BERSIAP MENJEMPUT KEMENANGAN DI PEMILU 2014

Tampilkan postingan dengan label P2B. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label P2B. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2008

PKS Tuban Bentuk Traumatik Care bagi Korban Banjir

Senin, 07 Jan 2008
Paling Sedih Terpisah dengan Kelurga

Keluhan Pengungsi dalam Traumatik Care
TUBAN-Untuk memulihkan kondisi psikologis para korban banjir, Sartika Tuban kemarin (6/1) menggelar trauma care semacam recovery (pemulihan) mental pengungsi di Balai Desa Widang yang dijadikan salah satu tempat penampungan pengungsian.

Target pemulihan mental oleh organisasi kepanduan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tuban ini adalah wanita dan anak-anak. Pada sesi curhat yang diikuti sekitar 300 wanita dan ibu-ibu, para pengungsi mengeluh terpisah dengan keluarganya yang diungsikan di pangkalan truk (cargo) Compreng. "Kami sedih terpisah dengan keluarga yang diungsikan di sana," kata Siti salah satu korban banjir. Keluhan lain yang disampaikan pengungsi adalah tak memiliki pakaian ganti. Sebagian mengaku hanya membawa pakaian yang dikenakan.

Setelah menampung keluhan para korban banjir, para relawan yang dekat dengan pengungsi mencoba memberikan pemecahan. "Kalau memang ibu mau kumpul dengan keluarga di sana, nanti akan kita upayakan untuk mengangkut ke sana," ujar salah satu relawan.

Saat curhat berlangsung, relawan lain menghibur anak-anak korban banjir dengan mengajaknya bermain. Antara lain lomba tiup balon, bernyanyi, dan lomba bercerita. Aneka lomba ini setidaknya bisa melepas duka sesaat para anak korban banjir. Selama permainan digelar, mereka tertawa penuh riang.

Ketua DPD PKS Tuban, Hanif Prawoto menyatakan, kegiatan semacam ini tak kalah pentingnya selain bantuan bahan makanan. "Dalam trauma care ini kita mencoba menyebutuhkan kondisi psikologis dengan memberikan semangat kepada anak-anak dan wanita korban banjir," kata dia. Selain trauma care, para relawan juga membagikan baju pantas pakai, susu, snack dan makan siang hasil pengumpulan dana kader, simpatisan dan masyarakat yang mempercayakan bantuannya kepada Pos Penanggulangan Bencana (P2B) PKS Tuban.(ds)

Sumber : indopos.co.id

Jumat, 04 Januari 2008

Kiprah P2B PKS Gresik Peduli Bencana

PKS Efektifkan Aksi Bantu Korban Bencana

Menurut Ketua P2B PKS Gresik Fahrudin, beberapa aksi telah dilakukan sejak Selasa (1/1) lalu sebagai bagian penanggulangan bencana, antara lain, evakuasi korban bencana, pemberian sembako gratis di seputar wilayah Dukun, pemberian nasi bungkus di wilayah Manyar, pengobatan gratis di desa Melirang, Sidomukti dan Mojopurogede Bungah serta pendirian posko dan dapur umum di desa Kalirejo Dukun.

PK-Sejahtera Online: Sebagai partai yang dakwah, hingga kini Partai Keadilan Sejahtera masih memegang slogan bersih dan peduli. Bersih dalam rangka tidak terlibat dalam praktik kegiatan korupsi. Serta peduli dalam rangka membantu meringkankan kesusahan yang dialami sesame manusia. Seperti halnya yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di PKS, tim Posko Penanggulangan Bencana (P2B)merupakan tim yang dibentuk untuk segera memberikan pertolongan, evakuasi serta recovery pada bencana yang terjadi. Di Gresik, P2B PKS mengadakan aksi social di Tiga kecamatan yakni Dukun, Bungah dan Sidayu .

Ketua P2B PKS Gresik Fahrudin, sejak Selasa (1/1), mengatakan sudah beberap kali melakukan aksi sosial. Kegiatan itu antara lain vakuasi korban bencana, pemberian sembako gratis di seputar wilayah Dukun, pemberian nasi bungkus di wilayah Manyar, pengobatan gratis di desa Melirang, Sidomukti dan Mojopurogede Bungah serta pendirian posko dan dapur umum di desa Kalirejo Dukun.

"Bersama aparat pemerintah setempat kami harus terus memantau perkembangan dan kebutuhan di daerah bencana untuk mengantisipasi distribusi bantuan yang tidak tepat sasaran. Maklum sumber daya dan sumber dana kami terbatas, jadi harus melakukan aksi seefektif mungkin," ujar Fahrudin.

sumber : pk-sejahtera.org

PKS dan Radar Bojonegoro Salurkan Bantuan Banjir

Radar bersama PKS Salurkan Bantuan di Tiga Kecamatan
Saturday, 05 January 2008

Radar BOJONEGORO - Radar Bojonegoro bersama DPD PKS Bojonegoro kembali menyalurkan bantuan bagi korban banjir di wilayah Kota Ledre ini. Kemarin (2/1), giliran sebagian warga di Desa Kalisari, Desa Lebaksari, dan Desa Tanggungan, Kecamatan Baureno yang mendapat bantuan dari pembaca yang terkumpul di kantor Radar Bojonegoro, Jalan Ahmad Yani No. 39 Bojonegoro.

Selain mendapatkan bantuan mi instan, air mineral, dan biskuit dari pembaca Radar Bojonegoro, warga di tiga desa itu juga menerima bantuan logistik dari DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bojonegoro. Direktur Radar Bojonegoro Mundzar Fahman kemarin memberikan bantuan bersama Ketua DPD PKS Bojonegoro Tri Wibowo.

Dalam kesempatan tersebut Mundzar menyebutkan bahwa sejak hari Sabtu kemarin kami bersama PKS mendirikan Posko Bantuan Banjir di halaman Radar Bojonegoro. “Kami berterima kasih kepada para relawan P2B PKS yang telah membantu kami menyalurkan bantuan dari para pembaca,” tambahnya.
Sementara itu, beberapa donatur kemarin mendatangi kantor Radar Bojonegoro. Mereka ingin menyumbangkan bantuan untuk korban banjir. Salah satunya Keluarga Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Selain itu, pengurus Dharma Wanita Persatuan Unair dan BEM Unair juga ikut serta dalam rombongan. "Kami bersama RS Dr Soetomo Surabaya juga mengadakan pengobatan gratis yang melibatkan 25 dokter sejak 30 Desember lalu," ujar Prof. Fasich.

PKS Trenggalek Peduli Banjir

PKS Trenggalek: Pasca Bannjir Adakan Pengobatan Gratis
Saturday, 05 January 2008

Setelah mengadakan recovery (pemulihan) pasca banjir tahap awal berupa pengadaan air bersih pada hari minggu (30/12), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Trenggalek kembali mengadakan recovery (pemulihan) pasca banjir berupa pengobatan gratis. Acara itu diadakan pada hari Kamis (3/1/2008) di desa Kedunglurah kecamatan Pogalan. Tak kurang dari 200 warga ikut terlibat dalam progam yang digelar partai yang dikenal bersih dan peduli itu.
Menurut Komarudin, Komandan P2B(Pos Penanggulangan Bencana) PKS Trenggalek, pengobatan gratis ini diadakan berdasarkan permintaan masyarakat yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh PKS Trenggalek.”Sebagaimana keluhan masyarakat yang hadir dalam pengobatan gratis ini, sebagian besar mengalami penyakit gatal-gatal dan diare.

Selain itu berdasarkan data dari RSUD Soedomo yang menyatakan bahwa RSUD over bed disebabkan banyaknya masyarakat yang menderita sakit diare setelah pasca banjir dan dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat membutuhkan pengobatan gratis setelah pasca banjir dan dari kondisi itulah kami mengadakan program pengobatan gratis sebagai program recovery pasca banjir, ”ujar Komarudin Komandan P2B PKS Trenggalek.

Ditambahkan oleh pria 3 anak ini, dalam pengobatan gratis yang diadakan di rumah salah sorang warga desa Kedung Lurah kecamatan Pogalan ini, juga dihadiri oleh Komandan P2B PKS Wilayah Jawa Timur Yusuf Ahyani. Ini setelah sebelumnya orang nomor satu di P2B PKS Jawa Timur ini meninjau kegiatan tim P2B PKS di kota Bojonegoro, Ngawi, Lamongan dan Gresik.

”Dan terkait dengan program recovery pasca banjir, PKS dalam minggu ini juga akan mengadakan pengobatan gratis kembali di kecamatan Tugu, selain itu PKS Trenggalek juga siap mengadakan pengobatan gratis dimana saja tergantung dari permintaan masyarakat trenggalek” imbuh Komarudin.

Program pengobatan pasca bencana ini direspon secara bagus oleh warga setempat. ”Kami merasa senang dan terbantu oleh program pengobatan gratis yang diadakan oleh PKS, karena inilah yang kami butuhkan saat ini”,ujar salah satu warga yang mengikuti program pengobatan gratis PKS

sumber : pksjatim.org

Rabu, 02 Januari 2008

Situasi Mengharukan P2B PKS Peduli Banjir di Bojonegoro

Banjir r Bojonegoro:Bantuan Tidak Merata, Butuh Perahu Karet Untuk Distribusi Logistik

02 January 2008
“Sejak Sabtu (29/12) pagi air mulai masuk kalitidu, purwosari, trucuk, dan Malo. Ketinggian air mencapai 1 – 3 Meter,” Ujar Joko Erwanto, Humas DPD PKS Bojonegoro. Akibat tanggul yang dijebol oleh warga, akhirnya 90% kota terendam air kecuali daerah alun-alun dan sekitarnya. Rumah saya, rumah ketua DPD juga ikut terendam,” lanjut Joko.
“Air mulai surut hari Selasa, Namun surutnya itu mengalir ke jalan-jalan yang lebih rendah sehingga di daerah kota masih terlihat genangan-genangan air yang cukup tinggi. Sampai Hari Rabu (2/1) pagi, Jl.Panglima Sudirman, Jl. Pemuda, Jl. Diponegoro, Jl. Rajawali, Jl. Mohammad Thamrin masih terendam air,” Kata Joko.

“Saat ini disekitar kota sudah banyak Posko bantuan yang berdiri namun belum ada yang memecahkan persoalan bagaimana agar bantuan logistic bisa terdistribusi secara merata. Cara pemerintah dengan menggunakan helikopter dinilai tidak efektif. Sedangkan perahu kareta yang idnilai layak jumlahnya cukup terbatas,” lanjut Joko.

“P2B PKS Bojonegoro sendiri sejak hari Sabtu telah turun kelapangan untuk turut membantu warga yang kesusahan. Kerja relawan P2B PKS Bojonegoro dibantu oleh 50 orang relawan yang dikirim oleh P2b PKS Jawa Timur berasal dari Gresik, Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo dan
Malang,” ujar Joko. “Para relawan tersebut bertugas melakukan evakuasi, mendistribusikan bantuan logistik dan membuka dapur umum,” ujarnya.

“Para relawan melakukan evakuasi dengan menggunakan perahu karet. Proses evakuasi cukup sulit dikarenakan warga yang sulit untuk dievakuasi. Sebagiannya tidak mau dievakuasi. Selain itu arus yang deras juga cukup menghambat. Awalnya kita menggunakan perahu yang mengunakan dayung tapi ternyata tidak bisa sampai ke lokasi, akhirnya kita ganti dengan perahu karet itu,” lanjutnya..

“P2B PKS Bojonegoro mendirikan 2 Posko utama dan 10 posko pembantu. Posko utama berada di Kantor DPD yang berada ditengah kota dan di kantor radar Bojonegoro. Posko utama yang berada dikantor DPD berfungsi untuk membantu warga kota yang terisolir. Sedangkan Posko utama yang berada dikantor radar berfungsi untuk mengkordinasikan para relawan, tempat penyimpanan bantuan logistic, serta dapur umum,” kata Joko.

“Sedangkan Posko pembantu berfungsi sebagai dapur umum sekaligus sebagai tempat penyaluran bantuan kepada para pengungsi. Posko itu berada di Pagangan, Purwosari, trucuk, Kota, Kalitidu, Malo, Kanor, baureno, Sumberejo, dan Balen,” lanjutnya.

“Kondisi pengungsi mulai terserang Gatal-gatal, Flu, Diare. Hal ini terdeteksi dari layanan kesehatan keliling yang dilakukan oleh relawan dokter P2B PKS. Cukup banyak bayi yang mengalami diare dikarenakan suhu udara dan susu yang tidak cocok,” kata Joko. “Yang dibutuhkan saat ini adalah bahan makanan untuk dimasak menjadi makanan siap saji, perahu karet untuk mendistribusikan bantuan, dan obat-obatan,” pungkasnya.

Bukti Kongkrit PKS Peduli Banjir Di Bojonegoro




Selasa, 01 Januari 2008

Kiprah P2B PKS Bojonegoro Dalam Peduli Korban Banjir

Sepanjang Jalan A Yani juga dijadikan posko bantuan banjir oleh sejumlah organisasi, dari parpol, LSM, ormas, serta organisasi lainnya. Mereka terus berusaha memberikan bantuan lepada para korban banjir terutama di wilayah yang terjebak banjir, berupa obat-obatan dan makanan.

Sementara pengiriman bantuan logistik berupa makanan dan obat-obatan lepada para korban banjir di Kec Kanor hingga saat ini masih terkendala dengan derasnya air yang tumpah dari sungai Bengawan Solo yang mengarah ke rumah warga. ?Airnya sangat deras, jadi bantuan sulit disalurkan,? kata Edi Santoso, tim relawan dari PKS.

Pihaknya, lanjut dia sudah mengirim bantuan ke korban banjir di sejumlah desa yang masih terisolasi terjebak banjir di antaranya Desa Grape, Kedungarum, Simbatan, Semanding dan sejumlah desa lainnya. Bantuan berupa nasi bungkus dan mi instan itu harus dikirim dengan bantuan perahu motor. ?Kalau tidak menggunakan perahu mesin, tidak bisa karena jaraknya 5 km lebih,?
tambahnya.

Selain itu, lanjut Edi, kendala tim relawan lainnya ádalah sulitnya mendapatkan perahu mesin. Sehingga, tim relawan terpaksa menyewa perahu milik warga dengan harga Rp200 ribu untuk sehari. Uang itu nantinya akan dibayar patungan oleh para korban di lokasi bencana. ?Kalau tidak demikian, kita kesulitan mengirim bantuan,? terangnya.(Nanang Fahrudin/Sindo/ahm)

sumber : okezone.com, 1 januari 2008, diolah

Kiprah P2B PKS Bojonegoro dalam Banjir Bojonegoro (2)

Para Korban Banjir Di Bojonegoro yang Masih Terisolir

Posted at 7:50 am under Bencana Alam

Makan Seadanya, Wabah Mulai Menyebar

Banjir akibat luapan air Bengawan Solo sejak Jumat (28/12) malam lalu menenggelamkan beberapa desa di Kecamatan Kanor. Ribuan warga yang tak sempat menyelamatkan diri dari kepungan banjir hingga kemarin (31/12) masih terisolir.

DIMYATI, Bojonegoro


Ratusan hewan ternak terikat berjejer di sepanjang sisi kanan jalan poros mulai Desa Bakung hingga Desa Somorejo Kecamatan Kanor. Arus lalu lintas cukup padat dari biasanya, puluhan warga hilir mudik mengendarai berbagai kendaraan bermotor.

Desa Simorejo adalah desa terakhir di ujung jalan poros tersebut yang selamat dari luapan air Bengawan Solo. Sehingga, desa itu menjadi jujukkan pertama bagi para pengungsi dari beberapa desa sekitar.

“Rasanya saya masih tidak percaya, bisa keluar dari rumah yang sejak tiga hari lalu diterjang banjir,” ujar Suparti, 40, salah satu korban banjir kemarin.

Suparti adalah satu dari delapan warga Desa Kedungprimpen Kecamatan Kanor yang menjadi rombongan pertama evakuasi tim P2B DPD PKS Bojonegoro. Wartawan koran ini juga mengikuti proses evakuasi pertama kepada warga desa setempat sekitar pukul 12.30 kemarin. Evakuasi tersebut dipimpin humas DPD PKS Joko Erwanto dengan menggunakan sebuah perahu karet.

Suparti menuturkan, dia bersama dua ribu lebih warga desa setempat tidak pernah menyangka jika banjir besar bakal menenggelamkan desa mereka. Meski berdekatan dengan Bengawan Solo, dia mengaku tidak pernah membayangkan, apalagi mengalami bencana banjir seperti saat ini.

Dia menceritakan, sekitar pukul 22.30 Jumat lalu, tiba-tiba datang air dengan volume cukup besar menggenangi rumah mereka. Saat itu, dia bersama anggota keluarganya yang lain sedang tertidur lelap. Ia pun dibangunkan air yang semakin meningginya yang hampir menyentuh dipan tempatnya tidur. “Air yang masuk rumah terlalu deras, sampai-sampai saya hanya tercengang setengah tidak percaya,” katanya.

Karena kejadiannya begitu cepat, ia pun tidak sempat berfikir untuk menyelamatkan seluruh barang-barang berharganya. Bersama suaminya, Sutrisno, ia pun berinisiatif untuk menumpuk dipan dengan meja serta benda-benda lain agar terhindar dari genangan air yang terus meninggi. Tempat itulah yang ia jadikan penyelamatan “terakhir” bersama keluarganya dari kepungan banjir malam itu.

Baru beberapa saat kemudian, ia teringat dengan hewan-hewan ternak peliharaannya yang berada di belakang rumah. “Sekitar 40 ayam dan itik saya hilang terbawa arus air. Untungnya, seekor sapi piliharaan kami berhasil diselamatkan suami saya. Kemudian sapi itu dibawa berenang menuju tempat yang agak tinggi,” ujarnya.

Suparti mengatakan, sepanjang malam itu, ia bersama keluarganya tak lagi dapat memejamkan mata. Yang ada di fikiran mereka, lanjut dia, adalah bagaimmana bisa selamat dari kepungan banjir tersebut.

Dia menambahkan, hingga Sabtu pagi bantuan logistik dan pertolongan yang diharapkan tidak juga datang. Akhirnya ia berusaha mencari beras simpanannya yang sudah terlanjur tenggelam. “Meski sudah terkena air, beras itu tetap saya masak dengan peralatan seadanya. Jika tidak, lalu kami mau makan apa,” kata dia dengan mata berkaca-kaca.

Dia mengaku, awalnya dia dan keluarganya hanya makan nasi putih degan lauk seadanya yang diperoleh dari tetangga. Untungnya, Minggu siang ia bersama beberapa warga lainnya “kejatuhan” mie instan yang didrop menggunakan helikopter.

“Saat tadi (kemarin) saya melihat ada perahu datang, harapan hidup untuk lebih panjang kami muncul kembali,” ujarnya.

Sebab, lanjut dia, selain menipisnya persediaan makanan yang mereka miliki. Wabah akibat banjir juga sudah mulai menyebar di desa setempat. Beberapa balita dan anak-anak desa setempat mulai mengeluhkan badannya panas. Serta sebagian lainnya mengaku gatal-gatal.

Evakuasi yang dilakukan kemarin tidak terbilang gampang. Dari Desa Simorejo tim evakuasi membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan menggunakan perahu karet motor. Selain itu, arus yang cukup deras serta angin yang kencang menambah tingkat kesulitan proses evakuasi. (Sumber : Koran Jawapos, Radar Bojonegoro)

sumber : bojonegoro.info, 1 Januari 2008

Kiprah P2B PKS Bojonegoro dalam Bencana Banjir (1)

Ribuan Warga Masih Terisolir

Posted at 7:55 am under Bencana Alam

Ribuan warga Bojonegoro yang menjadi korban banjir di beberapa desa di Kecamatan Kanor hingga siang kemarin (31/12) masih terjebak di desanya masing-masing. Selain karena ketinggian air rata-rata di atas 1,5 meter. Mereka tidak dapat meninggalkan rumahnya disebabkan belum adanya tim evakuasi yang datang di desa setempat.

Di Desa Kedungprimpen misalnya, desa dengan jumlah penduduk lebih dari 2 ribu jiwa itu mayoritas warganya masih tertahan di rumah masing-masing. Hanya, beberapa pria dewasa yang nekat keluar dari desa untuk mencari bantuan.

“Kami keluar desa dengan berenang dan akhirnya menumpang perahu warga desa tetangga. Jika tidak, bisa jadi kami akan terisolir lebih lama,” kata Slamet, 27, salah satu warga Desa Kedungplumpang kepada Radar Bojonegoro kemarin (31/12).

Dia mengatakan, sejak menginjakkan kaki di “daratan”, dia sudah berusaha mencari bantuan agar ada tim evakuasi yang datang ke desanya. Namun, diperkirakan karena keterbatasan perahu usahanya belum membuahkan hasil hingga Senin siang kemarin.

“Meskipun ada, kadang perahu tersebut digunakan untuk evakuasi warga yang ada di desa lain. Padahal, desa kami terhitung yang paling parah, karena berada paling jauh dari tempat aman,” ujarnya.

Sementara itu, saat Radar Bojonegoro bersama tim evakuasi P2B DPD PKS Bojonegoro mendatangi desa setempat kemarin siang. Puluhan warga berteriak memita agar didahulukan untuk dievakuasi.

Bahkan, puluhan warga tersebut langsung menyerbu ketika perahu karet yang digunakan untuk evakuasi merapat ke salah satu rumah warga. Mereka juga saling berebut makanan saat salah satu relawan mengeluarkan tas plastik berisi nasi bungkus.

Selain desa Kedungprimpen, puluhan warga di beberapa desa lain juga masih terisolir di desanya. Beberapa desa itu antara lain Desa Kedungarum, Pilang, dan Semambung.

Sementara itu, ribuan warga yang menjadi korban banjir kemarin mengungsi di posko pengunsian di Balai Desa Simorejo. Sebagian lainnya bertahan di masjid serta ada juga yang emilih untuk tinggal di rumah sanak keluarganya di Sumberrejo dan sekitarnya. (Sumber : Koran Jawapos, Radar Bojonegoro)

sumber : bojonegoro.info, 1 Januari 2008

Kamis, 27 Desember 2007

PKS Kirim 1500 Relawan Peduli Banjir di Jawa Timur

Rabu, 26/12/2007 16:07 WIB
1.500 Relawan PKS Bantu Korban Banjir di Wilayah Jatim
Pengirim: Irwan Setiawan - DetikSurabaya

Surabaya - Bencana banjir dan longsor mulai melanda daerah di Jatim, PKS Jatim melalui Pos Penanggulangan Bencana (P2B) menyerukan mengirim relawan untuk siaga bencana.

"Hari ini, 3 orang relawan P2B PKS Jatim diberangkatkan sebagai tim advance sekaligus mengawal pengiriman 60 kompor dan 4 tenda� untuk 3 lokasi bencana yaitu Ponorogo, Madiun dan Ngawi," ujar Sinari Priyanto, Sekretaris P2B PKS Jatim.

Sebelumnya pihaknya mendapat laporan dari teman-teman relawan di daerah tentang kondisi banjir di daerahnya. Seperti Pacitan yang mengirimkan SMS yang berisi, Pacitan banjir, teman-teman sekarang sedang turun ke lapangan untuk membantu.

"Relawan di daerah sudah melakukan upaya pertolongan pertama para pengungsi yang sedang melakukan evakuasi termasuk mendirikan dapur umum. Relawan PKS juga membantu pengadaan konsumsi. Satu dokter juga telah disiagakan untuk memeriksa kondisi warga dan memberikan obat-obatan," tegasnya.

Pihaknya menyiapkan 1.500 relawan yang siap diterjunkan bila sewaktu-waktu bencana menimpa. Terutama didaerah yang dulu pernah tertimpa bencana serupa. Seperti Jember, Trenggalek, Situbondo, dan Mojokerto. (pksjatim@indosat.net.id) (fat/fat)

PKS Jatim Peduli Bencana (2) : P2B PKS Evakuasi Ratusan Korban Banjir Ngawi

Evakuasi 600 Korban diatap genteng dengan Perahu Sewaan
Friday, 28 December 2007

Relawan P2B PKS di Ngawi berhasil melakukan evakuasi 600 penduduk yang terjebak diatas genting rumah dengan menggunakan kapal dengan daya tampung 7 orang. “Kami menyewa 3 perahu untuk melakukan evakuasi warga yang terpaksa haru berada diatas genting rumah dan diatas pohon. Sejumlah 600 orang korban berhasil dievakuasi selam a2 hari”, ujar Dedy S, Ketua DPD PKS kabupaten Ngawi. “Kami mendapatkan support para Relawan P2B dari daerah lain yang berjumlah 40 orang. Untuk itu kami membuka posko dijalan kantor pos geneng,” lanjut dedy. Para relawan bertugas melakukan evakuasi, dapur umum, dan makanan, serta obat-obatan. "sampai malam hari ini, banjir dingawi masih belum surut. Masih banyak orang yang terjebak diatas genting," kata Yusuf ahyani, kordinator P2B PKS Jatim yang juga berada dilokasi bencana Ngawi.

“Kondisi di Ngawi cukup parah. Di kecamatan Kwadungan sejumlah 14 desa terendam air, ini artinya 100%. Sedangkan di desa Pungkur ada 4 desa yang terendam air. Kecamatan Ngawi sendiri hamper sebagian besar terendam air, kecamatan Pitu sebagian besarjuga terendam air. Adapun di kecamatan Mantingan , banjir memutus jalur Surabay Solo. “Hingga saat ini (kamis malam), masih ada ribuan warga yang belum terevakuasi,” ujar dedy menjelaskan.

“Kami sudah ketar-ketir ketika pada hari selasa lalu, sejak siang sampai subuh hujan terus menerus turun. Dan ternyata kecurigaan kami terbukti, ketika pada rabu pagi, air dengan cepat merendam. Dalam hitungan 1 Jam ketinggian air sudah 1 Meter. Akibatnya ribuan warga tidak sempat mengungsi, rumahnya sudah terendam air,” kata Dedy menceritakan.

Sedangkan diponorogo, P2B membuka posko di jl parikesit no. 92. Relawan P2B pks diponorogo membuka dapur umum dan membagikan 3000 bungkus makanan perharinya. Selain itu, Para relawna P2B berhasil melakukan evakuasi terhadap 200 orang warga yang terjebak diatas genting dan lantai dua rumahnya,” ujar Yusuf Ahyani.

PKS Jatim Peduli Bencana (1)

PKS Kirim Bantuan ke Tiga Daerah Banjir
Thursday, 27 December 2007
Suarasurabaya.net - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengirimkan bantuan ke tiga daerah yang mengalami banjir yakni Ponorogo, Ngawi dan Madiun. Bantuan berupa 60 kompor dan 4 tenda. SINAR PRIYATNO Sekretaris Pos Penanggulangan Bencana PKS Jawa Timur pada MARTHA reporter Suara Surabaya, Rabu (26/12), mengatakan, hari ini juga dikirim 4 relawan ke daearah-daerah bencana.


Relawan di daerah juga sudah melakukan upaya penolongan pertama untuk para pengungsi yang sedang melakukan evakuasi termasuk mendirikan dapur umum. Relawan PKS juga membantu pengadaan konsumsi. Satu dokter juga telah disiagakan untuk memeriksa kondisi warga dan memberikan obat-obatan.

Sementara itu Asisten III Kesra Pemprop Jawa Timur dan Kepala Dinas Pemprop Jawa Timur saat dikonfirmasi MARTHA, masih melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Satlak Penanggulangan Bencana di kabupaten-kabupaten yang tergenang banjir di Jawa Timur. (kss/tin)

Senin, 19 November 2007

PKS Bojonegoro Siaga Bantu Korban Puting Beliung

PKS Jawa Timur
Puting Beliung Melanda, PKS Siap Siaga

Angin Puting Beliung menerjang Kecamatan Kepohbaru dan Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, Jawa Timur pada Ahad (11/11), sekitar pukul 14.30 Wib. Saat itu langit mendung tebal, dan diiringi hujan lebat. “Tiba-tiba dari arah timur muncul suara menderu. Dalam hitungan detik rumah-rumah pada roboh. Tidak ada 5 menit, semuanya hancur,” kenang Suraji (43), salah satu korban.

PK-Sejahtera Online: Sekitar pukul 11.29 Wib, Senin (12/11), siang ini, Tim Posko Pelayanan Bencana (P2B) DPD PKS Bojonegoro meninjau lokasi bencana angin Puting Beliung di Dusun Sidonganti, Desa Woro, Kecamatan Kepohbaru, dan Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro. Tim yang dipimpin Luqman Hakim ini juga akan menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan puluhan paket sembako kepada para korban.

Menurut penuturan warga, angin Puting Beliung menerjang pada Ahad (11/11), sekitar pukul 14.30 Wib. Saat itu langit mendung tebal, dan diiringi hujan lebat. “Tiba-tiba dari arah timur muncul suara menderu. Dalam hitungan detik rumah-rumah pada roboh. Tidak ada 5 menit, semuanya hancur,” kenang Suraji (43), salah satu korban. Dia menambahkan, semua warga lari keluar rumah. Mereka hanya bisa menyaksikan rumahnya diterjang angin.

Dari data di lapangan, 34 rumah warga menjadi korban angin Puting Beliung. Dari jumlah itu 12 rumah roboh, 4 rusak berat, dan sisanya rusak ringan. Ketua Tim P2B PKS Bojonegoro, Luqman Hakim, mengatakan bahwa P2B PKS Jawa Timur dalam waktu dekat akan mengirimkan bantuan dana untuk pembelian genting. Sekitar 20.000 genting dan perlengkapan pendukung rencananya akan di salurkan pada pekan ini.

Sementara itu Tri Wibowo, ketua DPD PKS Bojonegoro dalam kesempatan yang sama menyampaikan harapannya kepada masyarakat untuk tetap waspada akan datangnya bencana, mulai angin puting beliung, tanah longsor hingga banjir banding, karena cuaca pada akhir-akhir ini rawan mendatangkan bencana.