BERSIAP MENJEMPUT KEMENANGAN DI PEMILU 2014

Jumat, 23 Mei 2008

PILKADA MAGETAN : CALON DUKUNGAN PKS UNGGUL SURVEY

Jumat, 23 Mei 2008

Hasil Survei, Radja Masih Tertinggi

MAGETAN jawapos -- Meski terus mendapat kritikan dari rival politiknya, posisi pasangan Radja (Miratul Mukminin-Djarno) tampaknya masih menjadi yang terkuat. Itu sesuai hasil survei lembaga independent Proximity Sidoarjo. Dalam penelitian yang dilakukan tanggal 1-18 Mei 2008, Radja mendapat dukungan suara hingga 38, 5 persen.

Pada posisi kedua ditempati pasangan SMS (Sumantri-Samsi) yang mendapat suara 20,5 persen disusul pasangan Saguh (Saleh Muljono-Teguh Martodiryo) 8,7 persen dan Sari (Sadeni-Asj’ari) 6,2 persen. "Ini hasil riil yang kami peroleh di lapangan, tanpa ada tendensi dan pengaruh pihak manapun," terang Whima Edy Nugroho, Direktur Proximity, kemarin (22/5).

Dijelaskan, penelitian tersebut dilakukan di 18 kecamatan dan 68 desa. Pihaknya mengambil responden sekitar 628 orang dengan sample rumah tangga. Untuk menguji kebenaran itu, Whima mengaku menggunakan metode multistage random sampling. Atau pemilihan sample secara bertingkat. "Dengan metode itu, kami memperkirakan tingkat kesalahan atau margin of error hanya empat persen," jelas lulusan Universitas Airlangga Surabaya itu.

Masih menurut Whima, kondisi tersebut masih bisa berubah. Pasalnya, hingga saat ini, masih ada sekitar 26,1 persen warga yang belum menentukan pilihan (swing votter). Sehingga, sewaktu-waktu mereka memberikan pilihan dan bisa mengubah posisi calon. "Saat ini masih banyak massa mengambang yang belum tergarap calon, sehingga mereka belum menentukan pilihan," jelasnya.

Dijelaskan, dari jumlah massa mengambang itu, sebagian besar atau sekitar 37,9 persen diantaranya masih menunggu adanya pemberian uang dari calon. Siapa yang memberi uang, maka mereka akan memilih pada pilkada 11 Juni 2008 mendatang. "Ada kesadaran demokrasi yang cukup baik dikalangan masyarakat, karena ada 42,9 persen yang menyatakan akan menerima pemberian uang tapi tidak terpengaruh terhadap pemberian itu," tambahnya.

Hal tersebut juga dikuatkan Edy Saputro, anggota tim ahli Proximity. Menurutnya, pihaknya akan melakukan survei kembali usai pelaksanaan kampanye. Dari situ pihaknya bakal mampu memprediksi peluang masing-masing kandidat jelang pilkada. "Kami telah melakukan survei di beberapa kota seperti Gresik, Pasuruan dan Nganjuk. Dan hasil pilkada tak jauh dari hasil survei kami," katanya. (dhy/mik)

ARSIP NASKAH