4 Kader PKS Dihajar Saat Memasang Poster Cawali
Thursday, 29 May 2008
MALANG-SURYA-Empat kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi korban penganiayaan belasan oknum tak dikenal di Jl Jaksa Agung Suprapto Gg II, Kota Malang, Selasa (27/5) pukul 21.00 WIB. Penyerangan itu dilakukan ketika korban hendak memasang tali yang ditempeli poster Ahmad Subchan, calon wali kota Malang yang diusung PKS di sepanjang Jl JA Suprapto Gg II. Kasus penganiayaan ini dilaporkan korban ke Polresta Malang.
Keempat korban penganiayaan semuanya warga Jl JA Suprapto Gg II Kota Malang masing-masing bernama Lukman Effendy,50, Nanang Sugianto,39, Wiji Agung,42 dan Warto,48. “Sebenarnya yang memasang poster ada tujuh orang. Tetapi tiga orang yang lain berhasil menyelamatkan diri ketika penyerang itu datang,” ujar Nanang Sugianto saat ditemui di Sekretariat PKS Ranting Klojen, Rabu (28/5).
Menurut Nanang, kejadian itu bermula saat pihaknya akan memasang 100 poster untuk dipasang di jalan sepanjang 200 meter. Namun, baru memasang poster sepanjang 10 meter tiba-tiba datang salah seorang kader partai lain yang memprotes pemasangan poster itu. Pria itu menuduh jika pemasangan poster itu belum disertai izin resmi.
Tak lama berselang, sekitar 15 orang yang mengendarai mobil dan motor mendatangi TKP langsung menyerang korban dengan helm dan tangan kosong. Akibatnya, empat korban mengalami luka memar di wajah dan tubuhnya. Kericuhan itu baru berhenti ketika warga yang mendengar keributan melerai kedua belah pihak.
Ketua RT07/RW03 Kelurahan Samaan, Bambang Riyanto mengatakan, setelah mengetahui ada keributan, kedua belah pihak diajak bermusyawarah secara kekeluargaan. “Malam itu masalah langsung bisa diselesaikan dengan damai,” ujarnya.
Sementara Ahmad Azhar Moeslim, Manajer Operasional Pemenangan, Ahmad Subchan-Noorchozin Askandar (SINAR), saat dikonfirmasi meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku penganiayaan yang menimpa kader PKS.
Menurutnya, penuntasan penyidikan merupakan bagian dari upaya untuk menegakkan kebebasan dalam menyampaikan pendapat. “Kami menyerahkan masalah ini pada proses hukum. Masalah ini harus diselesaikan supaya tidak menjadi preseden buruk bagi terselenggarannya pilkada yang bebas dari unsur kekerasan,” kata Azhar Moeslim.
Meski dapat memancing emosi, Azhar tetap menginstruksi kepada jajaran kader PKS untuk tenang dan tidak melakukan tindakan balasan. “Kami mengimbau kepada masyarakat dan kader PKS tidak terpengaruh provokasi dan teror. Tetap tenang dengan menjaga kesantunan,” ujarnya.
Sementara Wakil Ketua DPC PDIP Sigit Setiawan saat dikonfirmasi mengaku mendengar adanya tindak penganiayaan yang menimpa empat kader PKS. Hanya saja Sigit enggan memberikan komentar karena tidak mengetahui persis peristiwanya.
Kapolresta Malang, AKBP Drs Atang Heradi MH melalui Kasat Reskrim AKP MP Sitanggang SIK mengaku telah menerima laporan pengaduan dari korban penganiayaan. “Masalahnya masih diselidiki dan kami belum bisa memastikan siapa pelaku penyerangan terhadap kader PKS itu,” ujar Sitanggang.st26/oen
Selasa, 03 Juni 2008
PILKADA KOTA MALANG : Suhu Politik Panas, 4 Kader PKS Dipukuli Lawan
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
10.47
|
Label: Ahmad Azhar Muslim, Pilkada Kota Malang, PKS Kota Malang
Senin, 02 Juni 2008
PILKADA KOTA MALANG : DEKLARASI PASANGAN SINAR MERIAH
Sunday, 01 June 2008
MALANG (SINDO) – Pasangan Cawali-Cawawali Kota Malang, Ahmad Subchan-KH Noechozin Askandar (Sinar) dan Aries Pudjangkoro- Mohan Katelu kemarin dideklarasikan.
Pasangan Sinar diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Barisan Arek Malang (BAM) yang merupakan koalisi parpol nonparlemen. Sedangkan pasangan Aman diusung hasil koalisi Partai Golkar (PG) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Pasangan Sinar menggelar deklarasi di GOR Ken Arok, sementara Aman mendeklarasikan diri di Gedung Kesenian Gajayana.
Aksi tersebut semakin menunjukkan bahwa mereka mulai menunjukkan kekuatan (show of force) terhadap lawan politiknya. Acara deklarasi kedua pasangan calon kontestan pemilihan wali kota (pilwali) ini memang digelar secara sederhana. Pasangan Sinar menggelar doa bersama dan syukuran, sementara pasangan Aman menggelar doa dan syukuran bersama 200 anak yatim piatu. Namun, deklarasi ini tetap mengerahkan massa pendukungnya.
”Deklarasi ini untuk mengenalkan calon sekaligus meminta restu dan dukungan warga Malang terhadap calon yang kamiusung,”ujarKetuaManajer Operasional Pemenangan (MOP) Ahmad Subchan Ahmad Azhar Moeslim. Azhar mengatakan,pencarian pasangan Sinar telah melalui perjalanan panjang. Pencarian pasangan itu juga telah memperhatikan berbagai aspek warga kota yang sangat majemuk.
Karena itu, PKS beserta BAM tetap optimistis pasangan ini telah mewakili pluralitas warga Kota Malang. Sedangkan cawali dari pasangan Aman, Aries Pudjangkoro menegaskan, Aman ingin tetap bersama masyarakat Kota Malang yang kondisinya sedang terpuruk akibat kenaik- an harga BBM, dengan demikian pelaksanaan deklarasi ini dilakukan dengan cara yang sangat sederhana.
”Kami prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat, karena itu kami memilih menggelar doa dan syukuran bersama dengan 200 anak yatim piatu, sebagai salah satu bentuk rasa empati dan keprihatinan kami atas kondisi saat ini,”terangnya. Sementara itu, pihak penyelanggaran Pilwali Kota Malang, dalam hal ini KPUD Kota Malang, dan Panwas Pilwali Kota Malang, sudah menghimbau agar tim sukses dan pasangan calon menjaga etika politiknya baik sebelum hingga sesudah pelaksanaan Pilwali.
Namun, himbauan yang bertujuan untuk menekan suhu panas, jelang pelaksanaan Pilwali Kota Malang ini belum juga diindahkan. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya atribut yang terpasang di tempat umum, dan adanya kegiatan kampanye terselubung.Padahalaksi-aksi semacam ini telah membuahkan konflik, yang sudah merambah pada aksi tindak kekerasan, seperti yang beberapa hari lalu dialami oleh para kader PKS di wilayah Kelurahan Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
”Kami belum bisa melakukan tindakan apa-apa karena para pasangan calon belum resmi di tetapkan, tetapi kami sudah mengeluarkan himbauan agar atribut kampanye di tempat umum untuk sementara ini diturunkan,” tegas Ketua Panwas Pilwali Nurudin Hady. (yuswantoro)
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
07.54
|
Label: Ahmad Azhar Muslim, Ahmad Subchan, Pilkada Kota Malang, PKS Kota Malang
Jumat, 07 Desember 2007
Konstelasi Pilkada Kota Malang
MALANG (SINDO) – Konstelasi politik menyongsong Pilkada Kota Malang 2008 terus menghangat. Biarpun masih dihelat tahun depan,partai-partai politik di kota dingin ini serasa tidak mau ketinggalan kereta.
Perkembangan teranyar,PKB yang sebelumnya tegas mengincar posisi wali kota atau N 1, ternyata telah menyiapkan skenario kedua.Partai yang lahir dari rahim ormas terbesar di Indonesia ini mengaku rela menempatkan calonnya sebagai calon wakil wali kota atau N 2. Skenario itu kemarin dibeber Fathol Arifin, Ketua DPC PKB PKB yang digadang-gadang sebagai calon wali kota, sekaligus calon wakil wali kota (cawawali). “Sekarang ini, hampir semua parpol mengajukan nama cawali.
Bahkan, dalam setiap penjaringan di internal parpol, pasti akan mencari sosok yang siap dijadikan sebagai cawali karena setiap parpol ingin mencapai target tertinggi dalam pilkada ini,”ujar Fathol,kemarin. Kendati begitu,dia menyatakan siap berada di posisi N 2, apabila partainya bisa berkoalisi dengan PDIP yang telah mengusulkan nama Peni Suparto sebagai kandidat cawali.Fathol mengatakan,pihaknya rela berposisi menjadi orang kedua.Sebab, berdasarkan hasil Pemilu 2004 silam, posisi perolehan suara PKB di Kota Malang masih berada di bawah PDIP.
Pernyataan kader partai berlambang bola dunia ini dapat disebut sebagai langkah penuh strategi. Betapa tidak,mayoritas parpol besar kini memang sedang mengincar tahta Wali Kota Malang. Sebut saja PDIP yang sejak jauh-jauh hari sudah menetapkan calon incumbent Peni Suparto menjadi cawali. Seakan tidak mau ketinggalan,Pohon Beringin mencalonkan Ketua DPD Aries Pujangkoro untuk merebut posisi paling terhormat itu. Bahkan, PKS Kota Malang yang hanya memiliki lima wakil di DPRD juga sudah berancangancang mengajukan nama untuk merebut posisi kursi Wali Kota Malang periode 2008–2013.
Siapa dia, partai Islam ini mengaku terus menggodoknya.Andaikan saja saat ini tidak terhadang permasalahan internal, barangkali Partai Demokrat juga sudah mendeklarasikan cawalinya. Barangkali yang memilih bermain save adalah PAN yang hanya mengincar posisi N 2.PAN menggadang-gadang Ketua DPC Mohan Katelu untuk bersaing dalam bursa demokrasi tersebut, berpasangan dengan Partai Golkar. Biarpun terhitung masih relatif lama,aksi para calon itu untuk memopulerkan dirinya terhitung agresif. Yang paling nekat adalah tersebarnya poster pasangan Aries Pujangkoro dan Mohan Katelu di berbagai sudut Kota Malang, sebagai cawali dan cawawali Kota Malang periode 2008–- 2013.
Padahal, tahapan pilkada saja belum dijadwalkan. Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Malang Sofyan Edy Jarwoko menyatakan,hal tersebut sebagai reaksi murni masyarakat Kota Malang. Dia mensinyalir, pilkada mendatang bakal berjalan sangat alot, terutama dalam penentuan koalisi antarparpol. Pasalnya, masing-masing parpol akan mengajukan dan menyiapkan nama kandidat sebagai cawali, bukannya menyiapkan nama kandidat cawawali. Menurut Ahmad Azhar Moslem, yang namanya masuk dalam bursa cawali dari PKS tersebut, posisi cawawali tetap menjadi posisi sentral yang sangat penting dan nilainya sangat tinggi. (yuswantoro)
sumber : seputar-indonesia.com, 7 Desember 2007
url : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/jawa-timur/pkb-juga-siapkan-cawawali.html
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
02.51
|
Label: Ahmad Azhar Muslim, Pilkada Kota Malang, PKS Kota Malang
Kamis, 06 Desember 2007
PKS Kota Malang dan Pilwali
PKS Lirik Koalisi PKB-Demokrat
Malang
Harapan bakal calon walikota (bacawali) incumbent Kota Malang Peni Suparto mendapat sokongan suara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terancam kandas. Pasalnya, PKS lebih merasa sreg bila berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat (PD) daripada PDI Perjuangan.
Menurut Ketua FPKS DPRD Kota Malang, Ahmad Azhar Moeslim, tidak diliriknya PDIP bukan karena visi perjuangan partai yang berbeda. Namun, lebih disebabkan figur yang saat ini memimpin partai berlambang banteng moncong putih itu tidak sesuai dengan garis perjuangan PKS.
“Dari penjajagan ke beberapa partai, PKS kemungkinan akan berkoalisi dengan PKB dan PD. Tapi siapa yang akan dipilih, masih akan ditentukan lebih lanjut oleh tim penjaringan pilkada,” kata Ahmad Azhar Moeslim kepada wartawan, Rabu (5/12).
Sebelumnya Ketua DPC PKB Kota Malang, Fathol Arifin juga menyatakan siap berkoalisi untuk memenangkan pemilihan wali kota (Pilwali) 2008 mendatang. Ada empat partai yang sudah masuk dalam proses penjajagan koalisi pilwali.
Meski enggan menyebut parpol mana yang akan diajak koalisi, Fathol menyatakan, bahwa PKB tetap bertekat untuk merebut kursi N-1 (wali kota). Jika demikian, PKB tentu tidak akan berkoalisi dengan PDIP yang jauh-jauh hari telah menetapkan Peni Suparto sebagai bacawali Kota Malang.
“Kami harus optimistis untuk bisa meraih cita-cita tertinggi (wali kota). Ini sudah kami sosialisasikan ke basis massa dalam setiap kesempatan turba,” kata Fathol Arifin yang telah direkomendasi Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PKB sebagai salah satu bacawali Kota Malang, beberapa waktu lalu.
Keputusan koalisi partai, kata Fathol, akan ditentukan melalui forum Musyawarah Kebangkitan (Muskit) yang diagendakan mulai berjalan akhir Januari 2008 mendatang. Keputusan tersebut sekaligus akan menentukan apakah PKB tetap mengejar kursi N-1 atau hanya sekedar kursi N-2 (wakil wali kota). oen
sumber : surya.co.id, Thursday, 06 December 2007
url : http://www.surya.co.id/web/index.php?option=com_content&task=view&id=28306&Itemid=35
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
02.40
|
Label: Ahmad Azhar Muslim, Pilkada Kota Malang, PKS Kota Malang
Selasa, 27 November 2007
Ahmad Azhar Muslim Menolak Pemekaran Kecamatan
Ahmad Azhar Muslim, Ketua FPKS DPRD Kota Malang
Tuesday, 27 November 2007
MALANG - SURYA
Pemkot Malang harus membatalkan rencana pemecahan lima kecamatan menjadi 10 kecamatan. Pasalnya enam fraksi di DPRD Kota Malang menolak mengesahkan rancangan peraturan daerah (Ranperda) pembentukan kelurahan dan kecamatan pada sidang paripurna, Senin (26/11).
Ketua FKB Ahmad Fauzan mengatakan, pemkot seharusnya lebih dulu membuat studi kelayakan tentang perlu tidaknya memecah wilayah kecamatan dan kelurahan. “Sehingga sasaran yang akan diraih jelas tujuannya,” kata Fauzan kepada Surya.
Pembentukan kecamatan secara langsung, lanjutnya, membutuhkan sarana dan prasarana baru. Namun kebutuhan itu belum diantisipasi sejak dini, baik dari segi anggaran maupun kesiapan masyarakatnya.
“Belum ada kepastian, bahwa pembentukan kecamatan baru itu akan semakin meningkatkan pelayanan masyarakat. Kami kawatir, justru menjadikan beban tersendiri,” tandas Ketua PAC PKB Blimbing ini.
Penegasan senada disampaikan Ketua FPKS Ahmad Azhar Muslim. Menurutnya implementasi perubahan kecamatan itu akan membawa konsekuensi yang besar bagi pemkot. Sementara kajian pembentukan kecamatan itu belum dilakukan secara mendalam. “Kami minta agar pemkot mengkaji lebih dalam rencana pembentukan kecamatan baru. Termasuk menyiapkan perangkat yang memenuhi persyaratan,” kata Azhar Muslim.
Juru bicara FPDIP Sri Untari menambahkan, saat ini bukanlah timing yang pas untuk memecah wilayah kecamatan dan kelurahan. Selain menjelang momentum pemilihan wali kota (Pilwali), pendataan penduduk juga belum selesai dilakukan.
Wali Kota Malang Peni Suparto yang dikonfirmasi Surya melalui Kabag Humas Jarot Edi Sulistiyono menyatakan, penolakan dewan akan ditindaklanjuti. Pemkot Malang akan segera melakukan kajian lebih detil seperti yang disarankan dewan.
“Kami akan melakukan kajian mendalam tentang rencana pemecahan kecamatan dan kelurahan. Sehingga masyarakat akan semakin mendapatkan peningkatan dan kualitas pelayanan,” kata Jarot. oen
sumber : surya online
url :
Diposting oleh
penggerak.bangsa
di
21.18
|
Label: Ahmad Azhar Muslim, DPRD Kota Malang Dari PKS, PKS Kota Malang