BERSIAP MENJEMPUT KEMENANGAN DI PEMILU 2014

Tampilkan postingan dengan label PKS Kota Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKS Kota Malang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2009

PKS KOTA MALANG RAIH 5 KURSI DPRD KOTA MALANG

Sejumlah 747 dari 792 caleg DPRD Kota Malang bisa jadi shock dan kecewa saat rekapitulasi di PPK (panitia pemilihan kecamatan) hampir berakhir. Sebab, nama-nama 45 dewan yang bakal bertugas 2009-2014 telah terpetakan.

Hingga H+6 kemarin, masing-masing parpol besar sudah mengantongi perolehan kursi. Mereka juga telah membuat daftar siapa saja yang punya suara paling banyak di antara sesama rekan satu parpol. Dan yang 99 persen bakal terjadi, caleg PPP harus terlempar dari gedung DPRD Kota Malang.

Dari lima besar parpol yang memperoleh kursi, urutan pertama ditempati Partai Demokrat. Kalau Selasa (14/4) lalu Demokrat baru memastikan 10 kursi, kemarin menembus 12 kursi. Tambahan itu berasal dari dapil Blimbing dan Lowokwaru. Masing-masing satu kursi.

Menurut Sekretaris DPC Demokrat Kota Malang Mujiono, 12 nama itu ada di semua dapil. Di Blimbing tiga orang dan di Lowokwaru tiga orang. Sedangkan di Klojen, Sukun, dan Kedungkandang masing-masing dua kursi. “Kami tinggal menunggu final rekapan KPUD,” ungkap dia.

Parpol mayoritas di Kota Malang pada Pemilu 2004, yakni PDIP, berada di urutan kedua. Berdasarkan perbandingan data yang dirilis Radar Selasa lalu, kursi PDIP bertambah dua menjadi sembilan kursi. Tambahan terjadi di dapil Blimbing dan Sukun. Masing-masing satu kursi. Khusus di dapil Kedungkandang, nama Rafiul Nurul Huda akhirnya tergeser oleh Suprapto. Dibandingkan hasil Pemilu 2004 yang mampu merebut 12 kursi dewan, perolehan PDIP sekarang minus tiga.

Peringkat tiga dan empat perolehan kursi adalah PKS dan PKB dengan masing-masing lima kursi. Dua parpol ini relatif stabil dalam perhitungan di semua kelurahan. Tidak banyak perbedaan dibandingkan Selasa lalu. Khusus untuk PKB, perolehannya melorot tiga kursi dibandingkan Pemilu 2004 lalu. “Alhamdulillah meski turun dari periode lalu,” ungkap Ketua DPC PKB Kota Malang Muhaimin M.T.

Posisi kelima ditempati PAN dengan empat kursi. Sekretaris DPD PAN Kota Malang Pujianto mengatakan, di dapil Sukun PAN akhirnya kalah bersaing dengan Gerindra, Hanura, dan PDS. Sehingga PAN di Sukun tidak mendapatkan kursi. Sementara Gerindra, Hanura, dan PDS mendapatkan masing-masing satu kursi.

Selain lima parpol besar itu, ada empat parpol lain yang memperoleh sisa kursi. Mereka Gerindra dengan dua kursi di Sukun dan Kedungkandang. Lalu, PDS yang mendapatkan dua kursi di Sukun dan Klojen. Hanura meraih satu kursi di Sukun. Sedangkan PKPB menyabet satu kursi dari dapil Lowokwaru. Satu lagi kursi di dapil Lowokwaru masih menjadi rebutan Gerindra dan Golkar.

Khusus untuk caleg perempuan yang duduk di gedung wakil rakyat, kali ini jumlahnya hanya enam. Menurun satu dibandingkan dengan periode sebelumnya: tujuh perempuan.

sumber : Malangraya.web.id

Sabtu, 19 Juli 2008

PILAKDA KOTA MALANG : KOMITMEN PASANGAN AHMAD SUBCHAN-NOOR CHOZIN

Dukungan masyarakat dari berbagai elemen terhadap pasangan calon Ahmad Subchan - KH Noor Chozin Askandar (Sinar) semakin menguat. Ini terlihat dari antusias masyarakat dalam merespons program unggulan yang ditawarkan oleh Ahmad Subchan yang merupakan kader PKS sekaligus anggota DPRD Propinsi Jawa Timur. “Program Sinar sangat selaras dengan kepentingan berbagai elemen masyarakat. Baik itu dari kalangan masyarakat kelas bawah, pengusaha, para kiai, ulama dan habaib serta para pemuka agama non muslim,” kata Choiul Amri, Ketua DPD PKS Kota Malang.

Menurut Amri, dukungan masyarakat ini merupakan kepercayaan terhadap figur calon pemimpin masa depan yang bersih, jujur dan menyejukkan. Apalagi dengan tawaran program pembangunan yang mengakomodasi seluruh kepentingan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Berbagai program pembangunan dan kesejahteraan sosial yang ditawarkan, menjadikan masyarakat merasa dilibatkan secara aktif. Respons positif telah ditunjukkan para tokoh RT, RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di seluruh Kota Malang.

“Para tokoh masyarakat merasa terpacu untuk menjadikan lingkungannya lebih baik. Apalagi pembangunan itu bisa dilakukan sendiri sesuai dengan kebutuhan warga. Yakni program blockgrant Rp 100 juta per RW/tahun,” tandas Amri.

Berikut komitmen SINAR yang sempat terpublikasikan melalui media massa. Komitmen yang akan ditagih oleg Rakyat bila pasangan SINAR terpilih menjadi walikota Malang.

1. Tingkatkan Peran Seni Budaya
Malang - Surya-Pasangan calon Ahmad Subchan - KH Noor Chozin Askandar (Sinar) menunjukkan komitmennya memperhatikan seluruh kepentingan masyarakat Kota Malang. Aspek kesenian dan kebudayaan yang selama ini masih terpinggirkan mendapatkan perhatian. “Sinar sangat memperhatikan seni dan budaya yang tumbuh di Kota Malang. Kami bertekad mengembangkan seni dan budaya tidak hanya sekedar hiburan dan pariwisata,” kata Ahmad Subchan.

Menurut Subchan, pengembangan seni dan budaya merupakan sarana untuk meningkatkan etos kerja masyarakat. Selain itu sebagai sarana untuk menyatukan dan mengoptimalkan seluruh potensi masyarakat.

Komitmen Sinar terhadap seni dan budaya sudah tidak diragukan lagi. Di sela-sela kesibukannya saat menggeluti rutinitas sebagai anggota DPRD Jatim, Ahmad Subchan selalu menyempatkan untuk berbaur dan berdiskusi dengan pelaku seni budaya di Kota Malang.

“Kota Malang memiliki karya seni dan budaya yang berpotensi untuk dikembangkan. Selama ini masyarakat selalu berjuang sendiri untuk menghidupkan seni budaya,” tandas Subchan.
Ditambahkan, karya nyata para pelaku seni budaya akan difasilitasi dan dipromosikan hingga pada tingkat nasional dan internasional. Di antaranya dengan memberikan akses ruang untuk berekspresi dan mengembangkan bakat yang dimiliki para seniman. oen

2. Teken Kontrak Politik, Mundur Jika Progam Tak Jalan
Ribuan pendukung pasangan calon Ahmad Subchan - KH Noor Chozin Askandar (Sinar) mengikuti kampanye terbuka di Jl Simpang Balapan, Kota Malang, Senin (14/7). Massa yang mengenakan kupluk putih, juga menggelar kampanye keliling kota. Dalam orasi politiknya, cawali Ahmad Subchan menyatakan, sengaja ingin tampil beda saat menyapa warga Kota Malang. Dengan mengenakan kupluk putih, ia ingin menunjukkan pada masa mendatang pembangunan di Kota Malang menjadi lebih baik dan lebih maju.

“Dengan niat yang bersih, kita dapat meraih kemenangan dengan bersih. Dengan kampanye simpatik, kita akan tunjukkan kepada masyarakat agar bersimpati kepada Sinar,” tandas Subchan.

Sinar juga menandatangani kontrak politik, yang salah satu isinya siap mundur apabila dalam tempo tiga tahun tidak menjalankan programnya.

Beberapa poin kontrak politik yakni memeratakan kualitas pendidikan yang murah dan terjangkau. Mengasuransikan kesehatan gratis bagi seluruh warga miskin, meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan. Mengalokasikan dana blockgrant Rp 100 juta per RW/tahun, santunan kematian Rp 1 juta per keluarga. Serta dana bantuan untuk modin, guru ngaji, serta rumah ibadah secara adil dan merata.

Dalam bidang ekonomi, Sinar akan menggairahkan iklim investasi dan usaha serta keseimbangan antar UMKM, pengusaha menengah dan besar. UMKM akan dianggarkan Rp 20 miliar untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Serta menghidupkan karya seni, budaya dan olahraga.
“Komitmen itu akan kami laksanakan dalam tempo singkat. Kami siap mengundurkan diri bila dalam 3 tahun tidak berhasil menjalankan janji dan komitmennya,” tandas Ahmad Subchan.

3. Prioritaskan Arema Main di Gajayana
Kerinduan Aremania untuk menyaksikan kesebelasan Arema bermain di Stadion Gajayana bakal terjawab jika pasangan Ahmad Subchan - KH Noor Chozin Askandar (Sinar) terpilih sebagai Wali Kota Malang. Arema yang selama ini bermarkas di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, akan diprioritaskan berlaga di tengah Kota Malang.

“Kami akan mengupayakan agar kesebelasan Arema bisa bermain di Stadion Gajayana. Ini untuk mewujudkan kerinduan dan mendekatkan Aremania mendukung tim kesayangannya,” kata Ahmad Subchan.

Kecintaan cawali Ahmad Subchan pada pemuda dan olahraga dilandasi pada hobi yang selama ini dijalaninya. Disela-sela kegiatannya yang padat sebagai anggota DPRD Jatim, Subchan selalu bermain bulu tangkis dan sepakbola dengan pemuda kampung halamannya.

“Sinar akan berusaha menjaga dan mengembangkan sarana dan prasarana olahraga. Seperti sepak bola, bulu tangkis, seluruh jenis cabang olahraga,” tandasnya.
Dengan berolahraga, kata Subchan, akan membuat masyarakat bergairah dan kuat serta menjadi hiburan murah. Selain itu, prestasi cabang olahraga akan berkembang dan menjadikan Kota Malang sebagai barometer olahraga di Indonesia.

4. Pemberian blockgrant Rp 100 juta per RW/tahun
Tim kampanye pasangan calon Ahmad Subchan – KH Noor Chozin Askandar (Sinar) gencar membedah APBD Kota Malang pada masyarakat. Dari total anggaran Rp 760 miliar, sebanyak Rp 500 miliar akan dikelola untuk kepentingan masyarakat.

“Kami menjelaskan konsep APBD. Setelah dikurangi biaya pemerintahan Rp 260 miliar, masih tersisa Rp 500 miliar yang bisa dipergunakan untuk kepentingan rakyat,” kata Ahmad Azhar Moeslim, Manajer Operasional Pemenangan Sinar.

Menurut Azhar Moeslim, program andalan Sinar yakni pemberian blockgrant Rp 100 juta per RW/tahun hanya akan menyerap Rp 53,3 miliar. Sedangkan santunan kematian Rp 1 juta per keluarga diperkirakan hanya 4.500 jiwa per tahun atau menyerap anggaran Rp 4,5 miliar.

“Masalah pendidikan yang sering membuat kebingungan karena mahalnya biaya, juga akan teratasi. Karena Sinar telah berkomitmen menyelenggarakan pendidikan bermutu dengan biaya murah dan penyediaan bea siswa bagi warga miskin,” tandas Azhar Moeslim.

Sinar juga mengalokasikan asuransi kesehatan gratis bagi warga miskin dan subsidi sembako murah. Menyediakan anggaran Rp 20 miliar untuk usaha mikro kecil dan menengah, pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

“Masyarakat sangat antusias menerima pemaparan APBD yang selama ini gelap dan tertutup. Sinar berkomitmen selalu transparan dalam penyelenggaraan pemerintahan,” tandas Azhar Moeslim.

5. Janji Muliakan Perempuan
Hari ketiga kampanye pasangan calon Ahmad Subchan-KH Noor Chozin Askandar (Sinar) difokuskan pada kegiatan yang mendukung program perempuan. Hal ini sebagai bentuk komitmen memberdayakan dan memuliakan kaum perempuan. “Pemberdayaan kaum perempuan menjadi salah satu prioritas Sinar. Potensi kaum perempuan yang jumlahnya cukup besar harus mendapatkan tempat dalam perumusan dan pengambilan kebijakan pembangunan,” kata Ahmad Subchan.

Menurut Subchan, peningkatan peran perempuan dalam pembangunan merupakan bagian dari program yang tidak terpisahkan dalam tiga strategi pencapaian. “Perempuan akan terlibat secara aktif dalam pembangunan Kota Malang. Aspirasi mereka yang tergabung dalam berbagai organisasi perempuan akan menjadi rujukan bagi pengambilan kebijakan,” tandasnya.

Subchan menandaskan, pemuliaan kaum perempuan didasarkan atas peranannya dalam mendidik anak. Kaum perempuan tak ubahnya seperti madrasah, tempat menggembleng bagi generasi mendatang.

“Perempuan harus memiliki kreatifitas dalam mendidik anak. Karenanya pemerintah harus berkomitmen untuk memberdayakan dan memuliakan kaum perempuan. Kami akan memberikan ruang khusus di fasilitas umum bagi ibu menyusui,” tegas Subchan.

Pada kampanye di Kecamatan Sukun, Sinar mengunjungi dan menyapa ibu-ibu yang sedang berada di Posyandu Janti, Bakalan Krajan dan Bandung Rejosari. Selain itu, memperkenalkan diri pada para pedagang Pasar Gadang

Minggu, 22 Juni 2008

PKS MALANG : Kemacetan di Malang sudah Parah

Kemacetan Jalan Sudah Parah

Monday, 23 June 2008

MALANG (SINDO) – Kemacetan lalu lintas di Kota Malang sudah melebihi ambang batas.Di sejumlah titik kemacetan tidak terkendali lagi.

Ini berdasarkan hasil penelitian Ludfi Djakfar Ph D, pakar transportasi Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Setidaknya, dari hasil penelitian yang dilakukan, sebanyak tiga persimpangan jalan dan enam jalur jalan utama di Kota Malang tingkat kepadatannya sudah melebihi nilai level of service (LOS) sehingga di jalur tersebut kerap menjadi titik kemacetan.

”Nilai LOS digunakan sebagai parameter pengukuran tingkat kepadatan lalu lintas, maksimalnya mencapai 0,75. Apabila nilai pada suatu titik sudah melebihi angka tersebut, tentu ruas jalan atau persimpangan sudah mengalami kemacetan dan tidak nyaman,”ujar Ludfi kemarin.

Dia menambahkan, dengan kondisi ini,pemkot harus segera mencarikan solusinya. Ludfi mencatat, persimpangan jalan yang lalu lintasnya sudah melebihi ambang batas maksimal,antara lain persimpangan Jalan Ahmad Yani-Raden Intan,Jalan Basuki Rachmad- Oro-oro Dowo, dan Jalan S Parman-Kaliurang.

Sementara untuk ruas jalan, kerawanan terjadi di Jalan WR Supratman,Sasuit Tubun, Ahmad Yani,Sudanco Supriadi, Soekarno-Hatta, dan Jalan MTHaryono.Bahkan,empatdi antaranya sudah masuk pada fase kritis. ”Empat ruas jalan yang sudah masuk kategori kritis antara lain di Jalan Ahmad Yani, Sudanco Supriadi, Soekarno-Hatta,dan MT Haryono. Jalan tersebut masuk kategori kritis karena nilai LOS-nya sudah melebihi angka satu koma,”ujarnya.

Khusus di Jalan Ahmad Yani yang merupakan welcome areaKota Malang dari sisi utara, pemkot sudah mencari solusinya dengan membangun jembatan layang (flyover) senilai Rp63 miliar. Sayangnya, flyover dinilai belum efektif mengatasi kemacetan di kawasan Jalan Ahmad Yani dan persimpangan Jalan Ahmad Yani-Jalan Raden Intan.

Menurut Ludfi, kondisi di persimpangan Jalan Ahmad Yani-Jalan Raden Intan memang mulai membaik. Namun, dia menilai masih semu karena saat ini kemacetan beralih ke titik lain.

”Kondisi ini membuktikan bahwa solusi Pemkot Malang untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani dengan membangun flyover tidak tepat.Tentunya harus ada solusi lain,seperti mereali-sasikan jalur lingkar timur dan barat,”ucapnya. Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Malang Ahmadi menegaskan, sejak awal fraksinya sudah tidak setuju dengan pembangunan flyovertersebut karena tidak berfungsi efektif dan memboroskan anggaran. (yuswantoro)

Selasa, 03 Juni 2008

PILKADA KOTA MALANG : Pasangan SINAR Siap Menang

Pilwali, SINAR Wakili Pluralisme

Monday, 02 June 2008

Malang - Sekitar 10.000 warga Kota Malang berbondong-bondong menghadiri deklarasi pasangan cawali Ahmad Subchan dan cawawali KH Noorchozin Askandar (SINAR) di GOR Ken Arok, Minggu (1/6). Pasangan SINAR yang didukung PKS, PPP dan koalisi 15 parpol non parlemen ini merupakan representasi dari pluralisme warga Kota Malang yang majemuk. Deklarasi ini dihadiri para habaib, kiai dan perwakilan tokoh umat beragama.

Menurut Manajer Operasional Pemenangan SINAR, Ahmad Azhar Moeslim, kehadiran para tokoh itu menjadikan optimisme pihaknya untuk meraih dukungan suara mayoritas dalam pilwali, 23 Juli mendatang.

Tokoh yang hadir di antaranya, KH Syamsul Hadi (Ponpes Al Ikhlas), Al Habib Umar bin Moch Al Habsi, KH Muqodas (tokoh Muhamadiyah), KH Ubaidillah Fadil, Habib Abdullah bin Abdurrahman Mulahellah (NU).
PKS yang sejak awal mengawal SINAR menyatakan kegembiraannya atas dukungan yang terus mengalir dari masyarakat. Massa pendukung SINAR diminta untuk bekerja optimal dalam memenangkan pasangan SINAR.

”Hari ini kita telah membuat setengah dari sejarah di Kota Malang. Setengahnya lagi akan terwujud ketika kita memenangkan pasangan SINAR dalam Pilkada Kota Malang,” tegas Choirul Amri, Ketua DPD PKS Kota Malang. st26/oen

PILKADA KOTA MALANG : Suhu Politik Panas, 4 Kader PKS Dipukuli Lawan

4 Kader PKS Dihajar Saat Memasang Poster Cawali

Thursday, 29 May 2008

MALANG-SURYA-Empat kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi korban penganiayaan belasan oknum tak dikenal di Jl Jaksa Agung Suprapto Gg II, Kota Malang, Selasa (27/5) pukul 21.00 WIB. Penyerangan itu dilakukan ketika korban hendak memasang tali yang ditempeli poster Ahmad Subchan, calon wali kota Malang yang diusung PKS di sepanjang Jl JA Suprapto Gg II. Kasus penganiayaan ini dilaporkan korban ke Polresta Malang.

Keempat korban penganiayaan semuanya warga Jl JA Suprapto Gg II Kota Malang masing-masing bernama Lukman Effendy,50, Nanang Sugianto,39, Wiji Agung,42 dan Warto,48. “Sebenarnya yang memasang poster ada tujuh orang. Tetapi tiga orang yang lain berhasil menyelamatkan diri ketika penyerang itu datang,” ujar Nanang Sugianto saat ditemui di Sekretariat PKS Ranting Klojen, Rabu (28/5).

Menurut Nanang, kejadian itu bermula saat pihaknya akan memasang 100 poster untuk dipasang di jalan sepanjang 200 meter. Namun, baru memasang poster sepanjang 10 meter tiba-tiba datang salah seorang kader partai lain yang memprotes pemasangan poster itu. Pria itu menuduh jika pemasangan poster itu belum disertai izin resmi.

Tak lama berselang, sekitar 15 orang yang mengendarai mobil dan motor mendatangi TKP langsung menyerang korban dengan helm dan tangan kosong. Akibatnya, empat korban mengalami luka memar di wajah dan tubuhnya. Kericuhan itu baru berhenti ketika warga yang mendengar keributan melerai kedua belah pihak.

Ketua RT07/RW03 Kelurahan Samaan, Bambang Riyanto mengatakan, setelah mengetahui ada keributan, kedua belah pihak diajak bermusyawarah secara kekeluargaan. “Malam itu masalah langsung bisa diselesaikan dengan damai,” ujarnya.

Sementara Ahmad Azhar Moeslim, Manajer Operasional Pemenangan, Ahmad Subchan-Noorchozin Askandar (SINAR), saat dikonfirmasi meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku penganiayaan yang menimpa kader PKS.

Menurutnya, penuntasan penyidikan merupakan bagian dari upaya untuk menegakkan kebebasan dalam menyampaikan pendapat. “Kami menyerahkan masalah ini pada proses hukum. Masalah ini harus diselesaikan supaya tidak menjadi preseden buruk bagi terselenggarannya pilkada yang bebas dari unsur kekerasan,” kata Azhar Moeslim.

Meski dapat memancing emosi, Azhar tetap menginstruksi kepada jajaran kader PKS untuk tenang dan tidak melakukan tindakan balasan. “Kami mengimbau kepada masyarakat dan kader PKS tidak terpengaruh provokasi dan teror. Tetap tenang dengan menjaga kesantunan,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua DPC PDIP Sigit Setiawan saat dikonfirmasi mengaku mendengar adanya tindak penganiayaan yang menimpa empat kader PKS. Hanya saja Sigit enggan memberikan komentar karena tidak mengetahui persis peristiwanya.
Kapolresta Malang, AKBP Drs Atang Heradi MH melalui Kasat Reskrim AKP MP Sitanggang SIK mengaku telah menerima laporan pengaduan dari korban penganiayaan. “Masalahnya masih diselidiki dan kami belum bisa memastikan siapa pelaku penyerangan terhadap kader PKS itu,” ujar Sitanggang.st26/oen

PILKADA KOTA MALANG : Anik Subchan Galang Suara Perempuan

Pilwali : Anik Subchan Galang Perempuan

Monday, 19 May 2008

Malang Surya- Istri cawali Kota Malang dari PKS, Anik Subchan bertekad memperjuangkan hak-hak kaum perempuan dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga. Ia akan meningkatkan komunikasi dengan LSM maupun kelompok masyarakat yang selama ini getol mempertahankan hak-hak kaum perempuan. ”Perempuan merupakan aset berharga dalam negara. Hampir semua lini pemerintahan sudah diisi kaum perempuan. Namun posisi dan hak kaum kaum perempuan lebih banyak terpinggirkan oleh dominasi laki-laki,” kata Anik Subchan, saat membuka pembagian sembako di Kantor DPC PKS Lowokwaru, Minggu (18/5).

Menurut Anik, lemahnya posisi perempuan ini juga terjadi di semua lini kehidupan. Bahkan, dalam skala kecil rumah tangga jika terjadi kekerasan, hampir semuanya yang menjadi korban adalah perempuan. ”Saya akan memastikan bahwa tidak ada hak-hak kita sebagai perempuan yang akan terzalimi ketika Pak Subchan terpilih sebagai wali kota,” tandasnya.

Anik juga menyatakan kesiapannya untuk 'menjewer' Ahmad Subchan jika terpilih wali kota Malang ternyata keluar jalur. Apalagi jika melenceng dari komitmen yang sudah disepakatinya dengan warga. ”Pak Subchan sudah mengungkapkan program kerjanya kepada masyarakat. Jika beliau tidak memenuhi janjinya, saya siap menjewernya,” katanya.

Febrianan Rismayanti, penanggung jawab Pos Wanita Keadilan PKS, menargetkan roadshow menggalang dukungan kaum hawa ini minimal dua titik per hari. Sehingga pada saat hari pencoblosan 23 Juli mendatang, cawali Ahmad Subchan sudah cukup familiar dimata masyarakat Kota Malang. ”Kedepan Ibu Muthi'ah (istri KH Noerchozin Askandar) akan kita ikutkan dalam roadshow ini,” ujarnya. oen

Senin, 02 Juni 2008

PILKADA KOTA MALANG : DEKLARASI PASANGAN SINAR MERIAH


Sunday, 01 June 2008

MALANG (SINDO) – Pasangan Cawali-Cawawali Kota Malang, Ahmad Subchan-KH Noechozin Askandar (Sinar) dan Aries Pudjangkoro- Mohan Katelu kemarin dideklarasikan.

Pasangan Sinar diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Barisan Arek Malang (BAM) yang merupakan koalisi parpol nonparlemen. Sedangkan pasangan Aman diusung hasil koalisi Partai Golkar (PG) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Pasangan Sinar menggelar deklarasi di GOR Ken Arok, sementara Aman mendeklarasikan diri di Gedung Kesenian Gajayana.

Aksi tersebut semakin menunjukkan bahwa mereka mulai menunjukkan kekuatan (show of force) terhadap lawan politiknya. Acara deklarasi kedua pasangan calon kontestan pemilihan wali kota (pilwali) ini memang digelar secara sederhana. Pasangan Sinar menggelar doa bersama dan syukuran, sementara pasangan Aman menggelar doa dan syukuran bersama 200 anak yatim piatu. Namun, deklarasi ini tetap mengerahkan massa pendukungnya.

”Deklarasi ini untuk mengenalkan calon sekaligus meminta restu dan dukungan warga Malang terhadap calon yang kamiusung,”ujarKetuaManajer Operasional Pemenangan (MOP) Ahmad Subchan Ahmad Azhar Moeslim. Azhar mengatakan,pencarian pasangan Sinar telah melalui perjalanan panjang. Pencarian pasangan itu juga telah memperhatikan berbagai aspek warga kota yang sangat majemuk.

Karena itu, PKS beserta BAM tetap optimistis pasangan ini telah mewakili pluralitas warga Kota Malang. Sedangkan cawali dari pasangan Aman, Aries Pudjangkoro menegaskan, Aman ingin tetap bersama masyarakat Kota Malang yang kondisinya sedang terpuruk akibat kenaik- an harga BBM, dengan demikian pelaksanaan deklarasi ini dilakukan dengan cara yang sangat sederhana.

”Kami prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat, karena itu kami memilih menggelar doa dan syukuran bersama dengan 200 anak yatim piatu, sebagai salah satu bentuk rasa empati dan keprihatinan kami atas kondisi saat ini,”terangnya. Sementara itu, pihak penyelanggaran Pilwali Kota Malang, dalam hal ini KPUD Kota Malang, dan Panwas Pilwali Kota Malang, sudah menghimbau agar tim sukses dan pasangan calon menjaga etika politiknya baik sebelum hingga sesudah pelaksanaan Pilwali.

Namun, himbauan yang bertujuan untuk menekan suhu panas, jelang pelaksanaan Pilwali Kota Malang ini belum juga diindahkan. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya atribut yang terpasang di tempat umum, dan adanya kegiatan kampanye terselubung.Padahalaksi-aksi semacam ini telah membuahkan konflik, yang sudah merambah pada aksi tindak kekerasan, seperti yang beberapa hari lalu dialami oleh para kader PKS di wilayah Kelurahan Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

”Kami belum bisa melakukan tindakan apa-apa karena para pasangan calon belum resmi di tetapkan, tetapi kami sudah mengeluarkan himbauan agar atribut kampanye di tempat umum untuk sementara ini diturunkan,” tegas Ketua Panwas Pilwali Nurudin Hady. (yuswantoro)

Kamis, 24 Januari 2008

Subkhan Siap Ikut Pilkada Kota Malang

PKS Rekom Achmad Subkhan
Wednesday, 23 January 2008
Malang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya merekomendasi Achmad Subkhan sebagai bakal calon wali kota/wakil
wali kota Malang periode 2008-2013.Rekomendasi dari DPW PKS Jatim ini sekaligus mengeliminir dua kandidat lainnya, yakni Ahmad Azhar Moeslim dan Achmadi.

Rekomendasi kepada Pak Subkhan itu sudah diterbitkan Sabtu (19/1). Ini adalah amanah yang harus diperjuangkan pada pilwali mendatang,” kata Ketua DPD PKS Kota Malang Choirul Amri kepada Surya, Selasa (22/1).

Untuk mengusung jagoannya maju dalam pilwali, PKS masih harus berkoalisi dengan partai politik (parpol) lain. Beberapa parpol yang tengah menjadi bidikannya adalah PKB dan Partai Demokrat (PD) dan parpol non parlemen.

Komunikasi dengan parpol itu sudah kami lakukan, baik yang ada di parlemen maupun non parlemen. Sampai saat ini masih dalam taraf penjajagan,” tandas Choirul Amri.Dikatakan, dalam rangka koalisi parpol tersebut juga akan ditentukan posisi Achmad Subkhan apakah sebagai bacawali atau bacawawali Kota Malang. PKS berharap, koalisi dengan parpol manapun tetap bisa menempatkan kader terbaiknya sebagai bacawali. “Respons mereka cukup baik. Tapi semuanya masih wait and see, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut,” kata Choirul Amri.

Sementara Achmad Subkhan yang dihubungi Surya melalui ponselnya menyatakan keseriusannya untuk turut meramaikan bursa wali kota Malang. Saat ini timnya tengah merancang detail program yang akan ditawarkan untuk memenangi pilwali 23 Juli mendatang. "Kami mencita-citakan Kota Malang sebagai suporting sistem pembangunan di Jatim. Untuk mewujudkannya, harkat dan martabat masyarakat harus ditingkatkan lebih dulu",kata Achmad Subkhan yang juga anggota Komisi C DPRD Jatim. oen

sumber : surya, 23 Januari 2008

Selasa, 22 Januari 2008

PKS Calonkan Subkhan dalam Pilkada Kota Malanng

Sementara itu, PKS Kota Malang sudah mendapatkan rekomendasi dari DPW PKS Jatim tentang siapa yang akan diusung dalam Pilkada. Rekomendasi dari DPW PKS itu sudah turun sejak Sabtu (19/1) lalu.

Menurut Ketua DPD PKS Kota Malang Choirul Amri, berdasarkan rekomendasi, nama yang akan diusung PKS adalah mantan anggota DPRD Kota Malang dari PKS periode 1999-2004, yakni Ahmad Subkhan. “Dengan turunnya rekomendasi dari DPW PKS Jatim ini,kami akan segera bekerja untuk membangun komunikasi dengan parpol lain,” tegasnya. (yuswantoro)

sumber : sindo,selasa 22 jan 08

Rabu, 16 Januari 2008

PKS Kota Malang Bersiap Pilkada

PKS Tiru Pilkada DKI

Monday, 14 January 2008
Malang, Langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Malang untuk melenggang ke Balai Kota kian mantap. Hal ini menyusul sharing pengalaman tim pilkada DKI Jakarta dan Pekanbaru yang kala itu nyaris mengungguli kekuatan besar gabungan partai politik. Dalam workshop pemenangan pilkada 2008, PKS secara khusus mempelajari metode dan teknik kampanye simpati yang dilakukan mantan tim sukses pada pilkada DKI Jakarta dan Pekanbaru. Sehingga meski bermodal suara pemilih yang pas-pasan, PKS bisa mendulang suara dan memenangi pilkada Kota Malang.

“Kami sengaja menghadirkan mantan tim sukses pilkada DKI Jakarta dan Pekanbaru. Mereka kami minta untuk berbagi pengalaman yang dapat diterapkan pada Pilwali Malang,” kata Choirul Amri, Ketua DPD PKS Kota Malang kepada Surya seusai workshop pilkada di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati, Singosari, Minggu (13/1).

Pada pilkada DKI Jakarta, kata Choirul Amri, PKS yang mengusung calon gubernur Adang-Dani hampir menyamai kekuatan cagub Fauzi Bowo yang didukung gabungan parpol besar. Sukses tim kampanye ini diharapkan dapat diterapkan pada Pilwali Malang, 23 Juli mendatang. “Kami telah membentuk tim inti Pilwali Malang. Mereka akan bekerja sebagai mesin partai untuk memenangi pilwali,” tandas Choirul Amri.

Hingga saat ini, PKS telah menjaring tiga kader yakni Achmad Subkan, Achmad Azhar Moeslim dan Achmady untuk dimintakan rekomendasi DPP PKS sebagai bacawali Kota Malang. Dari kalangan eksternal, PKS juga telah menjalin komunikasi politik dengan para tokoh masyarakat/parpol, akademisi dan alim ulama.

“Kami juga cukup terbuka dengan bacawali yang sudah mendeklarasikan diri. Kami siap berkoalisi dengan parpol manapun. Asalkan kami terlibat secara aktif didalamnya,” tandas Choirul Amri.
Untuk menentukan koalisi parpol atau pasangan yang akan diusung, PKS akan melibatkan tim dari DPW dan DPP PKS. Selain kapabilitas, moralitas bacawali yang tidak bermasalah menjadi faktor penentu. Sehingga visi dan misi PKS untuk memajukan Kota Malang dapat tercapai.

Rabu, 02 Januari 2008

PKS Kota Malang Berantas Narkoba

PKS Gelar Penyuluhan Narkoba
Wednesday, 02 January 2008

Malang - Bidang Kewanitaan DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Malang melalui Pos Wanita Keadilan (PWK) menggelar seminar bertajuk ”Keluarga Sehat, Bangsa Kuat, Bebas Narkoba” di Aula Poltekes Jl Ijen, Minggu (30/12). Program penyuluhan ini untuk menegaskan pentingnya keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat, khususnya dalam lingkup keluarga, untuk berperan aktif dalam menumpas penyalahgunaan narkoba. Seminar ini merupakan tindak lanjut dari Program Nasional Pos Wanita Keadilan PKS yang diadakan serentak seluruh Indonesia.

”Seminar dihadiri berbagai kalangan di Kota Malang, antara lain perwakilan siswa dan guru bimbingan penyuluhan (BP) dari masing-masing SMA negeri dan swasta, mahasiswa, anggota majelis ta'lim, tokoh-tokoh wanita, dharma wanita, dan masyarakat umum,” ujar Lina Sulistyati, ketua panitia seminar.
Sedangkan pembicara seminar dari bagian penyuluhan narkoba tim Bina Mitra Polresta Malang, dr Iwan Sya SpKj yang membahas dampak narkoba dari tinjauan medis serta testimoni bersama Lucky Aqub Zaenal.

”Banyaknya problema sosial inilah yang menjadikan tugas ibu di zaman sekarang menjadi lebih berat, termasuk di dalamnya penyalahgunaan narkoba. Para ibu harus berusaha menjadi Super Mom, yang tak mengenal kata istirahat untuk terus menjaga putra-putrinya dari bahaya mematikan obat haram narkoba,” lanjut Febriana Rismayanti, Ketua Bidang Kewanitaan DPD PKS Malang. st26

sumber : surya.co.id, 2 Januari 2008

Jumat, 07 Desember 2007

Konstelasi Pilkada Kota Malang

MALANG (SINDO) – Konstelasi politik menyongsong Pilkada Kota Malang 2008 terus menghangat. Biarpun masih dihelat tahun depan,partai-partai politik di kota dingin ini serasa tidak mau ketinggalan kereta.

Perkembangan teranyar,PKB yang sebelumnya tegas mengincar posisi wali kota atau N 1, ternyata telah menyiapkan skenario kedua.Partai yang lahir dari rahim ormas terbesar di Indonesia ini mengaku rela menempatkan calonnya sebagai calon wakil wali kota atau N 2. Skenario itu kemarin dibeber Fathol Arifin, Ketua DPC PKB PKB yang digadang-gadang sebagai calon wali kota, sekaligus calon wakil wali kota (cawawali). “Sekarang ini, hampir semua parpol mengajukan nama cawali.

Bahkan, dalam setiap penjaringan di internal parpol, pasti akan mencari sosok yang siap dijadikan sebagai cawali karena setiap parpol ingin mencapai target tertinggi dalam pilkada ini,”ujar Fathol,kemarin. Kendati begitu,dia menyatakan siap berada di posisi N 2, apabila partainya bisa berkoalisi dengan PDIP yang telah mengusulkan nama Peni Suparto sebagai kandidat cawali.Fathol mengatakan,pihaknya rela berposisi menjadi orang kedua.Sebab, berdasarkan hasil Pemilu 2004 silam, posisi perolehan suara PKB di Kota Malang masih berada di bawah PDIP.

Pernyataan kader partai berlambang bola dunia ini dapat disebut sebagai langkah penuh strategi. Betapa tidak,mayoritas parpol besar kini memang sedang mengincar tahta Wali Kota Malang. Sebut saja PDIP yang sejak jauh-jauh hari sudah menetapkan calon incumbent Peni Suparto menjadi cawali. Seakan tidak mau ketinggalan,Pohon Beringin mencalonkan Ketua DPD Aries Pujangkoro untuk merebut posisi paling terhormat itu. Bahkan, PKS Kota Malang yang hanya memiliki lima wakil di DPRD juga sudah berancangancang mengajukan nama untuk merebut posisi kursi Wali Kota Malang periode 2008–2013.

Siapa dia, partai Islam ini mengaku terus menggodoknya.Andaikan saja saat ini tidak terhadang permasalahan internal, barangkali Partai Demokrat juga sudah mendeklarasikan cawalinya. Barangkali yang memilih bermain save adalah PAN yang hanya mengincar posisi N 2.PAN menggadang-gadang Ketua DPC Mohan Katelu untuk bersaing dalam bursa demokrasi tersebut, berpasangan dengan Partai Golkar. Biarpun terhitung masih relatif lama,aksi para calon itu untuk memopulerkan dirinya terhitung agresif. Yang paling nekat adalah tersebarnya poster pasangan Aries Pujangkoro dan Mohan Katelu di berbagai sudut Kota Malang, sebagai cawali dan cawawali Kota Malang periode 2008–- 2013.

Padahal, tahapan pilkada saja belum dijadwalkan. Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Malang Sofyan Edy Jarwoko menyatakan,hal tersebut sebagai reaksi murni masyarakat Kota Malang. Dia mensinyalir, pilkada mendatang bakal berjalan sangat alot, terutama dalam penentuan koalisi antarparpol. Pasalnya, masing-masing parpol akan mengajukan dan menyiapkan nama kandidat sebagai cawali, bukannya menyiapkan nama kandidat cawawali. Menurut Ahmad Azhar Moslem, yang namanya masuk dalam bursa cawali dari PKS tersebut, posisi cawawali tetap menjadi posisi sentral yang sangat penting dan nilainya sangat tinggi. (yuswantoro)

sumber : seputar-indonesia.com, 7 Desember 2007
url : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/jawa-timur/pkb-juga-siapkan-cawawali.html

Kamis, 06 Desember 2007

PKS Kota Malang dan Pilwali

PKS Lirik Koalisi PKB-Demokrat

Malang

Harapan bakal calon walikota (bacawali) incumbent Kota Malang Peni Suparto mendapat sokongan suara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terancam kandas. Pasalnya, PKS lebih merasa sreg bila berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat (PD) daripada PDI Perjuangan.

Menurut Ketua FPKS DPRD Kota Malang, Ahmad Azhar Moeslim, tidak diliriknya PDIP bukan karena visi perjuangan partai yang berbeda. Namun, lebih disebabkan figur yang saat ini memimpin partai berlambang banteng moncong putih itu tidak sesuai dengan garis perjuangan PKS.
“Dari penjajagan ke beberapa partai, PKS kemungkinan akan berkoalisi dengan PKB dan PD. Tapi siapa yang akan dipilih, masih akan ditentukan lebih lanjut oleh tim penjaringan pilkada,” kata Ahmad Azhar Moeslim kepada wartawan, Rabu (5/12).

Sebelumnya Ketua DPC PKB Kota Malang, Fathol Arifin juga menyatakan siap berkoalisi untuk memenangkan pemilihan wali kota (Pilwali) 2008 mendatang. Ada empat partai yang sudah masuk dalam proses penjajagan koalisi pilwali.

Meski enggan menyebut parpol mana yang akan diajak koalisi, Fathol menyatakan, bahwa PKB tetap bertekat untuk merebut kursi N-1 (wali kota). Jika demikian, PKB tentu tidak akan berkoalisi dengan PDIP yang jauh-jauh hari telah menetapkan Peni Suparto sebagai bacawali Kota Malang.
“Kami harus optimistis untuk bisa meraih cita-cita tertinggi (wali kota). Ini sudah kami sosialisasikan ke basis massa dalam setiap kesempatan turba,” kata Fathol Arifin yang telah direkomendasi Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PKB sebagai salah satu bacawali Kota Malang, beberapa waktu lalu.

Keputusan koalisi partai, kata Fathol, akan ditentukan melalui forum Musyawarah Kebangkitan (Muskit) yang diagendakan mulai berjalan akhir Januari 2008 mendatang. Keputusan tersebut sekaligus akan menentukan apakah PKB tetap mengejar kursi N-1 atau hanya sekedar kursi N-2 (wakil wali kota). oen

sumber : surya.co.id, Thursday, 06 December 2007
url : http://www.surya.co.id/web/index.php?option=com_content&task=view&id=28306&Itemid=35

Selasa, 27 November 2007

Ahmad Azhar Muslim Menolak Pemekaran Kecamatan

Ahmad Azhar Muslim, Ketua FPKS DPRD Kota Malang

Tuesday, 27 November 2007
MALANG - SURYA
Pemkot Malang harus membatalkan rencana pemecahan lima kecamatan menjadi 10 kecamatan. Pasalnya enam fraksi di DPRD Kota Malang menolak mengesahkan rancangan peraturan daerah (Ranperda) pembentukan kelurahan dan kecamatan pada sidang paripurna, Senin (26/11).
Ketua FKB Ahmad Fauzan mengatakan, pemkot seharusnya lebih dulu membuat studi kelayakan tentang perlu tidaknya memecah wilayah kecamatan dan kelurahan. “Sehingga sasaran yang akan diraih jelas tujuannya,” kata Fauzan kepada Surya.

Pembentukan kecamatan secara langsung, lanjutnya, membutuhkan sarana dan prasarana baru. Namun kebutuhan itu belum diantisipasi sejak dini, baik dari segi anggaran maupun kesiapan masyarakatnya.
“Belum ada kepastian, bahwa pembentukan kecamatan baru itu akan semakin meningkatkan pelayanan masyarakat. Kami kawatir, justru menjadikan beban tersendiri,” tandas Ketua PAC PKB Blimbing ini.

Penegasan senada disampaikan Ketua FPKS Ahmad Azhar Muslim. Menurutnya implementasi perubahan kecamatan itu akan membawa konsekuensi yang besar bagi pemkot. Sementara kajian pembentukan kecamatan itu belum dilakukan secara mendalam. “Kami minta agar pemkot mengkaji lebih dalam rencana pembentukan kecamatan baru. Termasuk menyiapkan perangkat yang memenuhi persyaratan,” kata Azhar Muslim.

Juru bicara FPDIP Sri Untari menambahkan, saat ini bukanlah timing yang pas untuk memecah wilayah kecamatan dan kelurahan. Selain menjelang momentum pemilihan wali kota (Pilwali), pendataan penduduk juga belum selesai dilakukan.

Wali Kota Malang Peni Suparto yang dikonfirmasi Surya melalui Kabag Humas Jarot Edi Sulistiyono menyatakan, penolakan dewan akan ditindaklanjuti. Pemkot Malang akan segera melakukan kajian lebih detil seperti yang disarankan dewan.
“Kami akan melakukan kajian mendalam tentang rencana pemecahan kecamatan dan kelurahan. Sehingga masyarakat akan semakin mendapatkan peningkatan dan kualitas pelayanan,” kata Jarot. oen

sumber : surya online
url :

Senin, 12 November 2007

Pilkada Malang : Peni Mengklaim Didukung Kiai NU, Golkar dan PKS

Peni Mengklaim Didukung Kiai NU, Golkar dan PKS
Tuesday, 13 November 2007
Malang - Surya

Suhu politik mulai menghangat menyusul bakal digelarnya Pilwali Kota Malang tahun depan. Malahan calon incumbent Peni Suparto mulai mengklaim mendapatkan dukungan dari para kiai NU dan sejumlah partai politik.

Wali Kota Malang Peni Suparto mengklaim telah mendapat dukungan sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) untuk running pemilihan wali kota Malang (Pilwali) 2008 mendatang. Selain para ulama, dukungan juga mengalir dari partai pendukung yakni PDIP, Partai Golkar dan PKS.
“Mereka yang sudah mendukung saya yakni dari PDIP sejak tahun 2005 lalu dan Partai Golkar. Para kiai-kiai NU juga sudah memberikan dukungannya,” kata Wali Kota Peni Suparto kepada wartawan, Senin (12/11).

Meski telah memiliki basis dukungan kuat, namun hingga saat ini Peni masih belum mengantongi nama calon yang bakal menjadi pasangannya. Karena penentuan pasangan tersebut akan diserahkan kepada tim yang baru dibentuk pada Februari 2008 mendatang.
“Belum ada kriteria seperti apa calon pasangan saya itu. Tentu ia harus bisa bekerja sama dengan saya, laki-laki ataupun perempuan. Tapi saya lebih sreg (tepat) jika pasangan itu perempuan. Bisa lebih kompak dalam bekerja sama,” ujar Peni.

Sebagai kader partai ia tidak memiliki alasan untuk menolak amanah partai. Apalagi dukungan itu juga mengalir dari para ulama. “Saya tidak memiliki alasan untuk menolak menerima amanah tersebut. Bahkan para kiai NU itu menganggap saya adalah pemimpin yang cukup adil dalam mengayomi masyarakat,” tandasnya.

Sementara Wakil Ketua PC NU Kota Malang, Syaifudin Zuhri menyatakan, bahwa institusi NU tidak pernah memberikan dukungan kepada Peni Suparto. Jika Peni mengklaim mendapat dukungan dari kiai NU hanya masalah image saja. “NU tidak pernah memberikan dukungan kepada calon wali kota. Tidak ada rapat ataupun keputusan dukung mendukung dalam politik,” tegasnya.

Menurutnya, adanya klaim ulama NU yang telah mendukung Peni Suparto tidak terlepas dari budaya masyarakat. Siapapun ulamanya, jika didatangi pejabat tentu akan memberikan dukungan seperti yang diharapkan. Namun mereka bukan membawa institusi NU. “Mungkin itu hanya person-person yang rodok (agak,red) nakal. Silahkan saja, itu hak mereka sebagai tokoh kultural NU,” tandasnya. oen

PKS Belum Melamar

Klaim Peni Suparto telah mendapat dukungan dari PKS dibantah mentah-mentah kubu PKS. Anggota DPRD Kota Malang dari PKS, Ahmad Azhar Muslim SE, mengaku kaget dengan klaim Peni itu.

Azhar mengaku mendengar pernyataan Peni setelah ada anggota DPRD dari fraksi lain menanyakan masalah ini lewat telepon. Dia menanyakan apa benar PKS telah melamar Peni untuk dicalonkan sebagai Wali Kota Malang dalam pilwali 2008.
Menurut penelepon itu, ungkap Azhar, Peni melontarkan klaim itu ketika ada acara halal bihalal 'Kebangsaan' yang digelar di Gedung Kesenian Gajayana, Minggu (11/11). ”Kami memang diundang dalam kegiatan itu, tetapi tidak hadir,” ungkap Azhar, Senin (12/11).

Terkait klaim Peni, Azhar menegaskan, bahwa PKS sampai saat ini belum memberikan dukungan ataupun melamar Peni untuk dicalonkan pada Pilwali 2008. ”Saya nggak tahu apa maksud Peni menyampaikan hal itu,” ungkap Azhar.

Namun Azhar mengakui kalau partainya telah melakukan survei ke masyarakat terkait bakal calon (balon) dalam Pilwali Kota Malang 2008. Ketika itu terjaring 16 nama dari parpol, tokoh masyarakat, tokoh agama dan akademisi.
Hal senada diungkapkan Ketua DPC Partai Demokrat terpilih, Subur Triono SE. Menurut Subur yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Malang ini, partainya sampai sekarang belum memikirkan nama calon. Yang jelas, pada Pilwali Kota Malang 2008 nanti, Demokrat dapat mengusung sendiri paket calon.

Subur enggan menyebut nama calon dari Demokrat nanti. Menurut dia, calon dari partainya bisa dari internal maupun luar partai. ”Siapa calon dari Demokrat nanti, kami serahkan ke masyarakat untuk memilihnya. Yang jelas masyarakat akan memilih calon yang terbaik,” ungkapnya.

Sebelumnya, para kader dan pimpinan Golkar maupun PAN sudah terang-terangan menyatakan bahwa mereka akan koalisi dengan mengusung bakal calon Drs R Aries Poedjangkoro MM dan Mohan Katelu (Arema). Aries Poedjangkoro kini menduduki Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, sedang Mohan Katelu sebagai Ketua DPD PAN Kota Malang.

Sementara Ketua PKB Kota Malang Fathol Arifin mengakui bahwa nama Peni Suparto memang mencuat di basis PKB. Namun demikian, PKB belum tentu memuluskan Peni sebagai kandidat yang harus didukung.
“PKB belum ada rapat untuk menentukan dukungan kepada siapa. Apakah kami akan merekomendasikan kader sendiri atau orang lain, tergantung hasil keputusan rapat,” kata Fathol Arifin. ekn/oen

Minggu, 11 November 2007

PKS Malang Soroti Perubahan Organisasi Pemkot Malang

PKS Soroti Perubahan SO
Friday, 09 November 2007
MALANG- SURYA
Rencana penambahan tiga SKPD lewat Raperda struktur organisasi (SO) di lingkup Pemkot Malang disorot PKS Kota Malang. PKS meminta agar penambahan SKPD itu dikaji ulang, apakah efektif atau tidak.

Menurut anggota Komisi A DPRD dari fraksi PKS, Ahmadi, jika dilihat dari aturan yang ada, Kota Malang memang dapat menambah SKPD baru. Sesuai kriteria yang ada, Kota Malang maksimal menambah empat SKPD menjadi 18 unit. “Saat ini Pemkot baru memiliki 14 SKPD, dan rencananya menambah 3 unit lagi,” katanya kepada Surya, Kamis (8/11).

Sesuai dengan rencana, tiga SKPD yang akan ditambah itu adalah Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) dan Dinas Koperasi. Sedangkan SKPD yang digabung diantaranya adalah Dinas Kebersihan dan Dinas Pertamanan.
Terkait hal itu, pihaknya mengaku menerima hal itu. Hanya saja, pihaknya melihat apakah dengan penambahan SKPD itu akan meningkatkan layanan pada masyarakat. Jika memang tak efektif, maka penambahan itu harus dibatalkan. “Ini memang harus dikaji secara mendalam,” tegasnya.

Dia mencontohkan Dinas Pemuda dan Olahraga. Pihaknya melihat, rencana pembentukan dinas itu harus disesuaikan dengan kondisi dan tupoksi yang ada. Untuk olahraga, dia meminta pemkot tak hanya mengurusi cabang olahraga (cabor) sepak bola saja, termasuk Persema. “Semua cabor harus mendapat porsi dana yang sama. Jika memang hal ini tak diperhatikan, maka kami tak akan menyetujui pembentukan SKPD baru,” ujarnya.

Rencana ini mengemuka ketika beberapa pejabat, termasuk semua asisten Sekkota Malang menggelar rapat tertututp tentang Raperda perubahan SO di Pemkot Malang pada Rabu (24/10).

Meski rapat masih membahas perubahan SO, namun hampir bisa dipastikan ada penambahan SKPD, baik yang setingkat dinas, kantor, maupun badan. Untuk tingkat dinas, hampir pasti ada tambahan sekitar empat dinas dari semula 12 dinas menjadi 16 dinas. Untuk tingkat badan dan kantor, masing-masing ada penambahan satu SKPD dari semula empat unit kerja menjadi lima unit kerja.

Sedangkan untuk perubahan SO, yang telah dipastikan berdiri di lingkup SKPD Pemkot Malang adalah Dinas Pemuda dan Keolahragaan. Kemudian untuk SKPD lain, beberapa unit kerja strategis harus dimekarkan ataupun dimerger. Sebuah sumber terpercaya menjelaskan, setidaknya ada tiga SKPD yang dimekarkan, yakni Dinas Pariwisata, Informasi dan Komunikasi (Disparinkom), Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop), Badan Pembangunan Masyarakat Kota dan Keluarga Berencana (BPMKB) dan Kantor Perpustakaan Kota Malang. sda

PKS Kantongi Balon Pilwali Kota Malang

PKS Kantongi Balon Pilwali
Monday, 29 October 2007
MALANG-SURYA
DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Malang telah mengantongi sejumlah nama bakal calon (balon) yang akan diusung dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang 2008. Mereka berasal dari berbagai kalangan mulai dari akademisi, pemuka agama, parpol, dan kader PKS. Nama-nama itu merupakan hasil polling yang dilakukan DPD PKS Kota Malang.

Ketua DPD PKS Kota Malang Choirul Amri mengatakan, kriteria calon yang akan disusung partainya dalam pilwali tahun depan adalah calon yang mempunyai banyak kontribusi terhadap bangsa, umat, dan partai. “Beberapa calon sudah kami komunikasikan,” ujar Choirul Amri dalam halal bihalal keluarga besar PKS DPD Kota Malang di Aula Skodam V/Brawijaya, Minggu (28/10).

Amri menyebutkan, dari kalangan parpol atau birokrat terdapat Drs Peni Suparto MAP (Wali Kota Malang), Bambang Dh Suyono (Sekkota Malang), Drs R Aries Pudjangkoro, Subur Triono SE (Wakil Ketua DPRD dari Demokrat), Muhammad Nur (mantan sekkota Malang), dan Fathol Arifin (Ketua DPC PKB Kota Malang). Untuk kalangan tokoh agama ada nama KH Marzuki Mustamar (Ketua PCNU) dan Taufik Kusuma (Ketua PD Muhammadiyah).

Dari internal PKS, selain Choirul Amri terdapat beberapa kader lain. Sedang dari akademisi hanya terdapat satu calon yakni Drs Muhadjir Effendy MAP (Rektor UMM).

Namun Amri mengakui bahwa partainya tidak mungkin mengusung calon wali kota sendirian. Sebab, PKS tidak memenuhi syarat 15 % perolehan suara. Karena itu, PKS harus berkoalisi dengan partai lain agar syarat 15 % itu tercapai. “Penjajakan masih kami lakukan terhadap parpol-parpol yang ada,” ucap pria asal Ponorogo ini.

Lebih lanjut Amri menambahkan, selain melakukan polling untuk mencari bacawali, partainya juga telah menyiapkan tim sukses mulai tingkat RT dan RW. Mereka akan dibekali dengan berbagai kemampuan guna menyukseskan pilwali. “Sejauh ini, kami telah melakukan berbagai langkah, termasuk mengadakan pelatihan bagi kader PKS yang akan menjadi tim sukses. Para kader itu akan diberi materi seputar trik dan teknik untuk menggali suara,” ungkapnya.mg3

Balon Pilwali Polling PKS
=================
1. Peni Suparto (Wali Kota Malang)
2. Bambang Dh Suyono (Sekkota Malang)
3. R Aries Pudjangkoro (Ketua DPD Golkar)
4. Subur Triono (Wakil Ketua DPRD)
5. Fathol Arifin (Ketua DPC PKB)
6. KH Marzuki Mustamar (Ketua PCNU)
7. Taufik Kusuma (Ketua PD Muhammadiyah)
8. Drs Muhadjir Effendi MAP (Rektor UMM)
9. Choirul Amri (Ketua DPD PKS)
10. M Nur (mantan sekkota Malang)