

Harapan itu masih ada
Adapun dampak berantai dari korupsi di antaranya; pertama, rendahnya kualitas pelayanan publik; Kedua, timbulnya ekonomi biaya tingggi; Ketiga, berkurangnya penerimaan negara; Keempat, runtuhnya lembaga dan nilai-nilai demokrasi; Kelima, membahayakan kelangsungan pembangunan dan supremasi hukum; Keenam, meningkatnya kemiskinan dan kesengsaraan rakyat; Ketujuh, bertambahnya masalah sosial dan kriminal; Kedelapan, adanya mata rantai antara korupsi dengan bentuk-bentuk lain dari kejahatan, khususnya kejahatan terorganisir dan kejahatan ekonomi. Pendek kata, penyakit korupsi di Indonesia ini dalam kondisi sekarat.

Bangkitnya negeriku, harapan itu masih ada. Itulah salah satu tema yang diangkat PKS dalam Mukernas di Bali beberapa bulan lalu. Dan tema itu masih relevan dan menjadi tema inspirasi di momentum Milad dan hari Kebangkitan ini, yakni Bangkit Bersama Membangun Negeri. Bangsa dan negeri ini memilii modal dan potensi yang besar, baik dari segi SDM maupun SDA. Dengan kedua modal dan potensi besar itu, kita yakin negeri ini bisa bangkit da maju setara dengan bangsa-bangsa lain.

Dan kebangkitan bangsa ini dari keterpurukan tak bisa dibebankan pada individu atau kelompk tertentu. Semua elemen bangsa ini, baik di pemerintah, elit politik di DPR, maupun ormas dan NGO memiliki tanggung jawab yang sama sebagai bentuk kebersamaan kita dalam melakukan perubahan. Singkat kata, panjajahan yang paling bahaya dan membahayakan negeri ini adalah pejajahan aset negara dan rakyat oleh para koruptor. Penjajahan ini jauh lebih dahyat dampaknya daripada penjajahan secara fisik. Karena itu, perjuangan di era kebangkitan ini adalah bagaimana berjuang melawan korupsi. Bangktlah negeriku, harapan itu masih ada!. (dimuat Harian Surya, 27 April 2008)

Milad PKS ke 10: Bangkit Bersama Membangun Negeri

oleh: Ja’far Trikuswahyono , ST (Ketua Umum DPW PK Sejahtera Jawa Timur)

Kita butuh dan mendambakan hadirnya seseorang atau kelompok orang yang berjuang secara konsisten dan lebih dari itu orang-orang yang memiliki komitmen tinggi dan konsisten untuk melakukan sesuatu dengan gagasan dan aksi konkret untuk kemajuan masyarakat, bangsa dan negara.

Tepat pada Bulan April 2008, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memasuki usia 10 tahun. Sebuah usia yang masih relatif muda. Namun diharapkan pada usia yang relatif muda dan dihuni kader-kader muda yang militan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negeri ini yang saat ini maish ditimpa krisis mutidimensional.

Karena itu, dalam menetum Milad ke 10 ini, PKS mengambil tema besar ; Bangkit Bersama Membangun Negeri. Reasioning dari diangkatnya tema ini adalah untuk bangkit dari keterpurukan harus dilakukan bersama oleh seluruh elemen bangsa. Karena Allah tidak akan merubah nasib satu kaum sampai kaum itu sendiri yang merubahnya

Pada tahun ini pula, Milad PKS bersamaan dengan 100 tahun Hari Kebangkitan Bangsa. Hari kebangkitan nasional ini merupakan hari yang sangat monumental sekali bagi berjalannya bangsa ini sampai sekarang. Nilai-nilai dan semangat keberagaman dan kebinekaan mampu diintegraskan dalam ketunggalan yakni indonesia. Meskinpun berlatar budaya dan sosial yang berbeda-beda, ada jong Sumatera, Jong Jawa, dan yang lainnya, namun semua itu mampu menyatukan rakyat Indonesia untuk bersatu, berjuang dan bangkit untuk melawan penjajahan.

Pada 100 tahun Kebangkitan Nasional ini merupakan memntum yang sangat pas bagi anak bangsa ini, terutama para elit negeri ini untuk berintrospeksi dan bangkit dari berbagai keterpurukan. Saat ini negeri yang sudah 62 tahun merdeka, masih dihadapkan pada berbagai persoalan yang serius. Salah satu di antaranya adalah masalah korupsi.

Dalam memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional ini, kita membutuhkan kebersamaan dan kebangkitan semua elemen bangsa ini, terutama para pemimpin negeri ini untuk berjuang secara konsisten melawan “penyakit bangsa ini” yakni korupsi. Selain masalah korupsi, juga masalah kemiskinan.

Dua masalah ini yang saat ini menjadi ancaman serius yang dihadapi bangsa ini, terutama masalah korupsi. Masalah terakhir ini yang menjadikan rakyat dan negeri ini loyo, miskin, dan tak berdaya dan bahkan mengancam sendi-sendi kehidupan masyarakat dan negeri ini.
Di tengah kehidupan bangsa Indonesia yang carut-marut ini, kita membutuhkan orang-orang bersih dan jujur yang mampu memberantas penyakit kronis bangsa tersebut. Kita butuh dan mendambakan hadirnya seseorang atau kelompok orang yang berjuang secara konsisten dan lebih dari itu orang-orang yang memiliki komitmen tinggi dan konsisten untuk melakukan sesuatu dengan gagasan dan aksi konkret untuk kemajuan masyarakat, bangsa dan negara.

Penyakit Kronis
Tingkat korupsi di Indonesia sangat mengkhawatirkan dan menjadi penyakit kronis. Beberapa gambaran yang menunjukkan tingkat korupsi di Indonesia yang begitu parah sebagaimana ditunjukkan oleh KPK; Pertama, survei dari the Political and Economic Risk Consultancy Ltd (PERC) Januari - Februari 2005 terhadap 900 ekspatriat di Asia, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara terkorup se-Asia

. Kedua, survei dari the Political and Economic Risk Consultancy Ltd (PERC) Januari - Februari 2005 terhadap 900 ekspatriat di Asia, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara terkorup se-Asia. Ketiga, kebocoran dana pembangunan mencapai 50 persen dan pungutan tidak resmi mencapai 30 persen biaya produksi. Keempat, rendahnya pertumbuhan ekonomi (5,1 persen), indeks kualitas SDM dan tingginya angka kemiskinan (16,6 persen) dan pengangguran (9,7 persen). Keenam, utang pemerintah meningkat drastis menjadi sekitar 70 miliar dolar AS pada 2004, membengkak hingga antara aset pemerintah dengan utang defisit Rp 555 Triliun. Ketujuh, laporan BPK 1999-2004, penyelewengan uang negara terjadi sebesar Rp 166,5 Triliun rupiah, di mana Rp 144 Triliun merupakan pelanggaran BLBI.

Menurut catatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dari nilai APBN 2004 sebesar Rp 584 Triliun, sebanyak Rp 23 Triliun dikorupsi. Lebih lanjut, KPK menyatakan, aktor pelaku korupsi paling banyak adalah anggota legislatif sebanyak 37 persen, di susul pejabat dinas pemda 18 persen, eksekutif 15 persen, pimpro 10 persen, parpol 3 persen dan kepolisian 2 persen.

Temuan KPK tersebut tak jauh beda dengan yang di relaease oleh Mendagri, yang menyebut ada sekitar 1.129 pejabat daerah korup. Pejabat daerah tersebut meliputi tujuh gubernur, 60 bupati/walikota, 327 anggota DPRD propinsi dan 735 anggota DPRD kab/kota di seluruh Indonesia. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi antara tahun 2004-2006.

Mengguritanya korupsi ini pernah diungkapkan mantan Ketua Umum PP. Muhammadiyah, Syafi’i Ma’arif; korupsi sudah sedemikian kuat membelenggu kita, mulai istana sampai ke kantor kelurahan, sejak bangun tidur hingga menjelang tidur lagi, sejak lahir sampai meninggal. Merambah dari tempat ibadah sampai ke toilet ”

Harapan itu masih ada
Adapun dampak berantai dari korupsi di antaranya; pertama, rendahnya kualitas pelayanan publik; Kedua, timbulnya ekonomi biaya tingggi; Ketiga, berkurangnya penerimaan negara; Keempat, runtuhnya lembaga dan nilai-nilai demokrasi; Kelima, membahayakan kelangsungan pembangunan dan supremasi hukum; Keenam, meningkatnya kemiskinan dan kesengsaraan rakyat; Ketujuh, bertambahnya masalah sosial dan kriminal; Kedelapan, adanya mata rantai antara korupsi dengan bentuk-bentuk lain dari kejahatan, khususnya kejahatan terorganisir dan kejahatan ekonomi. Pendek kata, penyakit korupsi di Indonesia ini dalam kondisi sekarat.

Bangkitnya negeriku, harapan itu masih ada. Itulah salah satu tema yang diangkat PKS dalam Mukernas di Bali beberapa bulan lalu. Dan tema itu masih relevan dan menjadi tema inspirasi di momentum Milad dan hari Kebangkitan ini, yakni Bangkit Bersama Membangun Negeri. Bangsa dan negeri ini memilii modal dan potensi yang besar, baik dari segi SDM maupun SDA. Dengan kedua modal dan potensi besar itu, kita yakin negeri ini bisa bangkit da maju setara dengan bangsa-bangsa lain.

Dan kebangkitan bangsa ini dari keterpurukan tak bisa dibebankan pada individu atau kelompk tertentu. Semua elemen bangsa ini, baik di pemerintah, elit politik di DPR, maupun ormas dan NGO memiliki tanggung jawab yang sama sebagai bentuk kebersamaan kita dalam melakukan perubahan. Singkat kata, panjajahan yang paling bahaya dan membahayakan negeri ini adalah pejajahan aset negara dan rakyat oleh para koruptor. Penjajahan ini jauh lebih dahyat dampaknya daripada penjajahan secara fisik. Karena itu, perjuangan di era kebangkitan ini adalah bagaimana berjuang melawan korupsi. Bangktlah negeriku, harapan itu masih ada!. (dimuat Harian Surya, 27 April 2008)

Selasa, 22 Januari 2008

PKS Peduli Sertifikasi Guru

Sertifikasi Guru Abaikan Kompetensi

SURABAYA- Pelaksanaan sertifikasi guru di Jatim dinilai masih menyimpang, karena prioritas sertifikasi mengabaikan kompetensi. Padahal, dananya sangat besar. Demikian diungkapkan Ketua DPW Partai Keadilan Sosial (PKS) Jatim, Ja'far Tri Kuswahyono.

"Dinas P dan K lebih mempertimbangkan ijazah dan usia. Ada orang tertentu yang hanya lulus D1 tetapi sangat kompeten, namun dia tidak menjadi prioritas," ungkap Ja’far, Minggu (20/1).

Ja'far mendorong kepada anggota dewan dari PKS untuk terus memantau pelaksanaan sertifikasi di lapangan. "Kuota guru yang disertifikasi ditentukan kabupaten/kota dan sekolah negeri lebih diprioritaskan ketimbang swasta. Padahal di Jatim, madrasah negeri ada 125 dan swasta 7.200," cetusnya. Ia menambahkan, agar sertifikasi dilakukan secara proporsional, sedangkan antara sekolah negeri dan swasta sama-sama diprioritaskan.

Anggota DPRD Jatim dari PKS, Muhammad Siroj menambahkan, berdasarkan hasil advokasi, anggaran pendidikan di Jatim baru mencapai 17 persen dan belum memenuhi 20 persen. "Anggaran 17 persen tersebut masih untuk kepentingan aparatur, bukan untuk kepentingan public. Seperti untuk kepentingan biaya operasional pegawai dan kunjungan kerja pegawai," papar dia. rko

sumber : seurabayapagi.com, Posted by : Redaksi-Dwi| 21 January 2008, 11:36

Senin, 14 Januari 2008

PKS Pertimbangkan akan Usung pangdam V Brawijaya sebagai Cagub Jatim

Banyak Calon Makin Baik

Soenarjo Tak Khawatirkan Pangdam–Ipul

SURABAYA – Majunya Pangdam V brawijaya Mayjend Bambang Suranto berdampingan dengan ketua GP Ansor Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) ke kancah Pilgub Jatim 2008 kian mendapat respon. Kemarin petinggi DPD Partai golkar Jatim Soenarjo mulai buka suara soal wacana pencalonan mereka.

Pencalonan Pangdam dan ketua GP Ansor memang layak mendapat perhatian Soenarjo. Bukan hanya karena ketenaran Syaiful telah masuk dalam bursa calon wakil pendampingnya, namun juga terkait kecenderungan masyarakat saat ini yang lebih percaya untuk memilih wajah-wajah baru sebagai orang nomor satu diadaerahnya.

Hal ini bisa dilihat dalam kancah Pilkada disejumlah daerah, semisal Bojonegoro maupun Sampang tak lama ini. “Hasilnya ada kecenderungan wajah-wajah baru ini yang sekarang diinginkan masyakarat,” ungkap pengamat Politik Unair Hariadi.

Tak heran jika keduanya kemudian diam-diam menjadi perhatian ‘khusus’ Soenarjo meski diketahui secara jelas masih dalam wacana. Perhatian Narjo itu tampak dari pernyataannya saat ditemui sejumlah wartawan dikantor Gubernur Jatim sore kemarin. Kala itu Narjo baru saja turun dari ruangannya dan berniat masuk mobil untuk pergi keluar ke Madiun.

Soenarjo yang ‘ditodong’ pertanyaan seputar wacana keikutsertaan Pangdam V Brawijaya awalnya tak mau berkomentar,” Ah biar saja, itu di luar wewenang saya,” katanya mencoba mengelak.

Namun saat didesak bahwa wacana pencalonan Pangdam itu akan menggandeng gus Ipul, yang nota bene merupakan salah satu kandidat cawagub dalam bursa Partai Golkar, barulah Narjo mau angkat bicara. Ia mengatakan pencalonan Pangdam beserta Gus Ipul itu tak menjadi persoalan bagi partai Golkar. Berdalih soal Demokrasi, dalang kondang itu menjelaskan, Pilgub Jatim akan semakin menarik jika diikuti oleh banyak calon. “Makin banyak calon kan makin bagus,” tuturnya.

Ia juga mengelak jika Pangdam akan menjadi pesaing berat kesempatan Golkar untuk menjatuhkan pinangan terhadap Gus Ipul. “Biar saja, kalau memang mau meminang gus Ipul ya silahkan, itu boleh-boleh saja kok,” katanya sambil menambahkan ada kemuingkinan besar ia akan memilih Ali Maschan sebagai pendampingnya.

Terpisah, Ketua DPW PKS Jatim Ja’far Tri Kuswahyono, mengatakan, PKS Jatim akan secepatnya menjalin komunikasi politik dengan pangdam V Brawijaya itu. Ini dilakukan karena survei yang digelar PKS belum sempat mencantumkan nama Pangdam, padahal dijadwalkan akhir Januari mendatang hasil survei sudah dikirimkan ke Jakarta.

Meski demikian PKS tak menutup pintu untuk memasukkan nama Pangdam sebagai calon Gubernur yang didukungnya. Tentu saja jika dalam komunikasi poltik tersebut mampu terjalin kecocokan antara keduanya. “Senin besok, kita dijadwalkan bertemu Pangdam,” imbuh M Siroj, anggota tim Pilkada PKS Jatim sebelum rapat pengurus DPW kemarin.

Siroj mengatakan, agenda yang akan dibicarakan dengan Pangdam itu bermacam-macam. Mulai dari masalah stabilitas Jawa Timur hingga tak menutup kemungkinan masalah politik dan pilgub. “Termasuk soal rencana Pangdam maju cagub akan kita pertanyakan,” tandas anggota DPRD Jatim ini. Bila hal itu dibenarkan Pangdam, kemungkinan besar PKS akan melakukan pengkajian mendalam. Sehingga tidak menutup kemungkinan PKS akan beralih mendukung Pangdam. “Itupun tergantung koalisi dengan siapa PKS nanti,” jelasnya. Sebab kabnat yang beredar, Pangdam bakal diusung melalui partai Demokrat. Yang diketahui digadang-gadang bakal berkoalisi dengan PKS.

Sebelumnya, koalisi baru terjalin anatara PD dan PAN. Mengingat Pangdam akan berpasangan dengan cawagub dari PAN yang mencalonkan Gus Ipul (Saifullah Yusuf). (arf/rko)

suumber : surabayasore.com,12 January 2008

Minggu, 30 Desember 2007

Kantor DPD PKS Ngawi Tenggelam

Banjir Jawa Timur
Kantor PKS Ngawi Terendam Air, Posko Tetap Berdiri

Meski demikian, lanjut Dedy, PKS tetap membuka posko di empat titik, satu posko utama di Geneng, tiga posko pembantu di Desa Pojok, Desa Juru Rejo. Posko yang dibentuk bertugas sebagai pusat kordinasi para relawan sekaligus dapur umum dan sebagai tempat transit bantuan logistik sebelum dibagikan kepada pengungsi. Dalam sehari kami mensuplai 2000 nasi bungkus untuk 3 lokasi.

PK-Sejahtera Online: Akibat banjir yang melanda, ribuan rumah di Kabupaten Ngawi terendam air. Sebagian besar kecamatan yang ada di Kabupaten Ngawi terendam air dua hingga tiga meter. Kantor DPD PKS Ngawi yang berlokasi di Desa Juru Rejo Kecamatan Ngawi hingga Jumat malam (28/12) turut tenggelam.

Ketua DPD PKS Ngawi mengatakan, sejak kamis pagi air mulai merembes di sekitar dinding kantor PKS. Tidak ada yang menduga pada pukul 11 siang, air sudah mencapai sebatas dada.

“Awalnya posko utama kami tempatkan di Kantor DPD namun sejak kantor mulai terendam, kami memutuskan kami pindahkan ke Geneng yang lokasinya aman dan dekat pintu masuk ke kota ngawi,” ujar Dedy S.

Meski demikian, lanjut Dedy, PKS tetap membuka posko di empat titik, satu posko utama di Geneng, tiga posko pembantu di Desa Pojok, Desa Juru Rejo. Posko yang dibentuk bertugas sebagai pusat kordinasi para relawan sekaligus dapur umum dan sebagai tempat transit bantuan logistik sebelum dibagikan kepada pengungsi. Dalam sehari kami mensuplai 2000 nasi bungkus untuk 3 lokasi.

“Kami mendapatkan support relawan dari daerah Magetan, Malang, Surabaya, Sidoarjo, Madiun, Tulung Agung, Jombang. Mereka berdatangan secara bergiliran karena memang kami menggunakan sistem shift agar tidak terjadi kejenuhan dan tenaga relawan selalu fresh untuk memberikan bantuan,” kata dedy.

Ja’far Tri Kuswahyono, Ketua Umum DPW PKS Jatim yang tiba dilokasi bencana Ngawi pada hari jumat sore (28/12), menginstruksikan kepada seluruh kader di DPD PKS Se-jawa Timur untuk menggalang bantuan. “Jumlah kerugian yang sangat besar membutuhkan dana yang tidak sedikit,” ujar Ja’far.

Ja’far Tri Kuswahyono turun bersama para relawan P2B PKS Ngawi untuk mengantarkan logistik kepada korban didaerah jururejo dan mengevakuasi salah satu took buku milik salah seorang warga pada jumat malam (28/12) pukul 21.00 hingga 23.00.

sumber : pk-sejahtera.org (Irwan Setiawan/ Humas DPW PKS Jatim) Ngawi, Sabtu, 29/12.