BERSIAP MENJEMPUT KEMENANGAN DI PEMILU 2014

Tampilkan postingan dengan label Soekarwo-Saifullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soekarwo-Saifullah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Juli 2008

PILKADA JATIM : LSN Prediksi KarSa Kuasai Jatim

LSN Prediksi KarSa Kuasai Jatim

INILAH.COM, Jakarta — LSN (Lembaga Survei Nasional) memperkirakan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) unggul atas lawan-lawannya dalam Pilgub Jawa Timur 23 Juli mendatang. Bahkan, lembaga ini memperkirakan KarSa akan menang hanya dalam satu putaran.

Berdasarkan hasil survei LSN-SSC, jika Pilgub digelar hari ini, 28,3% publik mengaku akan memilih KarSa. Di tempat kedua, Soenarjo/Ali Maschan Moesa (Salam) yang dipilih oleh 16.4%, disusul Khofifah Indar Parawansa/Mudjiono atau Ka-Ji (13,4%),

Sementara pasangan Soetjipto/Ridwan Hisjam atau S-R (11,9%), dan Achmady/Suhartono atau Achsan (4.5%). Sementara 25,6% publik mengaku belum bisa memutuskan, tidak tahu, dan rahasia (swing voters).

”Dengan hasil survei seperti tersebut di atas, KarSa diperkirakan akan memenangkan

Pilgub Jatim dalam satu putaran saja, dengan perolehan suara pada kisaran angka 34.58% sampai 41.38%,” kata Umar S Bakry, Direktur LSN, dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM, Kamis (17/7) di Jakarta.

Namun, prediksi LSN bahwa Pilgub Jatim akan berlangsung satu putaran, berbeda dengan pendapat kebanyakan pengamat politik di Jatim yang memperkirakan Pilgub akan berlangsung dua putaran.

Para pengamat di Jatim setuju, KarSa memang akan memenangkan putaran pertama, namun dengan perolehan suara kurang dari 30%. Sedangkan Ka-Ji yang popularitasnya meroket dalam tiga pekan terakhir diperkirakan akan menjadi penantang KarSa di putaran kedua.

Prediksi LSN tersebut didasarkan atas hasil survei terbaru yang mereka laksanakan

1-8 Juli 2008 bekerjasama dengan Surabaya Survey Centre (SSC). Survei dilakukan di 38 kabupaten/kota di Jatim dengan mengambil sampel 831 orang secara multistage random sampling. Tingkat kepercayaan survei ini adalah 95% dan margin of error 3.4%. [R2]

PILKADA JATIM : PKS GENCAR KAMPANYE KAN KARSA

Selama 2 minggu kampanye yang ditetapkan KPUD Jawa Timur berakhir hari ini, Sabtu (19/7/2008). Mengakhiri masa kampanye ini, DPC PKS Mulyorejo melakukan aksi simpatik menyebar brosur dan leaflet kepada masyarakat.

Aksi yang ini dilakukan 25 orang tim brengos di dua tempat yakni mulai pukul 13.00 WIB - 14.30 WIB di perempatan Galaxy Mall Jalan Kertajaya dan dilanjutkan pukul 15.30 WIB - 17.00 WIB perkampungan Mulyorejo dan Sutorejo.

PKS ingin terus menyadarkan kepada masyarakat kenapa harus memilih KarSa. Lima alasan mengapa memih No 5 sebab terbukti berpengalaman, terbukti merakyat, bersahabat dan ramah, komitmen APBD untuk rakyat, komitmen pada pelayanan publik dan komitmen peduli rakyat.

Dengan sosialisasi 5 alasan memilih KarSa ini, diharapkan masyarakat tidak salah pilih dalam Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur pada 23 Juli mendatang.

Sekretaris Umum DPC PKS Mulyorejo, Maulana mengatakan pihaknya ingin stiap kader dan struktur PKS all out dukung KarSa

"Selama 2 minggu kampanye ini, Kami sudah berjuang keras mengenalkan masyarakat kecamatan Mulyorejo dengan KarSa. Kami melakukan door to door campaign, sosialisasi lewat banner dan spanduk dan sebagainya untuk mengenalkan KarSa ke masyarakat Mulyorejo. Aksi hari ini adalah gong akhir kampanye dukungan kami ke KarSa di Kecamatan Mulyorejo," jelas Maulana

Minggu, 13 Juli 2008

PILKADA JATIM : KARWO Disokong Hidayat Nur Wahid

Madiun beritajatim.com
-Saat berkampanye di Kabupaten Madiun dan kawasan lainnya
di Mataraman Jatim, cagub Soekarwo mendapat sokongan penuh dari partai
pendukungnya. Mantan Presiden PKS, Hidayat Nurwahid khusus datang untuk
mensupport kampanye Pakde Karwo di Madiun.

Dukungan all out PKS kepada duet cagub-cawagub Jatim,
Soekarwo-Saifullah Yusuf (Gus Dur) sangat penting, terutama di tahapan
terakhir pilgub Jatim. PKS dikenal sebagai partai dengan kader yang
militan dan istiqomah dengan pilihan politiknya.

Militansi kader dan elite PKS terbukti dengan kemenangan jago
partai ini di pilgub Jabar dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Apakah hal
serupa bakal terjadi di Jatim? Tunggu saja. (bj2)

PILKADA JATIM : Ribuan Massa PKS Padati Lapangan Jiwan Madiun

Madiun - Ribuan pendukung KarSa padati Lapangan Jiwan Madiun pada putaran kampanye yang berlangsung Minggu (13/7/2008) mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Sebanyak 1.500-an massa PKS menggunakan topeng Pak De Karwo. Selain Pak De Karwo, hadir pula Hidayat Nur Wahid (HNW), Jafar Tri Kuswahyono (Ketua Umum DPW PKS Jatim) dan Sigit Sosiantomo (Ketua DPP Wilda Jatim Bali).

Dalam orasinya, Hidayat Nur Wahid menungkapkan rasa terima kasihnya karena akan menjadi gubernur. Masyarakat merindukan gubernur dari Madiun asli yakni Pak De Karwo.

“Dulur-dulur nomer limo meniko bukan sekedar orang madiun tapi sudah
digembleng untuk menjadi pemimpin untuk memperbaiki nasib petani, kesejahteraan para guru, dan meningkatkan kualitas rakyat. Pemimpin yg handal, memahami visi dan misi gubernur sebelumnya,” ujar Hidayat Nur Wahid.Dia menambahkan, Jawa Timur adalah bagian dari Indonesia. Kita memerlukan pemimpin antara kombinasi memimpin daerah dan memiliki kemampuan mengakses nasional dan internasional. Dan sosok itu ada pada Gus Ipul seorang tokoh muda yang Ansor.

“Kemenangan Pak De Karwo adalah kemenangan pemberantasan korupsi. Yang
namanya kampanye adalah bukan sarana utk memecah belah diantara warga tetapi justru untuk menghadirkan Jawa Timur yang lebih makmur, merdeka,” tambah Hidayat.

Sementara itu dalam orasinya, Pak De Karwo mengharapkan petani, pedagang kecil, masyarakt Jatim yang ada di pinggiran harus dibawa ke tengah kepada kesejahteraan.

“Petuahe Ketua MPR harus dituruti,” ujar Pak De Karwo dalam orasinya. (detiksurabaya.com)

Sabtu, 12 Juli 2008

PILKADA JATIM : PKS se-Madura Kerahkan Manusia Brengos Menangkan KARSA

Kerahkan 200 ‘Manusia Brengos’

Sunday, 06 July 2008

Surabaya | Surya - Sekretaris Tim Pemenangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dari PKS, M Sirodj akan mengerahkan fungsionaris DPW PKS Jatim, DPC PKS se-Madura dan 1.000 simpatisan untuk kampanye perdana jagonya di Pamekasan, Minggu (6/7)

Sirodj juga menyiapkan secara khusus 200 ‘manusia brengos’ sebagai ikon KarSa.
Simpatisan sebanyak itu berasal dari kader dan jaringan PKS di empat kabupaten/kota se-Madura (Bangkalan, Sumenep, Pamekasan dan Sampang).

“Ketua DPW PKS Jatim Ja’Far Tri Kuswahyono juga all out memenangkan KarSa. Beliau akan menemani KarSa keliling Pulau Madura,” ujar Sirodj, Sabtu, (5/7). Para simpatisan dan pendukung KarSa itu akan jalan sehat dari Alun-alun Pamekasan. Kegiatan dimulai pukul 05.00-08.00 WIB.

Setelah itu, mereka akan berkampanye dari rumah ke rumah. Sedangkan Soekarwo menuju Pulau Kangean dan Saifullah Yusuf keliling pondok pesantren di Madura.
Sementara, ‘manusia brengos’ akan berdiri di tiap jalan protokol.

Sirodj mengatakan, manusia brengos dibentuk dari tim kreatif PKS. Mereka juga akan mewarnai kabupaten/kota di Jatim ketika KarSa kampanye. “Setiap kabupaten/kota sudah terbentuk 50 manusia brengos yang siap turun,” katanya. k6

PILKADA JATIM : 60000 Tim Brengos PKS Siap Menangkan KARSA

Surabaya-DPW PKS Jawa Timur menggelar rapat koordinasi aksi kampanye pilgub Jatim. Kegiatan ini diikuti DPD PKS se-Jatim. Kegiatan digelar pada Ahad (6/7/2008), di BPAV, Gayung Kebonsari Surabaya. Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Pemenangan Pilgub PKS se-Jatim.

“Masa Kampanye pilgub akan dimaksimalkan oleh seluruh jajaran struktur dan kader PKS. Dalam koordinasi aksi kampanye pilgub akan dibahas bagaimana tim brengos dan direct selling akan bergerak ke masyarakat. Kita mempunyai 60 ribu kader yang siap digerakkan untuk terjun memasarkan Karsa pada masa Kampanye,” ujar Muhammad Siroj, Sekretaris Tim Sukses Pilgub DPW PKS Jatim.

Selain itu, pihaknya telah menyiapkan tim Brengos yang berjumlah 50 orang per daerah untuk hadir di pusat keramaian sembari membagikan brosur 5 alasan memilih cagub-cawagub Soekarwo-Gus Ipul.
Tim brengos akan melakukan aksi simpatik secara simultan dalam menyapa masyarakat. “Dengan aksi simpatik yang santun, kami harapkan masyarakat jadi lebih suka dengan Pakde Karwo yang memiliki brengos dan mendukungnya,” tambahnya.

Yang menarik, pada saat rapat kordinasi digelar, seluruh peserta mempergunakan topeng Pakde Karwo. “Ini bagian yang juga akan kami kenalkan ke masyarakat. Agar Pakde Karwo tampak hadir di setiap kesempatan menyapa rakyat pemilih,” katanya. (bj2)

PILKADA JATIM : Tim Brengos PKS Siap Menangkan KARSA

Surabaya-Mengawali kampanye Pasangan KarSa di Zona E (Surabaya,Sidoarjo dan Pasuruan), PKS Surabaya melakukan aksi simpatik di Bunderan air mancur Jalan Pemuda, Kamis (10/07/2008).
Sekitar 40 tim Brengos (Tim yang dibentuk PKS dalam memenangkan pasangan KarSa) membagikan stiker, leaflet serta 5 alasan PKS mendukung KarSa dan brosur untuk lebih mengenalkan figur KarSa kepada masyarakat.

Yang menarik, 40 tim Brengos tersebut memiliki wajah dan brengos mirip Pakdhe Karwo. Itu karena mereka memakai topeng pakdhe Karwo yang terkenal dengan brengosnya yang khas. Trik ini rupanya cukup jitu untuk menarik perhatian pengendara. Bahkan banyak anak-anak yang minta serta langsung memakai topeng tersebut.

Menurut Humas PKS Surabaya Agis Firdaus, kegiatan ini merupakan bukti kepada masyarakat bahwa PKS serius mendukung pasangan KarSa dalam Pilgub Jatim mendatang.

Lebih lanjut Agis memaparkan lima alasan kenapa PKS mendukung KarSa yaitu Terbukti berpengalaman, Terbukti merakyat, Bersahabat dan ramah, Komitmen APBD untuk untuk rakyat, Komitmen pada Pelayanan publik dan Komitmen peduli rakyat.

“Aksi simpatik ini adalah awal dari keseluruhan kampanye kami untuk Karsa. Kami juga telah mengintruksikan kepada seluruh kader untuk memasang stiker Karsa di rumah dan lingkungannya. Juga agar mereka mensosialisasikan lima komitmen Karsa,” ujar Agis.

Minggu, 29 Juni 2008

KONTELASI PILKADA JATIM PER JUNI 2008

Peringkat kandidat pasangan cagub dan cawagub Jawa Timur (Jatim) terus berubah seiring dengan semakin dekatnya pelaksanaan pilgub.

Hasil jajak pendapat yang diselenggarakan Pusat Kajian Kebijakan dan Pengembangan Strategis (Puskaptis) pada 5-15 Mei 2008 lalu menyebutkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) menempati peringkat pertama. Pasangan ini berhasil memperoleh suara sebanyak 20,79 persen dari total responden sebesar 1.140 orang. Pasangan yang diusung Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut bahkan "laku keras" di mayoritas daerah pemilihan.

Pasangan ini berjaya di 17 wilayah, yang berarti hampir 50 persen dari total wilayah sampel yang berjumlah 32. Sementara peringkat kedua ditempati pasangan Achmady-Suhartono (Achsan). Dengan persentase yang tidak berbeda jauh dengan pasangan pertama, calon yang dijagokan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendulang suara sebanyak 19,21 persen.

Pasangan ini juga mampu menyedot perhatian warga di 8 wilayah. Jika Karsa dan Achsan cukup berjaya, situasi berbeda justru menimpa kubu Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji). Dalam survei itu, nasib baik belum berpihak kepada kubu tersebut lantaran perolehan suara mereka sangat minim. Dari total responden yang terjaring, hanya sekira 8,68 persen yang menyumbangkan suara untuk pasangan yang diusung koalisi Jatim Bangkit ini.Pamornya di beberapa daerah juga belum menyala.

Pasangan ini hanya unggul di tiga daerah, yakni Kediri (36,67 persen), Probolinggo (26,67 persen), serta Kota Surabaya (20,00 persen). Namun, hal tersebut tampaknya tidak menyurutkan semangat tim Kaji untuk terus meraih simpati warga. Mesin politik terus bergerak, berbagai upaya dilakukan dan hasilnya ternyata memang tidak sia-sia.

Dalam hasil survei Puskaptis terbaru yang diselenggarakan pada 8-18 Juni 2008 lalu, perlahan tapi pasti pasangan Kaji menuai hasil kerja kerasnya selama ini. Kaji sukses menaikkan popularitasnya dengan angka yang cukup signifikan yakni 8,51 persen, dari yang semula 8,68 persen menjadi 17,19 persen. Bukan hanya Kaji yang mampu mendulang suara dengan sukses, prestasi juga dicetak pasangan Karsa yang berhasil menaikkan popularitasnya hingga 27,73 persen.

Meski selisih persentase tidak sebesar yang didapat pasangan Kaji, Karsa tetap menjadi Jawara dalam hasil sementara survei ini. Bagi ketiga calon lainnya, upaya menaikkan pamor ternyata belum berjalan baik. Beberapa hari menjelang pencoblosan, tingkat popularitas mereka justru menurun. Pasangan Achsan yang dulu duduk di peringkat kedua bahkan harus merelakan tempatnya untuk Kaji.

Perolehan suara pasangan ini turun drastis, dari yang semula 19,21 persen kini hanya 6,14 persen. Hal serupa juga menimpa kubu Soenarjo-Ali Maschan (Salam), meski penurunannya relatif tidak terlalu drastis. Pada survei pertama, pasangan ini mendapat suara 17,11 persen, sedangkan pada survei kedua, perolehan suara pasangan yang mengendarai partai Golkar ini turun menjadi 15,96 persen.

Lain halnya dengan pasangan yang diusung PDIP Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR), pada survei sebelumnya memperoleh suara sebanyak 17,37 persen, sedangkan pada survei kedua harus menerima kenyataan pahit. Perolehan suara pasangan ini anjlok hingga 8,42 persen. Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi pencalonannya kepada semua kalangan. Khofifah akan mendekati semua pihak, terutama perempuan dan kelompok menengah ke bawah.

"Pendekatan kepada mereka karena merekalah yang sebenarnya menggerakkan perekonomian Jawa Timur," ujarnya di Sidoarjo. Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini menambahkan, tukang becak, nelayan, petani, dan perempuan merupakan elemen kunci untuk membuat Jawa Timur bangkit. "Paket pembangunan di Jatim harus menyentuh semua elemen. Untuk itu, saya mendatangi semua elemen. Pencalonan diri sebagai gubernur ini sebagai proses perubahan untuk Jawa Timur," tuturnya.

Langkah populis tersebut juga dilakukan Cawagub Saifullah Yusuf. Dini hari kemarin misalnya, Ketua GP Ansor nonaktif tersebut rela berkeliling Surabaya menyapa pendukungnya. Dalam kesempatan itu Gus Ipul sempat menyapa paguyuban pengayuh becak, paguyuban rukun agawe sentoso, dan menyapa pengunjung Lapangan Bungkul.

Gus Ipul mengatakan, dirinya ingin adanya kebersamaan dengan berbagai kelompok masyarakat, mulai tukang becak, sopir taksi, tokoh masyarakat, dan para kiai. "Ini hanya bertujuan menyambung hati dengan mereka," ungkapnya.

Ketua Pokja Pilgub DPW PKB Jatim Aminurrahman tetap optimistis dengan peluang Achsan. Pasalnya, sosialisasi untuk pasangan ini telah dilakukan secara rutin. Tak tanggung-tanggung, Ketua Dewan Syura PKB KH Abdurrahman Wahid juga ikut turun gunung. "Seperti pekan lalu, Gus Dur mengunjungi Probolinggo dan Sampang untuk sosialisasi Achsan. Kegiatan ini akan terus kami lakukan sampai selesai masa kampanye," ujarnya.

Sementara Ketua Tim Pemenangan Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR) Ali Muji mengungkapkan, sosialisasi juga terus dilakukan oleh kader-kader di tingkatan bawah. Dengan memanfaatkan kader-kader yang telah menduduki jabatan, baik di eksekutif maupun di legislatif. "Di Jawa Timur ini kami memiliki 22 kepala daerah dari 38 kota/kabupaten," ujarnya. (sindo//mbs

Selasa, 10 Juni 2008

PILKADA JATIM : Mbah Idris Legowo PKS Bergabung Dukung KarSa

Senin, 09/06/2008 19:15 WIB
Setelah PKS Bergabung
Mbah Idris: Lebih Baik KarSa Beri Penjelasan ke Ulama
Reporter : Asmaul Chusna

Kediri beritajatim-Munculnya dukungan dari PKS kepada pasangan cagub-cawagub Soekarwo-Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membuat ulama terpukul, tak terkecuali pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.

Pasalnya, sejak awal pimpinan Pondok Lirboyo, terutama para pengasuhnya, mendukung sepenuhnya pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf (KarSa) untuk maju dalam pilgub 2008. Meski mereka tak diajak berbicara saat PKS akan ikut koalisi, namun para pengasuh Pondok Lirboyo mengaku tak menarik dukungan.

"Kami tak apa-apa jika mereka (KarSa) menggandeng PKS. Dengan itu, kami juga tak menarik dukungan," ujar KH Idris Marzuki, pimpinan Pondok Lirboyo, Kota Kediri, Senin (9/6/2008).

Menurutnya, selama ini memang belum pernah bertemu dengan pasangan KarSa, terutama untuk menjelaskan masalah masuknya PKS dalam koalisi politik tersebut. "Belum, mereka belum ke pondok untuk sowan," katanya.

Meski demikian, Mbah Idris mengaku, dia tak merasa marah dengan sikap KarSa terkait dukungan dari PKS. Meski berbeda prinsip, tapi dalam masalah ini, pihaknya menyerahkan keputusan kepada KarSa. "Kabar penolakan itu hanya salah paham saja," tukasnya singkat.

Namun demikian, Mbah Idris mengatakan, untuk PAN sendiri, pihaknya sudah menerima penjelasan, sehingga hal tersebut tak dipermasalahkan. Namun demikian, dia berharap KarSa yang didukung para ulama itu memberi penjelasan setelah PKS bergabung. Tujuannya, untuk menghindari berbagai hal yang tak diinginkan.

Sejumlah pimpinan Pondok Lirboyo selama ini dikenal sebagai pendukung KarSa. Namun dukungan itu sempat mengendur setelah ada kabar yang mengatakan, ulama NU merasa terluka dengan sikap KarSa yang menggandeng PKS. Alasannya, ulama NU tak sejalan dengan prinsip PKS yang mudah menyebut bid'ah atas amalan agama warga muslim lainnya. (bj2)

PILKADA JATIM : Survei Popularitas Calon Dukungan PKS Masih Tertinggi

SURABAYA okezone.com- Para pasangan calon gubernur Jatim pantas risau. Pasalnya sekitar 35-44 persen penduduk Jatim masih belum memutuskan akan mencoblos atau tidak (undecided) pada hari pencoblosan pemilihan gubernur Jatim 23 Juli mendatang.

"Tingginya angka warga yang masih undecided ini harus diwaspadai oleh para calon gubernur. Mereka pantas risau karena posisinya belum aman," tegas Hariyadi dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga kepada wartawan, Selasa (10/6/2008).

Menurut Hariyadi dari hasil penelitiannya tersebut popularitas pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf masih mengungguli pasangan calon gubernurnya lainnya karena popularitasnya naik. Sementara itu pasangan Soenarjo dan Ali Maschan Moesa popularitasnya turun.

Namun meski pun popularitasnya turun, pasangan ini masih menempati posisi kedua bersaing ketat dengan pasangan Soekarwo dan Sifullah Yusuf.

Sedangkan popularitas pasangan Sujipto - Ridwan Hisyam masih stagnan berada di peringkat bawah. Yang unik malah terjadi di pasangan Achmady-Soehartono yang diusung PKB. Sebagaimana diketahui, PKB pemenang pemilu di Jatim. Namun, justru popularitas Achmady - Soehartono kecil.

"Popularitas Achmady nyaris habis karena sangat berhimpitan dengan Khofifah," pungkas Hariyadi. (fit)

PILKADA JATIM : Lirboyo Restui Gus Ipul Didukung PKS

KEDIRI sindo- Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Idris Marzuki merestui keputusan Syaifullah Yusuf yang menerima dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk memenangkan pilgub Jatim. Menurutnya tidak ada alasan untuk menolak siapapun yang ingin bergabung memenangkan Ipul.

Ditemui di rumahnya di kompleks Pondok Pesantren Lirboyo Kediri kemarin, ulama yang akrab disapa Mbah Idris ini mengatakan dirinya tidak pernah mempermasalahkan dukungan yang diberikan PKS kepada pasangan Karsa. Ia juga membantah kabar yang mengatakan dirinya marah kepada Ipul karena merasa tidak pernah diajak bicara soal bergabungnya PKS tersebut.

"Siapa bilang saya marah. Hubungan saya dengan Ketua PKS sangat baik, saya kenal beliau. Saya justru senang jika mereka mau membantu memenangkan Ipul," ujarnya.

Ia menegaskan, dalam situasi seperti ini, justru Ipul diminta lebih terbuka kepada siapapun yang ingin memberikan dukungan. Termasuk di antaranya dari PKS yang telah secara terbuka menyampaikan komitmen tersebut. Karena itu ia menganggap langkah Ipul yang meminta dukungan kepada siapapun untuk digandeng adalah sesuatu yang wajar.

Selain itu ia juga menegaskan jika sampai detik ini dirinya masih konsisten untuk mendukung Ipul. Sesuai dengan hasil istikharoh para kiai, sosok yang muncul adalah Ipul. Keputusan itulah yang kemudian dijadikan pegangan oleh Mbah Idris dan kiai sepuh lainnya untuk menjatuhkan pilihan kepada Ipul.

Bahkan untuk menghindari terjadinya benturan antara calon lain terutama yang sama-sama berangkat dari Nahdlatul Ulama (NU), Mbah Idris secara tegas menolak menerima mereka selain Ipul. Hal itu untuk menunjukkan keseriusannya dalam mendukung ketua umum GP Anshor tersebut.

"Saya memang menolak menerima calon lain yang ingin datang ke rumah. Ini untuk menghindari benturan saja," jelasnya.

Menariknya, saat ditanya tentang peluang Khofifah Indar Paranwansa yang diprediksi menjadi kuda hitam dan mengungguli calon lainnya, dengan tegas Mbah Idris menampiknya. Menurutnya survei yang mengatakan Kaji menempati urutan pertama sangat tidak independen. Ia bahkan bersikukuh jika hingga saat ini pasangan Karsa-lah yang menempati urutan pertama.

"Saya bukannya menolak pemimpin perempuan, sebab hal itu masih menjadi perdebatan di kalangan ulama sendiri. Namun apa bisa Khofifah memimpin masyarakat Jatim yang sangat banyak dan bermacam-macam ini?" tanyanya. (Hari Tri Wasono/Sindo/hri)

PILKADA JATIM : Pengamat : PKS Mesin Efektif Pemenangan Soekarwo

SURABAYA Okezone.com- Jelang pemilihan gubernur Jatim, partai-partai ramai-ramai lebih memilih kampanye door to door. Kampanye seperti ini dinilai sangat tepat dan efektif untuk menyentuh para pemilihnya, dibandingkan dengan pengerahan massa.

"Karena ternyata mesin yang dimiliki oleh partai, ternyata tidak memberikan kontribusi tinggi. Tapi bukan berarti tidak itu tidak penting. Karena ternyata mobilisasi oleh mesin partai hanya memberikan kontribusi sekitar 20 persen dari jumlah perolehan suara," ujar dosen Ilmu Politik Fisip Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (10/6/2008).

Menurut Hariyadi, yang terpenting untuk memenangkan pasangan calon gubernur, yakni bagaimana mengemas figur. Mengenalkan figur sebenarnya tidak cukup lewat kampanye dengan menggunakan mesin partai, tapi datang sendiri atau menggunakan personal guarantee.

"Kalau pun ada partai, paling hanya digunakan sebagai kendaraan awal. Kecuali beberapa partai tertentu seperti PKS yang mempunyai kemampuan untuk memobilisasi dukungan," kata Hariyadi.

Hariyadi kemudian mencontohkan pencalonan Soekarwo, yang formalnya diusung oleh Partai Demokrat dan PAN.

"Partai Demokrat tak lebih sebagai papan nama karena tidak melakukan apa-apa. PAN di sana-sini fragmented. Sedangkan yang nonformal PKS, sangat intensif sekali," pungkasnya.(hri)

Minggu, 08 Juni 2008

PILKADA JATIM : PKS Janji Antar KarSa ke Grahadi

08 Juni 2008, 16:13:56, Laporan Kholied Mawardi

PKS Janji Antar KarSa ke Grahadi

suarasurabaya.net| Partai Keadilan Sejahtera berkomitmen mendukung penuh pasangan Pakde KARWO dan Gus IPUL menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur 2008-2013. Ikrar dukungan dan pemenangan pasangan KarSa disampaikan dalam Milad X PKS di Gelora Pantjasila, Minggu (08/06).

JA’FAR TRIKUSWAHYONO Ketua umum DPW PKS Jawa Timur di hadapan ribuan kader PKS mengatakan, memilih pasangan KarSa dalam Pilgub Jawa Timur karena KarSa mau berkomitmen seperti yang diinginkan PKS.

”KarSa harus bisa menciptakan pemerintahan yang bersih tanpa ada KKN, alokasikan dana APBD untuk kepentingan rakyat kecil, dan selenggarakan pemerintahan yang profesional,” kata JA’FAR.

Untuk mewujudkan ambisi menjadikan KarSa sebagai pemimpin di Jawa Timur, selain menyolidkan dukungan dari PAN dan PD, JA’FAR juga meminta setiap kader minimal mendatangi sepuluh rumah. ”Anggap setiap rumah ada empat pemilih, sehingga seorang kader dapat menarik 40 pendukung mencoblos KarSa. Total kader yang dimiliki PKS seluruh Jawa Timur ada 6000 orang,” ujarnya.

Sekitar 3 ribu simpatisan dan pendukung PKS dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik memadati Gelora Pantjasila. Ruangan terasa sesak, bahkan banyak pendukung PKS rela menempati balkon. Penonton dihibur oleh Nasyid Shoutul Harakah, tim paduan suara, dan seni barongsai Mutiara Kenjeran Surabaya. (kho/tin)

PILKADA JATIM : Ribuan Kader PKS Penuhi Gelora Pancasila

Minggu, 08/06/2008 09:00 WIB
Ribuan Kader PKS Penuhi Gelora Pancasila

Reporter: Ida Akbar

Surabaya beritajatim.com - Sekitar 12 ribu kader dan simpatisan PKS memenuhi gelora Pancasila. Selain memperingati Milad ke 10, juga ikrar pemenangan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa).

Begitu Cagub Soekarwo memasuki gedung, massa langsung berteriak-teriak. "Hidup KarSa, hidup KarSa," kata ribuan kader yang didominasi perempuan itu.

Selain disambut teriakan, kedatangan Soekarwo juga disambut dengan kesenian tradisional Cina Barongsai.

Suasana pun langsung meriha. Apalagi ketika Mc mengatakan seruan-seruan yang mengelu-elukan KarSa.

"Nggak ngoros liane, sing penting pakde," kata Mc, Priyo Aljabar.

Ribuan kader itu berasal berbagai kabupaten/kota di Jatim. Seperti Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Rencananya, mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid juga hadir. [eda/ted]

PILKADA JATIM : PKS Ikhlas Dukung KarSa

SURABAYA - SURYA-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ikhlas mendukung pasangan Soekarwo - Saifullah Yusuf dalam Pilgub Jatim, kendati mereka tidak tampil sebagai partai pengusung. Sebagai bukti kesungguhan itu, ribuan anggota PKS, mengumandangkan ikrar pemenangan KarSa di Gelora Pantjasila, Minggu (8/6). Hadir dalam acara itu mantan presiden PKS yang juga Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dan istri dr Diana Abbas Thalib Wahid, serta cagub Soekarwo. “Bagi kami tidak penting apakah menjadi pengusung atau pendukung.

Yang terpenting adalah melahirkan pemimpin Jatim yang berkualitas, yang mampu membawa Jatim lebih makmur dan sejahtera dari sebelumnya,” ujar Hidayat Nur Wahid.
Karena itu, PKS akan berlomba dengan partai pengusung maupun nonpengusung untuk membuktikan keseriusannya dalam memenangkan KarSa. “Orientasi kami bukan sekedar kekuasaan. Ini sebagai bentuk pengabdian PKS kepada Jatim,” imbuhnya.

Di sisi lain, cagub Soekarwo merasa bangga dengan dukungan PKS. “Kami memiliki kesamaan pandangan untuk membangun Jatim lebih baik,” katanya.

Koordinator PKS Jatim-Bali, Sigit Soesiantomo menambahkan, PKS akan menyumbangkan 2,3 juta suara bagi pasangan KarSa. Mereka akan menggerakkan 57.300 kadernya untuk memasarkan KarSa dengan sistem door to door. “Tidak ada sanksi bagi kader yang tidak mendukung pasangan ini. Karena saya yakin, kader PKS solid, dan tak ada satupun yang akan mbalelo,” katanya.

Di lain pihak, Hidayat Nur Wahid juga mengatakan, pada Pemilu 2009 nanti, PKS menargetkan meraih 10 kursi DPR RI dari Jatim. Saat ini, kursi DPR RI dari Jatim hanya satu kursi. k6/bet

PILKAD A JATIM : PKS Berharap KarSa Ubah Politik dan Pemerintahan

Minggu, 08/06/2008 10:55 WIB
Milad X PKS
PKS Berharap KarSa Ubah Politik dan Pemerintahan

Reporter: Ida Akbar

Surabaya beritajatim.com - PKS berharap dengan majunya Soekarwo-Syafullah Yusuf dalam Pilgub Jatim nanti ada semacam perubahan baik di pemerintahan maupun perekonomian Jatim.

"Kami memastikan Soekarwo-Syaifullah Yusuf," kata Sigit Soesiantomo Koordinator PKS Jatim-Bali, Minggu (08/06/2008) .

Bersama PAN dan Partai Demokrat, PKS siap memenangkan KarSa apalagi mesin politik saat ini sangat solid.

"Dengan segenap daya dan upaya kami akan memenangkan secara maksimal KarSa karena ada 2,3 juta suara yang dijanjikan PKS untuk mendukung Pakde-Syaifulah," katanya.

Apalagi di beberapa kota PKS memenangkan Pilkada di beberapa tempat di Jawa Timur.

Mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid saat ini sudah datang untuk memberikan tauziah kepada kader-kader PKS.

Meski mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid sudah datang, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) hingga siang ini belum nongol.[ted]

PILKADA JATIM: Milad X PKS, Ikrar Pemenangan KarSa

Reporter: Ida Akbar

Surabaya - Peringatan Milad ke-10 Partai Keadilan Sosial (PKS) benar-benar dimaksimalkan untuk menyolidkan struktur, kader dan simpatisan DPW PKS Jatim. Tak kurang dari 12 ribu kader dari Surabaya dan Sidoarjo memadati Gelora Pancasila Surabaya.

Sedikitnya 3 ribu massa kader dan simpatisan PKS dari Sidoarjo berkonvoi bersama untuk mengawali Milad ini. Mereka berak-arakan mulai dari jalan Aloha - A. Yani - Diponegoro - Polisi Istimewa sampai di Gelora Pancasila.

Mereka menggunakan bus, truk, mobil pribadi, kendaraan roda dua hingga kereta kelinci. Sementara 9 ribu massa dari Surabaya konvoi bersama dari 5 titik di Surabaya.

Dalam milad kali ini, DPW PKS Jatim ingin mengingatkan dan menunjukkan kepada masyarakat luas terkait kiprah PKS selama 10 tahun selama ini.

“Tidak sekadar muatan politis, momentum peringatan Milad ini juga digunakan untuk ajang pemberdayaan bagi keder dan masyarakat luas,” kata Ketua DPW PKS Jatim, Ja’far Trikuswahyono, di Gelora Pancasila Surabaya, Minggu (8/6/2008).

Acara milad yang dimulai sejak pukul 08.00 tadi, diisi berbagai penampilan seni nasyid, jula-juli, orasi politik, testimoni harapan tokoh masyarakat kepada PKS dan ikrar pemenangan KarSa. Diluar gedung, diadakan serangkaian acara untuk menghibur mereka yang tidak bisa mengikuti acara di dalam gedung. Diantaranya seperti senam PKS Nusantara, bazar dan pameran foto kiprah PKS.[eda/ted]

PILKADA JATIM : Ribuan Kader PKS Back Up KarSa

Ribuan Kader PKS Back Up KarSa
Sunday, 08 June 2008

SURABAYA (SINDO) – Para kandidat dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2008 patut mewaspadai pasangan Soekarwo- Saifullah Yusuf (KarSa).

Kemarin sekitar 8.000 kader PKS yang hadir dalam Milad PKS ke-X berikrar untuk memenangkan KarSa. Kader dan simpatisan PKS yang hadir itu hanya sebagian dari klaim puluhan ribu ”warga” PKS di Jatim. Ikrar pemenangan PKS ini dibacakan Ketua DPP Wilayah Dakwah Jawa Timur dan Bali Sigit Sosiantomo,Ketua DPW PKS Jawa Timur Ja’far Tri Kuswahyono,SekretarisUmum DPW PKS Jawa Timur,Arif Hari Setiawan, Ketua Tim Pemenangan Pemilu DPW PKS Jawa Timur, Yusuf Rohana.

Pembacaan disaksikan sesepuh PKS Hidayat Nur Wahid. Selain merayakan Milad, temu akbar kemarin digunakan untuk menyolidkan struktur dan kader serta simpatisan PKS di Jatim.Dengan begitu, PKS optimistis mampu memenuhi target pemenangan KarSa sebanyak 2,4 juta suara.Untuk memenuhinya, PKS menggunakan sistem direct selling,di mana tiap kader harus mengunjungi 1 rumah yang berisi 10 orang dengan target suara yang didapat dari anggota keluarga tersebut sebanyak 4 suara.

Hidayat Nur Wahid yang juga Ketua MPR RI dalam sambutannya mengatakan, kekuatan PKS di Jatim masih kecil. Karena itu, untuk menjadi besar dibutuhkan perubahan mendasar, salah satu caranya dengan mengusung pasangan gubernur. ”Program partai dan cagub, harus mampu memberdayakan masyarakat Jatim dan tidak membuat mereka hanya sekadar warga yang tidak diperhatikan,” katanya. Soekarwo yang kemarin hadir mengatakan, akan membuat kebijakan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Baginya, rakyat adalah objek kebijakan dan sudah seharusnya ikut merumuskan kebijakan itu sendiri. Pria yang identik dengan kumis tebal ini menganalogikan, dia dan seluruh partai pengusung pendukung dan juga masyarakat yang memilihnya berada dalam satu kapal. ”Kita ini ibaratnya berada dalam satu kapal.Maka harus ada komunikasi untuk bisa sampai pelabuhan. Inilah konsep demokrasi partisipatoris,” ungkapnya. (lukman hakim)

PILKADA JATIM : LIPUTAN MEDIA (2) : Kader PKS Putihkan GOR Pancasila

Minggu, 08/06/2008 09:36 WIB
Kader PKS Putihkan GOR Pancasila
Irawulan - DetikSurabaya

Surabaya - Ribuan kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur pukul 08.00 WIB memenuhi GOR Pancasila, Jalan Indragiri, Surabaya, Minggu (8/6/2008). Kader dan simpatisan ini datang untuk menghadiri Milad.

Momentum Milad ke-10 ini untuk mensolidkan struktur, kader dan simpatisan serta sebagai ajang ikrar bersama pemenangan cagub Jatim pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa). Ikrar pemenangan KarSa ini rencananya akan dibacakan Kawilda Jatim Bali Sigit Sosiantomo.

Ikrar tersebut berisi, "Kami para kader dan simpatisan PKS dengan sepenuh hati berikrar, bertekad untuk memenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2008-2013 dalam rangka mewujudkan Jawa Timur yang bersih Peduli Profesional menuju Masyarakat adil dan Sejahtera".

Rencananya pembacaan ikrar ini akan disaksikan oleh Mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid dan sejumlah tokoh PKS lainnya seperti Ketua Umum DPW PKS Jatim Ja'far Tri Kuswahyono.

Selain orasi politik, Milad ke-10 yang dihadiri kader PKS baik dari Surabaya, Resik dan Sidoarjo juga digelar bazar dan hiburan. (wln/bdh)

PILKADA JATIM : PKS Gelar Ikrar Kesetiaan Untuk Pasangan Soekarwo-Saifullah

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se Surabaya, Sidoarjo dan Gresik menggelar ikrar bersama mendukung pasangan calon Gubernur Jawa Timur di Gelora Pancasila Jalan Indragiri Surabaya, siang ini (8/6).

Acara yang juga dikemas untuk memperingati milad (ulang tahun) PKS yang ke-10 ini juga dihadiri oleh Mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid, Calon Gubernur Soekarwo, Ketua DPP PKS Jatim-Bali Sigit Sosiantomo, Ketua DPW PKS Jatim Ja’far Trikuswahyono, serta beberapa pengurus PKS baik ditingkatan DPW maupun DPD-DPD se-Jatim.

Dalam sambutannya, ketua PKS Jatim Ja’far Trikuswahyono, meminta seluruh kader untuk bisa membantu pemenangan pencalonan Soekarwo-Syaifullah Yusuf dalam pilkada 23 Juli mendatang.

“Kita semua harus melakukan kampanye dengan santun dan damai serta mengikuti pola 1-10-4 yang artinya tiap kader harus bisa merekrut 10 keluarga yang didalam keluarga tersebut masing-masing terdiri dari 4 orang, jadi tiap kader harus bisa merekrut 40 pemilih,” kata Ja’far.

Dengan strategi ini, PKS yakin minimal akan menyumbangkan sebanyak 24 juta suara bagi kemenangan Karsa. Karennya, meski PKS bukanlah partai pengusung pasangan ini, namun dukungan PKS diyakini akan bisa mendongkrak suara pencalonan Karsa.

Dukungan PKS sendiri, lanjut Ja’far dilakukan karena adanya kesamaan visi dan misi antara partainya dengan yang dibawa oleh Karsa. Kesamaan visi dan misi tersebut bahkan sudah dituangkan kedalam kontrak politik antara keduanya yang berisi jika nantinya menang Soekarwo diharuskan untuk memimpin Jatim dengan bersih dan berkomitment untuk memberantas KKN.

Selain itu, kontrak tersebut juga mengikat Soekarwo untuk menjalankan pemerintahan yang pro rakyat. Dan terakhir adalah keharusan bagi Karsa untuk bisa menjalankan pemerintahan dengan provesional.

Sementara itu, meski PKS dalam hal ini hanyalah partai pendukung, namun Hidayat Nur Wahid menantang kepada partai Pengusung untuk bisa lebih bekerja keras daripada partai pendukung. “Jangan dilihat pendukung atau pengusung, yang penting yang mengusung harus lebih giat dan memenangkan demi pemerintahan yang bersih dan santun,” kata Hidayat. PKS dalam pencalonan Soekarwo-Syaifullah Yusuf memang hanyalah partai pendukung, karena pasangan ini sebenarnya diusung oleh Partai Demokrat, PAN serta PDI.

Soekarwo sendiri menjamin jika nantinya memimpin dirinya akan bersih dari KKN serta sepenuhnya mendorong pemberantasan KKN. “Slogan kami juga jelas, APBD untuk rakyat, sehingga dengan cara-cara yang profesional kami pasti menjalankan amanah ini,” kata Soekarwo.

Peringatan Milad serta ikrar kesetiaan kader PKS ini kemudian diakhiri dengan pembacaan bersama ikrar yang dipimpin oleh Ketua DPP PKS Jatim-Bali Sigit Sosiantomo. dan disaksikan langsung oleh Hidayat Nur Wahi, Sigit membacakan ikrar bersama yang berbunyi. “Kami para kader dan simpatisan PKS dengan sepenuh hati berikrar, bertekad untuk memenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2008-2013 dalam rangka mewujudkan Jawa Timur yang bersih Peduli Profesional menuju Masyarakat adil dan Sejahtera”.

Usai ikrar, ribuan massa kader dan simpatisan PKS kemudian langsung meninggalkan lokasi acara untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Rohman Taufiq