BERSIAP MENJEMPUT KEMENANGAN DI PEMILU 2014

Tampilkan postingan dengan label PKS Kab Bojonegoro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKS Kab Bojonegoro. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Mei 2008

Pemilu 2009 : PKS Bojonegoro Raih 6 Kursi DPRD sebagai

jawapos, [ Minggu, 01 Juni 2008 ]

PKS Targetkan Raih Enam Kursi Legislatif

BOJONEGORO- DPD PKS menargetkan meraih enam kursi di DPRD pada pemilu legilatif (pilleg) 2009. Target ini naik 5 kali lipat dibandingkan pemilu 2004 yang hanya meraih satu kursi. Target tersebut disampaikan Ketua DPD PKS, Tri Wibowo kepada Radar Bojonegoro sebelum pertemuan konsolidasi dan kontrak dakwah caleg PKS dari Bojoneoro dan Tuban di aula Dinas Infokom kemarin

Menurut Tri, peningkatan jumlah kursi di DPRD tersebut cukup realistis. Sebab, PKS telah dikenal oleh masyarakat hingga ke pelosok desa. Selain itu, kemenangan pilkada yang diusung PKS di sejumlah daerah di Indonesia memberikan dampak positif bagi PKS. ''Bojonegoro kita harapkan PKS mampu meraih suara yang signifikan,''kata Tri.

Target 6 kursi tersebut juga berdasarkan jumlah 5 daerah pemilihan (dapil) di Bojonegoro. ''Tiap dapil kita targetkan satu kursi. Sedangkan dapil yang sudah meraih satu kursi, kita tambah menjadi dua kursi,''ujarnya. Dari 6 kursi tersebut 3 ditargetkan diraih oleh kader PKS, sedangkan 3 lainnya dari non kader.

Dalam pertemuan tersebut, mantan pengurus DPC Partai Demokrat, Gatot Agung Dwi Satoto terdaftar sebagai caleg PKS dari dapil III. Sedangkan pengusaha mebel yang pernah ikut penjaringan cabup dan cawabup dari PKB, M. Cholil juga terdaftar sebagai caleg PKS dari dapil VI. Keduanya menempati nomor urut 1 dimasing-masing dapil.

Sementara itu, humas DPW PKS Jatim, Irwan Setyawan mengatakan PKS mengakomodir caleg perempuan. ''Tiap dapil caleg perempuan ada 3 dari 10 caleg,''kata dia kepada Radar Bojonegoro disela-sela acara di dinas Infokom kemarin. DPW PKS optimis, PKS di Bojonegoro dan Tuban akan meraih suara yang signifikan dalam pilleg mendatang. (nas)

Minggu, 06 Januari 2008

PKS Bojonegoro Beri Hibur Anak Pengungsi Banjir

Banjir Bojonegoro: Terapi Psikologis Untuk Anak Pengungsi
Monday, 07 January 2008

Untuk membantu meringankan sebagian penderitaan mereka, kemarin (5/1) Pos Wanita Keadilan (PWK) PKS Bojonegoro mengadakan Terapi Psikologis untuk anak-anak khususnya usia sekolah. Kegiatan yang diadakan di halaman SMP Negeri 5 ini diikuti oleh sekitar 50 anak-anak pengungsi yang berasal dari desa Karangpacar dan sekitarnya.
Sepekan sudah banjir melanda kota Bojonegoro, kisah duka para pengungsi menyertai surutnya air yang merendam rumah-rumah mereka. Bahkan hingga sekarang ada sekitar 1500 KK di kecamatan Bojonegoro yang rumahnya masih terendam air. Bantuan yang terus mengalir seolah tak akan cukup mengobati penderitaan para korban banjir.

Dalam kesempatan tersebut, Dwi Ratih Kesumadewi menyampaikan bahwasanya kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk menghilangkan trauma dan beban psikologis anak-anak korban banjir khususnya yang tinggal di pengungsian. Berbagai permainan, dongeng hingga pemutaran VCD dilaksanakan untuk menghibur anak-anak pengungsi.

Kegiatan semacam ini rencananya besok (hari ini) juga akan dilaksanakan di tempat pengungsian Gedung Serba Guna Jl.KH Mansyur. Selain kegiatan tersebut kami juga memberikan bingkisan berupa alat-alat tulis dan biskuit, kata Ratih menambahkan.

Tampak keceriaan mereka anak-anak pengungsi mulai menghilangkan trauma psikologis akibat banjir yang melanda rumahnya. Semoga kegiatan ini akan sedikit meringankan beban para ibu-ibu pengungsi yang pada hari senin lusa harus segera menyiapkan anak-anaknya yang mulai masuk sekolah.

Jumat, 04 Januari 2008

PKS dan Radar Bojonegoro Salurkan Bantuan Banjir

Radar bersama PKS Salurkan Bantuan di Tiga Kecamatan
Saturday, 05 January 2008

Radar BOJONEGORO - Radar Bojonegoro bersama DPD PKS Bojonegoro kembali menyalurkan bantuan bagi korban banjir di wilayah Kota Ledre ini. Kemarin (2/1), giliran sebagian warga di Desa Kalisari, Desa Lebaksari, dan Desa Tanggungan, Kecamatan Baureno yang mendapat bantuan dari pembaca yang terkumpul di kantor Radar Bojonegoro, Jalan Ahmad Yani No. 39 Bojonegoro.

Selain mendapatkan bantuan mi instan, air mineral, dan biskuit dari pembaca Radar Bojonegoro, warga di tiga desa itu juga menerima bantuan logistik dari DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bojonegoro. Direktur Radar Bojonegoro Mundzar Fahman kemarin memberikan bantuan bersama Ketua DPD PKS Bojonegoro Tri Wibowo.

Dalam kesempatan tersebut Mundzar menyebutkan bahwa sejak hari Sabtu kemarin kami bersama PKS mendirikan Posko Bantuan Banjir di halaman Radar Bojonegoro. “Kami berterima kasih kepada para relawan P2B PKS yang telah membantu kami menyalurkan bantuan dari para pembaca,” tambahnya.
Sementara itu, beberapa donatur kemarin mendatangi kantor Radar Bojonegoro. Mereka ingin menyumbangkan bantuan untuk korban banjir. Salah satunya Keluarga Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Selain itu, pengurus Dharma Wanita Persatuan Unair dan BEM Unair juga ikut serta dalam rombongan. "Kami bersama RS Dr Soetomo Surabaya juga mengadakan pengobatan gratis yang melibatkan 25 dokter sejak 30 Desember lalu," ujar Prof. Fasich.

Rabu, 02 Januari 2008

Situasi Mengharukan P2B PKS Peduli Banjir di Bojonegoro

Banjir r Bojonegoro:Bantuan Tidak Merata, Butuh Perahu Karet Untuk Distribusi Logistik

02 January 2008
“Sejak Sabtu (29/12) pagi air mulai masuk kalitidu, purwosari, trucuk, dan Malo. Ketinggian air mencapai 1 – 3 Meter,” Ujar Joko Erwanto, Humas DPD PKS Bojonegoro. Akibat tanggul yang dijebol oleh warga, akhirnya 90% kota terendam air kecuali daerah alun-alun dan sekitarnya. Rumah saya, rumah ketua DPD juga ikut terendam,” lanjut Joko.
“Air mulai surut hari Selasa, Namun surutnya itu mengalir ke jalan-jalan yang lebih rendah sehingga di daerah kota masih terlihat genangan-genangan air yang cukup tinggi. Sampai Hari Rabu (2/1) pagi, Jl.Panglima Sudirman, Jl. Pemuda, Jl. Diponegoro, Jl. Rajawali, Jl. Mohammad Thamrin masih terendam air,” Kata Joko.

“Saat ini disekitar kota sudah banyak Posko bantuan yang berdiri namun belum ada yang memecahkan persoalan bagaimana agar bantuan logistic bisa terdistribusi secara merata. Cara pemerintah dengan menggunakan helikopter dinilai tidak efektif. Sedangkan perahu kareta yang idnilai layak jumlahnya cukup terbatas,” lanjut Joko.

“P2B PKS Bojonegoro sendiri sejak hari Sabtu telah turun kelapangan untuk turut membantu warga yang kesusahan. Kerja relawan P2B PKS Bojonegoro dibantu oleh 50 orang relawan yang dikirim oleh P2b PKS Jawa Timur berasal dari Gresik, Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo dan
Malang,” ujar Joko. “Para relawan tersebut bertugas melakukan evakuasi, mendistribusikan bantuan logistik dan membuka dapur umum,” ujarnya.

“Para relawan melakukan evakuasi dengan menggunakan perahu karet. Proses evakuasi cukup sulit dikarenakan warga yang sulit untuk dievakuasi. Sebagiannya tidak mau dievakuasi. Selain itu arus yang deras juga cukup menghambat. Awalnya kita menggunakan perahu yang mengunakan dayung tapi ternyata tidak bisa sampai ke lokasi, akhirnya kita ganti dengan perahu karet itu,” lanjutnya..

“P2B PKS Bojonegoro mendirikan 2 Posko utama dan 10 posko pembantu. Posko utama berada di Kantor DPD yang berada ditengah kota dan di kantor radar Bojonegoro. Posko utama yang berada dikantor DPD berfungsi untuk membantu warga kota yang terisolir. Sedangkan Posko utama yang berada dikantor radar berfungsi untuk mengkordinasikan para relawan, tempat penyimpanan bantuan logistic, serta dapur umum,” kata Joko.

“Sedangkan Posko pembantu berfungsi sebagai dapur umum sekaligus sebagai tempat penyaluran bantuan kepada para pengungsi. Posko itu berada di Pagangan, Purwosari, trucuk, Kota, Kalitidu, Malo, Kanor, baureno, Sumberejo, dan Balen,” lanjutnya.

“Kondisi pengungsi mulai terserang Gatal-gatal, Flu, Diare. Hal ini terdeteksi dari layanan kesehatan keliling yang dilakukan oleh relawan dokter P2B PKS. Cukup banyak bayi yang mengalami diare dikarenakan suhu udara dan susu yang tidak cocok,” kata Joko. “Yang dibutuhkan saat ini adalah bahan makanan untuk dimasak menjadi makanan siap saji, perahu karet untuk mendistribusikan bantuan, dan obat-obatan,” pungkasnya.

Bukti Kongkrit PKS Peduli Banjir Di Bojonegoro




Selasa, 01 Januari 2008

Kiprah P2B PKS Bojonegoro Dalam Peduli Korban Banjir

Sepanjang Jalan A Yani juga dijadikan posko bantuan banjir oleh sejumlah organisasi, dari parpol, LSM, ormas, serta organisasi lainnya. Mereka terus berusaha memberikan bantuan lepada para korban banjir terutama di wilayah yang terjebak banjir, berupa obat-obatan dan makanan.

Sementara pengiriman bantuan logistik berupa makanan dan obat-obatan lepada para korban banjir di Kec Kanor hingga saat ini masih terkendala dengan derasnya air yang tumpah dari sungai Bengawan Solo yang mengarah ke rumah warga. ?Airnya sangat deras, jadi bantuan sulit disalurkan,? kata Edi Santoso, tim relawan dari PKS.

Pihaknya, lanjut dia sudah mengirim bantuan ke korban banjir di sejumlah desa yang masih terisolasi terjebak banjir di antaranya Desa Grape, Kedungarum, Simbatan, Semanding dan sejumlah desa lainnya. Bantuan berupa nasi bungkus dan mi instan itu harus dikirim dengan bantuan perahu motor. ?Kalau tidak menggunakan perahu mesin, tidak bisa karena jaraknya 5 km lebih,?
tambahnya.

Selain itu, lanjut Edi, kendala tim relawan lainnya ádalah sulitnya mendapatkan perahu mesin. Sehingga, tim relawan terpaksa menyewa perahu milik warga dengan harga Rp200 ribu untuk sehari. Uang itu nantinya akan dibayar patungan oleh para korban di lokasi bencana. ?Kalau tidak demikian, kita kesulitan mengirim bantuan,? terangnya.(Nanang Fahrudin/Sindo/ahm)

sumber : okezone.com, 1 januari 2008, diolah

Kiprah P2B PKS Bojonegoro dalam Banjir Bojonegoro (2)

Para Korban Banjir Di Bojonegoro yang Masih Terisolir

Posted at 7:50 am under Bencana Alam

Makan Seadanya, Wabah Mulai Menyebar

Banjir akibat luapan air Bengawan Solo sejak Jumat (28/12) malam lalu menenggelamkan beberapa desa di Kecamatan Kanor. Ribuan warga yang tak sempat menyelamatkan diri dari kepungan banjir hingga kemarin (31/12) masih terisolir.

DIMYATI, Bojonegoro


Ratusan hewan ternak terikat berjejer di sepanjang sisi kanan jalan poros mulai Desa Bakung hingga Desa Somorejo Kecamatan Kanor. Arus lalu lintas cukup padat dari biasanya, puluhan warga hilir mudik mengendarai berbagai kendaraan bermotor.

Desa Simorejo adalah desa terakhir di ujung jalan poros tersebut yang selamat dari luapan air Bengawan Solo. Sehingga, desa itu menjadi jujukkan pertama bagi para pengungsi dari beberapa desa sekitar.

“Rasanya saya masih tidak percaya, bisa keluar dari rumah yang sejak tiga hari lalu diterjang banjir,” ujar Suparti, 40, salah satu korban banjir kemarin.

Suparti adalah satu dari delapan warga Desa Kedungprimpen Kecamatan Kanor yang menjadi rombongan pertama evakuasi tim P2B DPD PKS Bojonegoro. Wartawan koran ini juga mengikuti proses evakuasi pertama kepada warga desa setempat sekitar pukul 12.30 kemarin. Evakuasi tersebut dipimpin humas DPD PKS Joko Erwanto dengan menggunakan sebuah perahu karet.

Suparti menuturkan, dia bersama dua ribu lebih warga desa setempat tidak pernah menyangka jika banjir besar bakal menenggelamkan desa mereka. Meski berdekatan dengan Bengawan Solo, dia mengaku tidak pernah membayangkan, apalagi mengalami bencana banjir seperti saat ini.

Dia menceritakan, sekitar pukul 22.30 Jumat lalu, tiba-tiba datang air dengan volume cukup besar menggenangi rumah mereka. Saat itu, dia bersama anggota keluarganya yang lain sedang tertidur lelap. Ia pun dibangunkan air yang semakin meningginya yang hampir menyentuh dipan tempatnya tidur. “Air yang masuk rumah terlalu deras, sampai-sampai saya hanya tercengang setengah tidak percaya,” katanya.

Karena kejadiannya begitu cepat, ia pun tidak sempat berfikir untuk menyelamatkan seluruh barang-barang berharganya. Bersama suaminya, Sutrisno, ia pun berinisiatif untuk menumpuk dipan dengan meja serta benda-benda lain agar terhindar dari genangan air yang terus meninggi. Tempat itulah yang ia jadikan penyelamatan “terakhir” bersama keluarganya dari kepungan banjir malam itu.

Baru beberapa saat kemudian, ia teringat dengan hewan-hewan ternak peliharaannya yang berada di belakang rumah. “Sekitar 40 ayam dan itik saya hilang terbawa arus air. Untungnya, seekor sapi piliharaan kami berhasil diselamatkan suami saya. Kemudian sapi itu dibawa berenang menuju tempat yang agak tinggi,” ujarnya.

Suparti mengatakan, sepanjang malam itu, ia bersama keluarganya tak lagi dapat memejamkan mata. Yang ada di fikiran mereka, lanjut dia, adalah bagaimmana bisa selamat dari kepungan banjir tersebut.

Dia menambahkan, hingga Sabtu pagi bantuan logistik dan pertolongan yang diharapkan tidak juga datang. Akhirnya ia berusaha mencari beras simpanannya yang sudah terlanjur tenggelam. “Meski sudah terkena air, beras itu tetap saya masak dengan peralatan seadanya. Jika tidak, lalu kami mau makan apa,” kata dia dengan mata berkaca-kaca.

Dia mengaku, awalnya dia dan keluarganya hanya makan nasi putih degan lauk seadanya yang diperoleh dari tetangga. Untungnya, Minggu siang ia bersama beberapa warga lainnya “kejatuhan” mie instan yang didrop menggunakan helikopter.

“Saat tadi (kemarin) saya melihat ada perahu datang, harapan hidup untuk lebih panjang kami muncul kembali,” ujarnya.

Sebab, lanjut dia, selain menipisnya persediaan makanan yang mereka miliki. Wabah akibat banjir juga sudah mulai menyebar di desa setempat. Beberapa balita dan anak-anak desa setempat mulai mengeluhkan badannya panas. Serta sebagian lainnya mengaku gatal-gatal.

Evakuasi yang dilakukan kemarin tidak terbilang gampang. Dari Desa Simorejo tim evakuasi membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan menggunakan perahu karet motor. Selain itu, arus yang cukup deras serta angin yang kencang menambah tingkat kesulitan proses evakuasi. (Sumber : Koran Jawapos, Radar Bojonegoro)

sumber : bojonegoro.info, 1 Januari 2008

Kiprah P2B PKS Bojonegoro dalam Bencana Banjir (1)

Ribuan Warga Masih Terisolir

Posted at 7:55 am under Bencana Alam

Ribuan warga Bojonegoro yang menjadi korban banjir di beberapa desa di Kecamatan Kanor hingga siang kemarin (31/12) masih terjebak di desanya masing-masing. Selain karena ketinggian air rata-rata di atas 1,5 meter. Mereka tidak dapat meninggalkan rumahnya disebabkan belum adanya tim evakuasi yang datang di desa setempat.

Di Desa Kedungprimpen misalnya, desa dengan jumlah penduduk lebih dari 2 ribu jiwa itu mayoritas warganya masih tertahan di rumah masing-masing. Hanya, beberapa pria dewasa yang nekat keluar dari desa untuk mencari bantuan.

“Kami keluar desa dengan berenang dan akhirnya menumpang perahu warga desa tetangga. Jika tidak, bisa jadi kami akan terisolir lebih lama,” kata Slamet, 27, salah satu warga Desa Kedungplumpang kepada Radar Bojonegoro kemarin (31/12).

Dia mengatakan, sejak menginjakkan kaki di “daratan”, dia sudah berusaha mencari bantuan agar ada tim evakuasi yang datang ke desanya. Namun, diperkirakan karena keterbatasan perahu usahanya belum membuahkan hasil hingga Senin siang kemarin.

“Meskipun ada, kadang perahu tersebut digunakan untuk evakuasi warga yang ada di desa lain. Padahal, desa kami terhitung yang paling parah, karena berada paling jauh dari tempat aman,” ujarnya.

Sementara itu, saat Radar Bojonegoro bersama tim evakuasi P2B DPD PKS Bojonegoro mendatangi desa setempat kemarin siang. Puluhan warga berteriak memita agar didahulukan untuk dievakuasi.

Bahkan, puluhan warga tersebut langsung menyerbu ketika perahu karet yang digunakan untuk evakuasi merapat ke salah satu rumah warga. Mereka juga saling berebut makanan saat salah satu relawan mengeluarkan tas plastik berisi nasi bungkus.

Selain desa Kedungprimpen, puluhan warga di beberapa desa lain juga masih terisolir di desanya. Beberapa desa itu antara lain Desa Kedungarum, Pilang, dan Semambung.

Sementara itu, ribuan warga yang menjadi korban banjir kemarin mengungsi di posko pengunsian di Balai Desa Simorejo. Sebagian lainnya bertahan di masjid serta ada juga yang emilih untuk tinggal di rumah sanak keluarganya di Sumberrejo dan sekitarnya. (Sumber : Koran Jawapos, Radar Bojonegoro)

sumber : bojonegoro.info, 1 Januari 2008

Kamis, 27 Desember 2007

PKS Bojonegoro Berantas DBD

Cegah DBD, PKS Beri Fogging Gratis
okezone.com
BOJONEGORO - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bojonegoro menggelar penyuluhan kesehatan di 11 kecamatan di Bojonegoro. Selain itu PKS juga memberikan pengasapan (fogging) gratis kepada masyarakat.

"Kurangnya pengetahuan tentang menjaga kesehatan menjadi penyebab tingginya angka kematian di masyarakat," kata Ketua Bidang Kewanitaan DPD PKS Bojonegoro Dwi Ratih Kesumadewi, Jawa Timur, Minggu (23/12/2007).

Penyuluhan yang juga digelar itu, untuk memberikan pengetahuan pada masyarakat tentang pentingnya kesehatan diri dan lingkungan keluarga, khususnya ibu dan anak.

Selain itu, kesehatan masyarakat banyak terganggu dengan banyaknya makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya beredar di tengah masyarakat, mulai dari penambahan zat Formalin hingga MSG yang berlebihan dalam makanan. "Makanya kami menyerukan pemerintah agar lebih tegas lagi memberantas zat berbahaya itu," terangnya.

Selain penyulkuhan, PKS juga terus melakukan fogging di berbagai tempat, terutama daerah yang rawan terjangkit demam berdarah. Menurut humas PKS Bojonegoro Joko Erwanto, pengasapan (fogging) di rumah-rumah penduduk dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah. "Bagi masyarakat yang berkenan lingkungannya di-fogging dapat menghubungi PKS," tegasnya.
(Nanang Fahrudin / Sindo / ism)

PKS dan Hari Ibu (7) : PKS Bojonegoro Peduli Kesehatan

Gratis!!! PKS Gelar Penyuluhan Kesehatan dan Fogging
Thursday, 27 December 2007

Beritajatim.com - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat, Bidang Kewanitaan DPD PKS Bojonegoro menggelar secara serentak penyuluhan kesehatan di seluruh Pos Wanita Keadilan (PWK) yang tersebar di 11 kecamatan di Bojonegoro. Kegiatan yang digelar hari Minggu (23/12/2007) tersebut mengambil tema "Ibu Sehat, Keluarga Sehat, Bangsa Kuat". Menurut Ketua Bidang Kewanitaan DPD PKS Bojonegoro, Dwi Ratih Kesumadewi, kegiatan ini diadakan bertujuan memberikan pengetahuan pada masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan lingkungan keluarga, khususnya ibu dan anak.

"Kurangnya pengetahuan tentang bagaimana menjaga kesehatan diri dan lingkungan menjadi faktor utama penyebab tingginya angka kematian di masyarakat," kata Ratih.

Bahkan, lanjutnya, hal ini diperparah lagi dengan masih banyaknya makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya beredar di tengah masyarakat, mulai dari penambahan zat formalin hingga MSG yang berlebihan dalam makanan.

Untuk itu, dalam kesempatan tersebut PWK PKS Bojonegoro menyerukan kepada pemerintah agar lebih tegas lagi dalam upayanya memberantas makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya bagi tubuh manusia. Kalau perlu para produsen nakal yang tidak mengindahkan ketentuan pemerintah segera ditindak dan ditutup pabriknya.

Joko Erwanto, Humas PKS Bojonegoro menambahkan bahwa selain penyuluhan kesehatan, PWK juga mengadakan pemberian makanan tambahan bagi ibu dan anak serta pengasapan (fogging) di rumah-rumah penduduk untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah.

Bagi masyarakat yang berkenan lingkungannya di-fogging dapat menghubungi sekretariat PKS terdekat.(bj2)

PKS Jatim dan Hari Ibu (6) : PKS Bojonegoro dan Lamongan

PKS Bojonegoro dan Lamongan Sambut Hari Ibu dengan Peduli

Thursday, 27 December 2007
Radar Bojonegoro - Bidang Kewanitaan DPD PKS Bojonegoro kemarin (23/11) menggelar penyuluhan dan fogging (pengsapan) gratis untuk masyarakat. Kegiatan itu dihelat di Pos Wanita Keadilan (PWK) yang tersebar di 11 kecamatan di Bojonegoro. Menurut Ketua Bidang Kewanitaan DPD PKS Bojonegoro, Dwi Ratih Kusumadewi, kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Terutama pentingnya kesehatan diri, lingkungan, serta keluarga, khususnya ibu dan anak. "Karena itu, tema kita adalah ibu sehat, keluarga sehat, bangsa kuat," ujarnya.

Humas DPD PKS Bojonegoro Joko Erwanto menambahkan, selain penyuluhan kesehatan, PWK juga memberikan makanan tambahan bagi ibu dan anak. Sedangkan fogging, langsung dilakukan di rumah-rumah penduduk.

Sementara itu, kemarin PWK PKS Lamongan menggelar pengobatan di 5 kecamatan. Yakni, Paciran, Brondong, Pucuk, Sukodadi, dan Deket. Kegiatan ini dipimpin Amin Umamah, Ketua PWK. Humas DPD PKS Lamongan Hendri mengungkapkan, selain pengobatan gratis, juga digelar penyuluhan kesehatan dan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita. (dim/feb)

Senin, 19 November 2007

PKS Bojonegoro Siaga Bantu Korban Puting Beliung

PKS Jawa Timur
Puting Beliung Melanda, PKS Siap Siaga

Angin Puting Beliung menerjang Kecamatan Kepohbaru dan Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, Jawa Timur pada Ahad (11/11), sekitar pukul 14.30 Wib. Saat itu langit mendung tebal, dan diiringi hujan lebat. “Tiba-tiba dari arah timur muncul suara menderu. Dalam hitungan detik rumah-rumah pada roboh. Tidak ada 5 menit, semuanya hancur,” kenang Suraji (43), salah satu korban.

PK-Sejahtera Online: Sekitar pukul 11.29 Wib, Senin (12/11), siang ini, Tim Posko Pelayanan Bencana (P2B) DPD PKS Bojonegoro meninjau lokasi bencana angin Puting Beliung di Dusun Sidonganti, Desa Woro, Kecamatan Kepohbaru, dan Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro. Tim yang dipimpin Luqman Hakim ini juga akan menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan puluhan paket sembako kepada para korban.

Menurut penuturan warga, angin Puting Beliung menerjang pada Ahad (11/11), sekitar pukul 14.30 Wib. Saat itu langit mendung tebal, dan diiringi hujan lebat. “Tiba-tiba dari arah timur muncul suara menderu. Dalam hitungan detik rumah-rumah pada roboh. Tidak ada 5 menit, semuanya hancur,” kenang Suraji (43), salah satu korban. Dia menambahkan, semua warga lari keluar rumah. Mereka hanya bisa menyaksikan rumahnya diterjang angin.

Dari data di lapangan, 34 rumah warga menjadi korban angin Puting Beliung. Dari jumlah itu 12 rumah roboh, 4 rusak berat, dan sisanya rusak ringan. Ketua Tim P2B PKS Bojonegoro, Luqman Hakim, mengatakan bahwa P2B PKS Jawa Timur dalam waktu dekat akan mengirimkan bantuan dana untuk pembelian genting. Sekitar 20.000 genting dan perlengkapan pendukung rencananya akan di salurkan pada pekan ini.

Sementara itu Tri Wibowo, ketua DPD PKS Bojonegoro dalam kesempatan yang sama menyampaikan harapannya kepada masyarakat untuk tetap waspada akan datangnya bencana, mulai angin puting beliung, tanah longsor hingga banjir banding, karena cuaca pada akhir-akhir ini rawan mendatangkan bencana.