BERSIAP MENJEMPUT KEMENANGAN DI PEMILU 2014

Tampilkan postingan dengan label Pilkada Kota Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada Kota Malang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Juli 2008

PILAKDA KOTA MALANG : KOMITMEN PASANGAN AHMAD SUBCHAN-NOOR CHOZIN

Dukungan masyarakat dari berbagai elemen terhadap pasangan calon Ahmad Subchan - KH Noor Chozin Askandar (Sinar) semakin menguat. Ini terlihat dari antusias masyarakat dalam merespons program unggulan yang ditawarkan oleh Ahmad Subchan yang merupakan kader PKS sekaligus anggota DPRD Propinsi Jawa Timur. “Program Sinar sangat selaras dengan kepentingan berbagai elemen masyarakat. Baik itu dari kalangan masyarakat kelas bawah, pengusaha, para kiai, ulama dan habaib serta para pemuka agama non muslim,” kata Choiul Amri, Ketua DPD PKS Kota Malang.

Menurut Amri, dukungan masyarakat ini merupakan kepercayaan terhadap figur calon pemimpin masa depan yang bersih, jujur dan menyejukkan. Apalagi dengan tawaran program pembangunan yang mengakomodasi seluruh kepentingan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Berbagai program pembangunan dan kesejahteraan sosial yang ditawarkan, menjadikan masyarakat merasa dilibatkan secara aktif. Respons positif telah ditunjukkan para tokoh RT, RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di seluruh Kota Malang.

“Para tokoh masyarakat merasa terpacu untuk menjadikan lingkungannya lebih baik. Apalagi pembangunan itu bisa dilakukan sendiri sesuai dengan kebutuhan warga. Yakni program blockgrant Rp 100 juta per RW/tahun,” tandas Amri.

Berikut komitmen SINAR yang sempat terpublikasikan melalui media massa. Komitmen yang akan ditagih oleg Rakyat bila pasangan SINAR terpilih menjadi walikota Malang.

1. Tingkatkan Peran Seni Budaya
Malang - Surya-Pasangan calon Ahmad Subchan - KH Noor Chozin Askandar (Sinar) menunjukkan komitmennya memperhatikan seluruh kepentingan masyarakat Kota Malang. Aspek kesenian dan kebudayaan yang selama ini masih terpinggirkan mendapatkan perhatian. “Sinar sangat memperhatikan seni dan budaya yang tumbuh di Kota Malang. Kami bertekad mengembangkan seni dan budaya tidak hanya sekedar hiburan dan pariwisata,” kata Ahmad Subchan.

Menurut Subchan, pengembangan seni dan budaya merupakan sarana untuk meningkatkan etos kerja masyarakat. Selain itu sebagai sarana untuk menyatukan dan mengoptimalkan seluruh potensi masyarakat.

Komitmen Sinar terhadap seni dan budaya sudah tidak diragukan lagi. Di sela-sela kesibukannya saat menggeluti rutinitas sebagai anggota DPRD Jatim, Ahmad Subchan selalu menyempatkan untuk berbaur dan berdiskusi dengan pelaku seni budaya di Kota Malang.

“Kota Malang memiliki karya seni dan budaya yang berpotensi untuk dikembangkan. Selama ini masyarakat selalu berjuang sendiri untuk menghidupkan seni budaya,” tandas Subchan.
Ditambahkan, karya nyata para pelaku seni budaya akan difasilitasi dan dipromosikan hingga pada tingkat nasional dan internasional. Di antaranya dengan memberikan akses ruang untuk berekspresi dan mengembangkan bakat yang dimiliki para seniman. oen

2. Teken Kontrak Politik, Mundur Jika Progam Tak Jalan
Ribuan pendukung pasangan calon Ahmad Subchan - KH Noor Chozin Askandar (Sinar) mengikuti kampanye terbuka di Jl Simpang Balapan, Kota Malang, Senin (14/7). Massa yang mengenakan kupluk putih, juga menggelar kampanye keliling kota. Dalam orasi politiknya, cawali Ahmad Subchan menyatakan, sengaja ingin tampil beda saat menyapa warga Kota Malang. Dengan mengenakan kupluk putih, ia ingin menunjukkan pada masa mendatang pembangunan di Kota Malang menjadi lebih baik dan lebih maju.

“Dengan niat yang bersih, kita dapat meraih kemenangan dengan bersih. Dengan kampanye simpatik, kita akan tunjukkan kepada masyarakat agar bersimpati kepada Sinar,” tandas Subchan.

Sinar juga menandatangani kontrak politik, yang salah satu isinya siap mundur apabila dalam tempo tiga tahun tidak menjalankan programnya.

Beberapa poin kontrak politik yakni memeratakan kualitas pendidikan yang murah dan terjangkau. Mengasuransikan kesehatan gratis bagi seluruh warga miskin, meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan. Mengalokasikan dana blockgrant Rp 100 juta per RW/tahun, santunan kematian Rp 1 juta per keluarga. Serta dana bantuan untuk modin, guru ngaji, serta rumah ibadah secara adil dan merata.

Dalam bidang ekonomi, Sinar akan menggairahkan iklim investasi dan usaha serta keseimbangan antar UMKM, pengusaha menengah dan besar. UMKM akan dianggarkan Rp 20 miliar untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Serta menghidupkan karya seni, budaya dan olahraga.
“Komitmen itu akan kami laksanakan dalam tempo singkat. Kami siap mengundurkan diri bila dalam 3 tahun tidak berhasil menjalankan janji dan komitmennya,” tandas Ahmad Subchan.

3. Prioritaskan Arema Main di Gajayana
Kerinduan Aremania untuk menyaksikan kesebelasan Arema bermain di Stadion Gajayana bakal terjawab jika pasangan Ahmad Subchan - KH Noor Chozin Askandar (Sinar) terpilih sebagai Wali Kota Malang. Arema yang selama ini bermarkas di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, akan diprioritaskan berlaga di tengah Kota Malang.

“Kami akan mengupayakan agar kesebelasan Arema bisa bermain di Stadion Gajayana. Ini untuk mewujudkan kerinduan dan mendekatkan Aremania mendukung tim kesayangannya,” kata Ahmad Subchan.

Kecintaan cawali Ahmad Subchan pada pemuda dan olahraga dilandasi pada hobi yang selama ini dijalaninya. Disela-sela kegiatannya yang padat sebagai anggota DPRD Jatim, Subchan selalu bermain bulu tangkis dan sepakbola dengan pemuda kampung halamannya.

“Sinar akan berusaha menjaga dan mengembangkan sarana dan prasarana olahraga. Seperti sepak bola, bulu tangkis, seluruh jenis cabang olahraga,” tandasnya.
Dengan berolahraga, kata Subchan, akan membuat masyarakat bergairah dan kuat serta menjadi hiburan murah. Selain itu, prestasi cabang olahraga akan berkembang dan menjadikan Kota Malang sebagai barometer olahraga di Indonesia.

4. Pemberian blockgrant Rp 100 juta per RW/tahun
Tim kampanye pasangan calon Ahmad Subchan – KH Noor Chozin Askandar (Sinar) gencar membedah APBD Kota Malang pada masyarakat. Dari total anggaran Rp 760 miliar, sebanyak Rp 500 miliar akan dikelola untuk kepentingan masyarakat.

“Kami menjelaskan konsep APBD. Setelah dikurangi biaya pemerintahan Rp 260 miliar, masih tersisa Rp 500 miliar yang bisa dipergunakan untuk kepentingan rakyat,” kata Ahmad Azhar Moeslim, Manajer Operasional Pemenangan Sinar.

Menurut Azhar Moeslim, program andalan Sinar yakni pemberian blockgrant Rp 100 juta per RW/tahun hanya akan menyerap Rp 53,3 miliar. Sedangkan santunan kematian Rp 1 juta per keluarga diperkirakan hanya 4.500 jiwa per tahun atau menyerap anggaran Rp 4,5 miliar.

“Masalah pendidikan yang sering membuat kebingungan karena mahalnya biaya, juga akan teratasi. Karena Sinar telah berkomitmen menyelenggarakan pendidikan bermutu dengan biaya murah dan penyediaan bea siswa bagi warga miskin,” tandas Azhar Moeslim.

Sinar juga mengalokasikan asuransi kesehatan gratis bagi warga miskin dan subsidi sembako murah. Menyediakan anggaran Rp 20 miliar untuk usaha mikro kecil dan menengah, pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

“Masyarakat sangat antusias menerima pemaparan APBD yang selama ini gelap dan tertutup. Sinar berkomitmen selalu transparan dalam penyelenggaraan pemerintahan,” tandas Azhar Moeslim.

5. Janji Muliakan Perempuan
Hari ketiga kampanye pasangan calon Ahmad Subchan-KH Noor Chozin Askandar (Sinar) difokuskan pada kegiatan yang mendukung program perempuan. Hal ini sebagai bentuk komitmen memberdayakan dan memuliakan kaum perempuan. “Pemberdayaan kaum perempuan menjadi salah satu prioritas Sinar. Potensi kaum perempuan yang jumlahnya cukup besar harus mendapatkan tempat dalam perumusan dan pengambilan kebijakan pembangunan,” kata Ahmad Subchan.

Menurut Subchan, peningkatan peran perempuan dalam pembangunan merupakan bagian dari program yang tidak terpisahkan dalam tiga strategi pencapaian. “Perempuan akan terlibat secara aktif dalam pembangunan Kota Malang. Aspirasi mereka yang tergabung dalam berbagai organisasi perempuan akan menjadi rujukan bagi pengambilan kebijakan,” tandasnya.

Subchan menandaskan, pemuliaan kaum perempuan didasarkan atas peranannya dalam mendidik anak. Kaum perempuan tak ubahnya seperti madrasah, tempat menggembleng bagi generasi mendatang.

“Perempuan harus memiliki kreatifitas dalam mendidik anak. Karenanya pemerintah harus berkomitmen untuk memberdayakan dan memuliakan kaum perempuan. Kami akan memberikan ruang khusus di fasilitas umum bagi ibu menyusui,” tegas Subchan.

Pada kampanye di Kecamatan Sukun, Sinar mengunjungi dan menyapa ibu-ibu yang sedang berada di Posyandu Janti, Bakalan Krajan dan Bandung Rejosari. Selain itu, memperkenalkan diri pada para pedagang Pasar Gadang

Minggu, 13 Juli 2008

PILKADA KOTA MALANG : PROFIL SUBCHAN

Sepak terjang Calon Wali (Cawali) Kota Malang yang diusung PKS dan sejumlah partai nonparlemen, Ahmad Subchan,di dunia politik sudah tidak perlu diragukan lagi.

SAAT ini dia masih tercatat sebagai anggota Fraksi PKS DPRD Provinsi Jatim. Sebelumnya, Subchan juga pernah menduduki kursi DPRD Kota Malang sebagai anggota fraksi gabungan selama periode 1999–2004. Sebagai tokoh politik muda, dia berupaya konsisten mempertahankan idealismenya sebagai seorang wakil rakyat yang bisa memperjuangkan hak rakyat.

Kiprah politisi kelahiran Surabaya, 8 Oktober 1969 ini sangat menonjol ketika bersama mantan Wakil Ketua DPRD Kota Malang periode 1999–2004, Oetojo Sarjito mempertahankan keberadaan lahan eks Akademi Penyuluh Pertanian (APP) Malang untuk ruang terbuka hijau (RTH) dan daerah resapan air.

”Masyarakat Kota Malang sangat membutuhkan lingkungan yang sehat agar mereka nyaman tinggal di kampungnya sendiri. Jangan lagi ada RTH atau daerah resapan air yang digusur untuk lahan bisnis,”ujarnya.

Berpasangan dengan KH Noor Chozin Askandar, Subchan yang terkenal sangat kritis dalam menyikapi kebijakan Pemkot, utamanya yang terkait langsung dengan hajat hidup masyarakat, yakin mampu mewujudkan Kota Malang yang nyaman dan sejahtera. Dia memang tidak dibesarkan di Kota Malang, namun sudah lama berkarir di Kota Malang.

Setelah lulus SDN Pacarkeling VI Surabaya pada 1982, Subchan melanjutkan ke SMPN 9 Surabaya, lantas ke SMAN 7 Surabaya. Baru setelah itu dia pindah ke Bali untuk belajar di Jurusan Pertanian Universitas Udayana Bali,hingga lulus pada 1994. Untuk mematangkan wawasannya, dia kembali menempuh kuliah di Fakultas Adminitrasi Bisnis Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, hingga lulus pada 2004.

Diusung PKS serta koalisi parpol nonparlemen yang tergabung dalam Barisan Arek Malang (BAM), Subchan sangat optimistis dapat memenangi Pilwali Kota Malang. Beberapa program kerja sudah disiapkan untuk memikat hati para konstituen di Kota Malang,jika nantinya terpilih sebagai wali kota.

Di antara janjinya yaitu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan perluasan lapangan kerja dan pengembangan kawasan industri utamanya di kawasan timur Kota Malang yang sampai saat ini masih banyak tertinggal.

Selain itu, Subchan juga sudah menyiapkan program layanan prima, seperti bantuan anggaran pembangunan atau block grant Rp100 juta untuk setiap RW di Kota Malang, layanan kesehatan gratis, subsidi sembako murah, pelayanan publik berbasis teknologi informasi, dan penyederhanaan prosedur pengurusan perizinan.

Pasangan yang menyingkat namanya dengan sebutan Sinar (Achmad Subchan- KH Noor Chozin Askandar) ini juga memiliki program pengembangan tata pemerintahan,seperti melakukan desentralisasi urusan ke kecamatan dan kelurahan yang dibarengi dengan adanya transparansi dalam pengambilan kebijakan.

Bagi Subchan, Kota Malang sebagai kota pendidikan saat ini sudah kehilangan arah. Karena itu, dia bercitacita membidik bidang pendidikan dan pembangunan perempuan sebagai salah satu skala prioritas yang akan digarap.”Warga Kota Malang harus cerdas karena Kota Malang adalah kota pendidikan. Semuanya akan kami wujudkan untuk masyarakat Kota Malangdantentunya harusada kebersamaan dalam pewujudan cita-cita ini,”tuturnya.

Apabila dalam Pilwali nanti dia terpilih, langkah pertama yang akan dilaksanakan adalah pembenahan aparatur pemerintahan untuk menunjang pelaksanaan program kerja yang sudah disusun.”Pembenahan aparatur pemerintahan merupakan program 100 hari pertama. Kemudian kami akan laksanakan semua program kerja yang sudah kami tawarkan di masa kampanye. Apabila dalam perjalanannya kami gagal, konsekuensinya kami akan mundur dari jabatan kami,”tegasnya.

Dari sekian calon,hanya Ahmad Subchan yang berani terang-terangan menyatakan siap mundur apabila gagal melaksanakan amanah rakyat Kota Malang.Janji itu disampaikansejakawalmajusebagaicawali, sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. (yuswantoro/ bersambung)

Selasa, 03 Juni 2008

PILKADA KOTA MALANG : Pasangan SINAR Siap Menang

Pilwali, SINAR Wakili Pluralisme

Monday, 02 June 2008

Malang - Sekitar 10.000 warga Kota Malang berbondong-bondong menghadiri deklarasi pasangan cawali Ahmad Subchan dan cawawali KH Noorchozin Askandar (SINAR) di GOR Ken Arok, Minggu (1/6). Pasangan SINAR yang didukung PKS, PPP dan koalisi 15 parpol non parlemen ini merupakan representasi dari pluralisme warga Kota Malang yang majemuk. Deklarasi ini dihadiri para habaib, kiai dan perwakilan tokoh umat beragama.

Menurut Manajer Operasional Pemenangan SINAR, Ahmad Azhar Moeslim, kehadiran para tokoh itu menjadikan optimisme pihaknya untuk meraih dukungan suara mayoritas dalam pilwali, 23 Juli mendatang.

Tokoh yang hadir di antaranya, KH Syamsul Hadi (Ponpes Al Ikhlas), Al Habib Umar bin Moch Al Habsi, KH Muqodas (tokoh Muhamadiyah), KH Ubaidillah Fadil, Habib Abdullah bin Abdurrahman Mulahellah (NU).
PKS yang sejak awal mengawal SINAR menyatakan kegembiraannya atas dukungan yang terus mengalir dari masyarakat. Massa pendukung SINAR diminta untuk bekerja optimal dalam memenangkan pasangan SINAR.

”Hari ini kita telah membuat setengah dari sejarah di Kota Malang. Setengahnya lagi akan terwujud ketika kita memenangkan pasangan SINAR dalam Pilkada Kota Malang,” tegas Choirul Amri, Ketua DPD PKS Kota Malang. st26/oen

PILKADA KOTA MALANG : Suhu Politik Panas, 4 Kader PKS Dipukuli Lawan

4 Kader PKS Dihajar Saat Memasang Poster Cawali

Thursday, 29 May 2008

MALANG-SURYA-Empat kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi korban penganiayaan belasan oknum tak dikenal di Jl Jaksa Agung Suprapto Gg II, Kota Malang, Selasa (27/5) pukul 21.00 WIB. Penyerangan itu dilakukan ketika korban hendak memasang tali yang ditempeli poster Ahmad Subchan, calon wali kota Malang yang diusung PKS di sepanjang Jl JA Suprapto Gg II. Kasus penganiayaan ini dilaporkan korban ke Polresta Malang.

Keempat korban penganiayaan semuanya warga Jl JA Suprapto Gg II Kota Malang masing-masing bernama Lukman Effendy,50, Nanang Sugianto,39, Wiji Agung,42 dan Warto,48. “Sebenarnya yang memasang poster ada tujuh orang. Tetapi tiga orang yang lain berhasil menyelamatkan diri ketika penyerang itu datang,” ujar Nanang Sugianto saat ditemui di Sekretariat PKS Ranting Klojen, Rabu (28/5).

Menurut Nanang, kejadian itu bermula saat pihaknya akan memasang 100 poster untuk dipasang di jalan sepanjang 200 meter. Namun, baru memasang poster sepanjang 10 meter tiba-tiba datang salah seorang kader partai lain yang memprotes pemasangan poster itu. Pria itu menuduh jika pemasangan poster itu belum disertai izin resmi.

Tak lama berselang, sekitar 15 orang yang mengendarai mobil dan motor mendatangi TKP langsung menyerang korban dengan helm dan tangan kosong. Akibatnya, empat korban mengalami luka memar di wajah dan tubuhnya. Kericuhan itu baru berhenti ketika warga yang mendengar keributan melerai kedua belah pihak.

Ketua RT07/RW03 Kelurahan Samaan, Bambang Riyanto mengatakan, setelah mengetahui ada keributan, kedua belah pihak diajak bermusyawarah secara kekeluargaan. “Malam itu masalah langsung bisa diselesaikan dengan damai,” ujarnya.

Sementara Ahmad Azhar Moeslim, Manajer Operasional Pemenangan, Ahmad Subchan-Noorchozin Askandar (SINAR), saat dikonfirmasi meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku penganiayaan yang menimpa kader PKS.

Menurutnya, penuntasan penyidikan merupakan bagian dari upaya untuk menegakkan kebebasan dalam menyampaikan pendapat. “Kami menyerahkan masalah ini pada proses hukum. Masalah ini harus diselesaikan supaya tidak menjadi preseden buruk bagi terselenggarannya pilkada yang bebas dari unsur kekerasan,” kata Azhar Moeslim.

Meski dapat memancing emosi, Azhar tetap menginstruksi kepada jajaran kader PKS untuk tenang dan tidak melakukan tindakan balasan. “Kami mengimbau kepada masyarakat dan kader PKS tidak terpengaruh provokasi dan teror. Tetap tenang dengan menjaga kesantunan,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua DPC PDIP Sigit Setiawan saat dikonfirmasi mengaku mendengar adanya tindak penganiayaan yang menimpa empat kader PKS. Hanya saja Sigit enggan memberikan komentar karena tidak mengetahui persis peristiwanya.
Kapolresta Malang, AKBP Drs Atang Heradi MH melalui Kasat Reskrim AKP MP Sitanggang SIK mengaku telah menerima laporan pengaduan dari korban penganiayaan. “Masalahnya masih diselidiki dan kami belum bisa memastikan siapa pelaku penyerangan terhadap kader PKS itu,” ujar Sitanggang.st26/oen

PILKADA KOTA MALANG : Anik Subchan Galang Suara Perempuan

Pilwali : Anik Subchan Galang Perempuan

Monday, 19 May 2008

Malang Surya- Istri cawali Kota Malang dari PKS, Anik Subchan bertekad memperjuangkan hak-hak kaum perempuan dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga. Ia akan meningkatkan komunikasi dengan LSM maupun kelompok masyarakat yang selama ini getol mempertahankan hak-hak kaum perempuan. ”Perempuan merupakan aset berharga dalam negara. Hampir semua lini pemerintahan sudah diisi kaum perempuan. Namun posisi dan hak kaum kaum perempuan lebih banyak terpinggirkan oleh dominasi laki-laki,” kata Anik Subchan, saat membuka pembagian sembako di Kantor DPC PKS Lowokwaru, Minggu (18/5).

Menurut Anik, lemahnya posisi perempuan ini juga terjadi di semua lini kehidupan. Bahkan, dalam skala kecil rumah tangga jika terjadi kekerasan, hampir semuanya yang menjadi korban adalah perempuan. ”Saya akan memastikan bahwa tidak ada hak-hak kita sebagai perempuan yang akan terzalimi ketika Pak Subchan terpilih sebagai wali kota,” tandasnya.

Anik juga menyatakan kesiapannya untuk 'menjewer' Ahmad Subchan jika terpilih wali kota Malang ternyata keluar jalur. Apalagi jika melenceng dari komitmen yang sudah disepakatinya dengan warga. ”Pak Subchan sudah mengungkapkan program kerjanya kepada masyarakat. Jika beliau tidak memenuhi janjinya, saya siap menjewernya,” katanya.

Febrianan Rismayanti, penanggung jawab Pos Wanita Keadilan PKS, menargetkan roadshow menggalang dukungan kaum hawa ini minimal dua titik per hari. Sehingga pada saat hari pencoblosan 23 Juli mendatang, cawali Ahmad Subchan sudah cukup familiar dimata masyarakat Kota Malang. ”Kedepan Ibu Muthi'ah (istri KH Noerchozin Askandar) akan kita ikutkan dalam roadshow ini,” ujarnya. oen

Senin, 02 Juni 2008

PILKADA KOTA MALANG : DEKLARASI PASANGAN SINAR MERIAH


Sunday, 01 June 2008

MALANG (SINDO) – Pasangan Cawali-Cawawali Kota Malang, Ahmad Subchan-KH Noechozin Askandar (Sinar) dan Aries Pudjangkoro- Mohan Katelu kemarin dideklarasikan.

Pasangan Sinar diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Barisan Arek Malang (BAM) yang merupakan koalisi parpol nonparlemen. Sedangkan pasangan Aman diusung hasil koalisi Partai Golkar (PG) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Pasangan Sinar menggelar deklarasi di GOR Ken Arok, sementara Aman mendeklarasikan diri di Gedung Kesenian Gajayana.

Aksi tersebut semakin menunjukkan bahwa mereka mulai menunjukkan kekuatan (show of force) terhadap lawan politiknya. Acara deklarasi kedua pasangan calon kontestan pemilihan wali kota (pilwali) ini memang digelar secara sederhana. Pasangan Sinar menggelar doa bersama dan syukuran, sementara pasangan Aman menggelar doa dan syukuran bersama 200 anak yatim piatu. Namun, deklarasi ini tetap mengerahkan massa pendukungnya.

”Deklarasi ini untuk mengenalkan calon sekaligus meminta restu dan dukungan warga Malang terhadap calon yang kamiusung,”ujarKetuaManajer Operasional Pemenangan (MOP) Ahmad Subchan Ahmad Azhar Moeslim. Azhar mengatakan,pencarian pasangan Sinar telah melalui perjalanan panjang. Pencarian pasangan itu juga telah memperhatikan berbagai aspek warga kota yang sangat majemuk.

Karena itu, PKS beserta BAM tetap optimistis pasangan ini telah mewakili pluralitas warga Kota Malang. Sedangkan cawali dari pasangan Aman, Aries Pudjangkoro menegaskan, Aman ingin tetap bersama masyarakat Kota Malang yang kondisinya sedang terpuruk akibat kenaik- an harga BBM, dengan demikian pelaksanaan deklarasi ini dilakukan dengan cara yang sangat sederhana.

”Kami prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat, karena itu kami memilih menggelar doa dan syukuran bersama dengan 200 anak yatim piatu, sebagai salah satu bentuk rasa empati dan keprihatinan kami atas kondisi saat ini,”terangnya. Sementara itu, pihak penyelanggaran Pilwali Kota Malang, dalam hal ini KPUD Kota Malang, dan Panwas Pilwali Kota Malang, sudah menghimbau agar tim sukses dan pasangan calon menjaga etika politiknya baik sebelum hingga sesudah pelaksanaan Pilwali.

Namun, himbauan yang bertujuan untuk menekan suhu panas, jelang pelaksanaan Pilwali Kota Malang ini belum juga diindahkan. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya atribut yang terpasang di tempat umum, dan adanya kegiatan kampanye terselubung.Padahalaksi-aksi semacam ini telah membuahkan konflik, yang sudah merambah pada aksi tindak kekerasan, seperti yang beberapa hari lalu dialami oleh para kader PKS di wilayah Kelurahan Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

”Kami belum bisa melakukan tindakan apa-apa karena para pasangan calon belum resmi di tetapkan, tetapi kami sudah mengeluarkan himbauan agar atribut kampanye di tempat umum untuk sementara ini diturunkan,” tegas Ketua Panwas Pilwali Nurudin Hady. (yuswantoro)

Senin, 05 Mei 2008

Rumah Tim Sukses Calon Walikota Malang dari PKS Dirusak

Pilkada Malang
Malang -detiksurabaya.com Rumah anggota tim sukses bakal calon Walikota Malang Ahmad Subchan dirusak orang tak dikenal. Pelaku melempari rumah yang terletak di RW 3 Kelurahan Bandulan Kecamatan Sukun ini dengan batu bata.

"Genting atap rumah rusak parah," kata juru bicara tim sukses Ahmad Subchan, Marliyoni Azar saat melaporkan kejadian ini ke Mapolresta Malang, Senin (21/4/2008).

Rumah yang dirusak itu milik Agus, tim sukses Ahmad Subchan wilayah Sukun. Selama ini, rumah itu difungsikan sebagai bengkel kendaraan bermotor. Selama ini, hubungan
Agus dengan warga sektar juga terjalin secara baik. "Dia tidak memiliki musuh," jelasnya.

Dia menduga pelaku sengaja mengintimidasi Agus sebagai tim sukses Walikota Malang yang diusung melalui Partai kedalian Sejahtera (PKS). Tujuannya, untuk mengacaukan konsentrasi tim sukses Ahmad Subchan dalam persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang yang akan digelar 23 Juli 2008.

"Kejadian ini telah menciderai demokrasi di Malang yang sebelumnya relatif aman dan tenang. Bila dibiarkan, dikhawatirkan tim sukses yang lain akan mengalami hal serupa," terangnya. Kendati mengalami kekerasan, Marliyoni mengaku tidak menghalangi agenda yang ditetapkan tim sukses Ahmad Subchan.

Sebelumnya, sejumlah poster dan baliho milik tim sukses Ahmad Subchan juga dirusak orang tak dikenal. Baliho itu dirusak dengan cara dirobek, dirobohkan dan di bakar.

"Menurut keterangan warga, pelaku bercadar mengendarai sepeda sambil mengacungkan celurit," ungkapnya.

Bakal calon Walikota Malang yang diusung PKS ini merupakan sosok kontroversial. Saat menjadi anggota DPRD Kota Malang periode 1999-2004, Subchan selalu berbeda pendapat dengan anggota dewan yang lain.

Ahmad Subchan adalah salah satu anggota dewan yang menolah perubahan fungsi hutan kota Tanjung (bekas kampus APP) menjadi perumahan. Kini, lahan itu dibangun perumahan mewah oleh PT Bakrieland. KIni, dia tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi
Jawa Timur. (gik/gik)

Kamis, 24 Januari 2008

Subkhan Siap Ikut Pilkada Kota Malang

PKS Rekom Achmad Subkhan
Wednesday, 23 January 2008
Malang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya merekomendasi Achmad Subkhan sebagai bakal calon wali kota/wakil
wali kota Malang periode 2008-2013.Rekomendasi dari DPW PKS Jatim ini sekaligus mengeliminir dua kandidat lainnya, yakni Ahmad Azhar Moeslim dan Achmadi.

Rekomendasi kepada Pak Subkhan itu sudah diterbitkan Sabtu (19/1). Ini adalah amanah yang harus diperjuangkan pada pilwali mendatang,” kata Ketua DPD PKS Kota Malang Choirul Amri kepada Surya, Selasa (22/1).

Untuk mengusung jagoannya maju dalam pilwali, PKS masih harus berkoalisi dengan partai politik (parpol) lain. Beberapa parpol yang tengah menjadi bidikannya adalah PKB dan Partai Demokrat (PD) dan parpol non parlemen.

Komunikasi dengan parpol itu sudah kami lakukan, baik yang ada di parlemen maupun non parlemen. Sampai saat ini masih dalam taraf penjajagan,” tandas Choirul Amri.Dikatakan, dalam rangka koalisi parpol tersebut juga akan ditentukan posisi Achmad Subkhan apakah sebagai bacawali atau bacawawali Kota Malang. PKS berharap, koalisi dengan parpol manapun tetap bisa menempatkan kader terbaiknya sebagai bacawali. “Respons mereka cukup baik. Tapi semuanya masih wait and see, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut,” kata Choirul Amri.

Sementara Achmad Subkhan yang dihubungi Surya melalui ponselnya menyatakan keseriusannya untuk turut meramaikan bursa wali kota Malang. Saat ini timnya tengah merancang detail program yang akan ditawarkan untuk memenangi pilwali 23 Juli mendatang. "Kami mencita-citakan Kota Malang sebagai suporting sistem pembangunan di Jatim. Untuk mewujudkannya, harkat dan martabat masyarakat harus ditingkatkan lebih dulu",kata Achmad Subkhan yang juga anggota Komisi C DPRD Jatim. oen

sumber : surya, 23 Januari 2008

Selasa, 22 Januari 2008

PKS Calonkan Subkhan dalam Pilkada Kota Malanng

Sementara itu, PKS Kota Malang sudah mendapatkan rekomendasi dari DPW PKS Jatim tentang siapa yang akan diusung dalam Pilkada. Rekomendasi dari DPW PKS itu sudah turun sejak Sabtu (19/1) lalu.

Menurut Ketua DPD PKS Kota Malang Choirul Amri, berdasarkan rekomendasi, nama yang akan diusung PKS adalah mantan anggota DPRD Kota Malang dari PKS periode 1999-2004, yakni Ahmad Subkhan. “Dengan turunnya rekomendasi dari DPW PKS Jatim ini,kami akan segera bekerja untuk membangun komunikasi dengan parpol lain,” tegasnya. (yuswantoro)

sumber : sindo,selasa 22 jan 08

Rabu, 16 Januari 2008

PKS Kota Malang Bersiap Pilkada

PKS Tiru Pilkada DKI

Monday, 14 January 2008
Malang, Langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Malang untuk melenggang ke Balai Kota kian mantap. Hal ini menyusul sharing pengalaman tim pilkada DKI Jakarta dan Pekanbaru yang kala itu nyaris mengungguli kekuatan besar gabungan partai politik. Dalam workshop pemenangan pilkada 2008, PKS secara khusus mempelajari metode dan teknik kampanye simpati yang dilakukan mantan tim sukses pada pilkada DKI Jakarta dan Pekanbaru. Sehingga meski bermodal suara pemilih yang pas-pasan, PKS bisa mendulang suara dan memenangi pilkada Kota Malang.

“Kami sengaja menghadirkan mantan tim sukses pilkada DKI Jakarta dan Pekanbaru. Mereka kami minta untuk berbagi pengalaman yang dapat diterapkan pada Pilwali Malang,” kata Choirul Amri, Ketua DPD PKS Kota Malang kepada Surya seusai workshop pilkada di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati, Singosari, Minggu (13/1).

Pada pilkada DKI Jakarta, kata Choirul Amri, PKS yang mengusung calon gubernur Adang-Dani hampir menyamai kekuatan cagub Fauzi Bowo yang didukung gabungan parpol besar. Sukses tim kampanye ini diharapkan dapat diterapkan pada Pilwali Malang, 23 Juli mendatang. “Kami telah membentuk tim inti Pilwali Malang. Mereka akan bekerja sebagai mesin partai untuk memenangi pilwali,” tandas Choirul Amri.

Hingga saat ini, PKS telah menjaring tiga kader yakni Achmad Subkan, Achmad Azhar Moeslim dan Achmady untuk dimintakan rekomendasi DPP PKS sebagai bacawali Kota Malang. Dari kalangan eksternal, PKS juga telah menjalin komunikasi politik dengan para tokoh masyarakat/parpol, akademisi dan alim ulama.

“Kami juga cukup terbuka dengan bacawali yang sudah mendeklarasikan diri. Kami siap berkoalisi dengan parpol manapun. Asalkan kami terlibat secara aktif didalamnya,” tandas Choirul Amri.
Untuk menentukan koalisi parpol atau pasangan yang akan diusung, PKS akan melibatkan tim dari DPW dan DPP PKS. Selain kapabilitas, moralitas bacawali yang tidak bermasalah menjadi faktor penentu. Sehingga visi dan misi PKS untuk memajukan Kota Malang dapat tercapai.

Jumat, 07 Desember 2007

Konstelasi Pilkada Kota Malang

MALANG (SINDO) – Konstelasi politik menyongsong Pilkada Kota Malang 2008 terus menghangat. Biarpun masih dihelat tahun depan,partai-partai politik di kota dingin ini serasa tidak mau ketinggalan kereta.

Perkembangan teranyar,PKB yang sebelumnya tegas mengincar posisi wali kota atau N 1, ternyata telah menyiapkan skenario kedua.Partai yang lahir dari rahim ormas terbesar di Indonesia ini mengaku rela menempatkan calonnya sebagai calon wakil wali kota atau N 2. Skenario itu kemarin dibeber Fathol Arifin, Ketua DPC PKB PKB yang digadang-gadang sebagai calon wali kota, sekaligus calon wakil wali kota (cawawali). “Sekarang ini, hampir semua parpol mengajukan nama cawali.

Bahkan, dalam setiap penjaringan di internal parpol, pasti akan mencari sosok yang siap dijadikan sebagai cawali karena setiap parpol ingin mencapai target tertinggi dalam pilkada ini,”ujar Fathol,kemarin. Kendati begitu,dia menyatakan siap berada di posisi N 2, apabila partainya bisa berkoalisi dengan PDIP yang telah mengusulkan nama Peni Suparto sebagai kandidat cawali.Fathol mengatakan,pihaknya rela berposisi menjadi orang kedua.Sebab, berdasarkan hasil Pemilu 2004 silam, posisi perolehan suara PKB di Kota Malang masih berada di bawah PDIP.

Pernyataan kader partai berlambang bola dunia ini dapat disebut sebagai langkah penuh strategi. Betapa tidak,mayoritas parpol besar kini memang sedang mengincar tahta Wali Kota Malang. Sebut saja PDIP yang sejak jauh-jauh hari sudah menetapkan calon incumbent Peni Suparto menjadi cawali. Seakan tidak mau ketinggalan,Pohon Beringin mencalonkan Ketua DPD Aries Pujangkoro untuk merebut posisi paling terhormat itu. Bahkan, PKS Kota Malang yang hanya memiliki lima wakil di DPRD juga sudah berancangancang mengajukan nama untuk merebut posisi kursi Wali Kota Malang periode 2008–2013.

Siapa dia, partai Islam ini mengaku terus menggodoknya.Andaikan saja saat ini tidak terhadang permasalahan internal, barangkali Partai Demokrat juga sudah mendeklarasikan cawalinya. Barangkali yang memilih bermain save adalah PAN yang hanya mengincar posisi N 2.PAN menggadang-gadang Ketua DPC Mohan Katelu untuk bersaing dalam bursa demokrasi tersebut, berpasangan dengan Partai Golkar. Biarpun terhitung masih relatif lama,aksi para calon itu untuk memopulerkan dirinya terhitung agresif. Yang paling nekat adalah tersebarnya poster pasangan Aries Pujangkoro dan Mohan Katelu di berbagai sudut Kota Malang, sebagai cawali dan cawawali Kota Malang periode 2008–- 2013.

Padahal, tahapan pilkada saja belum dijadwalkan. Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Malang Sofyan Edy Jarwoko menyatakan,hal tersebut sebagai reaksi murni masyarakat Kota Malang. Dia mensinyalir, pilkada mendatang bakal berjalan sangat alot, terutama dalam penentuan koalisi antarparpol. Pasalnya, masing-masing parpol akan mengajukan dan menyiapkan nama kandidat sebagai cawali, bukannya menyiapkan nama kandidat cawawali. Menurut Ahmad Azhar Moslem, yang namanya masuk dalam bursa cawali dari PKS tersebut, posisi cawawali tetap menjadi posisi sentral yang sangat penting dan nilainya sangat tinggi. (yuswantoro)

sumber : seputar-indonesia.com, 7 Desember 2007
url : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/jawa-timur/pkb-juga-siapkan-cawawali.html

Kamis, 06 Desember 2007

PKS Kota Malang dan Pilwali

PKS Lirik Koalisi PKB-Demokrat

Malang

Harapan bakal calon walikota (bacawali) incumbent Kota Malang Peni Suparto mendapat sokongan suara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terancam kandas. Pasalnya, PKS lebih merasa sreg bila berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat (PD) daripada PDI Perjuangan.

Menurut Ketua FPKS DPRD Kota Malang, Ahmad Azhar Moeslim, tidak diliriknya PDIP bukan karena visi perjuangan partai yang berbeda. Namun, lebih disebabkan figur yang saat ini memimpin partai berlambang banteng moncong putih itu tidak sesuai dengan garis perjuangan PKS.
“Dari penjajagan ke beberapa partai, PKS kemungkinan akan berkoalisi dengan PKB dan PD. Tapi siapa yang akan dipilih, masih akan ditentukan lebih lanjut oleh tim penjaringan pilkada,” kata Ahmad Azhar Moeslim kepada wartawan, Rabu (5/12).

Sebelumnya Ketua DPC PKB Kota Malang, Fathol Arifin juga menyatakan siap berkoalisi untuk memenangkan pemilihan wali kota (Pilwali) 2008 mendatang. Ada empat partai yang sudah masuk dalam proses penjajagan koalisi pilwali.

Meski enggan menyebut parpol mana yang akan diajak koalisi, Fathol menyatakan, bahwa PKB tetap bertekat untuk merebut kursi N-1 (wali kota). Jika demikian, PKB tentu tidak akan berkoalisi dengan PDIP yang jauh-jauh hari telah menetapkan Peni Suparto sebagai bacawali Kota Malang.
“Kami harus optimistis untuk bisa meraih cita-cita tertinggi (wali kota). Ini sudah kami sosialisasikan ke basis massa dalam setiap kesempatan turba,” kata Fathol Arifin yang telah direkomendasi Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PKB sebagai salah satu bacawali Kota Malang, beberapa waktu lalu.

Keputusan koalisi partai, kata Fathol, akan ditentukan melalui forum Musyawarah Kebangkitan (Muskit) yang diagendakan mulai berjalan akhir Januari 2008 mendatang. Keputusan tersebut sekaligus akan menentukan apakah PKB tetap mengejar kursi N-1 atau hanya sekedar kursi N-2 (wakil wali kota). oen

sumber : surya.co.id, Thursday, 06 December 2007
url : http://www.surya.co.id/web/index.php?option=com_content&task=view&id=28306&Itemid=35

Senin, 12 November 2007

Pilkada Malang : Peni Mengklaim Didukung Kiai NU, Golkar dan PKS

Peni Mengklaim Didukung Kiai NU, Golkar dan PKS
Tuesday, 13 November 2007
Malang - Surya

Suhu politik mulai menghangat menyusul bakal digelarnya Pilwali Kota Malang tahun depan. Malahan calon incumbent Peni Suparto mulai mengklaim mendapatkan dukungan dari para kiai NU dan sejumlah partai politik.

Wali Kota Malang Peni Suparto mengklaim telah mendapat dukungan sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) untuk running pemilihan wali kota Malang (Pilwali) 2008 mendatang. Selain para ulama, dukungan juga mengalir dari partai pendukung yakni PDIP, Partai Golkar dan PKS.
“Mereka yang sudah mendukung saya yakni dari PDIP sejak tahun 2005 lalu dan Partai Golkar. Para kiai-kiai NU juga sudah memberikan dukungannya,” kata Wali Kota Peni Suparto kepada wartawan, Senin (12/11).

Meski telah memiliki basis dukungan kuat, namun hingga saat ini Peni masih belum mengantongi nama calon yang bakal menjadi pasangannya. Karena penentuan pasangan tersebut akan diserahkan kepada tim yang baru dibentuk pada Februari 2008 mendatang.
“Belum ada kriteria seperti apa calon pasangan saya itu. Tentu ia harus bisa bekerja sama dengan saya, laki-laki ataupun perempuan. Tapi saya lebih sreg (tepat) jika pasangan itu perempuan. Bisa lebih kompak dalam bekerja sama,” ujar Peni.

Sebagai kader partai ia tidak memiliki alasan untuk menolak amanah partai. Apalagi dukungan itu juga mengalir dari para ulama. “Saya tidak memiliki alasan untuk menolak menerima amanah tersebut. Bahkan para kiai NU itu menganggap saya adalah pemimpin yang cukup adil dalam mengayomi masyarakat,” tandasnya.

Sementara Wakil Ketua PC NU Kota Malang, Syaifudin Zuhri menyatakan, bahwa institusi NU tidak pernah memberikan dukungan kepada Peni Suparto. Jika Peni mengklaim mendapat dukungan dari kiai NU hanya masalah image saja. “NU tidak pernah memberikan dukungan kepada calon wali kota. Tidak ada rapat ataupun keputusan dukung mendukung dalam politik,” tegasnya.

Menurutnya, adanya klaim ulama NU yang telah mendukung Peni Suparto tidak terlepas dari budaya masyarakat. Siapapun ulamanya, jika didatangi pejabat tentu akan memberikan dukungan seperti yang diharapkan. Namun mereka bukan membawa institusi NU. “Mungkin itu hanya person-person yang rodok (agak,red) nakal. Silahkan saja, itu hak mereka sebagai tokoh kultural NU,” tandasnya. oen

PKS Belum Melamar

Klaim Peni Suparto telah mendapat dukungan dari PKS dibantah mentah-mentah kubu PKS. Anggota DPRD Kota Malang dari PKS, Ahmad Azhar Muslim SE, mengaku kaget dengan klaim Peni itu.

Azhar mengaku mendengar pernyataan Peni setelah ada anggota DPRD dari fraksi lain menanyakan masalah ini lewat telepon. Dia menanyakan apa benar PKS telah melamar Peni untuk dicalonkan sebagai Wali Kota Malang dalam pilwali 2008.
Menurut penelepon itu, ungkap Azhar, Peni melontarkan klaim itu ketika ada acara halal bihalal 'Kebangsaan' yang digelar di Gedung Kesenian Gajayana, Minggu (11/11). ”Kami memang diundang dalam kegiatan itu, tetapi tidak hadir,” ungkap Azhar, Senin (12/11).

Terkait klaim Peni, Azhar menegaskan, bahwa PKS sampai saat ini belum memberikan dukungan ataupun melamar Peni untuk dicalonkan pada Pilwali 2008. ”Saya nggak tahu apa maksud Peni menyampaikan hal itu,” ungkap Azhar.

Namun Azhar mengakui kalau partainya telah melakukan survei ke masyarakat terkait bakal calon (balon) dalam Pilwali Kota Malang 2008. Ketika itu terjaring 16 nama dari parpol, tokoh masyarakat, tokoh agama dan akademisi.
Hal senada diungkapkan Ketua DPC Partai Demokrat terpilih, Subur Triono SE. Menurut Subur yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Malang ini, partainya sampai sekarang belum memikirkan nama calon. Yang jelas, pada Pilwali Kota Malang 2008 nanti, Demokrat dapat mengusung sendiri paket calon.

Subur enggan menyebut nama calon dari Demokrat nanti. Menurut dia, calon dari partainya bisa dari internal maupun luar partai. ”Siapa calon dari Demokrat nanti, kami serahkan ke masyarakat untuk memilihnya. Yang jelas masyarakat akan memilih calon yang terbaik,” ungkapnya.

Sebelumnya, para kader dan pimpinan Golkar maupun PAN sudah terang-terangan menyatakan bahwa mereka akan koalisi dengan mengusung bakal calon Drs R Aries Poedjangkoro MM dan Mohan Katelu (Arema). Aries Poedjangkoro kini menduduki Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, sedang Mohan Katelu sebagai Ketua DPD PAN Kota Malang.

Sementara Ketua PKB Kota Malang Fathol Arifin mengakui bahwa nama Peni Suparto memang mencuat di basis PKB. Namun demikian, PKB belum tentu memuluskan Peni sebagai kandidat yang harus didukung.
“PKB belum ada rapat untuk menentukan dukungan kepada siapa. Apakah kami akan merekomendasikan kader sendiri atau orang lain, tergantung hasil keputusan rapat,” kata Fathol Arifin. ekn/oen