BERSIAP MENJEMPUT KEMENANGAN DI PEMILU 2014

Tampilkan postingan dengan label Pemberdayaan Perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemberdayaan Perempuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Mei 2008

Sambut Hari Kartini, Kader PKS Bagi-bagi Bunga di Mal

Surabaya Detiksurabaya.com- PKS Jawa Timur menggelar aksi simpatik di beberapa kabupaten kota memperingati Hari Kartini. Aksi ini digelar sebagai salah satu upaya memberi gerakan penyadaran kepada kaum perempuan. Kaum hawa masih punya harapan untuk bangkit dan memberi kontribusi untuk membangun Negara.

Aksi simpatik di Surabaya ini digelar di Royal Plaza Surabaya, Minggu (20/4/2008). Aksi dimulai pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB. 50 kader wanita PKS menyapa kaum� perempuan yang datang di mal dengan memberi bunga berisi pesan untuk mereka beserta brosur berisi harapan-harapan kaum perempuan Indonesia.

Diantara pesan itu adalah Perempuan Tangguh Tonggak Kemajuan Bangsa, Perempuan Indonesia menyongsong era baru, Perempuan Indonesia Taqwa, Cerdas, Berdaya, dan Berbudaya.

Ketua Deputi Jaringan Lembaga Bidang Kewanitaan DPW PKS Jatim, Dwi Sulistiyorini yang juga korlap aksi mengatakan pihaknya ingin memberi semangat kaum perempuan untuk terus berkarya, mengingat keadaan ekonomi yang kian sulit.�

"Semangat Ibu Kartini untuk mengubah kaum perempuan dari kegelapan menuju cahaya terang benderang merupakan semangat yang harus terus dipupuk oleh kaum perempuan saat ini, Jangan sampai cita-cita Kartini itu kandas," ujar Dwi.

Pengunjung yang mendapat bunga terlihat antusias dan senang. Bahkan ada yang terlihat menukarkan bunganya dengan warna lain. Namun uniknya, ada pengunjung muda yang lupa kapan Hari Kartini itu berlangsung.

"Selain itu, partisipasi perempuan dalam politik yang masih rendah merupakan tantangan kaum perempuan untuk meningkatkan kapasitasnya. Komitmen untuk mewujudkan pemberdayaan perempuan harus merupakan komitmen bersama," ujarnya.

Untuk turut menyelesaikan problematika perempuan, pihaknya telah menyerukan ke seluruh kader dan simpatisan untuk melakukan aksi tanggap gizi. Masing-masing kader dan simpatisan diserukan untuk menyumbangkan minimal satu liter beras.

"Selain itu, Kewanitaan PKS juga melakukan gerakan terpadu untuk pemberdayaan perempuan melalui Pos Wanita Keadilan," pungkasnya. (pksjatim@indosat.net.id)

Kamis, 27 Desember 2007

PKS Jatim dan Hari Ibu (11-Habis) : PKS Madiun

RADAR MADIUN
Minggu, 23 Des 2007

Peringatan Hari Ibu juga digelar PWK PKS Kabupaten Madiun dalam bentuk bakti sosial pemeriksaan kesehatan ibu. Acara diadakan di kantor DPD PKS Kabupaten Madiun. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap wanita khususnya ibu. Karena, peran ibu yang sangat strategis dalam keluarga, masyarakat dan bangsa.

PKS Jatim dan Hari Ibu (9) : PKS Surabaya Penyuluhan Bahaya Narkoba

Penyuluhan Bahaya Narkoba dengan Peran Ibu
| Kamis 23/12/2007 13:45:05 |
Surabaya - Surabaya Post

Infromasi tentang bahaya narkoba harus dilakukan sejak dini karena bisa mengintai siapa saja. Dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember kemarin, Pos Wanita Keadilan (WK) dari Bidang Kewanitaan DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kota Surabaya mengelar penyuluhan bahaya narkoba serentak di empat kelurahan, Minggu (23/12).

“Kegiatan ini memnang disengaja ditujukan bagi ibu-ibu di kelurahan bersangkutan. Alasannya, ibu merupakan pendidik utama dan pertama dalam keluarga. Jadi bila pengetahuan tentang narkobanya lengkap, maka bisa membimbing anaknya sejak dini,” ujar Humas PKS kota Surabaya Agis Firdaus pendopo Kelurahan Karang Pilang.

Empat titik penyuluhan narkoba yaitu kelurahan Karang Pilang, Gayungan, Genteng dan Bubutan. Dalam acara yang mengandeng Polres Surabaya Selatan bidang Bina Mitra ini, ada sekitar 150 ibu disetiap lokasi penyuluhan yang ikut ambil bagian.

Selain penyuluhan bahaya narkoba, Pos Wk DPD PKS kota Surabaya juga menggelar penyuluhan kesehatan ibu dan ank di sekitar delapan kelurahan. Diantaranya, Tambaksari, Sukolilo, Wonocolo, Wonokromo, Asemrowo, Sawahan, Pabeancantikan dan Dukuh Pakis.

Acara yang akan berlanjut pada 28 Desember nanti ini juga mengajak kaum bapak dan anak-anak bergembira. Diantaranya dengan diadakannya lomba masak khusus bapak-bapak yang akan dinilai oleh ibu-ibuya. Selain itu juga ada kegiatan lomba ekspresi cinta anak untuk ibu. “Dalam kegiatan ini anak-anak bisa membacakan puisi atau menyanyi sesuai keingginnya yang penting memperlihatkan rasa cinta kepada ibunya,” tuturnya.(dya)

PKS Jatim dan Hari Ibu (8) : PKS Gresik Peduli Lansia

Peringati Hari Ibu, PKS Gresik Obati Lansia
Thursday, 27 December 2007

beritajatim.com - Memaknai Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember, Pos Wanita Keadilan (PWK) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Gresik menyelenggarakan pengobatan gratis bagi ibu-ibu lanjut usia (lansia) di Desa Kandangan, Cerme Gresik Minggu (23/12/2007).Menurut Ketua Bidang Kewanitaan DPD PKS Gresik, Siti Maimunah, penyelenggaraan pengobatan gratis untuk ibu-ibu lansia di desa ini sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meningkatkan tingkat pelayanan kesehatan bagi kaum perempuan khususnya ibu usia lanjut yang tinggal di pedesaan . "Dengan momentum Hari Ibu kita mendorong masyarakat dan pemerintah untuk menempatkan kedudukan ibu-ibu yang telah usia lanjut ini dengan menyediakan dan mempermudah sarana dan prasarana untuk pelayanan kesehatannya," katanya.

Maimunah menambahkan, belum terbangunnya kesadaran di masyarakat untuk memberikan tempat pelayanan bagi ibu-ibu lansia semestinya menjadi keprihatinan bagi semua elemen masyarakat. "Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk lansia perlu disejajarkan tingkat dukungan dan pelayanannya dengan Posyandu untuk anak-anak balita"," tambahnya.

"Kita mendorong seluruh elemen untuk menempatkan ibu-ibu lansia sebagai orang tua yang layak kita hormati dengan memberikan pelayanan yang dibutuhkan dan bukan menganggap sebagai beban hanya karena sudah berkurang produktifitasnya," tegas wanita yang akrab disapa Uun ini.

Dia mengingatkan, meskipun program ini diyakini bukan program yang populer bagi parpol-parpol karena tidak berpotensi menggelembungkan suara pemilih, tapi perlu didukung semua pihak mengingat populasi lansia akan terus bertambah.

Dalam program yang didukung tim Pelayanan Rakyat Adil Sejahtera (PRAS) DPD PKS Gresik ini tercatat melayani sebanyak 92 peserta ibu-ibu lansia dengan berbagai keluhan kesehatan dengan seorang tenaga dokter dan beberapa tenaga pembantu yang semuanya wanita.

"Kami akan menggelindingkan program semacam ini secara bergilir di beberapa lokasi antara lain di Balonggpanggang dan Kedamean", jelas Maimunah. (bj2)

PKS dan Hari Ibu (7) : PKS Bojonegoro Peduli Kesehatan

Gratis!!! PKS Gelar Penyuluhan Kesehatan dan Fogging
Thursday, 27 December 2007

Beritajatim.com - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat, Bidang Kewanitaan DPD PKS Bojonegoro menggelar secara serentak penyuluhan kesehatan di seluruh Pos Wanita Keadilan (PWK) yang tersebar di 11 kecamatan di Bojonegoro. Kegiatan yang digelar hari Minggu (23/12/2007) tersebut mengambil tema "Ibu Sehat, Keluarga Sehat, Bangsa Kuat". Menurut Ketua Bidang Kewanitaan DPD PKS Bojonegoro, Dwi Ratih Kesumadewi, kegiatan ini diadakan bertujuan memberikan pengetahuan pada masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan lingkungan keluarga, khususnya ibu dan anak.

"Kurangnya pengetahuan tentang bagaimana menjaga kesehatan diri dan lingkungan menjadi faktor utama penyebab tingginya angka kematian di masyarakat," kata Ratih.

Bahkan, lanjutnya, hal ini diperparah lagi dengan masih banyaknya makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya beredar di tengah masyarakat, mulai dari penambahan zat formalin hingga MSG yang berlebihan dalam makanan.

Untuk itu, dalam kesempatan tersebut PWK PKS Bojonegoro menyerukan kepada pemerintah agar lebih tegas lagi dalam upayanya memberantas makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya bagi tubuh manusia. Kalau perlu para produsen nakal yang tidak mengindahkan ketentuan pemerintah segera ditindak dan ditutup pabriknya.

Joko Erwanto, Humas PKS Bojonegoro menambahkan bahwa selain penyuluhan kesehatan, PWK juga mengadakan pemberian makanan tambahan bagi ibu dan anak serta pengasapan (fogging) di rumah-rumah penduduk untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah.

Bagi masyarakat yang berkenan lingkungannya di-fogging dapat menghubungi sekretariat PKS terdekat.(bj2)

PKS Jatim dan Hari Ibu (6) : PKS Bojonegoro dan Lamongan

PKS Bojonegoro dan Lamongan Sambut Hari Ibu dengan Peduli

Thursday, 27 December 2007
Radar Bojonegoro - Bidang Kewanitaan DPD PKS Bojonegoro kemarin (23/11) menggelar penyuluhan dan fogging (pengsapan) gratis untuk masyarakat. Kegiatan itu dihelat di Pos Wanita Keadilan (PWK) yang tersebar di 11 kecamatan di Bojonegoro. Menurut Ketua Bidang Kewanitaan DPD PKS Bojonegoro, Dwi Ratih Kusumadewi, kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Terutama pentingnya kesehatan diri, lingkungan, serta keluarga, khususnya ibu dan anak. "Karena itu, tema kita adalah ibu sehat, keluarga sehat, bangsa kuat," ujarnya.

Humas DPD PKS Bojonegoro Joko Erwanto menambahkan, selain penyuluhan kesehatan, PWK juga memberikan makanan tambahan bagi ibu dan anak. Sedangkan fogging, langsung dilakukan di rumah-rumah penduduk.

Sementara itu, kemarin PWK PKS Lamongan menggelar pengobatan di 5 kecamatan. Yakni, Paciran, Brondong, Pucuk, Sukodadi, dan Deket. Kegiatan ini dipimpin Amin Umamah, Ketua PWK. Humas DPD PKS Lamongan Hendri mengungkapkan, selain pengobatan gratis, juga digelar penyuluhan kesehatan dan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita. (dim/feb)

PKS Jatim dan Hari Ibu (5)

Maknai Momentum Hari Ibu,Sadarkan Bahaya Narkoba
Sunday, 23 December 2007

Memaknai momentum hari Ibu, Bidang Kewanitaan PKS Jawa Timur melalui Pos Wanita Keadilan (PWK) menggelar secara serentak penyuluhan Narkoba untuk Sadarkan para ibu tentang Bahaya Narkoba, penyuluhan kesehatan ibu dan anak, dan layanan kesehatan untuk para ibu dan anak diseluruh PWK yang tersebar di Jawa Timur pada tanggal 23 Desember. “Pihaknya menggulirkan kegiatan untuk kaum Ibu dengan tajuk Ibu Sehat, Keluarga Sehat, Bangsa Kuat,” demikian ujar Karuniawati, Ketua Bidang Kewanitaan DPW PKS Jawa Timur.

“BERBICARA tentang kualitas kesehatan masyarakat Indonesia khususnya para ibu, harus diakui bahwa kondisinya masih memprihatinkan. Dari hasil survei Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index/HDI) yang dikeluarkan oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), saat ini (2002) kondisi kesehatan masyarakat Indonesia berada di peringkat 110 dari 173 negara, terendah di Asia Pasifik. Peringkat ini lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya yaitu 104 (1995), 105 (1999), 109 dari 174 negara (2000), 102 dari 162 negara (2001),” ujar Karuniawati,

“Lebih mengkhawatirkan, buruknya kondisi kesehatan ini masih diperparah dengan kian
maraknya napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif). Harapannya pada momentum hari Ibu ini, orang menjadi ingat bahwa tugas untuk memberdayakan keluarga adalah peran yang sangat penting. Bahwa sesungguhnya keluargalah, 'senjata ampuh' untuk memerangi merebaknya napza,” lanjut Karuniawati.

”Hanya keluarga yang mempunyai ketahananlah, bahagia dan sehat, yang mampu mengeliminasi kemungkinan anggota keluarganya (terutama anaknya) untuk tidak terjebak napza. Namun pihaknya juga menghimbau bahwa peran suami sebagai bapak memegang peranan sangat penting. Oleh karenanya dalam momentum hari ibu ini, pihaknya juga melibatkan para bapak didalamnya,” ujar Karuniawati.

”Melalui Pos Wanita Keadilan (PWK), pihaknya berupaya untuk turut serta memberikan pencerahan tentang pentingnya pemberdayaan seorang ibu dalam keluarga. Juga bagaimana para bapak bisa memberikan dukungan dan menghargai peran istri sebagai seorang ibu apapun aktivitasnya,” ujar Karuniawati.

”Di Surabaya, Kegiatan Pos Wanita Keadilan akan diadakan di 9 Titik Kecamatan dengan pusat kegiatan di Pendopo Kelurahan Karang Pilang. Rencananya akan digelar Lomba Masak untuk Para Bapak, Penyuluhan Bahaya Narkoba untuk para Ibu, dan ekspresi Cinta untuk para anak kepada Ibunya,” pungkas Karuniawati

Senin, 17 Desember 2007

PKS Jatim Diskusikan Kekerasan terhadap Perempuan (1)

Diskusi Kekerasan Terhadap Perempuan

Surabaya - Surabaya Post
Konjen AS di Surabaya, Carryn Mc Cllelan, menyatakan, kekerasan terhadap perempuan bukan hal baru di Amerika Serikat. Sejak abad 16 pemerintah kolonial telah membuat peraturan, barang siapa memukul wanita bersuami akan mendapat hukuman cambuk atau diusir dari gereja.

“Sejak dulu pemerintah Amerika sudah mengantisipasi kekerasan dalam rumah tangga. Tetapi pada dekade 1960-1970-an peraturan yang menghukum laki-laki jika melakukan kekerasan terhadap perempuan, tidak seluruhnya dijalankan. Pertimbangannya, khawatir keluarga yang suaminya dipenjara jatuh miskin,” katanya dalam sarasehan perempuan Hentikan Kekerasan dengan Pemberdayaan Perempuan yang digelar Partai Keadilan Sejahtera, di Hotel Simpang, Minggu (16/12).

Alasan itu pula yang membuat pemerintah Amerika setengah hati menjalankan peraturan tersebut. Bahkan dalam perkembangan terakhir, urusan rumah tangga dianggap urusan pribadi seseorang. Akibatnya pemerintah sedikit kesulitan menangani bila terjadi masalah kekerasan dalam rumah tangga.

Sementara menurut, Ketua Departemen Kajian Wanita DPP PKS, Eko Yunianti, masalah perempuan sangat penting dibahas. Ini dilakukan agar tidak terulang kembali masalah kekerasan seperti yang terjadi pada Nila. (tqi)

sumber : Surabayapost.info, Senin 16/12/2007 12:54:19

Sabtu, 15 Desember 2007

PKS Jatim dan Hari Ibu (4)

Sambut Hari Ibu, PKS Sadarkan Warga Surabaya

15 Desember 2007, 17:48:59, Laporan Eddy Prasetyo

suarasurabaya.net| Sambut Hari Ibu, sebanyak 25 kader perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur lakukan unjukrasa di depan Gedung Negara Grahadi, Sabtu (15/12).

Dalam aksi tersebut, mereka membentangkan spanduk sambil memakai caping serta membagikan brosur pada pengguna Jl. Gubernur Suryo mengenai tips mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

DYAH PELITAWATI humas aksi unjukrasa ini pada suarasurabaya.net mengatakan posisi perempuan dalam masyarakat saat ini sangat memprihatinkan. “Saat ini perempuan belum mendapatkan peran yang semestinya dalam masyarakat. Konstruksi sosial yang serba patriarkis menempatkan perempuan berada dalam posisi yang lemah,” kata DYAH.

Ini, kata DYAH, bisa terlihat dari masih besarnya angka KDRT di Jawa Timur. “Kitaingin agar perempuan bisa keluar dari masalah KDRT ini. Cara agar mereka bisa keluar adalah dengan melakukan pemberdayaan terhadap mereka,” ujar DYAH.

Agar terhindar dari KDRT, tambah DYAH, perempuan harus memperluas wawasan keagamaan, keperempuanan, menjalin komunikasi harmonis dengan suami, anak-anak dan angota keluarga lain, dan berkomunikasi dengan sesama perempuan.

Jika sudah terjadi KDRT, lanjut dia, segera menghubungi konseling keluarga terdekat jika permasalahan keluarga tak bisa dipecahkan secara internal dan menghilangkan sungkan serta rikuh jika menemui KDRT saat membawa permasalahan ini ke orang yang berkompeten.(edy)

Teks Foto :
- Aksi unjukrasa PKS menyambut Hari Ibu di depan Grahadi.
Foto : EDDY suarasurabaya.net

sumber : suarasurabaya.net, 15 Desember 2007
url : http://www.suarasurabaya.net/v05/kelanakota/?id=e2c3eb3b93db1deb047582cd024afcd9200747170

PKS Jatim dan Hari Ibu (3)

Kasus KDRT Jatim Naik Empat Kali Lipat
Reporter : Anas Pandu Gunawan

Surabaya - Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) naik hingga empat kali lipat di tahun 2007 ketimbang tahun sebelumnya. Ini menunjukkan posisi wanita semakin lemah dan tidak dihargai.

"Data dari Komnas HAM mencatat kasus KDRT di Jatim naik hingga 22 ribu kasus. Ini jauh lebih tinggi ketimbang tahun lalu yang hanya 4 ribu kasus," jelas Diah Pelitawati, jubir PKS bidang Pemberdayaan Wanita DPW PKS Jatim, Sabtu (15/12/2007).

Sebanyak 25 kader DPW PKS Jatim bidang Pemberdayaan Wanita Jatim mengadakan aksi simpatik untuk mengurangi kekerasan dalam rumah tangga didepan gedung Negara Grahadi siang ini. Mereka menyerukan agar masyarakat menghentikan kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Mereka membawa poster dan spanduk mengajak untuk mengurangi kasus KDRT. Selain itu, aksi ini mengajak wanita tidak sungkan dan ragu-ragu melapor jika mengalami KDRT.

"Angka yang dirilis Komnas HAM menandakan posisi wanita semakin tersubordinasi dan semakin lemah," ujar Diah.

Sementara itu, aksi ini juga bagian dari rangkaian berbagai kegiatan yang digelar DPW PKS dalam rangka peringatan Hari Ibu. Aksi ini akan dilanjutkan dengan menggelar diskusi di Hotel Inna Simpang, minggu besok.[sit]

Sumber : beritajatim.com, Sabtu, 15/12/2007 14:18 WIB

PKS Jatim dan Hari Ibu (2)

Hentikan kekerasan dengan Pemberdayaan Perempuan

Maknai hari ibu, bidang kewanitaan pks jatim gulirkan pemberdayaan peran wanita dalam keluarga. "kita prihatin dengan posisi wanita yang belum mendaptkan peran yang sebagaimana mestinya,"ujar Karuniawati, ketua bidang kewanitaan pks jatim dalam releasenya.
"Di jawa timur angka kekerasan dalam rumah tangga masih besar. kita ingin agar perempuan bisa keluar dari persoalan ini. salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemberdayaan terhadap mereka," tegasnya.

"Lebih khusus kita ingin menyampaikan pesan bahwa Peran ibu ditengah-tengah masyarakat dan keluarga adalah sangat besar," lanjut karuniawati. "Pihaknya juga menilai bahwa kasus narkoba sudah muncul ke permukaan. sehingga pihaknya perlu menyampaikan bahwa peran ibu sangat penting untuk membentengi keluarganya agar tidak terjebak dalam jerat narkoba," ujar karuniawati.

“Kewanitaan PKS Jatim mengagendakan akan menggelar aksi simpatik untuk menyampaikan pesan kepada publik tentang pentingnya pemberdayaan perempuan untuk mengehntikan kekerasan yang menimpa dirinya. Aksi simpatik berupa tebar brosur dan spanduk rencananya akan digelar paa hari Sabtu, 15 desember, di depan grahadi Surabaya,” ujar Runi.

"Selanjutnya kewanitaan pks jatim, akan menggelar seminar perempuan yang bertajuk hentikan kekerasan perempuan dengan pemberdayaan. Seminar akan menghadirkan Konjen AS dan pengurus Bidang Kewanitaan DPP PKS," lanjut karuniawati. “Sebagai puncaknya akan digelar kegiatan bersama masyarakat berupa penyuluhan tentang narkoba, penyuluhan tentang kesehatan, dan layanan kesehatan," pungkas karuniawati.

sumber : pksjatim.org,Saturday, 15 December 2007

PKS Jatim dan Hari Ibu (1)

PKS Jatim Tolak Kekerasan Pada Perempuan
Irawulan - DetikSurabaya

Surabaya - Kekerasan terhadap perempuan saat ini makin sering tejadi. Di media cetak maupun media elektronik, semakin sering diberitakan tindak kekerasan dilakukan pada perempuan dan anak-anak. Namun ternyata yang paling sering melakukan kekerasan adalah orang-orang dekat dengan perempuan itu sendiri.

Sebagai bentuk keprihatinan sekaligus menyambut Hari Ibu 22 Desember 2007 puluhan perempuan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim melakukan aksi simpatik di depan Patung Gubernur Suryo Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Sabtu (15/12/2007).

Dalam aksi ini para perempuan yang semuanya berjilbab ini mengenakan caping sambil membawa poster 'Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan'.

Aksi ini mendapat perhatian para pengguna jalan, sebagian dari pengguna jalan yang menggunakan mobil menghentikan aksinya dan mengambil selebaran yang diberikan para perempuan yang menggunakan cating ini.

Menurut Aning Rahmawati Kordinator aksi mengatakan, aksi ini adalah salah satu sikap keprihatinan mereka pada posisi perempuan yang masih belum mendapat peran sebagaimana mestinya.

"Di Jatim angka kekerasan dalam rumah tangga masih besar. Kita ingin perempuan bisa keluar dari persoalan ini. Salah satunya dengan melakukan pemberdayaan pada perempuan," tandasnya.
(wln/bdh)

sumber : detiksurabaya.com, 15 Desember 2007
url : http://www.detiksurabaya.com/indexfr.php?url=http://www.detiksurabaya.com/index.php/detailberita.main/y/2007/m/12/d/15/tts/181649/idkanal/466/idnews/867637